
Kaisar Rudi
Keesokan paginya.
Pemuda itu mulai terbangun dari tidurnya,samar-samar dia merasakan Energi didalam tubuhnya semakin meningkat.
Kemudian dia menutup matanya, melihat kedalam jiwanya.
Alangkah terkejutnya ketika dia berada Api Emas sudah menyatu didalam tubuhnya.
Dia terus melakukan penelusuran ke alam jiwa semesta.
Disana bahkan ada Symbol Salju yang dikelilingi oleh 7 Symbol Api abadi.
"Apa yang sebenarnya dilakukan oleh kedua wanita itu...?"
Kultivasinya juga sudah meningkat menjadi level 22.
Terdengar suara ketukan pintu "tok..tok."
Dua orang wanita dengan pakaian yang sedikit berbeda dari sebelumnya.
Mereka membawa sarapan untuk pemuda itu dan duduk disampingnya.
Melihat kedua wanita itu yang tampak sangat akur dengan tampilan yang lebih dewasa.
Tentu saja dia menjadi sangat heran,apa yang sebenarnya terjadi.
"Kita akan segera pergi ke Istana Kaisar Silva,mengapa kamu tidak sarapan terlebih dahulu." Ucap Kartika dengan ramah kepadanya.
Melisa juga membawakan pakaian baru yang harus dipakai olehnya.
"Apa yang terjadi dengan kalian berdua, Tidakkah ini terlalu berlebihan...?" Tanya Nchex.
"Kamu akan segera bertemu Ayah ku, berusahalah untuk tidak mengacaukan rencana ku." Jawab Melisa sambil mencekik lehernya.
Tiba-tiba Penatua Damar dan yang lainnya datang menjemput mereka.
"Anak muda kamu benar-benar beruntung" Ucap Damar sambil tersenyum.
"Penatua bisakah kamu menjelaskannya kepada ku...?"
"Penatua mohon tunggu sebentar,aku akan mengurusnya terlebih dahulu."Ucap Kartika menyuruh Damar menunggu di luar.
Setelah penatua itu pergi,Wajah kedua wanita itu menjadi tampak menyeramkan.
Matanya menatap tajam kearah Nchex.
Kartika datang mendekatinya berniat untuk memberikan sarapan untuknya.
"Haha tidak perlu repot-repot aku bisa makan sendiri." Ucap Nchex yang bisa membaca situasi.
Mereka juga menyuruh Nchex untuk menggunakan pakaian ala bangsawan.
Namun pemuda itu menolaknya.
"Pakaian ini membuat ku terlihat sangat bodoh."
"Lakukan saja apa yang aku perintahkan...!" Ucap kedua wanita itu.
Akhirnya Pemuda itu menurutinya,mereka semua langsung pergi menuju Istana.
Disana dirinya langsung disambut dengan sangat ramah.
Mengingat Status Melisa sebagai Tuan Putri di Istana itu,tentu saja mereka akan mendapatkan pelayanan yang istimewa.
Mereka diberikan sebuah kamar yang cukup mewah.
Namun untuk Nchex pelayan itu membawanya ke kamar bagian atas.
Semua yang dibutuhkan sangat lengkap sudah tersedia didalam kamar itu.
Pelayan memberi hormat dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Mengapa kalian berdua masih disini...?" Tanya Nchex.
Tatapan yang menakutkan itu muncul kembali,yang membuat pemuda itu melupakan pertanyaan.
Di dalam hatinya pemuda itu berkata "Sepertinya mereka semua ingin menjadikan ku sebagai tumbal persembahan."
Dengan akal liciknya pemuda itu mulai memikirkan beberapa cara untuk mengetahui apa masalahnya.
Dia ingin keluar dari ruangan itu untuk melihat keadaan diluar Istana.
Namun kedua wanita itu masih saja melarangnya.
Pemuda itu mencoba merayunya,perlahan tangannya mulai merangkul bahu Kartika.
"Bukankah tempat ini sangat luas, pemandangannya juga sangat indah.
mengapa kita tidak pergi untuk melihatnya."
