
Negeri Awan
Vernita yang terpengaruh oleh ucapan Nchex langsung mengajaknya pergi bertemu Nenek Kiyoshi.
Disana dia menjelaskan beberapa pendapatnya yang sangat menguntungkan kepada kepala desa itu.
Vernita dan Nchex terus saja membujuknya untuk mengatakan cara keluar dari tempat ini.
Sepertinya memang ada yang disembunyikan oleh Kiyoshi.
Dan pada akhirnya dia menceritakan cara untuk keluar dari ini.
Dengan cara menukar 1 nyawa Suku Unicorn dengan 1 orang yang akan keluar.
Tentu saja hal itu sangat merugikan untuk suku mereka,oleh karenanya mereka meminta keturunan sebagai gantinya.
"Siapakah yang sudah membuat aturan bodoh seperti itu." Ucap Nchex yang kesal dan sangat keberatan.
Dia sendiri juga tidak ingin mengorbankan orang lain untuk keluar dari tempat ini.
"Selain itu jika kamu bisa menemui Dewi Suci yang berada di Divinity Origins mungkin saja dia dapat membantu mu.
Namun untuk menemukan sangat sudah dan perjalanan menuju ketempat itu sangat berbahaya.
Jika dalam waktu 10 hari kamu tidak kembali,Maka tubuh fisik mu akan lenyap dan menjadi roh spiritual." Ucap Kiyoshi.
"Baiklah jika itu masalahnya biarkan aku pergi ketempat itu, Namun kamu harus berjanji agar menjaga teman-teman ku selama aku pergi."
Jawab Nchex.
"Tuan izinkan aku untuk pergi bersama mu." Sahur Vernita.
Meskipun dia juga berada dilevel 50 namun Nchex tetap melarangnya untuk ikut bersamanya.
Jelas pemuda itu juga menyadari bahwa perjalanan ini akan sangat berbahaya.
Karena itu dia berniat hanya akan pergi sendiri saja.
Kiyoshi langsung membawanya kesebuah tempat rahasia.
Memasuki sebuah goa yang dipenuhi dengan symbol aneh.
Terlihat banyak sekali tulisan kuno yang tidak bisa dia baca,yang secara tiba-tiba tulisan itu mengeluarkan sebuah cahaya seperti lampu untuk menerangi jalan mereka masuk.
Kiyoshi mulai mengeluarkan Suara aneh dari mulutnya, Sepertinya dia sedang membacakan mantra yang pemuda itu tidak mengerti.
Dan akhirnya sebuah goa batu itu berubah menjadi sebuah lorong dengan Cahaya keemasan yang sangat menyilaukan.
Muncul lah sebuah portal didepannya, Portal itu langsung menghilang ketika Nchex sudah memasukinya.
Tiba-tiba pemuda itu berada di atas awan yang sangat luas.
Tempat itu juga dipenuhi oleh banyak sekali individu dari berbagai macam kalangan dan ras.
Bahkan Suku-suku binatang kuno juga ada ditempat ini, Sepertinya akan terjadi sebuah acara besar.
Di atas awan itu terdapat sebuah tangga yang sangat tinggi menuju ke area pusat keramaian.
Pemuda itu mencoba menaiki dan mendengar ucapan dari orang-orang disekitarnya.
"Harta Surgawi Dewi Suci." mereka mengatakan hal itu.
Bagi siapa saja yang beruntung menghadapi tantangan kali ini akan bertemu dengannya dan mendapatkan banyak sekali hadiah dari Negeri Awan.
__ADS_1
Adapun Syarat untuk mengikuti kompetisi itu seorang SangCaster di haruskan mencapai level 50 - 69.
Tentu saja Nchex sangat tertarik untuk mengikutinya, Lagi pula misinya kali ini adalah untuk bertemu dengan Dewi Suci.
Datanglah seorang dayang lengkap dengan pengawalnya.
Di mana dia ditugaskan untuk mengawasi jalannya kompetisi pada hari ini.
Wanita muda itu bernama Julia, Dia salah satu dayang kepercayaan Dewi Suci.
Disana dia menjelaskan untuk mengikuti kompetisi itu semua orang harus menghancurkan sebuah batu kuno yang telah disiapkan oleh mereka.
Beberapa orang langsung mencobanya ternyata sangat mudah untuk dihancurkan.
Sepertinya ini bukanlah ujian yang sebenarnya,dimana hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Kultivasi semua orang yang berpartisipasi dalam kompetisi kali ini.
Akhirnya mereka semua diberikan sebuah Lencana yang memiliki nomor berbeda.
Setiap kali ada 2 nomor yang akan gugur dalam undian.
Dimana mereka harus bertarung satu lawan satu di arena.
Aturannya sangat mudah terus bertarung sampai salah satu ada yang menyerah.
Pertandingan pun langsung dimulai,Disana mereka sudah menyiapkan 5 arena pertarungan.
