
Putri Olivia.
Api Borealis mulai merembes dari tubuh pemuda itu. Suhu yang sangat panas meningkat sangat extrim.
Matanya berubah menjadi merah menyala seperti Harimau yang akan menerjang mangsanya.
Jari-jarinya menggenggam pedang dengan sangat era.
Hujan api segera menghiasi seluruh kota, beberapa bangunan disekitarnya menjadi terbakar oleh panasnya api itu.
Orang-orang yang tadi mengejeknya mulai lari berhamburan,Dengan wajah yang sangat serius pemuda itu langsung menyerang Trian.
Dia tidak ingin berlama-lama lagi dalam pertarungan ini.
Mengingat teman-temannya saat ini sedang terjebak didalam Divinity Origins.
Namun hal itu tidak cukup membuat Trian untuk mundur.
Jual beli serangan pun terjadi, Desing suara tombak dan pedang saling beradu.
Melihat pemuda ini yang sangat kuat, Trian juga mengeluarkan jurusnya.
"Lebah Pengisap Jiwa."
Soul Powernya membentuk ribuan lebah yang keluar dari tangannya.
Spesifikasi lebah itu dapat menyerap semua api yang dikeluarkan oleh Nchex.
Dengan cepat yang seperti jarum ditembak,Lebah-lebah itu menyerang.
"Ting...Ting" Pemuda itu menangkisnya dengan pedang.
Berapa tebasan angin yang dilapisi dengan soul power telah dikeluarkan.
Pemuda itu mencoba memberikan serangan balik sambil bertahan.
Namun kali ini Trian menggunakan teknik lebah tingkat selanjutnya.
Dimana lebah-lebah itu berubah menjadi jaring petir yang memperangkapnya.
Tetapi Nchex juga membalasnya kembali dengan Rantai Amarah Jiwa.
Akhirnya mereka berdua saling terikat oleh teknik masing-masing.
"Hahaha ternyata kamu dapat mengimbangi ku." Ucap Trian yang terikat.
"Ini hanya 30% dari kekuatan ku, Bagaimana bisa di anggap seimbang." Jawab Nchex.
"Transformasi Binatang Iblis."
Untuk melepaskan jaring yang mengikatnya pemuda itu berubah menjadi manusia setengah Naga.
Jelas kekuatan fisiknya saat ini akan bertambah berkali-kali lipat.
Dia terbang ke langit tepat di atas Trian.
"Meteor Knight Symbol" Sebuah bola api raksasa yang menggelar tercipta oleh kumpulan soul powernya.
"Siapa pemuda ini dia benar-benar gila." Ucap Hogan yang melihat teknik itu.
Trian yang masih terikat mencoba untuk melepaskan diri.
Namun lagi-lagi pemuda itu memperkuat teknik Rantai ke level selanjutnya "Black Hell."
Dimana kini bukan hanya terikat,dia juga harus menghadapi kekuatan pengisap dari dalam portal.
Sementara itu ada sebuah bola meteor yang menuju kearahnya.
Dia yang terikat tidak bisa menggunakan skillnya, Pada akhirnya memutuskan untuk menyerah.
Sementara itu Nchex yang mendengar teriakkan darinya mencoba untuk mengubah arah serangan meteor itu.
Trian menatap meteor itu yang hanya berjarak 5 Inci dari telinganya.
"Bam...!" ledakan meteor itu berada tepat dibelakangnya.
Menghancurkan rumah penduduk dan area disekitarnya.
Orang-orang yang berada disana bergegas untuk memadamkan api itu,Namun tetap saja api abadi tidak dapat dipadamkan hanya dengan air biasa.
Nchex menghentakkan kakinya yang membuat lantai arena itu menjadi retak,Aura ditubuhnya semakin meluas hingga domain dewa kematian juga sudah dikeluarkan.
Matanya menatap tajam menyapu orang-orang disekitarnya yang sudah bergetar ketakutan.
__ADS_1
"Cobalah untuk menantang ku dengan senang hati aku akan membantai kalian semua." Ucap Nchex dengan suara yang penuh tekanan.
Untuk beberapa saat orang menjadi terdiam,Bahkan mereka yang awalnya ingin menangkap pemuda itu kini perlahan menjauhinya.
Merasa sudah tidak ada yang menantangnya lagi,pemuda itu bergerak berdiri dihadapan Hogan.
