Soul Caster

Soul Caster
Episode 71


__ADS_3


Minuman Kebahagiaan.


Setelah pemuda itu berhasil keluar,dia bertemu dengan Penatua Hao.


"Bukankah Penatua Mantikei ingin melatih mu selama 2 tahun,Apakah itu sudah selesai...?" Tanya Hao yang curiga kepadanya.


"Tentu saja aku yang sangat jenius ini,dapat melewatinya dengan mudah." sambil menunjuk pedang barunya yang membuat Penatua Hao percaya.


"Baru-baru ini ada beberapa Penatua Divisi yang datang ke Divisi pedang.


Selain itu juga pasukan kekaisaran juga mengirimkan banyak barang ketempat ini.


Apa yang sebenarnya kamu lakukan...?"


"Bukankah itu sangat menguntungkan untuk mu." Ucap Nchex dengan tersenyum.


Tiba-tiba Henry datang menemuinya,dia menanyakan hal yang sama tentang latihannya.


Dia juga mengabarkan Penatua Mulan diserang oleh seseorang yang tidak dikenal.


Sekarang sedang dirawat di dalam Aula Pengobatan.


Henry juga menjelaskan beberapa kemajuan yang telah dia peroleh didalam Divisi pedang ini.


"Ada banyak Penatua dan Murid yang ingin bertemu dengan mu,apakah kamu ingin menemuinya...?" Tanya Henry.


"Baiklah urusan itu aku serahkan kepada mu dan Penatua Hao untuk menanganinya.


Sekarang aku akan melihat Penatua Mulan terlebih dahulu." Jawab Nchex.


Pemuda itu menangkupkan kedua tangannya dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


Disana ada Mantikei yang terlambat mengejarnya.


"Mengapa kalian berdua tidak menghentikan bocah itu." Ucap Mantikei dengan marah kepada Henry dan Hao.


"Maafkan aku Penatua,jika aku boleh tau apa yang sebenarnya terjadi." Tanya Henry yang curiga.


"Bocah kurang ajar itu baru saja pergi dari latihan dan meninggalkan ku didalamnya." Ucap Mantikei.


Mereka bertiga hanya bisa tertawa melihat sosok pemuda itu yang sudah menghilang.


Mereka bertanya-tanya masalah seperti apa lagi yang akan dia lakukan.


Sin pun berubah.


Ditempat Aula pengobatan.


Disana terlihat Penatua Urnia yang sedang mencoba mengobatinya namun masih kebingungan racun apa yang ada didalam tubuh Mulan.


Juga ada 3 orang sosok yang sedang menunggu gurunya itu bangun.


Maya seorang murid dari Aula White Lotus yang memainkan Harpa pertama kali dia temui ketika memasuki Divisi Pedang.


Di samping wanita itu juga ada Chester dan Kartika yang menemaninya.


"Selain Melisa yang menguasai teknik penyembuhan aku khawatir tidak ada orang lain yang bisa menyelamatkan Penatua Mulan." Ucap Urnia menjelaskan kepada mereka semua.


"Bukankah Divisi ini masih memiliki satu orang murid berbakat lagi yang sudah kalian lupakan." Ucap Nchex yang datang secara tiba-tiba.


Mata mereka tertuju kearah datangnya suara ini.


Terlihat seorang pemuda kurus berbaju hitam didepannya.


Dengan cepat Kartika langsung memeluk pemuda itu.


"Sayang kapan kamu kembali...?" Tanya Kartika dengan bahagia melihatnya.


Melihat kejadian ini tentu saja Chester dan Maya mengetahui kedekatan diantara mereka.


Sampai pada akhirnya Penatua Urnia batuk kering, menyadarkan Kartika yang masih memeluknya.


Keduanya langsung menjadi malu dan tidak bisa berkata-kata.


"Siapakah murid yang kamu maksud itu...?" Tanya Urnia.


"Nama Pande dia adalah teman ku,tolong bawa dia kemari kemungkinan akan bisa membantu."

__ADS_1


Jawab Nchex.


Penatua Urnia menyuruh beberapa murid untuk mencari orang yang disebutkan oleh pemuda itu.


Datanglah seorang Pemuda Gendut dengan berpakaian sederhana seperti orang desa pada umumnya.


Wajahnya dipenuhi banyak noda,bekas percikan pembuatan obat.


Pemuda itu sangat takut menghadap Urnia,itu karena Penatua Urnia adalah adalah ketua Divisi.


"PE..PE.. Penatua apakah saya telah membuat kesalahan." Tanya Pande dengan terbata-bata.


Pemuda itu hanya tertawa melihat Pande yang menjadi gugup dan ketakutan.


"Tunjukan pada ku hasil latihan keras mu selama ini." Ucap Nchex yang memalingkan badannya.


Pande dengan ragu-ragu mencoba memeriksa Penatua Mulan.


Perlahan dia mendeteksi aliran darahnya.


Akhirnya dia mendapatkan beberapa kesimpulan.


"Meridian dari Penatua ini telah hancur, Selain itu juga ada terdapat segel kutukan darah di dalam tubuhnya.


Mungkin saja aku bisa menghentikan segel itu, tetapi aku tidak dapat memulihkan meridian yang sudah hancur." Ucap Pande dengan agak ragu.


Tentu saja mendengar ucapannya membuat orang-orang yang berada didalam ruangan menjadi kagum terhadapnya.


"Gendut apakah ada cara untuk memulihkan secara total." Ucap Nchex.


Dia mencoba menatap arah suara itu,betapa terkejutnya dia melihat sosok pemuda yang dia kenal.


Membantunya dari awal sampai berhasil memasuki Divisi.


Sambil menangis dia menghampiri sosok pemuda itu, beberapa kali memberikan hormat kepadanya.