Ucap Nchex dengan kata yang lembut.
Namun dia tetap saja diam,tanpa menjawabnya.
Mengetahui cara itu tidak berhasil dia kembali mendekati Melisa.
Namun sebelum dia melakukan sesuatu.
Melisa langsung berkata.
"Cara seperti itu tidak berguna pada ku."
Diam-diam Pemuda itu mencoba untuk keluar dari jendela.
Namun Kartika sudah mengetahuinya,dengan cepat dia langsung mengarahkan pedang kepadanya.
"Jika kamu mencoba untuk lari dari sini,Aku akan membunuh mu." Ucap Kartika.
"Apa yang sebenarnya terjadi kepada kalian berdua...?" Tanya Nchex dengan kesal.
__ADS_1
Melihat Kartika yang hanya diam saja,pemuda itu merangkul tubuhnya yang ramping itu.
Membawanya duduk di ruang tamu.
Melihat wajahnya yang sudah memerah dia menggunakan kesempatan itu untuk memasang Segel Api Spiritual pada dahinya.
Selanjutnya dia juga memasang Segel Api itu kepada Melisa.
Sebelum pemuda itu membaca pikiran kedua wanita itu.
Tiba-tiba Seorang Penatua Istana datang menemui mereka.
"Tuan Muda Kaisar sudah menunggu mu."
"Haha syukurlah sepertinya Malaikat sudah menolong ku,Pak tua siapa kah nama mu." Tanya Nchex dengan senang.
"Tuan muda boleh memanggil ku Hamsi."
Bertemulah mereka dengan Ayah dan Ibunya Melisa yang merupakan seorang Kaisar.
"Terima Kasih kamu telah menyembuhkan putri ku." Ucap Kaisar Rudi.
Kedua orang itu terlihat cukup senang, melihat pemuda ini.
"Anak ku mengatakan kamu adalah seorang Alchemist yang hebat,apakah itu benar...?"
Nchex yang ingin menjawabnya kakinya langsung diinjak oleh Melisa.
"Tentu saja ayah,teman ku ini sangat berbakat dalam banyak hal."
"Dia juga pintar dalam membuat senjata." Sahut Kartika.
Kaisar Rudi mencoba melihat ke Alam Jiwa pemuda ini,dengan menggunakan kekuatan Magic Powernya.
Namun Nchex yang Magic Power juga telah mencapai tahap puncak mencoba untuk menghentikan penelurusan Kaisar Rudi di dalam tubuhnya.
"Kegelapan tidak akan bisa bersembunyi dari pandangan ku." Ucap Kaisar Rudi secara tiba-tiba.
Suara yang penuh tekanan itu membuat seluruh ruangan menjadi hening.
"Terkadang Bintang yang bersinar terang,juga butuh gelap agar cahaya tampak terlihat." Jawab Nchex.
"Haha anak muda aku sangat menyukai mu,Apa tujuan mu datang kemari."
Namun sebelum Nchex menjawabnya, Melisa langsung menghampiri ayahnya.
Menunjukkan penglihatan masa depannya.
Tiba-tiba dengan lambaian tangannya, pemuda itu langsung terpental ke belakang dan memuntahkan seteguk darah.
Kekuatan Energi yang besar dari sang kaisar juga mulai menekannya.
Membuat tubuh pemuda itu tidak bisa gerak.
"Bocah berani sekali kamu melakukan hal itu kepada putri ku."
Jelas Pemuda itu sangat bingung dengan apa yang terjadi.
Namun Kaisar tidak mudah percaya begitu saja,sampai pada akhirnya Melisa dan Kartika berlutut kepada Kaisar itu meminta pengampunan.
Sampai pada akhirnya tekanan itu berhenti,dan mereka berdua membantu Nchex untuk berdiri.
Jelas pemuda itu menjadi sangat marah,dia diserang tanpa ada sedikitpun alasan yang jelas.
Semua kekuatan Soul Powernya dikeluarkan,Domain Dewa Kematian keluar dengan lebih ganas.
Api Borealis langsung menyelimuti tubuh pemuda itu.