Dengan Aura yang sangat menekan membuat Hogan tidak dapat bergerak dan ketakutan.
Pemuda itu mengacungkan pedangnya kearah Hogan sambil berkata.
"Apakah aku sudah menang sekarang...?" Tanya Nchex sambil mengancam Hogan.
Kakinya bergetar hebat disertai dengan banjir keringat dingin dari wajahnya.
Seolah sedang melihat hantu di depannya yang akan segera mencabut nyawanya.
Bibirnya bergetar dan sangat gugup untuk menjawab pertanyaan pemuda itu.
Hogan sangat takut jika dia salah menjawab dan ingin bermain-main dengan pemuda ini tentu saja nyawanya akan langsung melayang.
"Iya... kamu menang aku akan mempersiapkan pernikahan untuk mu." Ucap Hogan.
"Aku tidak punya waktu untuk itu, sekarang teman-teman ku dalam bahaya.
Jika aku tidak membawa wanita Putri mu hari ini,Maka aku akan mengirim seluruh Kota ini ke neraka." Jawab Nchex.
Api yang sudah dicoba padamkan itu mulai berubah menjadi Api Hitam.
Tangan kirinya membentuk beberapa segel ke arah langit seolah mempersiapkan sesuatu.
Langit mulai berubah menjadi sangat hitam, Seakan dipaksa untuk datangnya malam.
Seketika tempat itu berubah menjadi sangat gelap, Dengan suara Guntur yang mulai menggelegar.
Orang-orang yang berlarian ketakutan langsung mendatangi Hogan agar menghentikan pemuda itu.
Begitu juga Trian yang ada disana juga memohon kepadanya agar menyudahi pertarungan ini.
"Baiklah aku akan pergi bersama mu." Sahut Olivia yang melihat situasi sudah sangat kacau.
"Hahaha itu pilihan yang baik." Jawab Nchex sambil menghentikan serangannya.
Setelah Aura yang menakutkan itu menghilang, Langit berangsur menjadi cerah.
Api yang sudah membakar itu kembali dia hisap dan menghilang.
Mereka tidak berani lagi untuk menyinggung pemuda itu setelah mengetahui tempramen dari sosok yang pendiam itu.
"Aku akan mengizinkan mu membawanya pergi, Setelah melakukan upacara pernikahan terlebih dahulu." Ucap Hogan.
"Astaga itu sangat merepotkan untuk ku, Bisakah kamu menundanya sebentar.
Ada urusan yang sangat mendesak harus aku selesaikan terlebih dahulu.
Aku berjanji ketika aku kembali kita akan menyelesaikan masalah ini." Jawab Nchex.
Pemuda itu menarik tangan Olivia yang berdiri di samping Hogan.
Sebelum dia pergi Nchex berkata kepadanya "Tenang saja aku akan mengembalikannya dengan utuh."
Dalam sekejap mata kedua sosok itu telah menghilang memasuki sebuah portal.
Dengan cara menyatukan kedua cincin itu.
Akhirnya mereka sampai didepan pintu gerbang awan tingkat pertama.
Dia berlari dengan sangat cepat untuk menemui Airin.
Olivia yang sudah lama tidak bertemu dengan ibunya itu langsung memeluknya dengan sangat erat.
Pertemuan ibu dan anak itu sangat haru hingga Nchex tidak berani untuk mengganggunya.
Namun setelah dia memperhatikan dengan seksama ternyata itu dan anak itu terlihat sangat mirip bahkan susah untuk dibedakan.
Setelah beberapa saat terdiam akhirnya dia mulai bersuara.
"Aku sudah menepati janji ku, Sekarang biarkan aku keluar dengan semua temanku dari tempat ini." Ucap Nchex.
Tiba-tiba Olivia berbisik kepada ibunya itu, Dia menceritakan apa saja yang sudah terjadi ketika pemuda itu membawanya kesini.
Dia juga menjelaskan bahwa pemuda yang terlihat didepannya ini mempunyai warisan yang dimiliki oleh Shinki.
Hingga akhirnya Airin mengambil keputusan.
__ADS_1
"Aku akan mengirimkan semua teman-teman mu ke Benua Nen, Tetapi kamu harus tetap tinggal disini." Ucap Airin.
"Itu tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah kita buat, Aku tidak mau." Jawab Nchex.
