Soul Caster

Soul Caster
Episode 106


__ADS_3

Malawie


Penyerangan kota mulai terjadi, Semua pintu masuk dipenuhi oleh pasukan Malawie.


Kedua kubu saling Bentrok,begitu juga dengan penduduk kota yang melawan mereka akan dihabisi.


Gempuran serangan terus terjadi hingga memasuki tempat tinggal Hogan.


Di sana ada 10 orang SangCaster level 50 yang sudah menghadangnya.


Sedangkan Malawie sendiri dia juga berapa di level 52 sedikit lebih tinggi dari pengawalnya.


Namun line up seperti ini sungguh Benar-benar luar biasa.


Jika dibandingkan dengan wilayah Ignis tentu saja ini membutuhkan semua petinggi kekaisaran South Dragon.


Malawie menyuruh pengawalnya untuk mendapatkan menyeret Hogan keluar dari tempat tinggalnya.


Dia di arak menuju alun-alun kota dengan wajah yang sudah babak belur.


Ternyata Malawie ini memang cukup sadis, Dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan.


Disisi lain dia juga seorang pangeran Nevada tentu saja dengan jabatan seperti itu dia dapat bertindak sesuka hatinya.


Adapun dengan Nchex dan Olivia yang sudah memperhatikan sedari tadi.


Mereka juga mulai bergerak dan membunuh beberapa prajurit yang di bawa oleh Malawie.


Hal itu juga membuat semua orang menjadi terkejut.


"Siapakah yang berani menentang ku." Ucap Malawie yang tidak mengenal sosok itu.


"Dia adalah pemuda yang mengalah ku." Jawab Trian disampingnya.


Namun tiba-tiba tatapan mata Malawie tertuju kepada seorang wanita yang juga itu membantai anak buahnya.


Wajahnya yang cantik dan kulit putih yang selembut sutra.


Di tambah dengan level kultivasi yang tidak jauh berbeda, tentu saja hal itu akan membuat semua pria menjadi kagum kepadanya.


Malawie bergegas pergi untuk menghentikan pertarungan mereka, Dia juga berniat ingin menangkap Olivia yang sedang bertarung disana.


Tetapi sebelum dia berhasil menyentuh wanita itu. Sebuah tendangan Petir sudah bersarang di dadanya.


Ya itu adalah teknik "Thunder Blitz" yang Nchex dapatkan dari Suku Unicorn.


Dengan kejutan itu Malawie berhasil dipukul mundur olehnya.


Percikan aliran listrik kecil mulai memasuki tubuhnya.


Untung saja Trian juga menyalurkan Soul Power Atribut petir kedalam tubuh Malawie untuk menolak serangan petir itu.


"Ingin merebut Istri ku, Maka kalian semua harus mati." Ucap Nchex.


"Aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan, Cepat habisi pemuda ini. "Jawab Malawie menyuruh pengawalnya untuk Segera menyerang Nchex.

__ADS_1


Pertarungan pun langsung terjadi, Namun menghadapi 10 orang secara langsung jelas akan membuat Nchex kesulitan.


"Sayang biarkan aku membantu mu." Ucap Olivia.


Kini mereka berdua harus menghadapi 10 orang secara bersamaan.


"Moonlight Visor."


Olivia membentuk sebuah bola perisai transparan membungkus mereka berdua di dalamnya.


Yang dengan tekniknya ini 10 persen dari pertahanan mereka akan ditingkatkan.


Mereka juga dapat membagi kekutan soul power ketika berada didalamnya.


Olivia juga mengeluarkan sebuah senjata tongkat sihir "Eclipse Wand."


Senjata itu berwarna kuning dan memiliki aura cahaya seperti sinar bulan.


Namun Nchex juga tidak mau kalah, Menghadapi 10 orang sekaligus dengan ranah level 50 tentu saja itu sangat mustahil baginya.


Kali ini dia juga mengeluarkan 10 pengawalnya yaitu " Red Dragon Puppet." Namun kali ini dia juga menambah beberapa Permata emas yang dia dapatkan dari Airin.


Hingga membuat kekuatan Red Dragon Puppet juga ikut meningkat, Yang mencapai ranah setara dengan level 50.


Pada akhirnya mereka berdua berhasil menahan serangan dari pengawal Malawie.


10 kekuatan berwarna merah terlihat menghiasi langit seperti bintang.


