Soul Caster

Soul Caster
Episode 29


__ADS_3


Siapa Dia sebenarnya?


Akhirnya mereka memutuskan untuk menolong kedua pria yang sekarat itu.


dengan api hitamnya,dia dapat menghentikan pembekuan pada tubuh mereka.


Kedua orang itu sangat senang mereka malah bersujud kepada 3 sosok itu.


akhirnya Nchex membuka pembicaraan.


"Tidak perlu begitu hormat pada ku."


"Terima kasih tuan,Saya akan membalas kebaikan tuan ini."Ucap Fan.


"Sebenarnya kalian ini siapa...?"


"Perkenalkan nama saya Fan dan saudara saya ini adalah Wei."


Mereka dengan hormat menangkupkan tangannya.


Namun Lilyan masih tetap saja curiga.


"Apakah kalian mengikuti kami."


"Kami secara tidak sengaja terlempar kesini.


Pada saat itu setelah sebelum Shanzu mengamuk.


Para kerajaan es memaksa orang-orang disana membantu mereka mengalahkan Shanzu.


Tetapi itu hanya membuat Shanzu semakin marah.


Akhirnya dia mengamuk, membuat semua orang berlarian.


Saudara ku yang menahan serangannya berakhir seperti ini."


"Apakah ada portal lain untuk keluar dari sini ...?"Tanya Nchex.


"Beberapa tahun yang lalu aku mendengar kabar ada satu gerbang lagi yang bisa di gunakan."


"Tujukan jalan menuju portal itu,Kita akan impas."


Akhirnya Wei ikut berbicara dengan suara serak dan masih terluka.


"Tetapi untuk sampai kesana tidak lebih mudah dari menghadapi Shanzu."


Semua orang memperhatikan Wei yang mulai menjelaskan.


Ada sebuah Makam Kuno yang terdapat di daratan es ini.


Makam itu sangat besar seperti istana.


Terdapat banyak sekali binatang kuat di dalamnya.


Ku dengar Ice Serpent Dragon pernah berada disana.


Setelah dia bertarung melawan Siren dampak dari pertarungan merekalah membuat tempat ini menjadi Dunia Es.


Namun di dalam tempat itu juga ada banyak sekali artefak suci.


Sudah banyak SangCaster yang mencoba masuk,tetapi mereka tidak kembali.


"Itu menyenangkan kita akan pergi kesana."


Tampaknya Nchex sangat bersemangat untuk pergi kesana.


Mereka yang melihat hal itu jelas tidak dapat menahannya.


Namun mereka juga tahu orang yang di depannya ini bukanlah pemuda biasa.


Wei yang masih terluka dia berdiri dengan perlahan.


"Tapi tuan Saudara saya masih belum pulih."


"Baiklah kita akan pergi besok."


Mereka menghela nafas lega.


"Obat Ini dapat membantu menyembuhkan luka mu."Ucap Nina kepada Wei.


"Terima kasih nona,Bolehkan saya tau kalian ini siapa."


Nina memperkenalkan dirinya.


"Aku adalah Nina,Pria itu bernama Nchex dan nenek sihir di sebelahnya adalah Lilyan."


"Sepertinya kamu bosan hidup."


"Coba saja jika kau bisa."


Boomerang dan Cambuk saling beradu tidak ada satu pun dari mereka yang mau mengalah.


Sambil memakan daging Nchex duduk di samping Fan.


"Apakah kamu yakin ingin bergabung dengan kami."


Fan sedikit terkejut mendengar ucapan Nchex.


Melihat kedua wanita yang bertarung di depan mereka.


Dia agak sedikit ngeri, kelompok ini benar-benar gila.


"Saya sudah berjanji pada tuan."


"Haha baiklah ... baiklah."Sambil memberikan daging untuk Fan dan Wei."


"Tapi apa tidak masalah membiarkan mereka berdua...?"Tanya Fan.


"Tenang saja jika sudah lelah akan berhenti sendiri.Aku akan tidur dulu kalian bisa menikmati pertunjukan ini."


Fan dan Wei merasa agak bingung melihat karakter Nchex yang begitu santai.


Namun mereka juga mengetahui orang ini dapat mengalahkan Soul Emperor tahap puncak.


Dia juga menantang beberapa orang kuat.


Jelas dia bukan individu biasa.


Melihat Nchex yang sudah tertidur dengan pulas.


Kedua wanita itu menghentikan pertarungannya.


Mereka berebutan mencari tempat tidur di samping Nchex.


Di kiri dan kanan Nchex ada 2 orang wanita cantik.


Samar-samar Nchex bisa merasakan 2 orang sedang menempel di bahunya.


Namun dia sudah terlalu mengantuk tidak menghiraukan hal itu.


Fan dan Wei hanya bisa meneguk liurnya.


"Dia sangat beruntung."Gumamnya.


Di pagi hari semua orang sedang melakukan persiapan untuk pergi.


Namun terlihat pemuda itu masih tidur dengan nyenyak.


Fan dan Wei yang baru bergabung menjadi bingung dengan tingkah pemuda ini.


