
Divinity Origins
Setelah kapal mereka terseret oleh arus dan memasuki sebuah jurang air terjun yang sangat curam.
"Arrrgh" Semua orang berteriak kencang, Tangan mereka memegang apa saja yang ada disekitarnya.
Seketika padangan mereka menjadi gelap gulita.
Secara mengejutkan munculah Kilauan cahaya berwarna biru seperti bintang yang bertaburan.
Membentuk sebuah formasi seperti aliran sungai yang mengalir.
Ternyata itu adalah kumpulan ubur-ubur kecil yang jumlahnya tidak dapat dihitung.
Pemandangan itu membuat mereka semua terdiam untuk sesaat, Yang tanpa mereka sadari kapal mereka terus berjalan mengikuti arus yang semakin lama semakin sempit.
Kali ini cuaca berubah menjadi sangat cerah seperti di pedesaan yang indah.
Kapal mereka terus berjalan mengikuti aliran sungai dan pada akhirnya harus terdampar ditepi sungai itu.
"Apakah kita sudah sampai...?" Tanya Michelle.
"Kurasa rute ini berbeda dengan perjalanan kita,Tapi aku yakin bahwa tempat ini bukanlah benua Nen." Jawab Kapten Aero.
Meskipun Kapten Aero menyadari bahwa mereka saat ini sedang tersesat.
Tapi dirinya juga tidak mengenal tempat ini.
Namun Nchex tentu sangat bersemangat untuk berpetualang di tempat yang baru saja mereka datangi ini.
Suasananya tidak jauh berbeda dengan Desa Tebing Hijau.
Yah ... itu adalah tempat pertama kali dia datang ke dunia Soul Caster.
Pemuda itu langsung melompat turun dari kapal.
Sambil menghirup udara segar, matanya menyapu seluruh area tempat itu.
Dia berniat mencari desa terdekat untuk menanyakan dimana dia berada saat ini.
Namun anehnya Cecilia yang awalnya takut dengan pemuda itu,dia malah ingin mengikutinya.
Karena hal itulah 5 orang pengawal terpaksa untuk mengikutinya juga.
"Jika kalian semua pergi siapa yang akan menjaga Ku." Ucap Michelle.
Pada akhirnya Jesse dan Stoner memutuskan untuk kembali ke kapal.
Meskipun mereka berdua juga sangat penasaran dengan tempat ini.
Tetapi menjaga pangeran adalah tugas mereka.
Berbeda dengan pemuda itu yang selalu bertindak sesuka hatinya tanpa memikirkan bahaya yang akan menghadang.
Namun yang terlihat sekarang Cecilia sangat familiar dengan tempat ini.
Seolah-olah dia sudah sejak lama berada disini.
"Mungkinkah ini tempat kelahirannya...?"
Dia terus berjalan di depan memimpin mereka semua,benar saja pada akhirnya mereka sampai disebuah desa.
Semua rumah disana terlihat berwarna putih dan tidak memiliki hiasan apapun.
"Orang-orang ini tidak mengenal memiliki seni sama sekali." Ucap Nchex.
Dengan pemandangan seperti itu tentu saja membuat desa ini terlihat aneh.
Apalagi orang-orang disana hanya menggunakan kain berwarna putih sebagai penutup tubuhnya.
"Desa ini memiliki pemandangan yang sangat indah." Ucap Yamato.
Jelas saja selain kain yang menutupi badannya terlihat agak tipis, Wanita di desa itu semuanya sangat cantik.
Dengan cepat Yamato langsung menghampiri 3 orang wanita muda yang ada berada disana.
"Nona bolehkah saya tahu desa apakah ini...?" Tanya Yamato.
"Ini adalah desa Vadhoo."
Namun terlihat tatapan aneh yang tidak menyenangkan dari para wanita itu.
Mereka melihat pakaian yang digunakan oleh Yamato jelas sangat berbeda dengan yang mereka kenakan.
__ADS_1
Tiba-tiba mereka langsung dikepung oleh para penduduk desa, Yang mengira mereka semua adalah para perampok.
Seorang kepala desa berjalan perlahan mendekati mereka.
Memegang sebuah tombak dengan Mata bor seperti kerang laut.
Dia adalah seorang Nenek-nenek yang bernama Kyoshi.
