Soul Caster

Soul Caster
Episode 49


__ADS_3

Candi Pertama


Setelah sampai di atas pilar itu,terlihat daratan yang mengambang dilangit.


Bangunan - bangunan itu tampak sangat megah dan besar.


Tempat itu dikenal sebagai "7 Candi Agung" dimana yang paling tinggi adalah tempat terakhir dari ujian ini.


Amulet Stone mengeluarkan aturan pada ujiannya kali ini.


Bahwa setiap orang harus tergabung dalam sebuah kelompok,dimana tiap kelompok berisikan 5 orang.


Dia juga menegaskan dalam aturan kali ini,akan diperbolehkan menggunakan semua kekuatannya untuk bertahan hidup.


Yang artinya diperbolehkan untuk membunuh siapapun yang menghalangi jalannya.


Adapun misinya kali ini,Masing-masing kelompok harus mengumpulkan 7 Dekrit dari tiap Candi.


Selain terdapat banyak binatang buas,didalam candi itu juga terdapat warisan surgawi.


Semua orang yang berpartisipasi dalam Heroes War diperbolehkan untuk mendapatkan harta itu.


Jika dalam 10 hari mereka belum menyelesaikan misinya,Mereka akan dikirim kembali ke tempat asal.


Dengan cepat semua orang mulai membentuk kelompok.


Dimana mereka yang cukup terkenal dan kuat akan mudah untuk mendapatkan teman.


Namun hal itu bertolak belakang dengan pemuda itu.Dia hanya terlihat berbaring dengan santainya.


Kemudian Pande bertanya kepadanya.


"Apakah kita tidak membuat kelompok juga...?"


"Membuat kelompok itu hanya merepotkan saja." Jawab Nchex.


Mendengar ucapan pemuda itu Amulet Stone kembali muncul memberi peringatan.


Jika dia tidak membuat kelompok maka mereka juga akan gagal.


Mendengar peringatan dari Amulet Stone pemuda itu langsung kembali duduk bersemangat menunggu siapakah yang akan bergabung dengan kelompoknya.


Akan tetapi bukannya mendapatkan teman dia malah dihina.


"Orang tidak bisa mengendalikan perahu terbang memasuki Heroes War ini sangat lucu."


Pemuda itu bernama Litian dari Wilayah Orion'S.


Ketika dia berjalan keluar dari batas Zona Aman.Serangan tiba-tiba langsung menghilangkan nyawanya.


Amulet Stone langsung memberikan pemberitahuan.


"Pembunuh pertama Nchex dari Sekte Angin berasal dari wilayah Ignis,telah mendapatkan Koin Jiwa pertama."


Tentu saja hal tiu membuat semua orang terkejut,bagaimana mungkin wilayah terlemah memiliki orang kuat sepertinya.


Beberapa SangCaster yang sudah mengenali nama ini segera menjauhinya.


Karena Sekte Angin secara alami akan menjadi musuh untuk wilayah Orion'S.


Tiba-tiba pemuda itu didatangi oleh 4 orang dari Wilayah Orion'S.


Mereka tidak dapat membiarkan temannya mati begitu saja.


Pemuda itu langsung diserang oleh 4 orang,Namun Lagi-lagi mereka berhasil dia bunuh.


"Siapapun di antara kalian yang mempunyai dendam dengan Sekte Angin,Silahkan maju dengan senang hati akan ku hancurkan."Ucap Nchex dengan suara yang lantang.


Mengetahui Nchex hal ini beberapa orang sedikit waspada terhadapnya 5 orang God level 3 berhasil dibunuh dalam sekejap.


Tentu saja hal itu membuat mereka tidak berani mengucapkan kata-katanya lagi.


Pemuda itu berjalan kembali ke arah Pande dengan wajah dingin seperti tidak terjadi apa-apa.


"Ternyata kamu sekuat ini."Ucap Pande dengan kagum kepadanya.


Melihat kejadian itu seorang pemuda pemuda jangkung mendatanginya.Orang ini berada di tahap God level 3.


"Perkenalkan nama ku Adam,dari Kekaisaran Del Lagos.


Bolehkah aku bergabung dengan kalian...?"


"Tentu saja kami tidak keberatan dengan hal itu."Ucap Pande.


Mereka bertiga langsung berkenalan,akan tetapi saat ini mereka masih kekurangan 2 orang lagi untuk melengkapi kelompoknya.


Pande dan Adam berusaha mengajak orang untuk bergabung dengan kelompoknya namun tidak ada yang mau ikut bergabung dengan mereka.


