Soul Caster

Soul Caster
Episode 34


__ADS_3

Menembus Ranah Puncak


Disebuah tempat di dunia es.


Sudah tiga hari berlalu pemuda itu belum kelihatan membuka matanya.


Seekor binatang iblis terus menjaga pemuda itu, menghangatkannya dengan kelima ekornya.


Kini dunia es telah menjadi sepi akibat pertarungan itu.


Matinya Siren menyebabkan sebagain wilayah dunia es menjadi mencair.


Tumbuhan mulai bermunculan,Suhu Ekstrem yang menekan sudah menghilang.


Sepertinya dengan kematian Siren,dapat membawa kedamaian di dunia es.


Setengah hari berlalu pemuda itu perlahan membuka matanya.


Dia mengeluarkan beberapa hasil rampasan perang.


Mayat Siren segera keluar dari Soulbagnya begitu juga dengan Trisula yang diambilnya.


Sosok Kyubi itu kembali berubah menjadi manusia.


"Apa kamu sudah pulih...?"Tanya Kitsune.


"Dengan memurnikan mayat ini aku bisa memulihkan tenaga ku."


Pemuda itu duduk bersila menyerap mayat itu dengan soul powernya.


Kali ini dengan bantuan dua api abadi,itu membantunya sangat cepat dalam hal pemurnian..


Dalam beberapa jam dia berhasil menyerap habis mayat Siren.


Hanya menyisakan Jantung Es yang masih berdetak.


Dia juga mengambil Cermin Dimensi dari Soul bag yang dimiliki Siren memindahkannya ke dalam soulbagnya.


Dia juga mendapatkan 5 biji pertama es abadi dari Ecensi Siren.


Pemuda itu menatap ke arah Kitsune.


"Kamu bisa memiliki Trisula itu."


"Apakah ini tidak berlebihan...?"Tanya Kitsune.


"Kamu akan membutuhkan itu pada saat aku memulai kultivasi."


Pemuda itu juga mengeluarkan Blacky dari Soulbagnya.


Kitsune cukup terkejut melihat kemunculannya.


Sosok Naga yang cukup sombong itu berkata.


"Kamu harus memanggil ku kakak."


Kitsune menganggukkan kepalanya dia tidak banyak bicara,melihat sosok Dragon Diaster di depannya.


Setelah menyuruh kedua sosok binatang iblis itu untuk menjaganya.


Pemuda itu langsung masuk ke dalam Kultivasi.


Dia memasukkan Jatung Es Abadi ke dalam alam jiwa.


Dua api hitam dan putih langsung membakar jatung itu untuk memurnikannya.


Kedua api itu terus memutari Jatung Es,yang Semakin lama terkikis semakin bercahaya.


Sampai akhirnya jatung es itu menjadi gumpalan energi murni.


Pemuda itu terdiam sejenak,dia bergumam.


"Jika dengan bantuan Api hitam Kitsune berhasil menciptakan api biru, Kemungkinan dia juga bisa menciptakan api biru Sepertinya"


Dia mulai menyerang Energi murni dari jatung es yang sudah dimurnikan.


Namun untuk melakukan hal itu dia harus mencoba lebih keras.


Karena pada dasarnya tubuh binatang iblis dan manusia itu sangat jauh berbeda.


Ketika energi murni memasuki tubuhnya,Energi itu berubah menjadi liar.


Di terus menerobos masuk ke dalam sembilan merediannya.


Soul Powernya hampir terkuras habis untuk menahan energi murni itu.


Api hitam dan putih kembali membungkusnya.


Namun untuk menyamakan ketiga Api kekuatan api,dia butuh Soul Power yang cukup banyak.


Pemuda itu kembali memasukan Satu biji Permata Es abadi ke dalam jiwanya.


Soul Powernya kembali melonjak ketiga kekuatan itu saling berputar dengan hebat.


Seperti terlihat portal tiga warna di depannya,Api berwarna biru mulai terbentuk.


Dia kembali memasukan Pertama Es abadi kedalam jiwanya.

