Soul Caster

Soul Caster
Episode 62


__ADS_3

Master Ilusi


Kedatangan sosok itu kembali ke dalam Divisi Pedang,disambut oleh para murid yang berbagai Aula dengan bersuka cita.


Jelas mereka sangat senang,Divisi Pedangnya juga memiliki seorang murid inti yang berbakat.


Mereka membanggakan nama itu untuk melawan intimidasi dari Divisi lain.


"Karena kamu telah melanggar banyak aturan,maka aku juga akan memasukkan mu kedalam Kuil Pengasingan selama 10 hari." Ucap Mantikei.


Para murid yang lebih senior darinya,jelas tahu betapa mengerikannya Kuil itu.


10 hari di luar sama dengan 1tahun di dalam kuil itu,ditambah dengan energi soul power yang ditekan.


"Mohon Penatua meringankan hukumannya." Ucap Teman-temannya.


"Apakah kalian juga ingin ikut bersamanya...?"


Mendengar ucapan dari Mantikei tentu saja membuat mereka ketakutan.


Sebelum akhirnya Nchex meyakinkan kepada semua temannya bahwa dia akan baik-baik saja.


Didepan pintu masuk kuil Mantikei menjelaskan kepadanya.


"Selama kamu berada didalam Kuil Pengasingan,tidak ada orang yang akan bisa masuk membantu mu.


Juga kamu sendiri tidak bisa keluar dari sana."


"Bisakah guru mengembalikan pedang ku...?" Nchex memohon kepadanya.


"Seorang SangCaster pedang sejati,Akan bisa menggunakan pedang jenis apapun."


Mantikei melemparkan ranting kayu ditangannya.


Mengingat karakter Nchex yang selalu bertindak ceroboh tentu saja dia langsung protes.


"Pak tua apakah kamu gila,menyuruh aku bertahan hidup hanya dengan sebatang ranting."


Namun Mantikei langsung mendorongnya masuk kedalam Kuil Pengasingan.


"Kamu memang sangat mirip dengannya." Ucap Mantikei dalam hati kemudian pergi.


Didalam Kuil Pengasingan tubuhnya ditekan menjadi semakin berat.


Sosok pemuda itu langsung terjatuh kelantai dan tidak bisa bergerak.


Dia ingin mencoba melawan tekanan,tetapi pada saat ini Kultivasinya hanya berada di level 7.


Selain itu juga Magic Powernya juga telah dihilangkan secara paksa.


Namun tiba-tiba akal liciknya kembali,"Pak tua itu ternyata sangat baik kepada ku."


Pemuda itu berpikir.


Jika kekuatannya disegel selama 3 bulan,Sedangkan dia berada disini selama 1tahun oleh karena itu dia hanya perlu menunggu sampai waktu 3 bulan.


Karena pada dasarnya 10 hari di dunia luar,sama dengan 1tahun ditempat ini.


Saat dia keluar dari Kuil Pengasihan kemungkinan Soul Powernya akan kembali lagi.


Pemuda itu terus menunggu sampai waktu 3 bulan tanpa melakukan apapun.


Sesaat kekuatannya kembali,segel pembatas kekuatannya mulai retak dan hancur.


Dengan sangat gila dia mengutuk tempat itu,Aura Soul Power di dalam tubuhnya mengalir hebat.


Seperti sungai banjir yang meluap,disertai dengan kembalinya kekutan Magic Powernya.


Pemuda itu ingin segera bergegas keluar dari tempat ini,Namun Blacky menghentikannya.


"Tempat ini sangat bagus untuk memurnikan beberapa barang yang baru saja kamu dapatkan.


Selain itu juga,jika kita berada disini tidak ada satupun Murid dan Penatua yang bisa menganggu kita." Ucap Blacky.


Pemuda itu menyetujui saran diberikan oleh Blacky.


"Dari mana kita harus memulainya." Tanya Nchex.


"Aku akan menangani Naga Wyvern itu, sementara itu kamu bisa memurnikan Api Ungu dan artefak Mata Dewa Kematian."


