Soul Caster

Soul Caster
Episode 74


__ADS_3

Teknik Penggabungan Jiwa.


"Apa yang kamu inginkan dari ku...?" Tanya Nchex.


"Aku sudah ratusan tahun terjebak didalam sini,Array pelindung tempat ini terlalu kuat.


Jika aku keluar dari sini maka jiwa ku akan hancur seketika." Ucap Mimosa.


"Jika kamu sendiri saja tidak bisa, bagaimana aku membantu mu."


"Aku memiliki persamaan darah dengan Wanita ini,oleh karena itu jika aku berhasil bergabung dengannya.


Itu memungkinkan diriku akan menyatu dengannya.


Kemungkinan ini akan sama dengan teknik Binatang Iblis yang berada didalam tubuh mu itu."


Namun tiba-tiba Blacky langsung muncul menyanggah ucapannya.


"Teknik Tranformasi Tubuh Iblis hanya berlaku untuk sementara waktu, Sedangkan Pengabungan Jiwa itu akan memiliki efek permanen.


Bukankah itu sangat merugikan untuk orang yang menyatukan dirinya dengan mu.


Selain itu juga ada kemungkinan kamu akan mengontrol dirinya secara penuh." Ucap Blacky.


Nchex yang mendengar hal itu tentu saja dia sangat keberatan.


Pemuda itu melarang Kartika untuk menyatu dengannya.


Namun Kartika yang sangat ingin mendapatkan bunga itu memaksa Nchex untuk mempercayainya.


Lagi pula bunga itu adalah satu-satunya harapan untuk menyelamatkan Penatua Mulan.


"Bukankah hanya dengan 1 bahan obat itu sangat tidak adil.


Meskipun bunga itu sangat langka,namun sebuah jiwa itu lebih berharga menurut ku.


Bisa saja aku menemukan cara lain untuk mendapatkan bunga itu." Ucap Nchex.


Melihat Kartika yang sudah tidak bisa membujuknya lagi,Mimosa mengeluarkan Bunga Kenangan memberikannya kepada pemuda itu.


"Apakah sekarang kamu sudah percaya dengan ku,Selain itu juga jika proses ini berhasil tingkat Kultivasi kalian akan meningkat sebanyak 1 level." Ucap Mimosa yang masih membujuknya.


Namun tiba-tiba akal liciknya memikirkan sesuatu yang lebih menguntungkan baginya,dia ingin meningkatkan 2 level sekaligus.


"Dari cerita mu tadi,Aku mendapatkan beberapa kesimpulan.


Jika kamu berada disini sendirian selama ratusan tahun.


Aku yakin kamu masih memiliki Bola Energi Sejati didalam tubuh mu,Aku benar bukan...?" Ucap Nchex.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan." Ucap Kartika dengan marah.


Jelas dia mengetahui sesuatu tentang apa yang dipikirkan oleh pemuda ini.


Nchex langsung menjelaskan kepada mereka berdua.


"Wanita ini adalah Istri ku,Jika kamu bergabung dengannya secara otomatis kamu juga menjadi milik ku.


Apakah aku salah..?"


Selain itu juga,aku khawatir kamu akan merubah dirinya menjadi sosok yang tidak pernah aku kenali." Ucap Nchex.


Kedua wanita itu menjadi memerah setelah mendengar ucapannya.


Mimosa berjalan mendekati mereka berdua,sambil mengeluarkan bola energi dari mulutnya.


Wanita itu langsung menciumnya,dan memberikan Bola Energi Sejatinya.


Dalam Sekejap pemuda itu sudah mencapai level 24.


Kartika membantu wanita itu yang hampir terjatuh,kerena telah mengeluarkan energi sejatinya.


"Aku telah memberikan semua yang kamu mau,sekarang kamu harus menepatinya." Ucap Mimosa.


Proses penggabungan pun dimulai,kedua wanita itu saling berhadapan.


Dibantu oleh Nchex untuk menstabilkan Soul Power keduanya.


Tubuh kedua wanita itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang.


Semakin lama waktu berlalu,Cahaya itu semakin besar dan menyatu.


Hingga membentuk sebuah bunga teratai berwarna merah muda yang masih belum mekar.


Beberapa jam kemudian kelopak bunga itu mulai terbuka satu persatu.


Hingga memunculkan sosok seorang wanita yang duduk di atas bunga teratai yang telah mekar.



Dengan sigap pemuda itu langsung menjauhinya,mengira Kartika sudah berubah menjadi sosok yang tidak dikenalinya lagi.