Penjaga yang berjalan untuk mendekatinya langsung menjadi debu.
"Aku tidak peduli dengan semua jabatan mu,dan seberapa tinggi level kekuatan mu.
Tetapi menyerang ku tanpa alasan itu bukanlah sesuatu yang dapat di benarkan." Ucap Nchex dengan marah.
"Haha anak muda sepertinya kamu memang sangat berbakat,pantas saja putri ku menyukai mu.
Namun sebelum itu aku ingin menjelaskan kepada mu.
Bahwa bola energi yang kamu konsumsi itu adalah Energi Sejati dari Ras Malaikat.
Jika energi itu diberikan kepada seseorang,Maka Secara Alami kamu sudah mengambil kesucian dari mereka."
Mendengar ucapan dari Kaisar itu membuatnya terdiam dan lemah.
Pemuda itu langsung memeluk kedua wanita disampingnya.Dengan rasa bersalah yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.
"Aku tidak akan menyalahkan mu atas perbuatan mu itu,namun kamu juga harus bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi.
Tetapi apakah kamu tidak serakah dengan 2 wanita disamping mu tentu saja kamu harus memilih salah satunya." Ucap Rudi.
Mengetahui dia akan terjebak dalam pilihan yang sulit,pemuda itu kembali mengeluarkan beberapa pemikiran liciknya untuk menghadapi Kaisar ini.
"Haha Tuan Kaisar sepertinya suka bercanda,Jika hanya dengan 2 orang wanita itu sangat menyulitkan.
Lalu bagaimana dengan mu yang memiliki 5 Istri dan 30 Selir.
Bahkan Kekaisaran mu ini masih tetap berdiri dan menjadi nomor satu di wilayah Silva." Jawab Nchex membalas Sang Kaisar.
Kaisar Rudi langsung terdiam tidak bisa membalas katanya.
"Hemm sepertinya anak ku mendapatkan seorang pemuda yang tidak kenal takut.
Itu mungkin cukup bagus,namun butuh waktu yang lama untuk melihatnya berkembang." Ucap Rudi dalam hati.
Mengetahui cara ini sudah tidak berhasil untuk menghadapi pemuda ini,dia mulai memberikan syarat untuk pemuda ini.
"Baiklah jika kamu ingin membawa kedua wanita ini,Kamu harus berkontribusi di dalam Istana ku."
"Apapun itu tuan akan aku lakukan."
"3 hari lagi aku akan mengadakan kompetisi Pembuat Senjata.
__ADS_1
Kamu harus membuat semua orang kagum kepada mu,Jika gagal berhentilah untuk bermimpi membawa putri ku pergi." Ucap Rudi.
"Hahaha itu terlalu mudah untuk ku,Aku bisa menciptakan 3 Senjata yang lebih hebat dari semua senjata didalam istana mu ini.
Jika aku berhasil membuatnya kamu harus berjanji 2 hal kepada ku.
Yang pertama kamu harus menyuruh Jenderal mu itu untuk berhenti menikahkan anaknya secara paksa.
Yang kedua aku ingin sebuah rumah lelang dipusat kota." Jawab Nchex menantang balik.
"Anak muda kamu benar-benar menarik,namun jika kamu gagal bahkan seluruh keluarga mu juga akan aku musnahkan.
Karena telah berani tidak hormat kepada Kaisar ini."
Mereka akhirnya berhasil keluar dari masalah ini,dan kembali ke tempatnya.
"Mengapa kalian berdua tidak mengatakan masalah seperti ini kepada ku." Ucap Nchex dengan sedikit kesal.
Kedua sosok wanita itu hanya menundukkan kepalanya.
Mereka berdua hanya terduduk diam.
Dia sadar bahwa mereka melakukan ini juga untuk meningkatkan kultivasinya.
"Apakah kamu yakin bisa membuat 3 senjata itu dalam waktu 3 hari...?" Tanya Melisa pelan.
"Haha aku akan mencari caranya nanti, sebelum itu aku harus menyempurnakan segel api yang baru saja ku pasang."
