
1 Taruhan 1 Permintaan
Di tengah malam,dihiasi dengan Cahaya bulan yang terang.
Pemuda itu menatap ke langit, melihat bintang yang kelap-kelip memancarkan sinarnya.
Ditengah kesunyiannya malam yang dingin.
Dia mulai teringat dengan Desa tebu dan 3 Saudaranya.
Hatinya mulai bertanya-tanya,"Apakah mereka semua baik-baik saja."
Melihat sosok pemuda yang berdiri sendiri itu Kartika mendatanginya.
Sepertinya dia juga mengetahui apa yang dipikirkan olehnya,tentu saja dia mengerti pemuda ini telah berjalan dengan latihan yang sangat keras.
"Ku dengar seorang gadis kecil dari Desa Tebu dia berhasil masuk Sekte Boneka." Ucap Kartika.
Nchex sangat senang mendengar ucapan darinya."Itu pasti Diang." Gumamnya sambil meneteskan air mata.
"Bagaimana dengan 3 orang Saudara ku...?
"Saat ini mungkin mereka sudah memiliki jabatan di kota Vien."
"Lalu 2 orang wanita yang berada di sekte mu Shu Qi dan Shu Ying...? Tanya Nchex dengan mata berbinar-binar dan penuh penasaran.
"Apakah menurutmu mereka lebih cantik dari pada aku...?"
Nchex yang tidak mengerti dengan ucapan tentu saja dia merasa bingung.
Kartika memalingkan wajahnya dan ingin pergi menjauh.
Namun tangannya langsung ditarik kembali oleh Nchex.
"Apakah kamu sudah lupa dengan 1 permintaan ku...?" Tanya Nchex menggodanya.
"Apa yang kamu inginkan dari ku...?"
"Kabarnya didalam Guild ini ada api abadi berwarna Emas,Apakah kamu mengetahuinya...?"
"Itu akan sangat sulit untuk didapatkan,Semua SangCaster yang berelement Api pasti juga menginginkan Api itu. Melihat kemampuan mu sekarang itu masih belum cukup.
Jadi apa permintaan mu sekarang...?"
Kartika cukup penasaran menunggu pemuda itu sedang berfikir.
Dia takut jika pemuda itu meminta hal yang aneh-aneh kepadanya.
"Hmm sudahlah lupakan saja,lagi pula aku hanya bercanda saja." Ucap Nchex sambil tertawa.
Namun Kartika masih menanggapinya dengan serius,Jelas dia sangat mengingat perkataannya pada saat itu.
"Jika kamu memintanya sekarang itu mungkin akan sangat sulit,ada banyak hal yang masih belum Kamu mengerti."
Kartika dengan cepat langsung memeluk pemuda itu,dia menangis dengan pelan di bahunya.
Sambil berbisik dengan pelan "Bawa aku pergi dari sini."
Mendengar ucapannya sentak membuat Nchex terkejut.Tentu saja dia mengerti pasti ada sesuatu yang terjadi di wilayah Vena.
Apalagi saat ini dia tidak melihat Sekte gerbang cahaya yang dikirim ikut Heroes War.
Dia lekas-lekas ingin pergi ke wilayah Vena,namun Kartika langsung menahannya.
"Sekarang kamu harus menjadi kuat terlebih dahulu,dengan kekuatan mu sekarang tidak ada gunanya kembali kesana."
"Mengapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya kepada ku." Nchex menjadi sangat marah,Aura Dewa Kematian langsung merembes keluar dengan sendirinya.
Akibat dari tekanan itu membuat murid-murid yang lain saling berdatangan.
Mereka melihat dua orang itu saling berdebat didepan mereka.
"Apakah kamu juga ingin melihat ku mati...?" Ucap Kartika menarik tangannya.
"Apakah Sekte Api telah memulai perang...?" Hatinya penuh dendam dan kemarahan,Dia sangat Khawatir sesuatu terjadi pada Desa Tebu dan temannya.
Namun Kartika tetap bersikeras untuk menenangkannya,sampai akhirnya kemarahannya mereda.
Tiba-tiba Henry datang mendekat.
"Apa yang terjadi dengan kalian berdua...?"
Tanya Henry melihat mereka bergandengan tangan,Dia berpikir sepertinya terjadi sesuatu diantara mereka.