Mengingat Nchex yang berada didalam kelompoknya telah menyinggung banyak orang.


Tentu saja mereka yang berada didekatnya juga akan merasa terancam.


Semakin lama orang-orang semakin berkurang, mereka pergi dengan kelompoknya masing-masing.


Tiba-tiba seorang gadis kecil mendekat,dia menggendong Boneka panda dibelakangnya.


Anak itu baru berumur 16 tahun,Namun sudah berhasil mencapai God level 1.

__ADS_1


"Bolehkah Aiko bergabung dengan kelompok kakak." Tanya Aiko yang baru saja datang.


Wajahnya yang lucu dan polos membuat mereka tidak bisa menolaknya.


Apalagi saat ini sudah tidak ada pilihan lain lagi.


"Nona Kecil sepertinya kamu berasal dari keluarga bangsawan."Tanya Pande.


"Aku berasal dari Wilayah Sun Flower,Tetapi kakak ku menyuruh ku kembali."


"Bukankah itu lebih baik." Ucap Pande.


"Tetapi aku ingin tetap ikut kesana,tolong bawa aku kak."


Aiko memohon dengan wajah lucunya.


"Gadis ini terlihat benar-benar polos."Gumam Nchex dalam hatinya.


Tetapi kelompok mereka masih kekurangan 1 orang lagi.


Namun disana terlihat seorang wanita desa yang sedang menangis sendirian.


Dia terlihat ingin bunuh diri,namun dengan cepat Nchex menghentikannya.


"Mengapa kamu menghentikan ku."Ucap Wanita itu.


"Kelompok ku masih kekurangan satu orang lagi,oleh karena itu kami membutuhkan bantuan mu."


Wanita itu menyapu air matanya dia sedikit mendapatkan harapan.


Wanita itu berpenampilan seperti gadis desa, rambutnya juga terlihat kusam.


Dengan pakaian yang seadanya juga tongkat kayu tua yang berada ditangannya.


Wanita itu kembali bertanya.


"Jika aku bergabung dengan kalian,aku hanya akan menjadi beban saja."


"Sudah tidak ada waktu lagi kita harus secepatnya pergi juga."Ucap Nchex.


Dengan Nchex yang memimpin jalan mereka segera mengikutinya dibelakang.


Setelah hari mulai gelap mereka memutuskan untuk beristirahat ditengah hutan.


Mereka berkumpul untuk menyusun rencana.


Melihat wanita itu yang masih diam Aiko bertanya kepadanya.


"Kakak nama mu siapa...?"


"Nama ku Elena aku berasal dari sebuah desa kecil di wilayah Orion'S."


"Kamu boleh menceritakan masalah mu kepada kami."Sahut Pande.


Dengan ragu-ragu Elena mulai menceritakan.


"Pada awalnya aku dikirim kesini menggunakan Token pemberian dari kepala suku.


Namun setelah sampai disini,aku merasa tidak dapat melakukan hal apapun."


"Bagaimana mungkin seorang SangCaster dari desa dapat menghasilkan SangCaster tahap God."Tanya Pande seolah tidak percaya.


"Ya tentu saja itu tidak mungkin,Aku mencapai tahap ini karena pengorbanan dari kepala desa dan beberapa orang lainnya.


Karena mereka sangat percaya pada ku,Namun setelah sampai disini aku merasakan perbedaan yang jelas.


Orang-orang yang beruntung seperti kalian dapat berkultivasi dengan banyak sumberdaya.


Sedangkan aku harus mengorbankan banyak jiwa untuk meningkatkan Kultivasi ku."


"Bukankah kita tidak jauh berbeda,Aku juga berasal dari seorang Anak Pandai Besi.


Tetapi aku yakin suatu saat aku akan menjadi Blacksmith yang hebat."Ucap Adam dengan penuh semangat.


Mereka semua menceritakan kisahnya masing-masing hanya Nchex saja yang terus diam dan tertidur pulas.


Aiko juga ikut tertidur dengan lelap,melihat hal ini tentu saja mereka bertiga bingung.


Bagaimana mana mungkin ditengah tempat berbahaya seperti ini,mereka dapat tidur dengan nyaman.


Sampai keesokan harinya Nchex mulai bertanya.


"Gadis Kecil kemampuan seperti apakah yang kamu miliki...?"Tanya Nchex kepada Aiko.


"Aku adalah seorang Master Puppet Controller."


"Baguslah jika begitu,Aku tidak ingin kamu merepotkan ku hahaha."


Nchex mengukur kemampuan teman-temannya untuk membuat sebuah strategi.