Pemuda itu mulai duduk berkultivasi


__ADS_1


Menyerap semua Soul Power yang berada didalam mayat Shadow.


Di alam jiwa yang dia masuki,pemuda itu mengeluarkan secara paksa Api Ungu Abadi.


6 Warna Api Abadi itu membuat semesta kecilnya sendiri.


Dimana Api Hitam adalah yang terbesar diantara mereka.


Merasa kekuatan tubuhnya tidak sanggup menampung Energi Sebesar ini.


Pemuda itu memindahkan sebagian energi Api ungu,untuk meningkatkan Magic Powernya.


Namun hal itu juga masih belum cukup untuk menampung kekuatan yang sangat besar itu.


Pemuda itu teringat, Ucapan dari Guru Seni ketika dia belajar di sekolahnya.


"Logika hanya dapat membawa seseorang dari tempat A ke tempat B.


Sedangkan Imajinasi Akan bisa membawa mu kemana saja."


"Jika buku adalah jendela Ilmu,Maka imajinasi adalah dunia tanpa batas."Ucap Nchex dalam hati.


Pemuda itu langsung menghancurkan Alam Jiwanya, berbagai macam teknik dan energi murni berhamburan di alam Jiwanya.


Pemuda itu mengeluarkan banyak sekali darah dari mulutnya.


Tetapi dia masih tidak menyerah.


Beberapa bulan telah berlalu perlahan Dunia Tanpa batas mulai terbentuk di alam jiwanya.


Jika Energi itu semakin besar,maka pemuda itu akan membuat ruang Semesta yang lebih besar dari Energi itu.


Pada akhirnya Api berwarna ungu itu mulai menyusut,memasuki tubuhnya secara perlahan.



7 Symbol Api Magic Powernya segera terbentuk,yang menandakan dia telah berhasil mencapai ranah Magic Power "Elemental Lord."


Pemuda itu mengingat beberapa teknik Doyhen saat itu,Dimana dia bisa memanipulasi Elemen miliknya sendiri.


Namun karena Magic Power Nchex semuanya berelemen api,oleh karena itu dia tidak bisa menciptakan Elemen lainnya.


Akan tetapi dia berhasil menciptakan warna Api baru gabungan dari 6 Api abadi itu.



Api ini diberi nama "Borealis" dia tercipta dari Imajinasi Nchex itu sendiri.


Pemuda itu terus melanjutkan kultivasinya membentuk ruang energi yang semakin dalam.



Semua kekuatan teknik yang berbeda, dikumpulkan menjadi satu.


Kultivasinya meningkatkan dengan sangat drastis.


Tidak cukup berhenti disana pemuda itu juga mengambil Artefak Mata Dewa Kematian.


Kini kedua mata itu sudah lengkap menjadi satu kiri dan kanan.


Akibat hal itu juga,dia mendapatkan 1 Teknik baru.


"10.000 Kesedihan" dengan tatapan mata ini akan membuat lawan memasuki ruang Dimensi penyiksaan. Dimana dia sendirilah yang dapat masuk kesana.


Soul Power meningkat menjadi level 20 ditambah dengan magic power yang sudah mencapai Elemental Lord.


Begitu juga dengan Black Dragon yang telah berhasil berevolusi dengan penggabungan dari Wyvern Dragon,kini 2 Naga legenda menjadi satu.



"Apa kau terkejut melihat ku sekarang bocah." Ucap Blacky dengan sombong.


Nchex yang tidak mau kalah juga mengeluarkan Api barunya.


"Aku dapat membakar mu dalam sekejap dengan api baru ku ini."


Keduanya mulai berdebat seperti biasa, menyombongkan dirinya masing-masing.


Tanpa mereka sadari,pintu kuil itu sudah lama terbuka.


Terlihat Mantikei sudah menunggu disana.


Amulet Stone lagi-lagi muncul memberitahukan.

__ADS_1


"Nchex Master Ilusi" gelar baru itu tertulis didalam Talisman.


Mengetahui muridnya yang sudah semakin kuat,Mantikei menyuruhnya agar tidak menunjukkan kekuatan barunya itu.