Sambil memandangi sosok pemuda itu,dia tidak bisa berkata apa-apa.


"Sesuai dugaan ku,kamu telah berkembang banyak sangat ini.


Termasuk ukuran tubuh mu ahhaha." Ucap Nchex tertawa.


"Aku bisa membuatkan penawarnya Jika saja kalian memiliki Bunga 7 Rupa." Jawab Pande.


"Aku memang tidak memiliki bahan obat seperti itu,namun kabarnya bunga itu pernah tumbuh di dalam Kolam Putri Malu. Dia adalah seorang anak dari Dewi Sri.


Mungkin saja jika kalian kesana akan dapat menemukan bahan obat itu." Ucap Urnia menjelaskan.


"Seperti apakah ciri-ciri bunga itu...? Tanya Chester.


Kemudian Penatua Urnia menjelaskan satu persatu dari 7 macam bunga itu.


"Bunga Melati"


Mempunyai efek untuk menenangkan saraf otak.


"Bunga Cempaka"


Untuk memulihkan Jiwa Spritual.


"Mawar Merah dan Putih"


Menyimpan energi murni Yin dan Yang didalamnya untuk mempercepat pemulihan.


"Bunga Kenangan"


Untuk menghilangkan beberapa racun yang telah menyebar di dalam jiwanya.


"Bunga Asoka"


sebagai unsur es yang akan menetralisir hawa-hawa panas yang diakibatkan dari efek percampuran berbagai unsur bunga dan melambangkan kesederhanaan.


"Bunga Nightmare"


Untuk menyatukan ketujuh unsur wangi bunga menjadi satu sehingga mudah terangkat dan tertuju pada suatu maksud dan tujuan.


"Portal Dewi Sri akan terbuka 3 hari lagi, kemungkinan Seluruh Divisi Guild juga akan berpartisipasi dalam hal itu.


Ada sebuah gerbang Amouris di Dalam tempat itu yang juga bisa meningkatkan Kultivasi.

__ADS_1


Tetapi ada beberapa syarat untuk memasukinya." Ucap Urnia.


"Syarat seperti apakah itu...?" Tanya Nchex.


"Tenang saja senior Kartika pasti sudah mengurus masalah itu." Sahut Maya dan Chester yang memberikan senyuman.


"Penatua bolehkah aku meminjam ruang obat mu sebentar" Tanya Nchex.


"Tentu saja kamu boleh memakainya kapan pun kamu mau." Jawab Urnia yang masih heran.


Pemuda itu langsung membawa Pande ke kamar obat itu.


Menyuruhnya untuk membuat beberapa minuman dari masa depan.


Mereka yang penasaran mengintip apa yang kedua orang itu lakukan.


"Aku tidak pernah melihat racikan Anggur seperti ini." Ucap Pande.


"Lakukan saja,kita akan menghasilkan banyak Nirvana Pill jika berhasil membuatnya."


Pande menuruti perintahnya, mencampurkan beberapa bahan anggur dan lemon.


Bau harum tercium sampai keluar, mengeluarkan aura berwarna merah muda yang menggoda.


Minuman itu tampak seperti Soda,mereka yang belum pernah merasakan minuman seperti tentu saja sangat penasaran dengan rasanya.


"Apa nama dari Anggur ini...?" Tanya Pande.


"Ini adalah minuman Kebahagiaan,yang akan membuat semua orang meminumnya menjadi bahagia." Jawab Nchex.


Mereka berdua menuangkan minuman itu ke beberapa botol anggur berniat untuk menjualnya.


Kartika yang sangat penasaran dengan minuman itu langsung mengambilnya,di ikuti oleh Chester dan Maya.


Mereka juga ikut merasakan minuman yang baru saja dia buat.


Expresi mereka bertiga langsung berubah, wajahnya mulai memerah.


Seperti ada rasa kebahagiaan yang belum pernah mereka rasakan.


Pikirannya seolah seperti terbang di angkasa.


"Dari manakah kamu mendapatkan minuman Surga ini...?" Tanya Chester.


"Apa pendapat mu tentang minuman itu...?" Tanya Nchex.


Sementara mereka sedang membicarakan minuman itu.


Kartika sudah meminumnya beberapa botol,yang membuat wajahnya menjadi sangat merah.


Dan tersandar di dalam pelukannya.


Melihat Maya yang melakukan hal yang sama kepada Chester Pande pun bertanya


"Apakah aku terlalu banyak memasukkan anggur kedalamnya."


"Hahaha ini sangat baik." Sahut Chester.


"Kita akan pergi besok sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu." Ucap Nchex.


"Aku tidak akan bisa memasuki tempat itu, Syarat untuk memasukinya diharuskan memiliki pasangan.


Selain itu untuk pintu Gerbang Amouris hanya individu yang masih suci saja yang diperbolehkan untuk masuk kesana." Ucap Pande yang agak kecewa.


Setelah mendengar perkataan dari Pande,mata mereka bertiga tertuju kepada Chester dan Maya.


"Apakah kalian memaksa kami untuk pergi kesana." Tanya Chester agak malu.


"Untuk bagian dalam Gerbang Amouris ku serahkan pada mu, sedangkan aku akan menunggu diluar." Jawab Nchex.


Keesokan harinya perjalanan pun dimulai.


Semua murid harus menggabungkan Talisman mereka berdua kepada Amulet Stone.


Untuk mendapatkan sebuah Perahu Terbang dan memasuki portal.


Karena perjalanan menuju tempat itu sangat berbahaya, Amulet Stone melarang semua murid untuk keluar dari perahu sebelum mereka sampai ditempat.


Untuk membuka pintu kolam mereka memerlukan 1 pasang Talisman yang sudah diberi tanda oleh Amulet Stone.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua berangkat menuju tempat itu.


__ADS_2