Melihat Kartika yang terdiam tidak bisa menjawab,Nchex membuka suara.
__ADS_1
"Ada berapa banyak wanita cantik didalam Akademi...?"
"Yang aku tahu ada 5 orang wanita tercantik didalam Akademi." Ucap Henry menjawab dengan heran.
"Siapakah yang berada di urutan pertama...?"
Namun sebelum Henry menjawabnya,Pedang panjang telah berada dileher Nchex,bersiap untuk menyayat lehernya.
Mengetahui hal itu dengan sigap Nchex langsung menghentikan pertanyaannya.
"Haha baiklah,Bisakah kamu menjalankan kepada ku apa saja yang ada didalam Divisi pedang."
"Mengapa tidak kamu tanyakan kepada senior di samping mu,dia lebih tau dari pada ku.
Aku jarang sekali melihat dia berbicara,Apalagi dekat dengan seorang pria."Ucap Henry menggoda Nchex.
"Jika itu mudah untuk dilakukan,maka aku tidak akan menjadi sekuat ini."
Mendengar ucapan dari Nchex,wanita itu langsung pergi meninggalkan mereka yang sedang berbicara.
Dia menjauh untuk menyembunyikan pipi nya yang sudah memerah.
Setelah wanita itu pergi, Ricky dan Kira juga ikut bergabung bersama mereka.
"Kawan kamu sangat hebat aku benar-benar ingin mengikuti mu." Ucap Ricky kepada Nchex.
"Itu hanya keberuntungan saja."
Namun kira langsung menyanggah ucapannya.
"Mendapatkan wanita seperti itu,lebih dari beruntung hahaha."
Mereka akhirnya tertawa riang, melepaskan masalahnya masing-masing.
Sampai akhirnya Henry menjelaskan kepada mereka.
"Di dalam sebuah Divisi ada 5 Aula yang harus kalian pilih.
Ten Thousand Sword
Heaven's Light Sword
Snow White Lotus
Sword of sadness
Kelima nama Aula ini diambil dari teknik pedang terkuat didalam Aula Pedang.
Dengan kemampuan mu saat ini,Aku yakin kamu bisa memasuki Snow White Lotus.
Wanita itu juga berada disana itu cukup menarik bukan. Ucap Henry menggoda Nchex.
"Kamu sendiri berada didalam Aula yang mana...?"
Namun sebelum Henry menjawab dia terdiam lama,sampai dia memulai kembali ceritanya.
"Saat ini aku berada di Aula Sword of Sadness,Karena seorang guru senior ditempat itu memberikan latihan yang sangat sulit.
Dari tahun ke tahun murid-murid yang belajar di Aula itu semakin berkurang.
Sampai saat ini hanya tersisa 3 orang murid yang belajar disana,itu termasuk diriku sendiri."
Ucap Henry dengan sedih.
Tetapi berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Nchex,Tentu saja dia sangat senang jika tempat itu sepi.Dia dapat bersantai tanpa harus berlatih keras.
Mengingat sosok Nchex yang sangat pemalas tentu dia lebih suka memilih Aula itu.
Akhirnya Kapal mereka sampai ditempat Akademi.
Disana terdapat sebuah Bangunan yang sangat besar dengan megah.Tempat itu merupakan Guild Central dari 12 divisi yang berada di sekelilingnya.
Bangunan itu dihiasi dengan Kaca berlian yang memantulkan cahaya matahari.
Akibat dari hal itu membuat warna seperti pelangi menghiasi seluruh bagian Guild.
Akhirnya mereka semua disambut oleh 5 Penatua Aula Masing.
Yang pertama adalah seorang nenek,dia juga sudah cukup tua.Seluruh rambutnya sudah putih.
Namanya Mulan penatua dari Aula Snow White Lotus.
"Hormat Guru,ini adalah murid Junior yang baru saja bergabung dalam divisi pedang." Jelas Kartika dan Henry.
"Manakah murid yang disebut Si Pengacau itu...?" Tanya Mulan diikuti oleh Penatua lainnya yang penasaran.
__ADS_1
Sebelum mereka semua berbicara Penatua Ketiga langsung berdiri dihadapan pemuda itu,Dengan jari telunjuknya yang mengarah di dahi Nchex.