Seolah gerhana bulan darah sedang terjadi, Boneka itu juga mengeluarkan suara seperti Naga yang sedang mengaum.


Siapakah dia sebenarnya, Bahkan Olivia yang berada disampingnya juga sangat terkejut ketika melihat Red Dragon Puppet yang dia keluarkan.


Penuh dengan tatapan kagum dan mata yang berbinar tertuju kepada pemuda itu.


"Sepertinya kamu memang pantas menjadi suami ku." Ucap Olivia dalam hati sambil tersenyum sendiri.


Aura yang sangat mematikan terpancar dari tubuh pemuda itu.


Dengan pedang dan mata yang merah menyala menatap tajam ke arah Malawie.


Dalam kilatan cahaya pemuda itu langsung muncul didepan Malawie dan menebaskan Pedang ke arahnya.


Untung saja Malawie dapat menahan serangan itu meskipun dia harus dipaksa mundur beberapa langkah.


Pemuda itu tersenyum ke arah Hogan yang sudah terluka parah, Menyuruh Olivia untuk merawatnya sementara waktu.


"Aku kembali untuk menepati janji ku." Ucap Nchex.


Hogan yang setengah sadar menatap wajah pemuda itu dengan samar hingga kemudian dia terjatuh pingsan.


Sementara itu Malawie yang sudah merasa aura pembunuh dari pemuda itu menjadi sangat ketakutan.


Dengan kekuatan yang terpancar dari pedang merah itu, Malawie mengira bahwa pemuda ini berada di level 70.


Keringat mulai membanjiri wajahnya kakinya bergetar hebat.

__ADS_1


Tekanan dari Energi Soul Powernya membuat Malawie tidak dapat bergerak.


"10.000 Hukum Dunia."


Pemuda itu memasukkan Malawie kedalam dunia Ilusinya.


Di sana Malawie terus disiksa seperti didalam neraka.


Dia akan tersadar jika telah mengakui perbuatannya dan semua kesalahan yang dia buat.


Api berwarna putih "Purgatory" juga mulai mengelilingi Malawie dan membakar jiwanya secara perlahan.


Para pengawalnya yang melihat Malawie sedang disiksa berniat untuk menyelamatkan.


Tapi apalah daya mereka tidak dapat mengalahkan Red Dragon Puppet yang menyerang mereka.


Pada akhirnya Trian memutuskan untuk meminta maaf kepada pemuda itu untuk mewakili semua teman-temannya.


Mengingat jabatan Malawie adalah seorang pangeran tentu saja Nchex tidak akan bertindak bodoh.


Dia malah berpikir untuk memanfaatkan mereka semua,Lagi pula dia masih perlu bantuan banyak orang untuk mencari keberadaan temanya itu.


"Tuan ... Tolong ampuni kami semua,Kami berjanji akan melakukan apa saja." Trian meminta agar Malawie segera dia lepaskan.


"Dengan satu syarat kalian semua harus menjadi bawahan ku." Jawab Nchex.


"Cuih ... kamu pikir siapa kamu, Ingin menjadikan kami semua sebagai bawah mu.


Aku lebih baik mati." Sahut salah tahu seorang pengawal.


Setelah mendengar ucapannya pemuda itu langsung menyerangnya.


Beberapa jurusan andalannya langsung dikeluarkan, Dia menjadi sangat marah dan mengamuk.


Beberapa orang dari pengawalnya langsung terluka parah.


Namun bukan karakter Nchex yang akan membiarkan lawannya bisa hidup dengan selamat setelah bertarung dengannya.


"Hahaha jika kalian ingin mati akan aku kabulkan." Ucap Nchex.


Pemuda itu berjalan mendekati 3 orang pengawal yang sudah terluka itu.


Jari-jarinya menggenggam pedang di tangannya, Aura merah menyala menjadi semakin terang.


Sosok itu terlihat seperti lentera yang berjalan di kegelapan.


Dua orang teman dari pengawal itu mencoba menghentikannya.


Namun dengan mudah pemuda itu dapat melukainya.


Teknik tebasan "Flame Berseker" level 3 juga sudah dikeluarkan.


Yang membuat kedua orang itu langsung mati menjadi debu.


3 pengawal yang tadi menghinanya kini mereka menjadi sangat ketakutan seolah tidak ada harapan lagi untuk hidup.

__ADS_1


__ADS_2