Soul Caster

Soul Caster
Episode 67


__ADS_3

Senjata Penghancur


Dimulailah kompetisi Pandai Besi,yang dikuti oleh 4 Guild besar Kekaisaran Silva.


Seluruh lapangan Istana telah dipadati dengan banyak pandai besi hebat.


Beberapa diantaranya juga ingin melihat senjata seperti apakah yang berhasil diciptakan pada kompetisi kali ini.


Keempat Guild itu telah menunjukkan model senjatanya masing.


Dimana semua Senjatanya berada diranah surgawi tingkat atas.


Setelah babak pertama dapat dilewati oleh semua peserta dengan hasil yang sama.


Dimulailah babak kedua,dimana mereka harus membuat senjata yang dapat membunuh banyak orang dengan cepat.


Minoru dari Guild Templar of light yang pertama mencoba senjatanya.


Penilaian senjata kali ini di nilai dengan berapa banyak prajurit Boneka yang bisa mereka hancurkan dalam sekali serangan.


Minoru meminta Gilbert untuk mengeluarkan 15 Boneka.


Dengan sekali ayunan kapal besarnya ke langit,


Boneka - Boneka itu langsung hancur dengan mudah.


Omasa dari Guild Valkyrie Union juga tidak ingin kalah.


Dengan Tombak Apinya yang dibalut dengan Energi Spiritual Kalajengking,juga meminta 15 boneka.


Dalam 1 kali lemparan tombaknya,15 boneka itu sudah tertembus olehnya.


Suara tepuk tangan penonton menjadi sangat ramai,kedua sosok itu menjadi sorotan di lapangan pertandingan.


Tentu saja kompetisi ini juga bertujuan untuk menarik minat orang membeli senjata ciptaannya.


Selanjutnya ada Hinday dari Angel of God yang menguji senjata buatannya.


senjata yang dia buat ini berbentuk Rantai Pedang yang tajam.


Dia meminta 25 Boneka Prajurit. Dalam sekali lilitan dari pedang itu,semua boneka itu sudah berhasil dia potong.


"Hahaha aku adalah seorang pandai besi terbaik di wilayah Silva ini.


Bagi yang berminat silahkan datang ke Guild ku." Ucap Hinday dengan menyombongkan dirinya.


Lagi-lagi banyak tatapan mata yang kagum dibuat olehnya.


Pemenang kompetisi tahun lalu ini, memang memiliki kualifikasi yang bagus.


Akhirnya tibalah giliran kelompok Nchex untuk menguji senjatanya. Karena Senjata ini cukup berat,maka Adam yang pergi untuk mengujinya.


Karena Adam sudah terbiasa dengan senjata berat,selain itu juga badannya yang paling besar diantara kelompok mereka.


Adam meminta 150 Boneka Prajurit untuk di siapkan di lapangan.


Hinday yang seorang Penatua pandai besi jelas merasa ragu dengan senjata ini.


"Sampai saat ini tidak ada senjata yang dapat mengalahkan boneka sebanyak 150.


Kalian benar-benar orang bodoh yang bermimpi." Ucap Hinday.


Namun para petinggi Istana yang sudah melihat uji coba senjatanya kemaren jelas cukup penasaran dengan kekuatan dari senjata ini.


"Apakah kalian yakin ingin meminta 150 boneka ...?" Tanya Gilbert dengan agak ragu.


Adam yang tidak pandai dalam hal berbicara, Matanya menatap kearah Nchex dan Ricky.


Sampai pada akhirnya Ricky menjelaskan.


"Senjata ini bernama 150x Extermination Demon. Satu tembakan Soul Power yang keluar dari senjata ini,berisikan racun api mematikan." Ucap Ricky menjelaskan.


Tanpa pikir panjang Adam langsung menembak Senjatanya itu,gumpalan Bola berwarna ungu langsung keluar dengan cepat


mengenai semua boneka prajurit.


