Soul Caster

Soul Caster
Episode 102


__ADS_3

Kolam Roh Dewa.


Munculah mereka bertiga kesebuah dunia lahar yang sangat panas.


Tampak Airin dan Olivia menjadi sangat kepanasan.


Namun pemuda itu masih terlihat sangat santai seperti Api lahar itu tidak berpengaruh terhadapnya.


Semakin lama pakaian kedua wanita itu hampir terbakar hangus mereka berdua mencoba untuk menahan panas itu dengan kekuatan Soul Powernya.


Tetapi semakin lama energi mereka juga perlahan terkuras dan mengering.


Dengan tubuh yang hampir terpanggang oleh panas lahar itu, Mereka berdua menatap tajam kearah Nchex yang sama sekali tidak berniat untuk menolongnya.


Kini seluruh pakaiannya sudah terbakar dan terlihat pemandangan yang sangat indah.


Kedua sosok itu menutupi bagian intimnya dengan tangannya.


"Bocah sialan aku akan membunuhmu." Ucap Airin yang sudah sangat marah dibuatnya.


"Hahaha itu urusan mu, Baiklah aku akan segera keluar dari tempat ini selamat menikmati." Jawab Nchex.


Semakin lama lahar itu menjadi semakin panas, Sampai pada akhirnya 9 Meridian Neraka yang berada didalam tubuh Nchex juga ikut menyala.


Seolah-olah mereka saling berfluktuasi dengan dunia lahar itu.


Nchex mencoba untuk menyerap energi murni dari lahar itu dan mencoba menggabungkannya kedalam Meridian Neraka.


Dia dapat merasakan energi yang sangat murni telah memasuki tubuhnya.


Pemuda itu berniat ingin segera memulai kultivasinya dan menjauh dari tempat itu.


Namun sebelum dia pergi kedua wanita itu sudah memeluknya dengan energi soul power yang sudah terkuras habis.


Airin memberikan Sarung Tangan Dewa Kematian itu kepadanya dengan syarat Nchex harus menyelamatkan mereka dari kobaran api yang sangat panas.


"Hahaha beginilah cara berbisnis yang benar,Senang bekerjasama dengan mu."


Ucap Nchex yang membawa mereka berdua pergi dari sana.


Setelah lama berkeliling dari tempat itu dia tidak menemukan jalan keluarnya.


Mereka hanya berputar-putar mengelilingi tempat itu.


Sedangkan lahar terus saja menjadi semakin ganas.


Nchex mencoba membuat dingin lingkaran api untuk melindungi kedua wanita itu.


Sementara dirinya akan berkultivasi untuk menyerap energi murni dari lahar itu.


Melihat energi yang sangat banyak itu memasuki tubuhnya,Tentu saja Airin tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Ditambah dengan sebuah godaan yang ada didalam tempat ini.


Lahar-lahar panas itu mulai memasuki tubuhnya dan bergabung dengan Meridian Neraka.


Soul Powernya juga meningkatkan dengan sangat cepat bahkan dia dapat langsung menerobos 1 level.


Melihat masih ada banyak energi yang tersisa pemuda itu menggunakan "Dark Hold" untuk lebih banyak menyerap energi yang ada disana.


Matanya berubah menjadi sangat merah dan tidak memiliki warna apapun.


Saking banyaknya energi murni yang dia serap seakan tubuhnya akan meledak karena tidak mampu menampung energi yang sangat banyak itu.


Namun Airin yang juga ingin menyerap Energi murni itu.


Dia menyedotnya dari mulut Nchex secara bergantian dengan Olivia.


Merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi diluar,Pemuda itu mulai membuka matanya.


Terlihat kedua wanita itu sedang berebut untuk mengambil sisa-sisa energinya yang merembes keluar.

__ADS_1


Pada akhirnya Nchex menghentikan kultivasinya untuk sementara waktu.


Kedua tangannya langsung merangkul wanita itu di kiri dan kanannya.