Yang lebih anehnya lagi ternyata semua penduduk desa itu adalah perempuan, tidak ada seorangpun pria yang berada disana.
Mengetahui hal itu Nchex langsung bertanya dengan tingkah konyolnya.
"Apakah kalian sudah membunuh semua laki-laki yang ada ditempat ini...?"
"Saat bahaya seperti ini dia masih sempatnya menanyakan hal konyol seperti itu." Gumam Cecilia.
"Blood Line Unicorn ada didalam mu." Ucap Kyoshi matanya tertuju kearah Cecilia.
Mendengar hal itu membuat keempat orang pemuda itu langsung menjadi siaga.
Mereka langsung mengeluarkan auranya masing-masing.
Jelas hasil gabungan kekuatan mereka dapat membuat tekanan yang sangat menakutkan diantara penduduk desa.
"Kami hanya tersesat dan tidak ada maksud untuk mengganggu kalian. Mohon maafkan kami." Ucap Cecilia.
"Sepertinya ini semua hanya salah paham,Kami semua yang berada disini adalah Suku Unicorn." Jawab Kyoshi.
Jelas mereka semua sangat terkejut dibuatnya, Suku Unicorn yang mereka kira sudah punah, Ternyata masih ada yang masih hidup ditempat tersembunyi ini.
Setelah berbicara panjang lebar Nchex menanyakan bagaimana cara keluar dari tempat ini.
"Kalian beristirahatlah sebentar kami sangat senang dengan kedatangan tuan putri ini.
Setelah itu aku akan mencari cara untuk membantu keluar dari sini." Ucap Kyoshi.
Matanya menatap tajam ke arah Nchex seolah mengisyaratkan sesuatu.
Di malam hari mereka mengadakan perjamuan istimewa untuk menyambut Cecilia.
Menyuguhkan makanan dan minuman yang sangat enak.
Tarian penyambutan juga ditampilkan oleh mereka.
Hal itu terlihat sangat menggoda mata,terlebih lagi kepada Yamato yang sudah sangat mabuk.
Namun berbeda dengan pemuda itu yang memilih sendiri duduk di atas atap sambil memperhatikan mereka dari kejauhan.
Sepertinya dia merasakan ada sesuatu yang sangat mencurigakan dibalik ini semua.
Setelah pesta itu telah selesai, terlihat keempat orang temannya sudah mabuk dan dibawa masuk ke dalam rumah.
Tiba-tiba seorang wanita menghampiri, Dia disuruh oleh Kiyoshi untuk memanggilnya.
Wanita itu bernama Vernita memiliki bola mata berwarna coklat yang sangat indah.
Rambutnya hitam panjangnya terurai dan sangat sederhana.
Dia berumur 25 tahun dan memiliki bentuk tubuh yang sexy.
"Kamu memanggil ku, Mengapa harus malam seperti ini...?" Tanya Nchex.
"Ada sebuah tempat bernama Divinity Origins disana kamu bisa menemukan cara untuk keluar dari tempat ini.
Namun sebelum itu aku juga membutuhkan bantuan dari ras manusia murni seperti mu." Jawab Kiyoshi.
"Katakan pada ku apa yang harus aku lakukan...?"
Kiyoshi melemparkan sebuah kalung memiliki mata seperti tanduk kecil kepadanya.
Dia juga menjelaskan bahwa selama ini suku mereka tidak bisa memiliki seorang keturunan laki-laki.
Namun tiba-tiba Nchex langsung memotong pembicaraannya.
"Kau kira aku bodoh, Jika tidak ada seorangpun laki-laki ditempat ini mana mungkin kalian semua bisa hamil."
Kiyoshi pun kembali menjelaskan kepadanya, Bahwa selama ini mereka dapat melahirkan karena meminum Air Kehidupan dari Dewi Suci.
Hal itu jugalah yang menimbulkan masalah selama ratusan tahun ini, Mereka hanya dapat melahirkan seorang wanita ketika meminum Air Kehidupan itu.
Oleh karena itu dia meminta Nchex untuk membantunya.
Sedangkan kalung yang baru saja dia berikan itu akan mengikat Vernita kepadanya.
__ADS_1
"Aku sudah memiliki Istri sebaiknya kamu meminta kepada ketiga teman ku saja." Ucap Nchex.