__ADS_1


Wanita itu memang terlihat lebih cantik dari sebelumnya,namun memiliki aura pembunuh dari dalam tubuhnya.


Melihat pemuda itu yang berjalan menjauh, wanita itu langsung berjalan mendekatinya.


Dalam sekejap mata dia sudah berada didepan pemuda itu,dengan mengacungkan pedangnya.


"Apakah aku tidak terlihat cantik...?" Tanya Kartika yang mulai menarik pedangnya.


"Hemm sepertinya kamu baik-baik saja." Jawab Nchex yang menghela nafas lega.


Dia mulai memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh wanita itu.


Selain tingkat kultivasinya yang meningkat menjadi level 26.


Wajahnya juga menjadi semakin menarik.


"Karena kamu sudah berhasil menerobos, sekarang biarkan aku berkultivasi didalam kolam itu." Ucap Nchex.


Namun sebelum pemuda itu memulai kultivasinya, Kartika langsung memeluk dengan erat.


Yang membuat pemuda itu menjadi terbangun dari fokusnya.Sebelum dia sempat bertanya,wanita itu sudah mencium bibirnya.


Dia dapat merasakan Energi Soul Power mengalir dengan deras kedalam tubuhnya.


Ternyata wanita ini berniat membantunya untuk menerobos.


Tentu saja Nchex memanfaatkan Energi dengan menggabungkan energi murni yang dia serap dari dalam kolam.


Sampai pada akhirnya dia berhasil menerobos ke level 25 Master of God.


Tetapi ada keanehan yang dia rasa,pemuda itu tidak mendapatkan skill baru ketika telah mencapai ranah ini.


Namun dia cukup senang dengan hasil yang dia peroleh.


"Haha sekarang kita hanya berbeda 1 level, sebentar lagi aku akan mengalahkan mu." Ucap Nchex kepada Kartika.


"Aku tidak peduli lagi dengan taruhan mu, sekarang aku hanya ingin terus berada di samping mu." Ucap Kartika sambil menggodanya.


Pemuda itu langsung memberikan ciuman mesra untuk wanita yang berada di pelukannya itu.


Tangannya menjadi liar,Menelusuri tubuh ramping yang sangat menggoda itu.


Ditengah wajahnya yang sudah memerah pemuda itu berbisik kepadanya.


"Ini menjadi lebih besar dibandingkan dengan Melisa." Ucap Nchex.


"Jika kamu mengatakan itu lagi,aku tidak akan memanjakan mu lagi." Ucap Kartika mengancamnya.



Banyak sekali tatapan mata tertuju pada sosok wanita itu,dia terlihat tampak menggoda.


Menyadari akan hal itu, Kartika menyembunyikan wajahnya di bahu Nchex.


Tentu itu itu akan membuat murid pria yang lainya akan menaruh dendam kepadanya.


Namun beberapa orang yang mengetahui pemuda itu,memilih untuk menjauhinya.


Jelas mereka semua tahu Nchex Si Pengacau,akan sangat sulit jika berurusan dengannya.


Setelah lama menunggu Chester dan Maya akhirnya keluar dari Gerbang.


Mata mereka berdua tertuju kepada Kartika yang telah sangat jauh berbeda.


Tentu saja hal itu membuat Maya menjadi marah.


"Aku akan melaporkan perbuatan mu ini kepada kakak senior." Ucap Maya yang tidak mengenali Kartika.


"Kawan aku tidak menyangka kamu melakukan hal seperti ini kepadanya." Sahut Chester.



Kartika hanya tersenyum tipis,tanpa membantu Nchex yang sedang tersudut oleh kedua temannya itu.


Dia malah mencium suaminya itu didepan mereka berdua,yang membuat Chester dan Maya menjadi semakin marah kepadanya.


Sampai pada akhirnya pemuda itu mengeluarkan Api hitamnya,mereka yang melihat itu tentu saja menjadi bingung dengan apa yang pemuda itu lakukan.


"Bukankah kalian semua tahu,bahwa Api hitam ku ini tidak dapat membakar wanita itu." Ucap Nchex tanpa menjelaskan lebih detail.


Mereka berdua memperhatikan sosok wanita yang berada didalam pelukannya.


Tidak terlihat sedikitpun goresan atau merasakan kepanasan yang disebabkan oleh api hitam.


Api itu malah terlihat seperti melindungi dirinya.


Akhirnya mereka berdua menyadari bahwa wanita didepannya ini adalah Kartika.