Jelas hal itu membuat mereka menjadi terkejut dan pipinya mulai memerah.


Menyadari energi murni itu berhenti mengalir sesaat, Mereka mendapatkan kembali akalnya bahwa Nchex sudah terbangun dari kultivasinya.


Airin yang agak malu dengan hal itu berusaha untuk pergi menjauh.


Namun pemuda itu langsung menangkap dan mendekapnya dengan erat sambil mengusap bibirnya dengan jari tangannya.


"Apa yang ingin kamu lakukan." Ucap Airin yang mencoba berontak namun hal itu sia-sia saja karena tenaganya sudah habis terkuras.


"Kami hanya membantu mu jika tidak kamu sendiri akan mati." Sahut Olivia.


"Kalian pikir aku bodoh, Aku mempunyai 9 Meridian Neraka oleh karena itu aku dapat menyerap seluruh energi panas yang ada ditempat ini." Jawab Nchex.


"Akulah yang sudah membuka tempat ini, Seharusnya kamu tidak keberatan untuk membantu kami mendapatkannya." Ucap Airin.


Pemuda itu mencoba merayunya Sambil memasangkan segel Api Borealis tanpa mereka ketahui.


Mengingat level Airin ini sangat jauh berbeda dengannya oleh karena itu dia memasangkan sebuah segel Api yang lebih kuat.


Tatapan mata merah menyala juga mulai masuk ke alam jiwa Airin, Pemuda itu mencoba melihat masa lalunya.


Pada akhirnya dia mengetahui bahwa Airin dan Olivia adalah saudara kembar, Bukanlah ibu dan anak.


Hal itu membuat dia sedikit terkejut dan mulai menyadari bahwa selama ini dia benar-benar telah dimanfaatkan oleh mereka berdua.


Menyadari Nchex yang mulai memasuki alam jiwanya Airin mencoba berontak, Hingga membuat Nchex keluar dari sana.


Seketika kesadarannya pun langsung kembali pulih.


Untungnya segel api sudah terpasang di tubuhnya dan terus menyebar membuat Symbol aneh seperti Tato di seluruh tubuh Airin yang perlahan mulai samar dan menghilang.


"Apa yang ingin kamu lakukan...!" Ucap Airin yang mencoba berontak.


"Kalian ingin menyerap Energi Murni ini bukan,Maka turuti perintah ku." Jawab Nchex yang sudah memegang kendali.


"Dark Hold" Pemuda itu mulai menyerap kembali Energi Murni yang berada disana.


Namun kali ini dia berniat untuk mengeringkan Seluruh lahar panas yang berada disana.


Sementara itu kedua wanita itu berada didekatnya sambil menyalurkan energi yang telah mengalir melewati tubuhnya.


Tiba-tiba Airin yang matanya terpejam langsung mendapat ciuman hangat darinya.


Jelas hal itu membuat menjadi terkejut dan langsung membuka matanya.


Dia melihat sebuah cincin emas penyimpanan sama seperti yang diberikan Oleh Kaisar Rudi kepadanya.


Seketika akal licik mulai kembali untuk berpikir membalas dendam kepada Airin.


"Serahkan cincin itu kepada ku,Jika tidak akan akan melepaskan mu." Ucap Nchex sambil berbisik.


Tangannya mulai menarik cincin yang berada di jari manis Airin.


Meskipun dia agak sedikit keberatan, Namun karena hasratnya yang sudah sangat memuncak wanita itu tidak dapat memberikan penolakan yang berarti.


Dia lebih memilih untuk menikmati ciumannya sambil menyerap Energi murni yang ada didalam tubuh pemuda itu dengan sangat cepat.


Airin berniat ingin mengeringkan seluruh energi Soul Power yang ada pada pemuda itu.


"Aku akan mengambil semua Api abadi yang ada di dalam tubuh mu." Ucap Airin.


Yang mulai menyedot seluruh kekuatan api itu kedalam tubuhnya.