"Ya aku juga akan memintanya kepada mereka bertiga, Jadi bagaimana dengan mu...?
Jika kau menolak kemungkinan kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini.
Selain itu juga wanita yang ada disamping mu itu adalah yang tercantik didalam suku ini.
Apakah sekarang kamu akan menolaknya...?"
Tanya Kiyoshi.
"Apakah kamu berpikir aku bisa dibujuk hanya dengan seorang wanita cantik, Sudahlah lupakan saja.
Aku akan mencari cara ku sendiri untuk keluar dari tempat ini." Jawab Nchex yang berjalan pergi.
Keesokan harinya terlihat ketiga orang temannya sudah bersama pasangannya masing-masing.
Apalagi dengan Yamato dia memiliki 2 wanita sekaligus di sampingnya.
Cecilia yang juga memiliki perasaan kepada Scorpion tentu saja membuatnya menjadi cemburu.
"Apakah kamu lebih memilih wanita itu dari pada ku." Ucap Cecilia.
Dia pergi menjauh dari tempat itu, Menuju ke sebuah sungai.
Dimana disana adalah tempat pemandian para suku Unicorn, Jelas hal itu akan menunjukkan sebuah pemandangan yang indah.
Scorpion yang mengejarnya pun langsung terdiam ketika melihat wanita-wanita itu sedang mandi dan bercanda di sungai itu.
"Plak.." Pipinya langsung ditampar oleh Cecilia.
"Dasar pria mesum." Ucap Cecilia sambil memalingkan wajahnya.
"Maafkan aku, Seperti kamu telah salah menilai ku." Jawab Scorpion.
Ditengah perdebatan mereka berdua, Nchex yang dari tadi sudah mengikuti mereka langsung menghampiri.
Dia juga menceritakan kejadian yang dia alami tadi malam.
Sambil mengajak mereka semua menjauh dari tempat itu.
Nchex bertanya kepada Cecilia yang sudah terlihat sangat betah ditempat ini.
"Apakah kamu ingin tetap tinggal disini...?" Tanya Nchex.
"Mengapa tidak bukankah tempat ini terasa sangat damai.
Lagi pula tidak ada yang akan mengincar ku jika aku terus berada disini." Jawab Cecilia.
"Baiklah aku mengerti, Namun tujuan ku bukanlah tempat ini.
Jadi besok aku akan segera pergi dari tempat ini."
Pemuda itu berjalan pergi meninggalkan mereka, Mencari sebuah bukit yang tinggi dan mulai mengamati sekitar tempat itu.
Mata Dewa Kematian langsung dikeluarkan, Menyapu seluruh bagian yang ada ditempat itu.
Namun dia tidak menemukan hal aneh yang terdapat ditempat dia berada saat ini.
Tentu saja daratan ini sangat luas tidak cukup waktu 1 hari untuk menemukan jalan keluar dari sini.
Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk kembali dan berkultivasi didalam kamarnya.
Samar-samar dia bisa merasakan ada aura kuat yang mendekat. Membuat pemuda itu langsung menghentikan kultivasinya.
"Apakah kamu sudah selesai...?" Tanya Vernita.
"Hey mengapa kamu masuk ke kamar ku tengah malam seperti ini." Jawab Nchex yang terkejut.
"Karena kamu sudah menerima kalung yang diberikan oleh Penatua.
Maka aku akan terus mengikuti mu, Aku bisa menjadi pelayan untuk membantu mu."
Tiba-tiba akal liciknya mulai kembali,Pemuda itu berniat memanfaatkan wanita itu untuk keluar dari tempat ini.
"Nenek tua itu ingin bermain dengan ku, Maka akan ku tujukan caranya seperti apa." Gumam Nchex.
"Jika kamu ingin menjadi pelayan ku, Maka kamu harus memberitahu cara keluar dari tempat ini." Ucap Nchex.
"Selain pertanyaan itu aku bisa menjawab, Namun untuk keluar dari tempat ini kamu harus menyepakati perjanjian dengan Nenek Kiyoshi terlebih dahulu." Jawab Vernita.
"Jika kamu ikut keluar bersama kami dari tempat ini ada banyak pria yang bersedia melakukan hal itu kepada mu.
__ADS_1
Itu juga akan menguntungkan kedua belah pihak bukan."