
PEMURNIAN.
Nina sangat senang karena sudah berhasil mendapatkan buruannya.
Dia ingin segera memurnikannya.
Begitu juga dengan Nchex dia menggendong Rubah itu yang tampak masih ketakutan.
Mengulurkan tangannya mengelus kepalanya,yang terlihat imut dan lucu.
Tetapi jarinya langsung di gigit oleh rubah itu.
"Rubah sialan kamu berani menyerang tuan mu."
Nchex menjadi marah jarinya digigit oleh rubah.
Soul Power yang kuat merembes mengalir Kejari-jarinya.
Tetapi Fan langsung menghentikannya.
"Tunggu sebentar tuan."
Sepertinya hanya Fan yang tahu tentang keanehan rubah ini.
Dia mulai menjelaskan kepada mereka semua.
"Ini adalah Rubah Perak."
Mereka semua menyipitkan matanya ke arah Fan.
Walaupun aku tidak begitu paham tetapi aku yakin rubah ini belum memiliki elemen.
Oleh karena itu dia ingin mendapatkan darah mu untuk membentuk Soul Powernya.
Rubah perak dikenal sebagai Binatang Iblis yang sangat lemah di awal kelahirannya.
Namun jika dia bisa mendapatkan darah dari seorang Sangcaster yang pertama digigitnya.
Itu dapat mempengaruhi Soul Powernya,secara alami itu akan tumbuh dengan sendirinya.
Rubah Perak sangat jarang ditemui karena mereka selalu menjadi buruan oleh binatang iblis lain dan para manusia.
Karena jiwanya yang murni dapat meningkatkan perubahan bentuk untuk roh iblis.
"Kurasa dia betina."Ucap Fan.
Nchex menatap Rubah bermata biru yang ketakutan itu.
Kelihatannya dia sangat polos,tetapi ada keanehan pada kalung yang dipakai oleh Rubah itu.
Kalung itu berbentuk bola berwarna biru seperti kelereng.
Tetapi dia tidak memperdulikannya.
"Baiklah karena sekarang kau akan menjadi temanku,Aku akan memberimu nama Erlys."
Rubah itu sepertinya mengerti dengan ucapan Nchex.
Dia cukup senang mendengar namanya, meskipun Nchex merasa masih ada kejanggalan pada tubuh rubah itu.
Di alam jiwa Black Dragon berkata.
"Rubah itu tidak seperti yang kau lihat saat ini."
"Lalu apa yang harus kita lakukan ...?"
"Sementara biarkan saja,Jika dia bertindak aku akan membunuhnya."
Mengingat pada zaman kuno Black Dragon adalah salah satu binatang iblis terkuat.
Oleh karena itu akan sangat sulit mencari lawan yang seimbang dengannya.
Jika dia muncul ditempat ini kemungkinan akan menjadi pusat perhatian.
Namun tiba-tiba mereka di datangi oleh tiga orang bertopeng hitam.
"Serahkan Binatang Iblis itu."
Namun Nina langsung menjawabnya dengan tegas.
"Kamilah yang membunuh binatang iblis ini,Ini adalah hak kami."
"Jika begitu kami akan mengambilnya dengan cara kami."
Ketiga pria itu ingin menyerang Nina,tetapi Nchex dan Lilyan juga tidak membiarkannya.
Terjadi pertukaran di antara mereka bertiga.
Namun ketiga pria bertopeng ini cara bertarungnya tampak sangat aneh.
Mereka tidak dapat di serang oleh kekuatan Soul Power.
Untungnya saat ini mereka punya Lilyan yang berada di tahap Sharper.
Salah satu Pria bertopeng nampak kewalahan menghadapi Lilyan.
Lilyan menggunakan Tarian kematian untuk menghabisinya.
Namun dia dapat di selamatkan oleh kedua teman pria bertopeng itu.
Sebelum mereka pergi dia berkata.
"Kami akan segera kembali ... Haha."
Mendengar ucapan pria bertopeng,mereka dapat merasa aura kematian yang tersembunyi.
Bahkan Nchex pun merasa cukup ketakutan mendengar suara itu.
__ADS_1
Dia langsung memerintahkan teman-temannya untuk segera pergi dari tempat itu.