Pada akhirnya Nchex bertanya kepada Elena.


"Jika tebakan ku benar,Kamu adalah Seorang Scorcer bukan."


"Bagaimana kamu mengetahui hal itu...? Tanya Elena sedikit terkejut.


"Karena kita berada didalam kelompok yang sama maka tidak ada yang perlu disembunyikan."

__ADS_1


Nchex dan kelompoknya memasuki Candi pertama.


Namun tiba-tiba mereka menemui binatang Iblis level 5.


"Cobra Emas Surgawi" dikepalanya terdapat sebuah batu permata yang merupakan bahan untuk membuat senjata.


Adam langsung menyerang ular itu dengan senjatanya "Double Cross Hammer."


Namun dengan pukulan ular itu,Adam berhasil dipukul mundur.


Aiko membantunya menggunakan boneka "Harimau Panda." Boneka ini berbentuk Panda namun bermotif Harimau.


Untuk sementara waktu,binatang iblis itu berhasil ditahan oleh Aiko.


Adam kembali melakukan serangan untuk mengakhiri serangannya.


"Earth Clamp."


Ular Cobra itu dihimpit oleh Dinding tanah yang diciptakan oleh Adam.


Namun serangan seperti itu,tidak dapat mengalahkan Binatang Iblis level 5.


Melihat Ular Cobra yang masih dapat melawan Elena juga memberikan serangan kepadanya.


"Blood Moon Curse."


Serangan yang berbasis pada Magic Power ini, membentuk sebuah Paku Raksasa berwana merah.


Ketika Paku itu ditembakkan,Ular itu menjadi liar dan beringas.


Namun setelah beberapa menit,Tubuh Ular Cobra itu meledak.


Darah yang seperti air mendidih menyembur keluar.


Adam langsung melompat untuk mengambil permatanya.Namun ketika Adam berpaling ular itu menyemburkan Racun dari mulutnya.


Yang membuat Adam hampir mati dibuatnya.


Pande yang merupakan seorang Alchemist langsung menghentikan penyebaran racun itu.


Namun tiba-tiba.


"Serahkan batu itu...!" Ucap Damo dan kelompoknya.


Pemuda itu mulai berpikir sejenak,Jika dia mengamuk sekarang.


Teman-temannya pasti akan menjadi sasaran.


Apalagi Adam dan Pande yang masih sibuk menyembuhkan lukanya.


Sedangkan kedua orang wanita di kelompoknya


hanya berada di God level 1.


Nchex mengeluarkan senjatanya.


"Spear of Darkness."


Senjata yang dia dapatkan dari Dunia Neraka.


Di ikuti dengan munculnya Dekrit dari Ular Cobra yang baru saja mereka bunuh.


Nchex menyuruh Aiko untuk mengambil Dekritnya.


Sedangkan dia menghadapi 5 orang yang menyerang mereka.


Nchex menjadi sedikit terdesak,karena skillnya hanya dapat digunakan pada senjata pedang.


Apalagi saat ini dia hanya bertarung dengan elemen api biasa.


Hal ini membuat dia berhasil dipukul mundur,dan mendapatkan beberapa serangan.


"Orang bodoh yang tidak bisa menaiki perahu terbang ingin melawan ku...? Haha kamu terlalu bermimpi." Ucap Damo mengejek Nchex.


Melihat Dekrit yang sudah berhasil didapatkan.


Serta juga tidak mungkin berlama-lama melawan mereka.


Nchex merilis Skill tombaknya.


"Black Hyper Phyton."


Phyton berkepala tiga itu berhasil mengalihkan perhatian Damo dan kelompoknya.


Seketika itu juga mereka membuka portal Candi kedua dengan Dekrit yang sudah didapatkan.


Akhirnya mereka semua berhasil melarikan diri,dengan Adam yang masih terluka.


"Huh kalian merepotkan ku saja."Ucap Nchex.


"Maafkan aku karena tidak berhati-hati."Jawab Adam.


Pande memberikan mereka berdua Pil yang sudah dia sempurnakan.


Nchex dan Adam cukup terkejut dengan efek yang mereka dapatkan dari Pil itu.


"Kamu memang Alchemist berbakat."Ucap Adam berterima kasih.

__ADS_1


"Kita harus mencari tempat yang aman terlebih dahulu,Efek pemulihan dari Pil yang aku berikan itu membutuhkan waktu 2 jam." Ucap Pande.


Mereka mengangguk dan mencari tempat persembunyian,untuk memulihkan energi mereka.


__ADS_2