"Kamu hanya perlu berada disini selama 3 hari untuk menyelesaikan upacara pernikahan."
"Kau pikirkan saja itu sendiri dasar bodoh." Ucap Nchex yang pergi dengan sangat kesal.
Namun Olivia mengikutinya dari belakang, Mengingat wajahnya yang sangat mirip dengan Airin tentu saja orang mengira bahwa dia adalah Dewi Suci.
Oleh karena itu setiap kali dia berjalan orang-orang menundukan kepalanya memberi hormat.
"Mengapa kamu terus mengikuti ku." Tanya Nchex.
"Karena kamu sudah membawa ku kesini, Maka kamu harus bertanggung jawab." Jawab Olivia sambil memegang tangannya.
Akibatnya hal itu tentu saja tatapan orang menuju tertuju kepada mereka berdua.
Nchex yang malu akan hal itu,dia langsung beranjak pergi dari sana menjauhi keramaian.
Dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya untuk berkultivasi.
Sambil memikirkan cara untuk keluar dari tempat ini.
"Sekarang kamu bisa kembali ke tempat mu, Aku akan beristirahat sebentar." Ucap Nchex.
"Kamu sudah menjadi pemenang sayembara itu, Jadi sesuai aturan aku harus terus mengikuti mu." Jawab Olivia.
"Hah gadis ini sangat merepotkan." Ucap Nchex menggerutu.
Dia mulai duduk berkultivasi tanpa memperhatikan wanita itu.
Ketika dia merasa wanita itu sudah tertidur Nchex memutuskan segera pergi meninggalkannya.
Namun ketika dia sudah berada di halaman dia tertangkap oleh Airin dan segera membawanya ke dalam ruangannya.
"Bocah sialan kamu mencoba kabur dari ku." Ucap Airin.
"Apa sebenarnya yang kalian inginkan dari ku." Jawab Nchex dengan kesal.
"Apakah kamu tidak ingin memiliki sarung tangan milik Shinki...?" Tanya Airin yang membuat langkah pemuda itu terhenti.
"Hahaha bagaimana bisa aku pergi meninggalkan wanita cantik seperti mu.
Sekarang katakan apa yang harus aku lakukan."
Jawab Nchex sambil menggodanya.
"Aku ingin kamu membantu meningkatkan Kultivasi putriku di kolam Roh Para Dewa.
Setelah itu aku akan memberikan Sarung Tangan Shinki kepada mu."
Mendengar ucapannya itu dia teringat kejadian yang pernah dia alami bersama Kartika ketika berada disebuah kolam Putri Malu.
Disini pemuda itu juga memikirkan berbagai cara licik untuk membalasnya.
Mengingat Airin ini tidak pernah menepati janji sepenuhnya.
"Bukankah itu sangat mudah tentu saja, Dengan senang hati aku akan menerimanya." Jawab Nchex.
Keesokan harinya Airin mengantarkan mereka ketempat Kolam Roh.
Disana terlihat ada sebuah Artefak berbentuk Kuali api berwarna emas.
Dimalam kuali itu terdapat sebuah portal yang akan membawa mereka menuju kolam Roh.
Namun suhu didalamnya sangat panas oleh karena itu mereka membubuhkan bantuan Nchex yang memiliki 7 Api abadi untuk melindunginya.
"Tunggu sebentar, Jelaskan pada ku apa yang harus aku lakukan didalam sana." Tanya Nchex.
"Kamu hanya perlu menjaga Olivia sampai selesai berkultivasi.
Setelah itu kamu boleh keluar dari tempat ini,Itu mudah bukan." Jawab Airin.
Airin mulai membuka portal untuk menuju Kolam Roh.
Namun Nchex yang sudah mengetahui Airin tidak akan berkata jujur kepadanya.
Sebelum dia memasuki portal itu,Nchex juga menarik Airin pergi bersamanya.
Hingga akhirnya mereka bertiga memasuki tempat itu.
Julia yang ingin mengejarnya tempat itu sudah tertutup dan tidak bisa dimasuki lagi olehnya.
__ADS_1
Portal pelindung yang sangat kuat yang terbuka disertai dengan Kuali api yang terus berputar dengan cepat dan langsung menghilang dari tempat itu.
Julia yang mencoba mencari kemana mereka menghilang, Bahkan tidak dapat mendeteksi hawa keberadaan mereka bertiga.