Soul Caster

Soul Caster
Episode 105


__ADS_3

Gadis Kecil Berbisa


Fenomena terjadi sebuah kota yang sangat sepi tanpa ada 1 pun orang yang berlalu lalang.


Malam-malam ditempat itu terlihat sangat sunyi senyap.


Kabut asap hitam dengan sedikit percikan petir menghiasi tempat itu.


Sebuah kota yang tampak sangat menakutkan dipenuhi oleh Aura Jahat disekitarnya.


Di sana adalah tempat Michelle dan teman-temannya di lemparkan oleh Airin.


Kota Kesunyian Wilayah Barbar Rito.


Mereka yang merasakan ada banyak keanehan ditempat itu jelas semakin waspada, Terlebih dengan Scorpion dan yang lainya.


Mereka semua juga mulai bertanya-tanya apakah pemuda itu sudah mati.


Yang sampai sekarang tidak menunjukan batang hidungnya.


Munculah seorang gadis kecil dengan rambut berwarna merah ditengah jalan itu.


Kedua tangannya diborgol dengan sebuah Rantai hitam yang mengeluarkan aura kabut hitam.


Ada 2 garis merah yang berada tepat dibawah pelipis matanya,Gadis kecil itu bernama Nara.


Dia menjerit seolah minta tolong,Namun setelah kelompok Michelle mencoba mendekatinya.


Wanita itu langsung menyerang mereka semua mengikatnya dengan rantai-rantai kabut yang menyerap Soul Power mereka secara perlahan.


Namun untungnya Scorpion, Helius dan Yamato dapat terbebas dari jeratan itu.


Kini terjadilah pertarungan Nara melawan mereka bertiga.


Gadis kecil itu menjadi sangat beringas,dia menyerap energi dari semua prajurit hingga mengering.


Sebuah serangan berbentuk bola spiral kabut pun diarahkan kepada Scorpion, Serangan itu tertuju pada mereka bertiga.


Namun serangan itu dapat ditahan oleh mereka bertiga.


"Gas Laser"


Rantai kabut itu membentuk formasi pola lingkaran.


Mengeluarkan sebuah tembakan soul power dari dalam formasi Rantai.


Aura kabut hitam mulai menekan disertai rintihan suara yang mencekik.


Rambut merah gadis itu terurai keatas, Seolah ada angin yang sangat kencang meniupnya dari bawah.


Itu adalah efek dari kekuatan soul power yang dia keluarkan.


Menghadapi serangan itu Helius mengeluarkan Perisai 8 Pentagram, Formasi Array pelindung diciptakan dengan bantuan 2 orang lainnya dibelakangnya.


"Duarrr..." Serangan laser itu mengenai array pelindung.

__ADS_1


Sedikit demi sedikit array itu mulai retak dan tidak akan dapat bertahan lama.


Mengetahui hal itu Scorpion berubah ke bentuk Hybrid Ashura dia mengeluarkan 6 Bola api di setiap tangannya.


Teknik itu bernama "Annihilator Blazing" dimana teknik ini hampir sama kuatnya dengan Meteor Knight Symbol.


Namun yang dikeluarkan oleh Scorpion memiliki 6 buah bola api.


"Dumm.. Dummm.." Ledakan bola api itu terus mengejar Nara yang terus menghindar.


Membakar tempat sekitar menjadi semakin panas.


Penduduk desa yang awalnya bersembunyi didalam rumah mendadak keluar.


Mereka berusaha untuk menyelamatkan diri dengan menjauhinya.


Setengah area kota yang sepi itu mendadak ramai, Semua warga menjadi panik dengan adanya pertarungan itu.


Entah itu penolong atau bukan yang pasti penduduk desa hanya berharap mereka dapat mengusir gadis kecil itu dari kota ini.


Scorpion menjadi semakin gila ketika melihat Cecilia yang ditangkap oleh Nara dan dibawahnya pergi.


"Datanglah ke Rawa Berkabut jika kalian ingin mengambil wanita ini." Ucap Nara yang membawa Cicilia dan Michelle pergi.


Semua kabut hitam yang berada di kota itu langsung tersedot memasuki portal disertai dengan hilangnya Gadis itu.


Sementara itu di tempat Divinity Origins Nchex bersiap untuk pergi mencari teman-temannya.


Dia terlihat semakin kuat setelah melakukan latihan beberapa Minggu ditempat itu, Kultivasinya meningkat menjadi level 56 ditambah dia juga telah menguasai teknik rahasia Dewi Bulan.


"Aku ingin menjelaskan kepada mu Jika Ras Dewa berada di dalam dunia manusia maka kultivasinya akan mengikuti level seseorang yang telah mengambil kesuciannya.


