Soul Caster

Soul Caster
Episode 68


__ADS_3

Terpisah


Ditengah perjamuan itu,Nchex menagih janjinya kepada Kaisar.


"Sekarang apakah aku sudah memenuhi syarat untuk menjadi menantu mu...?" Tanya Nchex dihadapan semua orang.


"Bisakah kamu membawa orang tua mu kemari." Ucap Sang Kaisar.


Mendengar ucapan ini membuat pemuda itu langsung tersentak diam.


Bagaimana mungkin dia bisa membawa kedua orang tuanya kesini.


Sedangkan dirinya sendiri saja terjebak didalam dunia ini.


Raut wajahnya menjadi sedih tanpa ada kata apapun,Selain beberapa orang Dari Desa Tebu.


Hanya Kartika yang mengetahui tentang pemuda ini.


Meskipun dia sangat pemarah,Namun wanita ini juga sangat pengertian terhadapnya.


"Maaf tuan Kaisar, Tempat orang tua pemuda ini sangat jauh dari wilayah Silva.


Oleh karena itu tidak mungkin membawa mereka kesini dalam waktu dekat."


Ucap Kartika menjelaskan beberapa alasan.


"Baiklah aku bisa mengerti dengan masalah itu,lalu bagaimana dengan hadiah dari kompetisi ini..?"


"Hahaha bukankah aku akan menjadi bagian dari kekaisaran ini.


Oleh karena itu sebagai dari senjata itu akan aku tinggal untuk Istana ini.


Untuk senjata Perisai Langit itu,Anggap saja itu sebagai hadiah dari ku.


Selain itu juga aku membutuhkan bantuan Kakak Liena untuk membantu ku mengatur rumah lelang beberapa waktu mendatang.


Dimana setengah dari hasil lelang itu akan ku berikan untuk Istana." Ucap Nchex.


Tentu saja dengan ucapan pemuda itu membuat para petinggi Istana menyukainya.


Pemuda ini banyak sekali memberikan keuntungan yang belum pernah mereka bayangkan.


"Bagaimana dengan ku, Apakah kamu akan melupakan orang tua ini...?" Ucap Gilbert yang ingin meminta bagian.


"Jika Penatua mau,aku bisa mengajari mu teknik pembuatan senjata Modern didalam Guild ku, Mungkin saja kamu bisa menjadi guru pembimbing sementara disana."


"Baiklah jika semua sudah diputuskan.


Aku ingin mengingatkan ini terlebih dahulu,Melisa harus mengikuti Upacara Pendewasaan terlebih dahulu.


Dia akan berlatih didalam 9 Gerbang Suci selama 5 tahun.


Oleh karena itu juga,kamu tidak dapat membawanya pergi sekarang." Ucap Rudi sambil melemparkan 3 cincin emas yang sama.


"Aku mengerti, bolehkah aku meminta waktu sebentar untuk berbicara dengannya."


Pemuda itu membawa kedua wanita itu ke dalam ruangannya.


Dimensi kekosongan segera terbuka,kali ini ketiga sosok itu telah berada didalam dunia yang kosong.


Dia langsung memeluk kedua Istrinya itu, Menciumnya dengan mesra.


"Sayang apakah kamu ingin melakukannya sekarang."


Namun pemuda itu terus saja menciumnya secara bergantian,tanpa menjawab pertanyaan dari mereka.


Wajah keduanya wanita itu menjadi merah merona,sampai pada akhirnya terkulai lemas.


Pemuda itu berbisik.


"Aku tidak akan memaafkan kalian,jika ada orang lain yang melakukan ini."


"Kamilah yang seharusnya mengatakan itu." Ucap Melisa.


Pemuda itu hanya tersenyum kepadanya,ruang Dimensi kembali seperti semua.


membawa mereka berdua yang sudah lelah ketempat tidurnya.


Terlihat senyum di wajahnya ketika kedua wanita itu tampak akur,dan tidur saling berpelukan.

