
Teknik Senjata Modern
Didalam Aula Sword of Sadness.
Pemuda itu mengumpulkan semua murid untuk berdiskusi dengannya, mereka semua mengatakan kepadanya bahwa membuat senjata diranah Mystical itu adalah hal yang mustahil.
Untuk membuat Senjata tahap Menengah saja mereka membutuhkan waktu 7 hari.
Sedangkan Nchex sendiri harus membuat 100 senjata Tahap Menengah dalam waktu kurang dari 3 bulan.
"Tunjukan pada ku, bagaimana cara kalian membuat pedang." Ucap Nchex.
Mereka bertiga memperlihatkan proses pembuatan Senjata yang singkat.
Dimana Henry bertugas sebagai pembuat Rune,Sedang Joko dan Moko bekerja sebagai pembakaran tungku api.
Akan tetapi senjata yang dapat mereka hasilkan,masih tetap tergolong rendah.
Nchex masih berpikir mencari cara untuk bisa mengatasi masalah ini.
Sampai pada malam hari,Ada 3 orang bertopeng yang ingin menyerangnya.
Dari jendela mereka menerobos masuk,ketiga orang ini menggunakan senjata tombak.
Melihat Nchex yang hanya berada di level 15,tentu ini sangat mudah baginya.
Karena pada dasarnya murid senior sudah berada di level 20.
3 orang bertopeng itu langsung menyerangnya di tempat tidur.Dengan tusukan tombaknya membuat tempat tidur Nchex berantakan.
Ketika mereka mengira pemuda itu telah berhasil merek kalahkan.
Namun tiba-tiba dia memberikan serangan balasan kepada mereka bertiga.
Pertarungan melawan 3 orang sekaligus langsung terjadi.Tetapi mereka sangat terkejut ketika melihat pedang yang digunakan pemuda itu. "Itu adalah senjata Mystical" mereka bergegas ingin kabur.
Namun dengan cepat Nchex berhasil membunuh salah satu dari mereka,salah satu temannya mencoba melawan.
Serangan kuat dilancarkan oleh orang bertopeng itu,Tetapi pemuda itu berhasil mematahkan tombaknya dengan jurus "Naga Membelah Langit."
Melihat 2 orang temannya sudah berhasil dilenyapkan,Orang bertopeng itu langsung bergegas melarikan diri.
Pemuda itu juga tidak berusaha mengejarnya lagi,jelas dia tahu akan sangat sulit berhadapan dengan Divisi Tombak sekarang.
"Aku harus secepatnya, meningkatkan Kultivasi ku."Gumamnya.
"Tadi malam aku mendengar suara pertarungan,apakah seseorang mencoba menyerang mu...?" Tanya Henry.
"Aku yakin 3 Divisi itu telah bergerak untuk menyingkirkan ku,kamu tidak perlu memikirkan hal itu sekarang.
Ada hal yang lebih penting dari pada itu,Kita harus mempertahankan Aula ini agar tidak dibubarkan."
Murid yang lain juga ikut bergabung berbicara dengan mereka berdua.
"Tuan muda apakah kamu sudah memikirkan cara untuk membuat 100 pedang..?" Tanya Joko mewakili semua murid.
"Baiklah aku ingin kalian semua mengumpulkan semua barang yang sudah tidak terpakai di dalam gudang.
Kategorikan barang itu menjadi 3 Besi,Perak dan Perunggu."
Meskipun mereka sangat heran dengan ucapan pemuda ini,akan tetapi Joko dan Moko tetap menurutinya.
Sementara itu dia menyuruh Ricky untuk menggambarkan sebuah pola pedang di atas tanah.
Sedangkan Kira dan Henry ditugaskan untuk mencari sebuah kuali baja yang cukup kuat untuk menahan panas.
"Hari ini akan aku tunjukkan kepada kalian semua teknik membuat pedang modern."
"Apa itu Modern...?" Tanya Henry.