Mereka kemudian menemukan bukit salju yang cukup besar untuk bersembunyi sementara waktu.
"Huh siapa orang-orang itu sebenarnya,"Ucap Nchex.
"Sepertinya yang kita lawan tadi hanya Clone nya saja."
Sampai akhirnya Fan ikut menambahkan.
"Menggunakan Clone dari jarak yang sangat itu kemungkinan orang itu sangat kuat."
"Ya aku juga berpikir seperti itu, Kemungkinan kita hanya bisa melarikan diri jika orang itu datang."
Melihat Nchex yang biasanya terlihat santai,mereka cukup mengerti bahwa lawan akan mereka hadapi itu sangat kuat.
"Cepatlah dapatkan ecensi binatang iblis ini."
Nina mengangguk mengeluarkan mayat binatang iblis itu.
Dia akan memulai proses penyerapannya.
Mereka semua berjaga-jaga dengan Expresi yang serius.
Nchex memasang Formasi Api Hitam untuk melindungi mereka.
Setelah formasi itu selesai mereka agak sedikit tenang.
Hampir beberapa jam mereka duduk tidak terlihat sedikitpun perubahan pada Nina.
Namun senjata Boomerang itu, memancarkan kilatan cahaya.
Tanda dia akan segera mengakhiri kultivasinya.
Mayat binatang itu mulai mengering hanya menyisakan Empat tulang kakinya saja.
Namun itu masih menyimpan aura binatang kuno.
Fan dan Wei menatap tajam ke arah tulang itu namun mereka tidak berani untuk merebutnya.
Karena mustahil baginya menghadapi Nchex dan Lilyan secara bersamaan.
Tetapi Nchex dengan santainya mengucapkan.
"Jika kalian mau tulang itu ambil saja."
Mereka cukup senang mendengarnya.
"Benarkah itu tuan,Tetapi ... Ini sangat mahal untuk kami."
"Ya itu hanyalah tulang tidak berharga,Kalian tidak perlu membayarnya."
Fan kemudian menatap ke arah Lilyan.
Mereka agak sedikit ragu dengan ucapan Nchex.
"Jika dia sudah berkata begitu aku tidak akan menghalangi.Lagi pula ketika aku menjadi istrinya itu sangat menguntungkan bagi ku."
"Sejak kapan aku menjanjikan itu padamu."
"Jika kamu menolaknya,Aku tidak akan membawa mu menemui guru ku."
"Haha jika itu terjadi aku akan membiarkan mu menjadi budak pak tua itu."
Mereka berdua kembali berdebat membahas hal yang tidak penting.
Fan dan Wei juga berkultivasi meningkatkan Senjata mereka.
Setelah beberapa jam berlalu mereka bertiga akhirnya membuka matanya.
"Terima kasih,Kami akan membalas kebaikan kalian."Ucap Fan.
Begitu juga dengan Nina,dia sangat senang karena senjatanya sudah menjadi lebih kuat.
Mereka semua kembali melakukan perjalanan.
Pada akhirnya mereka menemukan sebuah goa yang tersembunyi di gurun es itu.
"Ini adalah jalan menuju istana es."
Setelah berjalan beberapa lama mengikuti lorong yang gelap.
Mereka akhirnya sampai dihalaman istana.
tetapi itu terlihat seperti makam yang sangat mewah.
Lengkap dengan taman dan beberapa perhiasan mewah.
Tetapi Anehnya di area makam itu tidak membeku seperti diluar.
Ketika mereka ingin memasuki makam,Rubah yang di bawa oleh Nchex malah berlari ke arah danau.
Nchex mengikutinya dengan cepat.
"Kalian pergilah,Aku akan menemui kalian nanti."
"Kamu hati-hati kami akan menunggu mu di dalam."
Rubah itu terus berlari sampai ke ujung danau.
Di tengah danau itu ada sebuah kuil tua sebagian bangunannya sudah rusak.
Dia mengeluarkan suara aneh didepan kuil itu.
"Apa yang rubah itu lakukan...?"
Nchex hanya memperhatikannya saja.
Rubah itu berjalan dengan pelan memasuki kuil kecil yang sudah nampak berantakan.