Dia memberanikan diri untuk bertanya.


"Kalian tidak membangunkannya ...?"

__ADS_1


Kedua wanita itu hanya menggelengkan kepala.


Mereka menatapi wajah pemuda itu dengan wajah yang memerah.


Sebelum akhirnya Lilyan kembali bicara.


"Biarkan aku yang Membangunkannya."


Lilyan mendekati Wajah pemuda itu.


Sepertinya dia ingin mengecupnya dengan bibirnya.


Tetapi Nina langsung menarik tangannya.


"Kamu ingin mengambil kesempatan ini,"Ucap Nina.


"Jika aku mendapatkan anak darinya itu akan menjadi anak yang sangat berbakat."


"Jika begitu kamu harus mengalahkan aku dulu."


Di tengah perdebatan kedua wanita.


Pemuda itu terbangun oleh suara berisik mereka berdua.


"Hoam ... Sepertinya tidur ku nyenyak sekali."


Dia berdiri merenggangkan tubuhnya.


Kedua wanita itu berebutan menawarkan makanan untuknya.


"Kenapa kalian baik sekali hari ini."


Wanita itu bingung dan malu mendengar ucapannya.


Dengan perasaan yang bercampur aduk,tetapi Nina lebih memilih sikap menjaga perasaannya.


"Aku hanya tidak ingin kamu lemah saat bertarung nanti."Ucap Nina.


"Jelas-jelas kamulah yang menjadi beban dalam kelompok ini."


"Sudahlah tidak perlu bertengkar,Ayo kita pergi."


Dengan Wei yang memimpin jalan.


Mereka melewati hutan es yang lebat dan tebal.


Setengah jam perjalanan,hutan yang lebat berganti padang salju.


Tempat ini terlihat seperti gurun salju yang luas.


Hanya ada tumpukan salju kemanapun mereka memandang.


Di depan mereka ada Seekor anak rubah putih.


Matanya berwarna biru,mempunyai empat ekor di belakangnya.


Binatang ini terlihat cukup menarik perhatiannya.


Tetapi binatang itu terlalu kecil untuk dijadikan binatang tunggangan.


Belakangnya dia dikejar oleh Lion Serpent.


Binatang ini berbentuk Ular Berkaki empat,


dan memiliki kepala singa.


Tubuhnya di penuhi dengan sisik seperti ular.


Ukurannya sama seperti gajah.


Jalan lari rubah itu di blokir oleh Lion Serpent.


Dia mencoba melawan dengan kekuatannya tetapi itu tidak merubah keadaan.


Lion Serpent melilitkan ekornya kepada rubah.


Membuka mulutnya yang besar.


Tetapi tebasan angin langsung mengarah tepat kepadanya.


Rubah itu terlepas jari jeratan ditangkap oleh seorang pemuda dengan pedang ditangannya.


"Berani sekali kau mengambil buruan ku."


Binatang buas yang marah memancarkan energi Soul Powernya.


Aura itu memberikan tekanan yang luas.


Sehingga membuat Nchex dan kelompoknya mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak.


Nina sangat tertarik dengan binatang ini.


Dia yakin dengan Mendapatkan Ecensi dari binatang kuno itu.


Akan membuatnya menjadi semakin kuat.


Nina bertanya kepada Nchex.


"Apakah kamu ingin menjadikan binatang ini sebagai tunggangan...?"


"Itu terlalu jelek dia tidak cocok untuk ku."


"Kalau begitu berikan dia pada ku."


"Carmine Shoot"


Jarum -jarum berwarna pink menyerang binatang iblis.


Namun kulit binatang iblis itu sangat keras seperti baja.


Dia melompat ke arah Nina,dengan kibasan ekornya.


Nina pun dengan sigap ingin menghindarinya


Namun ekor binatang itu terlalu cepat tidak bisa dia blokir.


Serangan fisiknya berhasil memukul mundur Nina.


Melihat serangannya yang sama sekali tidak berdampak Nina kembali melakukan serangan balasan.


Dia melemparkan Boomerang di penuhi Soul power Merah mudah.


Binatang itu masih cukup gesit untung menghadapi serangan Boomerang.


Sampai pada akhirnya Nina kembali mempercepat gerakannya.


"Charming Dip.


Tubuhnya dapat berkamuflase dengan tempat sekitar.


Binatang iblis itu tidak dapat melakukan serangan balasan.


Nina berhasil melakukan beberapa pukulan.


Tetapi Binatang iblis hanya tertawa saja,serangan Nina terlalu lemah untuknya.


Binatang iblis yang tidak dapat menemukan Nina.


Dia mengeluarkan serangan.


"Blizzard"


Dia menutupi tempat di sekitarnya dengan Soul Powernya.


Aura dingin dengan cepat menyebar,Salju mulai berputar mengitari tubuhnya.

__ADS_1


Dengan area serangan yang besar,Nina yang berkamuflase dapat di temukan olehnya.


Binatang itu menghentakkan kakinya ke tanah.


Jalur tumpukan es langsung menyerang Nina.