__ADS_1


Kali ini dia mencoba menekan tiga kekuatan api itu.


Meskipun api yang akan dia ciptakan ini tidak sekuat Api es yang membeku asli.


Namun ini sudah cukup untuk membantu dia mendapatkan beberapa teknik baru.


Ketiga kekuatan Api dipaksa menerobos sampai batasnya.


Tubuhnya menjadi seperti terbakar,Pemuda itu mengerang dengan keras.


Tulang hitam yang awalnya melindungi tubuhnya kini perlahan terkikis.


Pemuda itu terus berusaha menahan rasa sakit yang sangat intens.


Satu Symbol api berwarna hitam keluar di alam jiwa,di ikuti dengan munculnya Symbol api putih.


Beberapa saat kemudian keluar Symbol Api berwarna biru.


Ketiga Symbol ini saling menyerang satu sama lain.


Pemuda itu mencoba menstabilkan ketiga Symbol Api tersebut.


Dengan bantuan Mata Dewa kematian yang menciptakan domain,ketiga Symbol itu menjadi diam.


Ini akhirnya dia telah mencapai Magic Power tahap Creation.


Dia mencoba mengendalikan pedangnya dengan Magic Power.


Pedang itu terlihat dapat terbang bebas dengan sendiri,ini benar-benar akan membantu dapat pertempuran.


Setelah dia berhasil menaklukkan ketiga api tersebut.


Pemuda itu mencoba menggunakan tiga kekuatan untuk menembus sembilan merediannya.


Pada merediannya yang pertama sampai tiga tidak terlihat ada masalah.


Dia terus mencoba menerobos Soul Powernya melonjak.


Empat dan Lima berhasil di tembus tubuhnya sekarang sudah bisa beradaptasi dengan panas.


Ketiga Api itu terus menerobos masuk sampai merediannya yang ke delapan.


Dengan berbagai upaya namun sangat sulit untuk bisa berhasil sampai menembus sembilan.


Dia terus mengerahkan semua energi Soul Power sampai mencapai batas.


Tulang hitam yang tadinya hancur kini perlahan diperbaiki.


Tiga kekuatan api mengalir di seluruh darahnya.


Semakin lama lubang itu menjadi semakin besar,tiga api hitam dipaksa mendorong masuk.


Akhirnya ketiga Api membantunya menerobos sampai ke puncak Soul Emperor.


Pemuda itu langsung membuka matanya.


Blacky "Apakah kamu berhasil."


"Tentu saja,Aku ini lebih kuat dari mu."


Nchex kembali menyombongkan dirinya di depan Blacky.


Dia memamerkan Tiga bola warna api di tangannya.


Blacky "Sepertinya kamu telah mencapai Soul Emperor Puncak.


Dia menganggukan kepalanya,dan kembali bertanya.


"Berapa hari aku berada disana."


"Kurang lebih Satu bulan,"Ucap Kitsune yang memandangnya.


"Baiklah saatnya kita keluar dari sini."


Cermin Dimensi keluar dari Soulbagnya,Dengan mengalirkan soul power ke dalamnya.


Portal hitam langsung terbuka di depan.


Mereka bertiga langsung memasuki portal yang sudah di buka.


Tetapi mereka bertiga langsung terlempar kesebuah hutan.


"Bocah bodoh apa kau tahu bagaimana cara menggunakan benda itu."Ucap Blacky.


"Haha aku hanya mencoba melakukannya,Untung saja kita bila selamat."


"Sudah ku duga kamu selalu ceroboh."


Kitsune merasa agak aneh dengan tempat ini.


Dia yang pertama kali berada di dunia luar merasa tekanan energi yang berbeda.


Matanya menyapu seluruh hutan,dia melihat sekelilingnya tidak ada es seperti di tempatnya.


Melihat wanita itu yang masih bingung dengan tempat ini Nchex mulai bertanya.


"Apakah kamu baru pertama kali datang ke dunia manusia...?"

__ADS_1


"Iya aku hanya pernah mendengarnya dari beberapa orang di suku ku."Jawab Kitsune.