__ADS_1


Menutupi kedua wanita itu dengan selimut,sebelum dia pergi duduk diluar.


Sambil memandangi bintang di langit.


Dia teringat dengan keluarganya yang ada di dunianya sendiri.


Apakah dirinya yang sekarang masih hidup,atau sudah mati.


Selain itu juga dia mempunyai 2 istri didalam dunia ini.


Ada banyak sekali masalah yang telah dia tinggal.


Tanggung jawab yang besar,benar-benar memaksanya untuk menjadi dewasa.


Sementara itu Kartika menghampirinya dengan membawakan segelas minuman hangat.


Dia dapat mengerti ada banyak beban yang harus dihadapi oleh pemuda ini.


"Mengapa kamu masih belum tidur."Tanya Kartika.


Sosok wanita yang pengertian ini mencoba meringankan bebannya.


Menyandar kepala pemuda itu di dadanya,tentu saja Nchex sangat menikmati dengan hal ini.


Sosok wanita yang dulu ingin membunuhnya,kini menjadi seseorang yang sangat dia sayangi.


"Apakah tadi masih belum cukup untuk mu...?"


Pemuda itu tersenyum kepadanya, memeluknya dengan erat.


"Kamu sendiri mengapa belum tidur." Tanya Nchex.


"Aku akan tidur jika dipeluk oleh mu." Jawab Kartika sambil menggodanya.


"Bukankah kamu sering ingin membunuh ku."


"Ya itu mungkin saja,jika kamu menambahkan orang lain lagi dalam hubungan ini.


Maka aku akan memotong adik kecil mu itu."


Ucap Kartika sambil tertawa.


"Kamu benar-benar tidak adil pada ku."


Melisa menjadi sedikit marah,sampai pada akhirnya mereka berdua menjelaskan kepadanya.


"Bukankah aku juga istri mu,apakah kamu berpikir wanita es ini lebih baik dari ku." Ucap Melisa.


"Kamu sendiri yang tidur terlalu cepat mengapa harus menyalahkan ku." Sahut Kartika.


Selagi mereka berdua berdebat.


Datanglah Kaisar Rudi dan Yuna istrinya.


"Anak muda sepertinya kamu kerepotan." Ucap Rudi dengan tersenyum tipis.


Melisa langsung berlari kepada ibunya,sambil memeluknya dia mengadukan perbuatan Nchex kepadanya.


Sosok wanita itu terlihat sangat manja kepada ibunya,seperti anak kecil saja.


"Ayah dia telah berlaku tidak adil kepada ku." Ucap Melisa.


"Haha Ayah akan menghukumnya nanti untuk mu,sekarang kamu harus pergi memasuki Gerbang Suci terlebih dahulu." Ucap Rudi.


Tentu saja Melisa sangat sedih dengan hal ini,air matanya langsung mengalir deras.


Dia meminta Nchex untuk melepaskan kepergiannya.


Melisa memeluk pemuda itu dengan sangat erat,sesekali dia menjulurkan lidahnya untuk mengejek Kartika.


"Ingat ya ... saat nanti aku kembali kamu harus lebih memperhatikan ku."


"Jika kamu tidak bisa keluar dari tepat waktu, kemungkinan kami sudah memberikan cucu untuk ayah mu." Sahut Kartika.


"Haha bagaimana mungkin kamu yang nomor 2 itu bisa menyaingi diri ku." Jawab Melisa.


Keduanya tampak berdebat hebat,yang membuat semua orang disana tersenyum tipis.


Pemuda itu hanya bisa menggaruk kepalanya,sambil berkata.

__ADS_1


"Baiklah aku juga akan pergi berlatih, berjanjilah pada ku kami harus kembali."


Melisa mengangguk dan kemudian mereka semua berpisah.


Kembalinya mereka kedalam Guild,sudah disambut oleh banyak murid dari Divisi Pandai Besi.


Mereka bersuka cita atas keberhasilan pemuda itu,yang telah menjadi juara mewakili Divisi mereka.