"Hahaha kamu ingin bermain dengan ku." Jawab Nchex tersenyum tipis.


Menghadapi serangan yang seperti itu,Tentu saja dia tidak bisa bersaing dengannya.

__ADS_1


Namun pemuda itu akan menghadapinya dengan cara liciknya.


Seketika itu kedua tangannya mulai mencengkram gundukan lembut yang ada pada Airin hingga membuat wajahnya sedikit memerah.


"Lepas itu bodoh." Ucap Airin yang tidak kuat menahannya.


Sesekali pemuda itu juga mengisapnya dengan mulutnya.


"Ughhh ... itu sakit, Tolong hentikan." Ucap Airin sambil menutup matanya.


"Baiklah aku akan menghentikannya." Jawab Nchex melepaskan.


Namun Airin yang nafsunya sudah memuncak tubuhnya bergerak sendiri dan langsung duduk di atas Nchex.


Seolah dia tidak memiliki kendali atas dirinya.


Wanita itu langsung ******* bibirnya sambil memeluknya dengan sangat erat.


Selama berjam-jam waktu berlalu dan lahar itu terlihat mengering, Terhisap oleh mereka bertiga.


Menampakkan sebuah lubang besar pada dasar lahar terdalam.


Olivia yang perlahan mulai membuka matanya tentu saja dia sedikit agak heran dengan pemandangan yang ada depan matanya.


Begitu juga dengan Nchex dan Airin yang tidak bisa berkata apa-apa.


Sebelum hal itu menjadi berlarut-larut, Nchex langsung mengajaknya untuk memasuki lubang lahar itu.


Sampai mereka kesebuah taman langit yang kecil.


Memiliki lantai awan dan terlihat ada kolam ditengahnya.


Namun kolam itu memiliki pusaran air yang terus berputar dengan sangat deras.


Pemuda itu merasa Energi yang sangat banyak terkumpul didalam kolam itu.


Dia juga berniat untuk segera pergi memasukinya,Namun tiba-tiba Airin langsung menghentikannya.


"Bodoh apa kau ingin mati, Kolam ini khusus diciptakan untuk keturunan Dewi Sungai oleh karena itu hanya Olivia yang bisa berkultivasi didalamnya." Ucap Airin sambil menariknya.


"Huh hampir saja baiklah aku akan menunggu kalian disini." Ucap Nchex.


Olivia mulai memasuki kolam itu tubuhnya perlahan menghilang masuk kedalam kolam.


Sepertinya ada sebuah dunia yang sedikit berbeda dibawah kolam itu.


Sementara itu Nchex mulai memeriksa beberapa barang yang ada didalam Cincin Penyimpanan Airin.


Dia menemukan banyak sekali gulungan teknik rahasia Dewa.


Nchex juga menemukan sebuah Tombak kecil berukuran 30cm dengan 5 mata tajam.


Dimana tombak kecil itu dapat merobek sebuah baju Ziarah Surgawi dan mampu membuat sebuah gunung berlubang.


Melihat Nchex yang sibuk mengeluarkan barang-barang yang ada didalam Cincin itu.


Airin berjalan mendekatinya dia ingin merebut sebuah Tongkat Emas dengan mata bulan sabit yang ada disana.


Tentu saja Nchex tidak akan menyerahkannya begitu saja, Terlebih lagi dia ingin mengetahui apa saja kegunaan dari barang-barang yang berada disana.


"Itu adalah Tongkat Dewi Bulan hanya Dewi Suci lah yang dapat memilikinya.


Cepat Kembalikan tongkat itu pada ku." Ucap Airin ingin membujuknya.


"Hahaha kamu terlihat sangat cantik ketika tanpa busana." Jawab Nchex.


Seketika ucapannya itu membuat Airin menjadi sangat malu dan mulai menutupi tubuhnya.


Pemuda itu memberikannya sebuah kain dan memeluknya dari belakang.


"Kamu miliki ku." Ucap Nchex sambil menggodanya.

__ADS_1


__ADS_2