Api Borealis di salurkan kedalam alam jiwa wanita itu.
Membentuk sebelum Symbol Api 7 warna.
Aura soul power didalam tubuhnya terus di salurkan dengan deras.
Akhirnya Segel Api itu berhasil terpasang di dahi mereka,dengan aura yang menyala terang.
"Apa gunanya segel ini...?" Tanya Kartika.
"Dengan itu,aku langsung bisa berteport dimana kamu berada.
Nantinya pasti akan sangat berguna.
Sekarang Kalian harus menjelaskan kepada ku, tentang bola energi itu."
"Mengapa kamu tiba-tiba ingin menanyakan hal itu...?" Ucap Kartika berubah menjadi malu.
Nchex yang mengetahui hal itu, menarik Kartika duduk didekatnya.
Memeluk wanita itu duduk di atas pangkuannya.
Melisa yang tidak mau kalah juga mendekat kepadanya,telihat ada sedikit kecemburuan diantara mereka.
"Baiklah aku akan memberi tahu mu,Namun kamu harus berlaku adil kepada kami berdua." Ucap Melisa dengan agak kesal.
"Bola energi itu hanya dimiliki oleh Ras Malaikat.
Selain itu juga Energi Sejati itu hanya bisa digunakan sekali seumur hidup.
Oleh karena itu Ras malaikat yang sudah memberikan Bola itu kepada pasangannya,dia akan terus terikat selamanya."
"Ini benar-benar gila." Ucap Nchex dalam hati.
"Kamu tidak bisa melakukan hubungan intim kepada wanita manapun,selain kami berdua.
Dan begitu juga sebaliknya.
Jika ada yang melanggar maka akan secara alami berubah menjadi debu." Ucap Kartika menambah.
"Lalu bagaimana jika ada seorang pria yang ingin melakukan hal itu secara paksa...?"
"Pada saat itu terjadi kemungkinan seluruh tubuhku akan menjadi Dewi Aurora seutuhnya.
Apapun yang bersentuhan dengan kulit ku maka dia akan menjadi beku,tentu saja hal itu tidak berlaku untuk mu."
"Haha pantas saja Shinki tidak memilih mu di masa lalu." Ucap Nchex dengan tertawa riang.
Pipinya mengembung,diikuti oleh Melisa yang juga meledeknya.
Mereka bertiga tertawa lepas seakan tidak ada masalah yang mereka hadapi.
Kedua wanita itu terus di manja-manja diperlukannya.
"Baiklah kita akan memberikan cucu yang lucu kepada ayah mu." Ucap Nchex menggodanya.
Mendengar ucapannya membuat kedua wanita itu tersipu malu,Wajah merah merona terlihat tampak jelas.
Mereka menyembunyikan wajah merahnya itu dengan mendekapnya di bahu pemuda itu.
Sampai akhirnya Melisa menjelaskan kepadanya.
"Kehamilan Ras Malaikat itu mempunyai Waktu 25tahun.
Selain itu juga Janin yang terkandung didalamnya harus diberikan energi murni secara terus menerus.
Paling tidak kamu harus berada di level 50 terlebih dahulu." Ucap Melisa.
"Bukankah itu terlalu lama,Tentu saja aku akan mati jika harus menunggu selama itu." Ucap Nchex.
Jelas dia tahu didalam dunianya manusia hanya bisa hidup paling lama 150 tahun.
Logika masih tidak dapat menerima akan hal ini.
"Dunia mu dan Dunia Soul Caster itu berbeda,kamu tidak perlu Khawatir dengan hal itu.Setiap kamu naik 1 level maka makan menambah usia mu selama 100 tahun.
Selain itu juga ada banyak Pil dan Obat yang dapat memperpanjang usia mu di dalam dunia ini." Ucap Kartika menjelaskan.
"Baiklah aku mengerti,Sekarang kita akan mencobanya."
Kedua wanita itu menjadi bingung dengan ucapannya.
Namun pemuda itu langsung membawanya ketempat tidur.
__ADS_1
Dan bersambung...