Sambil berjalan kembali ke Divisi pedang,ada beberapa Individu yang menatapnya penuh dendam.


Di antaranya Clever,Gerald, dan Sneder. Mereka tampak terlihat sangat marah,melihat Kartika berjalan disampingnya.


Mengetahui hal itu, Nchex langsung menggandeng Kartika yang ada disampingnya.


Kartika yang memahami maksudnya langsung mencium suaminya itu.


Yang membuat ketiga kelompok itu semakin iri yang cemburu.


Hati mereka menjadi marah meledak ledak,sambil mengutuk pemuda itu "Aku akan membunuh mu."


Didalam Aula Divisi pedang dia di sambut hangat oleh semua murid disana.


Nampaknya kabar itu telah menyebar dengan cepat.


Ricky juga menunjukkan senjata yang baru saja dia buat kepada mereka semua.


Ditengah keributan mereka, Mantikei langsung datang mencari pemuda itu.


Dia menyuruh pemuda itu untuk berbicara didalam ruangannya,di ikuti oleh Kartika yang masih menggenggam tangan pemuda itu.


"Aku akan melatih mu selama beberapa bulan ke depan,Dan aku tidak mengizinkan mu membawa kekasih mu ini bersama ku." Ucap Mantikei.


"Pak tau mengapa kamu selalu bertindak kejam kepada ku." Jawab Nchex.


Pemuda itu menceritakan kepada Mantikei apa saja yang telah terjadi selama dia diluar.


Dia menunjukkan kultivasi telah meningkat sebanyak 2 level karena telah memakan Bola Energi Sejati.


Tentu saja hal itu membuatnya sangat terkejut,jika orang biasa yang memakan 2 bola energi sekaligus tubuhnya pasti akan meledak.


Bahkan Shinki sendiri hanya bisa memakan 1 bola energi.


"Apakah kalian berdua benar-benar mempercayakan semuanya kepada Bocah ini...?" Tanya Mantikei yang tidak percaya dengan ceritanya.


Kartika mengangguk pelan, memeluk pemuda itu untuk menyembunyikan wajah merahnya.


Wanita itu terlihat sangat manja kepadanya,yang membuat Mantikei terpaksa untuk mempercayainya.


"Bagaimana mana pak tau aku hebat bukan." Ucap Nchex menyombongkan dirinya.


"Ya baiklah,namun demi kebaikan kalian berdua kamu harus berpisah untuk sementara waktu." Ucap Mantikei yang akan membawanya pergi.


"Aku baru saja datang dari perjalanan jauh,bisakah kita pergi besok." Ucap Nchex mencari alasan.


Mantikei pun menyetujui Permintaan pemuda itu.Karena besok dia akan pergi melewati latihan yang keras.


"Karena sekarang kamu adalah istri ku,mulai hari ini kamu akan tinggal di Aula Sword of sadness." Ucap Nchex yang tidak mau melepaskan pelukannya.


"Jika kamu tidak ada disini,aku akan kembali ke Aula Snow White Lotus.


Lagi pula aku adalah murid inti,Penatua Mulan pasti khawatir pada ku." Ucap Kartika dengan sedih.


"Jika kamu harus memilih Antara Aku dan Melisa,siapa yang akan kamu pilih.


Katakan itu dengan jujur kepada ku." Tanya Kartika tiba-tiba.


"Seharusnya aku hanya perlu dengan mu saja, namun untuk menghadapi orang-orang itu.


Kita juga membutuhkan bantuan Kaisar."


Jawab Nchex dengan berat ini.


Tentu pemuda itu menyadari bahwa pilihannya ini,akan membuat perasaan mereka harus terbagi.


"Aku mengerti itu.


Berjanjilah pada ku untuk mencintainya, seperti kamu mencintai ku." Ucap Kartika tersenyum.


Dia harus mengorbankan setengah perasaannya sendiri,agar mereka tetap bisa bersama.

__ADS_1


Sedangkan didepan mereka harus melawan Jenderal perang untuk mempertahankan hubungannya ini.


__ADS_2