"Pak tua kembalikan pedang ku."Ucap Nchex.


"Apakah kamu bodoh ...? ini baru saja 10 hari,Aku akan menyita pedang mu selama 3 bulan.


Selain itu juga mulai hari ini kamu akan berlatih bersama ku jauh dari dunia luar."


Tiba-tiba akal liciknya kembali keluar,dia berniat untuk kabur dari latihan ini.


"Sebelum itu izin aku menyapa teman-teman ku terlebih dahulu." Ucap Nchex memberi hormat.


Pemuda itu langsung menghilang menggunakan jurus Teleport.


Dari kejauhan Mantikei berkata.


"Jika kamu membuat masalah lagi,aku akan memberikan hukuman yang lebih berat."


Didalam Aula Sword of sadness terlihat semua orang menjadi sibuk.


Aula yang dulunya sepi,kini berubah menjadi Rama.


Tempat itu sangat diminati oleh banyak murid didalam Divisi Pedang.


Bahkan Penatua dari Divisi Pandai Besi juga datang kesana.


Dia sangat penasaran dengan teknik pembuatan senjata modern,namun tidak ada satupun murid yang dapat menjelaskan tentang teknik itu.


Sampailah pemuda itu ditempat,dia melihat ada keributan diantara banyak murid.


Mereka ingin memperbaiki beberapa senjata,namun Joko dan yang Lainnya hanya bisa memperbaiki senjata pedang saja.


"Bolehkah aku tahu apa masalahnya." Tanya Nchex kepada semua murid.


Kehadiran mengejutkan teman-temannya,tentu saja pemuda dengan akal liciknya ini akan dapat menyelesaikan masalah mereka.


Joko menjelaskan kepadanya,bahwa ada seorang murid yang meminta mereka untuk membuat senjata magic.


Wanita itu bernama Memei dari Divisi Urnia's Teardrops.


Dia merupakan seorang Alchemist.


"Apakah seorang Alchemist tidak diperbolehkan untuk membuat senjata disini...?" Tanya Memei dengan kesal.


"Mari jelaskan kepada ku, senjata apakah yang ingin kamu buat...?" Sahut Nchex.


Memei menjelaskan banyak hal kepadanya,Dia perlu sebuah senjata yang dapat memurnikan Racun Spiritual.


"Mengapa kamu tidak meminta pada Divisi Pandai Besi...?" Tanya Nchex sekali lagi.


Sampai akhirnya seorang Penatua dari pandai besi mendekatinya.


Dia mengajak Nchex untuk berbicara di dalam ruangan.


Didalam Ruangan itu ada Memei dan penatua Hao, Di ikuti oleh teman-temannya.


"Kalian semua boleh memanggil ku Damar, Sampai saat ini Divisi Pandai Besi ku masih belum bisa membuat senjata bertipe Magic.


Oleh karena itu aku membawa gadis ini kemari."


Namun sebelum pemuda itu mendekat dia melihat Mantikei sedang mencarinya dengan buru-buru dia menjawab.


"Baiklah aku akan menjelaskan setelah berada didalam Divisi Pandai Besi mu,kita akan pergi sekarang juga." Ucap Nchex.


Tentu saja Penatua Damar sangat senang dengan ucapannya ini,Dia langsung ingin pergi membawanya kesana.


Namun Penatua Hao mengingatkan.


"Apakah kamu yakin ingin membawa bocah pengacau ini...?"


"Tenang saja Divisi Pandai Besi ku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepadanya."


Melihat Mantikei yang semakin mendekat,dia langsung memaksa mereka untuk segera pergi.


Pemuda itu juga meminta Ricky untuk pergi bersamanya.


"Guru aku akan pergi dulu sebentar." Ucap Nchex tersenyum kepada Mantikei.


"Bocah jika kau kembali nanti,aku akan mengurung mu dengan Array segel ku."


Penatua Hao hanya bisa menggelengkan kepalanya,ketika melihat murid nakalnya itu pergi begitu saja.

__ADS_1


Dia mulai berkata di dalam hatinya "Masalah apa lagi yang akan kamu buat...?"


__ADS_2