__ADS_1
Di ikuti oleh Nchex dibelakangnya.
Disana terlihat ada sebuah sumur tua yang sudah mengering.
Mereka berdua masuk ke dalam sumur itu.
Ternyata itu adalah sebuah tempat rahasia ada tiga patung rubah besar di depannya.
Disana terdapat sebuah kursi singgasana perak.
Namun tidak terlihat seorangpun yang berada disana.
Rubah itu duduk di depan singgasana dibawah cahaya bulan yang menyinarinya.
Dia menjelma menjadi seorang wanita muda yang cantik.
Kulitnya putih mulus dibalut dengan kain berwarna putih.
Pakaiannya terlihat elegan seperti tuan putri.
Gadis itu memberikan senyumnya kepada Nchex.
"Bolehkah aku meminta darah mu."
Nchex cukup terkejut mendengar ucapan gadis ini.
Tetapi dia hanya diam dan bersiap terhadap serangan yang akan terjadi.
Gadis itu berjalan mendekati Nchex,dengan wajah yang menggoda itu seperti sangat menghipnotis.
Wanita ini benar-benar seperti bidadari,dia memutari Nchex meliuk tubuhnya seperti penari.
Suaranya yang merdu juga sangat indah terdengar.
Melihat Nchex yang sudah berhasil masuk dalam perangkapnya.
Dia mengeluarkan jarinya ingin menusuk leher pemuda itu.
Nchex langsung berkata.
"Di depan mata ku,tidak akan ada Ilusi yang akan berhasil."
Dengan Hentakan kakinya,Domain Dewa kematian menghilangkan pengaruh hipnotisnya.
Nchex mengancam wanita itu dengan pedangnya.
Namun itu langsung di tepis oleh tangannya yang lembut.
"Hemm sepertinya kamu terlalu kasar untuk seorang wanita."
"Aku tidak akan bersikap sopan jika musuh berada di depan ku."
Wanita itu mulai merasakan Domain Dewa kematian yang semakin kuat.
Dia memikirkan cara lain untuk mendapatkan darah Nchex.
"Nama ku adalah Kitsune,Aku adalah Rubah perak berekor sembilan."
"Apa aku terlihat bodoh...?Sudah jelas ekor mu ada empat."
Nchex tertawa sambil mengejeknya.
Wanita itu sangat marah mendengar ucapan Nchex.
Mereka berdua langsung beradu serangan.
Teknik demi teknik di keluarkan tidak ada satupun dari mereka yang terluka.
Jual beli pukulan tidak menghasilkan apapun segera wanita itu menyadari.
Jika terus menghadapinya seperti ini kemungkinan dialah yang akan mati.
"Baiklah berikan aku darah mu,dan kamu bisa membawa ku pergi dari sini."
"Sayang sekali aku tidak tertarik dengan mu."
"Hanya pria bodoh yang menolak kecantikan ku."
"Jika kamu sudah selesai aku akan pergi dari sini."
Melihat Nchex yang akan pergi dia kembali melakukan penawaran.
"Aku akan memberimu beberapa jurus tingkat tinggi ditempat ini."
"Hanya beberapa saja...?itu tidak akan membuat ku tertarik haha."
"Di dalam sini juga ada sebuah tempat rahasia,Disana terdapat cara untuk menerobos kultivasi Soul God."
Nchex menghentikan langkah kakinya.
Setelah mendengar Soul God dia sangat tertarik dengan tempat itu.
Tetapi dengan akalnya yang licik,dia masih memakai ekspresi datar kepada wanita itu.
"Sepertinya itu cukup menarik,lalu apa yang kau inginkan dari ku...?"
"Berikan aku setengah darah mu."
"Haha itu sangat tidak menguntungkan bagiku,"Masih ada kemungkinan kamu akan berkhianat."
"Bagaimana cara ku meyakinkan mu."
Nchex berpikir sejenak dia juga tidak ingin kehilangan kesempatan ini.
"Tunjukan pada ku tempat rahasia itu,Aku akan memutuskannya disana."
"Kamu jangan bermain-main dengan ku."
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi."
__ADS_1
Karena merasa sudah tidak ada pilihan lagi.
Kitsune membawanya berjalan ke tempat rahasia itu.