Membuat kakinya terperangkap dalam gumpalan salju.


Namun Nina tidak ingin dikalahkan dengan mudah.


Dia mengeluarkan serangan terkuatnya.


"Tarian Bunga Camellia."


Soul Power merah muda membentuk jarum-jarum kecil.


Kemudian berputar menjadi serangan topan dengan ribuan jarum di dalamnya.


Serangan itu langsung menggempur binatang iblis itu.


Binatang iblis membentuk dinding es untuk melindungi dirinya.


Topan itu terus berputar mengikis dinding es.


Karena mereka berdua bertarung di medan es tampaknya binatang iblis sangat di untungkan ditempat ini.


Setiap kali dindingnya terkikis langsung dapat pulih.


Semakin lama serangan topan mengecil dan hilang.


Binatang iblis langsung memberikan Semburan elemen Saljunya.


Serangan itu dapat merubah jalur yang di lewatinya menjadi boneka salju.


Untungnya Nina menggunakan Soul powernya untuk menahan serangan ini.


Namun itu saja belum cukup sampai akhirnya Nina dikalahkan olehnya.


Binatang iblis itu kembali mengeluarkan ekornya yang panjang untuk melilit Nina.


Tetapi ular itu di tahan oleh cambuk neraka.


Kini Lion Serpent dan Lilyan saling beradu kekuatan.


"Cepat serang dia,"Ucap Lilyan.


Fan dan Wei merilis tombaknya dengan di bungkus Soul Power.


Tombak itu di lemparkan ke arah binatang iblis.


Nchex juga menambahkan tebasan angin ke arah binatang iblis.


Binatang iblis itu kembali mengeluarkan Soul Power yang kuat.


Dia berhasil menahan serangan itu,Serta menarik Lilyan dengan ekornya.


Melihat ini Nchex dengan sigap berlari menebas ekor Lion Serpent.


Namun kali ini binatang iblis itu malah melemparkan Nchex dengan tangannya.


Saat binatang iblis itu fokusnya terganggu, Lilyan memanfaatkan kesempatan itu untuk lepas dari jeratan.


Kini binatang iblis itu harus menghadapi empat orang sekaligus.


"Snow Storm."


Binatang iblis itu menegakkan badannya berdiri dengan dua kaki.


Kedua tangannya mengarah ke langi,membuat Bola energi berwarna biru gelap.


Salju di sekitarnya terhisap ke dalam Bola biru itu.


Menyaksikan serangan yang sepertinya kuat Lilyan berkata.


"Dia menggabungkan Soul Power dengan ini alam."


N"Sepertinya ini merepotkan,Kita harus menggabungkan serangan kita."


Mereka semua mengangguk setuju menyiapkan serangan masing-masing.


"Buffalo Rage"


Fan dan Wei menggabungkan Soul power mereka membentuk sebuah formasi.


Dari formasi itu muncul Seekor Banteng dengan Empat Tanduk dan berekor tiga.


Tidak kalah besar dengan binatang iblis.


"Empousa."


Avatar ini berbentuk seorang wanita memiliki dua tanduk dan ekor.


Dia menggunakan tombak berwarna merah seperti iblis.


"Strength Refulse"


Api hitam yang kuat langsung mengalir ke dalam pedang.


Namun kali ini Nchex melakukannya dengan serangan penuh.


Adapun di tempat Lion Serpent Bola itu juga sudah menjadi padat.


Dia memasukkan bola itu ke dalam mulutnya.


mereka cukup heran melihat teknik binatang buas itu.


"Hey,Hey Apakah dia bercanda,Ucap Nchex.


"Siapkan saja serangan terkuat mu atau kita semua akan mati."


Tempat di sekitar menjadi hening untuk beberapa saat.


Tidak ada angin dan suara yang terdengar.


Tentu mereka berempat merasa aneh dengan fenomena ini.


Namun ketika binatang iblis itu membuka mulutnya.


Tampak serangan Laser berwarna biru bertabrakan dengan serangan mereka.


Benturan Soul Power keduanya cukup kuat.


Area sekitar yang awalnya beku berubah menjadi mencair.


Saking kuatnya bentrokan kedua serangan ini,membuat lubang besar di bawah area bentrokan.


Hingga akhirnya keduanya mundur beberapa langkah.


Telihat Fan dan Wei yang sudah kehabisan soul powernya.


Begitu juga dengan Binatang iblis itu beberapa kulitnya terkoyak,dia menjadi lemah.


Melihat Situasi saat ini,Nina dengan cepat memanfaatkannya.


Dia kembali melakukan serangan Jarum Carmine.


Namun kali ini di perbesar jarum itu melesat ke arah kulit yang sudah terkoyak.


Setelah jarum itu berhasil masuk ke dalam tubuh Lion Serpent.


Jarum itu meledak menjadi jarum-jarum kecil dan melukainya dari dalam.


Ini adalah teknik rahasia dari Klan Pemburu Iblis.


Lion Serpent akhirnya berhasil di kalahkan.

__ADS_1


__ADS_2