Namun tidak menghasilkan dampak kerusakan apapun.


Orang-orang yang melihat ini tentu saja dibuat tertawa olehnya.


"Defender of light adalah Pandai Besi yang tidak bisa membuat senjata."


Mereka semua langsung di rendahkan oleh para penonton yang mengira mereka semua bodoh.


"Haha Kalian semua bermimpi terlalu jauh,Aku seorang Pandai Besi terbaik saja tidak bisa membuat senjata seperti itu.


Ini hal yang sangat konyol." Ucap Hinday menghina.


Melihat mental temannya yang sudah hancur.


dan berpikir "Apakah ada kesalahan dengan senjata ini."


pemuda itu juga langsung ikut berdiri di lapangan membantu mereka.


"Apakah racun akan menyebar dengan cepat...?


Itu tidak mungkin bukan...?


Senjata ini Berspesifikasi dalam serangan dalam bukan serangan luar,oleh karena itu mereka yang terkena tembakan dari senjata ini akan merasa tersiksa kepanasan terlebih dahulu."

__ADS_1


Ucap Nchex menyuruh mereka menunggu.


Dalam 15 menit kemudian Boneka Prajurit itu langsung terbakar menjadi debu.


"Pengetahuan kalian semua terlalu dangkal, Bagaimana mungkin bisa disamakan dengan teman ku yang jenius ini." Ucap Nchex Matanya menyapu semua penonton,hingga membuat mereka semua menjadi diam.


"Anak muda kamu benar-benar sombong.


Aku akan bersujud pada mu jika bisa mengalahkan ku dalam ujian terakhir ini." Ucap Hinday.


"Tidakkah hal itu akan membuat dirimu sendiri menjadi malu." Jawab Nchex tanpa menjawab tantangannya.


Gilbert kembali mengambil Alih acara,dia menjelaskan beberapa aturan dalam ujian ketiga ini.


Dimana semua peserta harus menghancurkan tembok baja.


Omasa dan Minoru berhasil menghancurkan 1 tembok baja.


Namun Hinday yang sudah agak kesal meminta untuk dikeluarkan Tembok Baja 3 lapis.


Dalam sekali tebasan pedangnya tembok Baja itu langsung terbelah dengan rapi.


"Bagaimana menurut mu sekarang bocah,kamu pasti tidak bisa melakukan hal itu." Ucap Hinday meremehkannya.


Pada saat ini,Pemuda itu memikirkan beberapa hal gila yang ada dikepalanya.


Dia memberi hormat kepada Gilbert dan Kaisar agar mengganti tantangan untuk dijadikan saran senjatanya.


"Senjata ku ini tidak akan cocok untuk menghadapi ujian murahan seperti ini...?"


"Hahaha jika kamu ingin menyerah sebaiknya mundur sekarang juga." Ucap Hinday.


"Anak muda jika kamu ingin bermain-main dengan Kaisar ini,maka aku akan memenggal kepala mu." Ucap Sang Kaisar.


"Haha Mohon maaf Ayah mertua.


Bukankah jika kamu memberikan tantangan seperti ini kepada ku itu sedikit tidak adil untuk ketiga Guild lainnya." Jawab Nchex dengan tatapan mata menyimpan sesuatu.


"Apa yang sebenarnya yang kamu inginkan...!" Ucap Kaisar menjadi kesal.


Orang-orang yang berada disana jelas sangat terkejut dengan sosok pemuda ini.


Selain dia mengaku sebagai menantu Kaisar,Pemuda ini malah beradu argumen dengan Kaisar.


Yang semua orang tidak akan berani untuk melawan perintahnya,pemuda ini malah terang-terangan untuk menantangnya.


"Baiklah jika begitu Gunung sebelah manakah yang boleh aku hancurkan...?" Tanya Nchex dengan Senyum diwajahnya.