Mereka juga dapat merasakan bahwa kultivasi kedua orang ini telah meningkat.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada kakak senior...?"Tanya Maya.

__ADS_1


Akhirnya Kartika menghampirinya,dan jelaskan semuanya kepada Juniornya itu.


Mereka mengumpulkan semua bahan obat yang sudah mereka dapatkan.


Namun sayangnya mereka masih kekurangan 1 bahan obat lagi,yaitu Mawar Putih.


Tentu saja hal itu membuat mereka semua menjadi panik,lagi pula pintu gerbang ini sebentar lagi akan segera tertutup.


Di tengah perdebatan mereka,Rey dan Wanita bertopeng yang mengikuti mereka dari tadi.


Tiba-tiba langsung menyerang.


Kini Wanita Bertopeng dan Kartika saling beradu serangan satu sama lain.


"Biarkan aku mencoba, sehebat apakah White Lotus itu." Ucap Wanita Bertopeng.


Tentu saja Kartika akan meladeni wanita yang mencoba memprovokasinya.


Teknik pedang dari kedua wanita ini tampak seimbang, tidak ada yang mau mengalah diantara mereka.


Tetapi Nchex dapat merasakan Soul Power dari pedang wanita bertopeng.


Seperti menyimpan rasa dendam yang sangat dalam kepalanya.


Badai petir dan Hujan langsung tercipta dari teknik serang Wanita bertopeng itu


Tiga Warna petir berbeda langsung keluar dari pedangnya.


Begitu juga dengan Kartika yang membuat area sekitar menjadi beku.


Kedua area pertempuran menjadi terbagi oleh Badai petir dan Salju.


Keduanya langsung melakukan serangan,jual beli serangan terlihat sangat intens,namun tidak akan yang mau mengalah.


Sampai pada akhirnya wanita bertopeng itu melepas topengnya dan berkata.



"Mungkin cintaku bagimu tak lebih dari sekedar cahaya lilin yang redup.


Bersinar di tengah ribuan cahaya terang lainnya.


Tapi aku minta padamu,Biarlah cahaya itu tetap menyala di hatimu. karena suatu saat,cahaya itu akan bersinar lebih terang disaat cahaya lainnya padam" Ucap Azura.


Matanya menyapu tajam ke arah Nchex.


Sepertinya ada kerinduan dan juga rasa kesal dibalik tatapan matanya itu.


Sebelum dia pergi Azura melemparkan Mawar Putih yang mereka cari kepada Nchex.


Dan akhirnya Rey dan Azura pun pergi.


"Siapa wanita itu...?" Tanya Kartika dengan sangat marah.


Kartika langsung menyerangnya dengan tebasan pedang seperti ingin membunuh.


Namun Nchex hanya menghindari serangannya saja,tanpa membalasnya.


Tentu saja pemuda itu menyadari bahwa dia telah membuat wanita itu menjadi sangat marah,emosinya sedang meluap.


Untuk saat ini tidak mungkin baginya untuk melakukan sesuatu.


Setelah beberapa saat marahnya mulai reda,pemuda itu berbicara padanya dengan pelan.


"Aku bertemu dengannya saat di selamatkan dari 9 Sekte Besar.


Kamu masih ingat bukan,saat itu bahkan kamu sendiri ingin membunuh ku."


Tentu saja dia masih mengingat kejadian waktu itu,dimana pemuda yang ada didepannya ini masih sangat lemah.


Beberapa dari Penatua Sekte bahkan ingin membunuhnya.


Untung saja dia berhasil diselamatkan oleh Raja Kegelapan dan Speed Wing.


Sambil menangis diperlukannya wanita itu berkata.


"Saat ini kamu hanya milik ku,Aku akan membunuh wanita itu jika dia ingin mengambil mu dari ku."


sambil mengusap air matanya,pemuda itu mengeluarkan Bunga yang baru dia dapatkan dari Azura.


"Kita harus kembali secepatnya,Kamu ingin menyelamatkan Penatua Mulan bukan." Ucap Nchex membawa mereka pergi.


Dengan perahu terbang mereka langsung menuju Divisi Pengobatan.


Namun Kartika masih saja tidak mau melepas dari pemuda itu.


Melihat Kartika yang terus memeluknya Chester berkata.


"Apakah itu sangat nyaman." Ucap Chester sambil meledeknya.


"Tentu saja mengapa kalian tidak mencobanya." Balas Nchex meledeknya.

__ADS_1


__ADS_2