Hanya 10 orang yang akan dipilih sebagai pemenang untuk Ujian kali ini.
Oleh karena itu jika Nchex ingin bertemu dengan Dewi Suci dia harus memenangkan pertandingan ini terlebih dahulu.
selama 2 jam dia menunggu sudah banyak Peserta yang telah gugur dalam pertandingan.
Sampai akhirnya pemuda kurus itu memasuki arena.
Namun hanya dengan sekali tendangan kakinya.
Orang besar itu pun berhasil dihajar sampai keluar arena.
Begitu juga dengan 2 pertandingan berikutnya dia dengan sangat santai seolah tidak bersemangat.
Dapat mengalahkan semua lawannya itu dengan sangat mudah.
Hal itu juga yang membuat orang-orang disana menjadi tertarik dengan pemuda itu.
Pertandingan terakhir pun akhirnya dimulai.
Jika dia berhasil menang dalam pertandingan kali ini,Maka dia akan lolos ke babak berikutnya.
Tajiri adalah lawannya kali ini.
Dia berasal dari Ras Raksasa memiliki sebuah gada berduri sebagai senjatanya.
Selain itu juga dia berada di level 55,Jelas perbedaan ini terlihat sangat jauh.
Terlebih lagi Ras Raksasa memiliki tubuh fisik yang sangat keras dan kuat.
Pada zaman kuno mereka bahkan dapat bertarung seimbang dengan Suku Naga.
Tajiri langsung mengayunkan serangan Gada dengan sangat kuat.
Namun pemuda itu dapat dengan cepat menghindarinya.
"Huh... hampir saja" Ucap Nchex yang berada disampingnya.
__ADS_1
Dia terlihat sangat tidak serius dalam pertandingan kali ini.
Tajiri terus memberikan serangannya namun tak satupun yang dapat mengenai pemuda itu.
Sambil menghindar Nchex terus saja mengejeknya.
"Tubuh besar mu itu dapat menjelaskan bahwa otak mu kecil." Sambil tertawa Nchex terus saja meledeknya.
"Bajingan kecil kamu akan segera menerima akibatnya." Jawab Tajiri.
Dengan tubuh besarnya itu dia mengeluarkan Aura yang sangat menekan.
Gada besarnya menghantam tanah dan membuat sebuah gelombang kejut yang membuat Nchex harus terpental dibuatnya.
Tidak cukup sampai disana Tajiri memukul tubuh pemuda itu sampai remuk.
Dia sangat senang dan senyum lebar terlihat di wajahnya.
"Hahaha Bocah kamu terlalu sombong dengan tubuh kecil mu." Ucap Tajiri.
Namun tiba-tiba pemuda yang sekarang itu berbicara kepadanya.
"Sayangnya ini semua hanyalah ilusi yang aku ciptakan."
Orang-orang yang menyaksikan pertandingan itu hanya melihat Tajiri tidak bergerak dari awal pertandingan.
Mereka semua tidak mengetahui apa yang terjadi didalam mentalnya.
Jelas Nchex menyadari jika dia bertarung dengan kekuatan fisik melawan Raksasa ini tentu saja dia akan kalah.
Oleh karena itu dia menyerang mentalnya.
"Apakah sekarang pemenangnya sudah bisa ditentukan...?" Tanya Nchex kepada Julia.
"Selama masih belum ada yang menyerah pertandingan masih tetap dilanjutkan." Jawab Julia.
"Baiklah jika begitu bangunkan aku jika kamu sudah memutuskan pemenangnya."
Pemuda itu langsung berbaring ditengah arena,dia tidur sambil menunggu keputusan dari Julia.
Semua tatapan mata tertuju padanya mereka sangat heran dengan pemandangan ini.
Bagaimana mungkin Raksasa yang sangat besar itu hanya terdiam seperti patung.
Dan tidak ada pertarungan sedikitpun diantara mereka.
Lebih dari 3 jam Julia menunggu,Namun masih saja tidak ada jawaban dari Tajiri.
Dan pada akhirnya dia memutuskan bahwa Nchex adalah pemenangnya.
Ketika sudah mendengar keputusan dari Julia, Nchex langsung melepaskan Tajiri dari Ilusinya.
Yang tanpa dia sadari bahwa Nchex adalah pemenangnya.
"Bocah menyerang adalah pilihan yang cukup bagus untuk mu." Ucap Tajiri yang tidak mengetahui apa yang telah terjadi di luar.
"Hahaha mengapa kamu tidak tanyakan kepada semua orang yang berada disini." Jawab Nchex sambil tersenyum kepadanya.
Tentu saja semua orang langsung mengatakan bahwa dia sudah dikalahkan oleh pemuda itu.
Tajiri menjadi sangat marah dan segera menyerang bocah itu.
Namun dengan tatapan matanya, Lagi-lagi membuat Tajiri tidak dapat bergerak seperti patung.
__ADS_1
"Hahaha kamu akan terus berdiri disini sampai ada orang yang bisa membantumu."