"Kamu ingin menghancurkan sebuah gunung dengan senjata seperti pergelangan tangan itu...?" Tanya Gilbert seperti tidak percaya.


"Devil Burning Blast"


Senjata yang seperti Bazoka itu mengumpulkan Energi Soul Power dari langit dan bumi selama 5 menit.


Satu buah bukit langsung rata dengan tanah oleh kekuatan dari senjata itu.


" Hahaha Apakah kalian semua sudah percaya padaku,Aku akan menjual senjata ini dengan Harga 200juta.


Selain itu juga hanya ada 3 buah senjata untuk jenis ini." Ucap Nchex dengan sombong.


Namun lagi-lagi Hinday beralasan bahwa yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan.


Sedangkan ujian tahap 3 ini diharuskan untuk menghancurkan Tembok Besi bukan gunung.


Lagi-lagi pemuda itu diharuskan untuk membuktikan kehebatan senjatanya.


"Begini saja,Siapapun yang berada ditempat ini boleh menguji senjata ku buatan ku termasuk Kaisar.


Aku memberi nama senjata ini Perisai Langit.


Jika ada dari kalian semua yang berhasil menembus pertahanannya dengan senjata atau cara apapun.


Aku akan memberikan semua senjata buatan ku secara gratis."



Pemuda itu mengeluarkan perisai cahaya yang baru saja dibuatnya.


Armor berwana emas itu terbuat dari bahan Permata dan Emas Murni.


Aura Cahaya dari Ras malaikat tersimpan didalamnya.


Ditambah dengan Array 7 Warna api tersimpan di dalam Perisai itu.


Selain itu juga,Perisai ini sudah berada diranah Mystical.


Hinday langsung mencoba untuk menyerangnya namun tidak menghasilkan dampak apapun.


Begitu juga dengan Omasa dan Minoru yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Apakah dari kalian semua tidak ada yang mau mencobanya...? Tanya Nchex matanya menyapu kepada semua penonton.


Tiba-tiba Jenderal perang bernama Yulius keluar untuk mencobanya.


Kehadiran orang ini membuat Kartika menjadi sedikit ketakutan,ada rasa marah dan kesal kepada orang ini.


Dari raut wajahnya ini pemuda itu dapat mengetahui bahwa dia akan berhadapan dengan orang ini.


"Anak muda biarkan aku mencobanya,Namun bisa saja kamu akan terbunuh oleh serangan ku ini." Ucap Yulius dengan lantang.

__ADS_1


"Mohon agar Jenderal mengeluarkan semua kemampuannya." Jawab Nchex dengan menangkupkan kedua tangannya.



Merasa dirinya agak direndahkan Jendral itu pun langsung menyerang dengan serangan tombaknya.


Ternyata dia juga memiliki senjata yang berada diranah Mystical.


Dalam satu serangan tombok itu masih tidak dapat menghancurkan Perisai itu.


Sekali lagi Jenderal itu menyerang,kali ini dengan serangan ular naga raksasa.


Serangan ini memberikan tekanan yang sangat kuat, kemungkinan Jenderal perang ini juga berada di level 70.


Mengetahui hal itu Nchex juga menyalurkan Soul Powernya kedalam Perisai itu.


Api Borealis langsung keluar membentuk sebuah array pelindung 7 warna.


Serangan dari Jenderal itu berhasil membuatnya mundur sampai ke ujung lapangan.


Namun masih tidak dapat menghancurkan Perisai itu.


Merasa dirinya yang agak kesal,Jenderal itu Lagi-lagi memberikan serangan yang membabi buta kepadanya.


Namun hanya menghasilkan beberapa goresan kecil pada perisai itu benar-benar senjata pertahanan yang sangat kuat.


"Apakah sudah selesai...?" Tanya Nchex kepada Yulius.


Merasa dirinya yang dipermalukan oleh seorang anak muda, Jenderal itu mencari beberapa alasan kepadanya.