Pemuda itu hanya tersenyum dan tidak menjawabnya.
Mereka yang tidak mengetahui Nchex berasal dari masa depan,mengira ini adalah teknik pembuatan senjata dari warisan sekte kuno.
"Berapa level Kultivasi terendah diantara kita...?" Tanya Nchex
Tentu saja Ricky menjawab dialah yang terlemah diantara mereka semua.
Joko,Moko dan Kira berada di level 9,Sedangkan Henry sudah mencapai Level 20 karena dia juga termasuk murid inti di dalam aula ini.
Pemuda itu kembali bertanya.
"Apakah kalian semua tahu metode meningkatkan Kultivasi dengan cepat...?"
"Selain dengan Ecensi yang dihadiahkan Oleh Amulet Stone.
Seseorang dapat meningkatkan level kultivasi dengan Nirvana Pills.
Tentu saja untuk tiap level itu harganya berbeda-beda,Untuk level kamu sekarang setidaknya membutuhkan 200ribu Nirvana untuk 1 Level.
Sedangkan mereka yang berada dibawah level 10,itu perlu 100ribu Nirvana." Ucap Henry menjelaskan.
__ADS_1
"Baiklah jika kita ingin membuat Pedang langit tingkat awal paling tidak butuh kita semua harus berada di level 10 terlebih dahulu.
Sedang untuk pedang Surgawi ... kemungkinan
harus berada di level 20 atau lebih.
Dengan tingkat keberhasilan 20 persen." Ucap Nchex menjelaskan.
"Paling tidak kamu perlu 300ribu Nirvana Pills terlebih dahulu,dari mana kita bisa mendapatkan jumlah sebanyak itu." Sahut Kira.
"Hahaha ternyata itu sulit.
Tapi kalian dapat yakin kepada ku,Selama aku berada disini aku akan mencari cara untuk meningkatkan level Kultivasi kalian."
Meskipun mereka semua agak ragu dengan ucapannya,tetapi hal itu juga membuat mereka semua bersemangat.
Proses pembuatan Senjata segera dimulai,Dari kejauhan Penatua Hao memperhatikan apa yang sedang mereka kerjakan.
Namun tiba-tiba Penatua Hao melihat Guci tembaga kesayangannya dibakar oleh Nchex,dia bertanya tanya apa yang sedang pemuda ini lakukan.
Sambil mengamatinya Penatua Hao Berkata dalam hati.
"Bocah jika kamu tidak menghasilkan sesuatu yang memuaskan,Aku akan menghukum mu karena telah melebur Guci kesayangan ku...!" Gumam Hao dengan marah.
Setelah Guci tembakan itu berhasil dia lelehkan dengan Suhu 1100 derajat.
Pemuda itu langsung memasukkan lahar panas itu kedalam cetakan.
Dia juga menyuruh mereka semua untuk menyalurkan Soul Power kedalam cetakan itu,selagi dia menuangkannya.
Ada sedikit kegagalan yang terjadi,Karena perbedaan level membuatnya tidak stabil.
"Samakan Soul Power kalian dengan Ricky." Ucap Nchex berteriak.
Segera mereka semua dengan cepat menyeimbangkan energi mereka.
Namun masalah selanjutnya Tungku pembakaran itu sudah tidak bisa menahan panas yang dihasilkan oleh api hitam lagi.
Riak energi panas akan segera membuat tungku itu meledak.
Lagi-lagi pemuda itu menyuruh Henry untuk memasang Rune pelindung,agar tungku itu tidak meledak.
Selang beberapa menit proses itu,Ricky mulai kehabisan Energi Soul Powernya.
Wajar saja karena dia yang paling lemah diantara mereka semua.
Suasana menjadi hening sejenak,sampai akhirnya sebuah pedang tanpa energi soul power berada di atas mereka.
Namun tiba-tiba dengan cepat,pedang itu langsung diambil oleh penatua Hao.