Jadi meskipun sekarang Olivia berada di level 70 di dalam dunia ini, Jika dia mengikuti mu maka level nya akan sebanding dengan mu.


Ku harap kamu juga bisa secepatnya meningkatkan level Kultivasi mu agar aku juga bisa menyusul kalian." Ucap Airin.


"Aku akan ke pergi menuju kota Nevada terlebih dahulu untuk menyelesaikan beberapa urusan,Setelah itu aku akan pergi mencari teman-teman ku.


Bisakah kamu mengirimkan ku kesana." Tanya Nchex.


Sebelum Wanita itu membukakan portal untuknya, Airin memeluknya sambil memberikan sebuah ciuman perpisahan untuknya.


Air matanya berjatuhan tanpa dia sadari,Suasana haru itu juga disaksikan oleh Olivia yang berada didekatnya.


Hingga Olivia sendiri juga ikut bergabung untuk memeluk kakaknya itu.


"Kamu harus menjaga adik ku baik-baik." Ucap Airin sambil membuka portal.


"Jangan khawatir secepatnya aku juga akan menjemput mu." Jawab Nchex yang berjalan melangkah memasuki Portal.


Diikuti oleh Olivia yang juga memberikan hormat kepada saudaranya itu.


Namun portal itu tidak mengirimkan mereka tepat di kota Nevada melainkan di sebuah hutan.


Yang jaraknya 1 hari perjalanan menuju kota Nevada.

__ADS_1


Mata pemuda itu menyapu tempat sekitar hutan itu.


Dia melihat ada banyak kelompok SangCaster dengan berbagai macam lambang sekte menuju ke arah kota.


Sepertinya ada sesuatu yang besar telah terjadi di kota itu.


Dengan sigap pemuda itu mengajak Olivia untuk bersembunyi terlebih dahulu.


Dari pembicaraan para SangCaster itu dia mendengar bahwa Kota Nevada akan di Serang karena tidak menyerahkan Putrinya kepada Malawie.


Setelah semua kumpulan SangCaster itu sudah pergi menjauh Nchex bertanya kepada Olivia.


"Siapa Malawie itu...?"


"Dia adalah seorang pangeran dari kerajaan Nevada, Karena kamu telah mengalahkan Trian yang diutus oleh kemaren.


Ku rasa dia menjadi sangat marah dan ingin segera menangkap ku secara paksa." Jawab Olivia.


"Apakah dia ingin merebut Istri cantik ku ini." Pemuda itu mengusap kepalanya sambil mengajaknya berjalan mencari tempat yang aman.


Mendengar ucapannya itu ada sedikit senyum di wajah Olivia.


Dia tidak perlu khawatir lagi sekarang, Karena ada Nchex yang menjaganya.


Sesekali dia memandang wajah pemuda yang merangkul pinggang rampingnya itu.


Rupanya Olivia ini lebih penurut dari pada Airin,Dia juga terlihat sangat manja kepada Nchex.


Pada akhirnya mereka memutuskan untuk berkemah didalam hutan yang tidak jauh dari Kota.


Mereka ingin mencari tahu lebih banyak Informasi dan mengamati Kelompok SangCaster yang akan menyerang kota.


Sambil menikmati Daging Bakar yang berada di api unggun, Olivia berbaring di dadanya.


Sebuah suasana yang sangat romantis ditengah hutan, ditemani dengan dinginnya malam.


"Sayang ... apakah Kartika itu lebih cantik dari pada ku...?" Tanya Olivia secara tiba-tiba.


Jelas hal itu membuat Nchex menjadi sangat terkejut.


Bagaimana dia bisa mengetahui hal itu sedang Nchex sendiri belum pernah menceritakan hal itu kepada siapapun setelah dia sampai disini.


Melihat Nchex terus diam tidak bisa menjawab pertanyaannya Olivia kembali berbicara.


"Apakah kamu terkejut aku bisa mengetahuinya...?


Hihihi tenang saja aku tidak akan marah pada mu,Yang pasti sekarang ini kamu adalah milik ku." Ucap Olivia yang memeluknya semakin kencang.


Tanpa ada sepatah katapun pemuda itu langsung mencium Olivia yang terus saja berbicara.


Sepertinya dia mengerti sesuatu, Bahwa Olivia telah mengetahui banyak hal tentangnya.


"Apakah kamu mencintai ku...?" Tanya Nchex berbisik.


"Aku tidak peduli dia istri Pertama mu, Namun akulah yang akan hamil terlebih dahulu." Jawab Olivia.

__ADS_1


__ADS_2