Penatua ketiga itu Bernama Yuan Shao.
Betapa terkejutnya dia melihat bagian dalam tubuh Nchex memiliki 9 Meridian Neraka.
Kelima Penatua itu mengajaknya untuk bergabung kedalam Aula mereka masing-masing hal itu membuat Nchex menjadi Bingung.
"Penatua bolehkah saya melihat semua Aula terlebih dahulu,Setelah itu saya akan menentukan pilihan." Tanya Nchex dengan hormat.
Tentu saja Penatua tidak keberatan dengan permintaannya itu.
Mereka semua langsung di ajak mengelilingi Divisi Pedang.
Aula pertama yang mereka datangi "Heaven's Light Sword" ada 1000 orang murid didalam Aula itu.
Merupakan Aula terbesar dan Terkuat dalam Divisi Pedang.
Mata pemuda itu tertuju pada sosok seorang pria,Dia bernama Jin Yong.Dia berada di God level 28.
Merasakan hal ini tentu saja Nchex tahu ada keanehan ditempat ini.
"Bukankah Kartika berada di peringkat ke 3.Lalu mengapa orang yang berbakat seperti ini,tidak masuk dalam daftar peringkat."
Pemuda itu bertanya-tanya dalam hati.
"Perkenalkan Nama ku Sneder semoga kita semua bisa berteman." Sneder menyapa mereka semua dengan ramah.
Dirinya juga cukup baik dengan Kartika.
Sampai akhirnya matanya menyipit kearah Nchex.
"Apakah kamu Nchex Si Pengacau."
"Mohon Senior tidak terlalu sopan kepada saya." Ucap Nchex memberikan hormat kepadanya.
Mereka kembali melakukan perjalanan menelusuri Divisi Pedang.
Nchex bertanya kepada Henry dengan berbisik.
Dia cukup penasaran dengan bakat dari pemuda itu,hingga akhirnya Henry menjawab.
"Dia Adalah cucu dari Ketua Divisi pedang,Selain itu juga Ayahnya mempunyai kedudukan di dalam Kerajaan Silva.
Sebaiknya kamu jangan membuat masalah dengannya." Ucap Henry memperingatkan.
Selanjutnya mereka sampai di Aula "Snow White Lotus" Aula ini tampak tertata rapi dan bersih.
Dimana semua murid sangat patuh dan tunduk kepada aturan.
Didalam Aula ini memiliki 800 murid,500 terdiri dari wanita.
Disana ada seorang wanita yang memainkan Harpa yang sangat indah.
Setiap petikan jarinya menghasilkan Nada yang dapat menghipnotis semua orang.
Dengan Alunan Suara melodi yang indah,Ditambah paras cantiknya.Tentu saja banyak pria yang akan tergoda olehnya.
"Dia adalah wanita tercantik yang berada di peringkat ketiga,Sedangkan yang dekat bersama mu berada di peringkat 2." Ucap Henry.
"Lalu siapakah yang berada diperingkat pertama dan Keempat...?"Tanya Nchex
"Yang keempat berada di Divisi Pembunuh,dia seorang wanita yang sangat kejam.
Untuk yang peringkat pertama kamu harus mencari tahunya sendiri." Ucap Henry tidak mau berkata lagi.
Tiba-tiba suara harpa itu terdengar semakin dekat,Alunan dari Nada suara itu membuat serangan Ilusi yang dapat membuat lawan terhipnotis olehnya.
Tentu saja Nchex juga menyerang balik dengan "Dimensi Ilusion" Akibatnya sebilah senar Harpa itu putus.
Megumi menjadi sangat terkejut dibuatnya.
"Teknik Pedang Ilusi memang kuat,Namun teman ku ini juga merupakan pengguna teknik Ilusi.
Oleh karena itu kamu tidak akan bisa menyerangnya dengan jurus Ilusi.
Jika aku tidak salah,Kamu baru menguasai setengah dari Teknik ini. Ucap Ricky.
Semua dibuat terdiam olehnya,pemuda yang lemah dalam kultivasinya.
Namun memiliki pengetahuan yang cukup luas.
"Hahaha ada banyak murid berbakat yang bergabung dengan Divisi kita."
Ucap Mulan tersenyum tipis.
__ADS_1