"Bocah aku sudah menjodohkan wanita mu itu dengan anak ku,maka biarkan aku membawanya pergi dari sini." Ucap Yulius.


"Ku kira Ras Malaikat adalah ras yang paling mulia dan suci.


Tetapi dengan pemaksaan seperti ini,kalian lebih rendah dari seekor binatang iblis."


Kartika dan Melisa langsung mengambil sikap siaga,begitu juga dengan teman-temannya.


Melihat suasana yang semakin memanas Kaisar juga ikut turun tangan.


"Apakah kamu punya masalah pribadi dengan anak ini...?"Tanya Kaisar Rudi kepada Yulius.


"Maaf Kaisar pemuda ini telah berani merebut wanita yang sudah menjadi tunangan anak saya.


Bagaimana mungkin saya bisa melepaskannya begitu saja."


"Apakah sebuah ikatan itu bisa tercipta dengan keputusan sepihak...?" Sahut Nchex.


Pasti ada alasan tersembunyi mengapa Jenderal ini sangat menginginkan Kartika.


Mungkin saja mereka menginginkan sesuatu yang tersembunyi didalam jiwanya.


"Ini adalah Istana ku, Akulah yang mengundang mereka semua kemari.


Oleh karena itu keselamatan mereka semua menjadi tanggung jawab ku." Ucap Rudi


Yulius yang tidak menentang perintah Kaisar, langsung pergi meninggalkan tempat itu.


Dalam hatinya mengutuk


"Tunggu saja bocah kamu berserta Kekaisaran ini akan aku hancurkan."


Akhirnya kompetisi Pandai besi berakhir,3 Penatua pandai besi lainya memberikan hormat kepada pemuda ini.


Mereka ingin tahu teknik seperti apakah untuk membuat senjata seperti itu.


Namun Penatua Tuhata langsung menanggapinya,agar mereka hanya berbicara kepadanya saja.


Sorakan penonton saling bersahutan,Para Bangsawan dan Petinggi Istana ingin menemuinya.


Mereka sangat ingin untuk memeliki senjatanya itu.


Akan tetapi Kaisar melarang mereka untuk bertemu dengannya.


Di malam harinya Kaisar mengundang mereka semua untuk menghadiri perjamuan Istana.


Pelayan pun menawarkan beberapa minuman anggur kepada pemuda itu,disana dia juga ditawari sebatang cerutu pada zamannya.


Namun rasanya sungguh tidak enak,lagi-lagi pemuda itu mengacau perjamuan.


"Penyulingan dari Anggur ini kurang murni, sedangkan cerutu ini racikannya kurang halus yang membuat tidak enak untuk dinikmati.


Jika nanti aku punya waktu,bisa saja aku membuatkan beberapa minuman ciptaaan ku." Ucap Nchex dihadapan semua orang.


"Apakah Tuan Muda juga mengerti tentang Anggur...?" Tanya Gilbert agak tertarik.


Mozhang yang juga sudah mencoba banyak berbagai jenis anggur juga cukup penasaran dengan Anggur buatannya ini.


"Bisakah kamu menjelaskan seperti apakah rasa dari anggur itu." Tanya Mozhang.


"Minuman itu jelas rasanya sangat enak dan manis,juga membuat siapapun yang meminumnya akan merasa bahagia."


"Jika paman sudah mengumpulkan bahan itu,Aku akan menunggu mu didalam Divisi Pedang."


Nchex menuliskan beberapa bahan yang harus dikumpulkan oleh Mozhang


"Haha baiklah jika aku ada waktu,aku pasti akan mencari mu." Ucap Mozhang dengan senang.


Tiba-tiba mereka membicarakan bagaimana dengan senjata yang dibuatnya itu.

__ADS_1


Selain itu juga mereka membicarakan tentang Sikap aneh dari Jenderal Yulius akhir-akhir ini.


Namun mereka masih belum memiliki bukti untuk menangkapnya.


__ADS_2