Dia segera menyalurkan Soul Powernya kedalam pedang itu,Untuk membuat segel kontrak pada pedang itu.
Tidak lupa dia juga menguji kekuatan dari pedang itu,terlihat senyum diwajahnya.
"Karena kalian semua telah melebur Guci kesayangan ku,Maka Pedang Bumi ini menjadi milik ku hahaha." Ucap Penatua Hao sambil tertawa senang.
Mendengar perkataan yang dari Penatua Hao tentu saja mereka semua sangat terkejut dengan ucapannya.
Apalagi sampai sekarang mereka bertiga belum pernah bisa membuat Pedang di ranah bumi.
"Tuan muda kamu benar-benar hebat." Ucap Joko bersujud kepadanya.
Begitu juga dengan murid yang lainnya,yang sangat menaruh rasa hormat kepada pemuda ini.
Akan tetapi meskipun mereka sudah berhasil membuat 1 pedang diranah bumi.
Proses itu sudah menguras habis Soul Power yang dimiliki Ricky.
10 hari berlalu semua barang di gudang telah habis mereka pakai untuk membuat 10 pedang di ranah bumi.
Nchex mengumpul sisa barang hasil peleburan,Dia juga mengambil beberapa Kaca,Emas,Permata dan bahan perhiasan lainnya.
Ditengah malam dia mencoba meleburnya sendiri.
Dengan gabungan sisa bahan perhiasan itu,dia berhasil menciptakan sebuah pedang terang transparan,telihat seperti permata yang berkilau di setiap bagiannya.
Ganggang dipenuhi dengan warna emas.
Pedang itu juga sangat ringan seperti ranting kayu,namun dengan sekali ayunan dari pedang itu sudah membuat pohon terpotong dengan mudah.
Mereka semua menjadi bingung karena sudah kehabisan sumber daya untuk membuat pedang.
"Apakah kalian tahu dimana kita bisa mendapatkan sumber daya yang banyak ditempat ini...?" Tanya Nchex.
"Aku mendengar kabar didekat Guild ini ada sebuah Gunung Merapi,disana banyak terdapat batu besi dan lainya.
Namun tempat itu di jaga oleh Binatang Iblis yang sangat kuat.
Apalagi yang bisa keluar dari tempat ini hanya kita berdua saja,untuk pergi kesana paling tidak kita perlu bantuan murid Aula lain." Ucap Henry menjelaskan.
"Aku akan mencoba mengajak orang itu bersama kita,Kalian semua untuk sementara harus menyembunyikan hal ini." Ucap Nchex.
__ADS_1
Mereka semua mengangguk setuju,Nchex dan Henry pergi Ke Aula Spirit Sword Soul.
Disana terlihat Chester sedang duduk sendirian,sepertinya dia masih memikirkan kekalahannya kemaren.
Dua orang pemuda masuk kedalam Aula melewati banyaknya murid dari Spirit Sword Soul.
Tiba-tiba seorang pemuda berkepala Plontos mendatanginya, dibelakangnya ada 4 orang yang mengikuti dia berjalan.
Sepertinya pemuda bernama Doyok ini adalah ketua dari kelompok mereka,dia berkata.
"Baru level 15 sudah menjadi murid inti,Rupanya Aula sampah sudah kekurangan murid berbakat...?"
"Haha bagaimana mana mungkin kepala gundul mu itu bisa di sama dengan diri ku yang jenius ini." Ucap Nchex membalas mereka.
"Berani sekali bersikap sombong di depan ku,Cepat berlutut dan aku akan mengampuni mu." Ucap Doyok dengan marah.
Henry mencoba menenangkan mereka berdua,sambil berbisik kepada Nchex agar tidak membuat masalah.
"Hahaha dengan pedang kelas rendah seperti itu,menyuruh berlutut...? Bahkan kalian semua tidak dapat dianggap sebagai pendekar pedang."