"Baiklah kita harus mencari tahu dimana kita berada sekarang."


Pemuda itu menyuruh Kitsune untuk berubah menjadi Kyubi.


Dia menaikinya dan terbang ke langit.


"Wah bulu mu cukup hangat dan lembut.Apakah kamu bisa lebih cepat dari ini."


Api biru di kaki dan ekornya mulai menyala, kecepatan mulai meningkat.


"Aku bisa lebih cepat dari ini,Jika kamu tidak hati-hati kemungkinan akan terlempar ke bawah."


Nchex memegangnya dengan erat, Kecepatan semakin meningkat.


Dari kejauhan dia melihat sebuah kota yang ramai.


Dia menyuruh Kitsune untuk berhenti dan turun ke bawah.


"Mengapa kita harus berhenti disini..?Aku bisa mengantarkan mu sampai kesana."Tanya Kitsune.


"Akan sangat mencolok jika Binatang Iblis seperti mu memasuki kota."


Kitsune kembali berubah ke bentuk manusia.


Nchex menyuruhnya untuk memperhatikan beberapa orang dari kejauhan.


"Bukankah Kyubi itu dapat merubah dirinya menjadi Sosok yang dia lihat...?"


Kitsune mengangguk.


"Sekarang aku ingin kamu meniru pakaian beberapa orang di kota itu."


"Bentuk seperti apa yang tuan inginkan."


"Itu terserah padamu kamu hanya perlu memilih pakaian yang kamu suka."


Kitsune kembali memperhatikan beberapa orang di kota itu.


Ada banyak sekali berbagai macam orang disana.


Dia melihat seorang wanita yang berada di rumah bordir.


Wanita itu mengenakan Gaun panjang berwarna merah,namun bagian atasnya sangat terbuka.Itu cukup terlihat sangat sexy menggoda mata semua pria yang lewat.


Kitsune berubah mengikuti pakaian wanita itu,Dia malah terlihat lebih cantik dari wanita yang dia lihat.


Namun masih menyisakan Lima ekor rubah dibelakangnya.


Melihat bentuk perubahannya yang tidak sempurna.


Nchex menyentuh ekornya yang terus bergerak dengan lembut.


"Ahh.. tuan Jangan sentuh ekor ku."


Wajahnya menjadi memerah,dia merasa beberapa hal yang aneh.


Tubuhnya langsung terjatuh ke tanah.


Dengan terkejut Nchex langsung melepaskannya.


Pemuda itu membantunya kembali berdiri,


Dia kembali bertanya.


"Apa yang terjadi ...?"


"Ekor Kyubi adalah bagian yang sangat sensitif itu tidak boleh di sentuh oleh orang lain,"Kitsune Menjawabnya dengan malu-malu.


"Haha dasar bocah bodoh,"Blacky tertawa terbahak -bahak.


"Naga sialan mengapa kau tidak mengatakan hal itu pada ku."


Blacky kembali menatap ke arah Kitsune.


"Dengan tampilan seperti ini kamu akan menarik banyak orang,Pantas saja suku mu sering sekali diburu.Namun jika kamu ingin berinteraksi dengan manusia,kamu harus menyembunyikan ekor mu apakah kamu paham..?"


Nchex dan Blacky memandangi Kitsune yang kini sudah menjadi manusia tanpa ekor.


Mereka terdiam memperhatikan kecantikan Kitsune.


"Apakah ada yang salah dengan ku tuan..?"Ucap Kitsune.


Mengingat saat ini Kitsune baru pertama kali datang ke dunia manusia.


Kemungkinan ini adalah pengalaman pertamanya.


"Huh ... sepertinya ini akan merepotkan."Ucap Nchex.


"Baiklah ayo pergi ... Jika ada orang yang melihat ke arah mu berusahalah untuk tidak membunuhnya."


"Apakah dunia manusia seperti itu tuan...?


"Ya ... Dunia manusia ini lebih kejam dari binatang iblis."


Mereka berdua akhirnya berjalan memasuki kota.

__ADS_1


__ADS_2