Doyok langsung menyerang Nchex,namun dengan mudah dia menghindarinya.
Dia terus mencoba memprovokasi mereka berlima untuk menyerangnya.Pemuda itu berniat untuk menguji seberapa jauh kekutan pedang yang baru saja dia buat.
Saat pedang Doyok beradu dengan Nchex,Hanya dengan sekali tebasan dapat menonton dengan rapi pedang yang dipakai Doyok,begitu juga dengan temannya.
Pemuda itu terus menyerang mereka berlima,namun disini dia tidak berniat untuk membunuhnya.
Melihat Doyok yang sudah terluka dan sangat ketakutan pemuda itu berkata.
"Panggil aku tuan muda,maka aku tidak akan membunuh kalian." Ucap Nchex dengan lantang.
Tentu saja hal itu membuat keributan diantara banyak murid,mereka semua bergegas untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Melihat Nchex dan Henry yang berada disana, Chester langsung muncul didepan mereka.
"Umpan sudah dimakan."Ucap Nchex dalam hati.
Melihat kedatangan Chester,Doyok dan kelompoknya langsung mengatakan bahwa dia sedang ditindas oleh pemuda ini.
Namun Chester yang mengenalinya tentu saja dia tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Doyok.
"Mengapa Kamu datang kesini...?" Tanya Chester.
Nchex melemparkan pedangnya kepada Chester,menyuruh dia untuk menguji kekuatan dari pedang itu.
Saat dia menggunakan beberapa tekniknya dengan pedang itu,menghasilkan tebasan yang sangat kuat.
Bahkan bisa membelah batu besar dengan rapi tanpa ada retak sedikitpun.
Aura tubuhnya juga memancarkan energi yang tajam seperti pisau.
Daun-daun yang berguguran akan terbelah jika berada didekatnya.
"Aku menamakan pedang itu Rhodium Sword,Apa pendapat mu tentangnya...?"
"Pedang ini sangat ringan dan tajam,Dia juga dapat merubah bentuk Soul Power menjadi stabil ketika berada didalamnya.
Selain itu juga pedang ini sangat cocok dalam Teknik pedang terbang.
Aku mengira pedang ini berada diranah Bumi atau Langit." Ucap Chester kepadanya.
"Jika kamu mau,Aku akan memberikan pedang itu secara gratis kepada mu."
Mendengar ucapannya tentu saja membuat murid yang lainnya merasa iri terhadap Chester.
Banyak tatapan mata yang sedikit marah kepada pemuda itu.
Namun dengan cepat dia langsung mengeluarkan 10 pedang di ranah Bumi tingkat rendah.
"Aku akan memberikan 10 pedang ini untuk beberapa yang memanggil ku Tuan Muda.
Selain itu juga bagi Kalian yang ingin meningkatkan level senjata,Kalian bisa mencari ku di Aula Sword of Sadness."
Tentu saja ucapannya itu membuat murid-murid berebut mendatanginya,begitu juga dengan Doyok dan temannya.
Dia bersujud kepadanya memanggilnya Tuan Muda berkali-kali.
Berharap pemuda itu mengganti pedangnya yang telah rusak.
"Tuan muda ... Jika kamu memberikan pedang bumi itu kepada ku,Kami akan menjadi bawahan mu dan akan mematuhi perintah mu." Ucap Doyok memohon kepadanya.
Pemuda itu menyetujuinya dan memberikan 5 pedang itu kepada mereka.
Untuk sisanya dia menyuruh Chester untuk memilih beberapa murid Berbakat untuk memilikinya.
Melihat keributan yang disebabkan oleh pemuda ini,Danang juga datang menghampirinya.
Semua murid memberikan hormat kepada Penatua ini,sebelum dia menyuruh mereka semua untuk bubar.
"Kalian Semua ikuti aku."Ucap Danang mengajak mereka kedalam ruangan pribadinya.
__ADS_1