
Pergi dan menghilang.
Mereka semua menjadi lega,murid-murid yang kagum padanya segera bersorak untuknya.
"Kakak senior hebat.. Yeay...Hore...!"Kabar itu langsung menyebar ke beberapa murid di Kerajaan Kegelapan.
Banyak dari mereka ingin menjadi sepertinya.
Namun disisi lain Azura juga terluka parah dia tidak bangun selama 3 hari.
Sudah banyak para Alchemist yang didatangkan tetapi tidak ada yang bisa membantunya.
Nchex datang menjenguk Azura,telihat setengah tubuhnya sudah berubah menjadi ungu.
Kabarnya beberapa Alchemist yang bersentuhan dengan Azura juga mati terkena racunnya.
"Guru bolehkah saya mencobanya..?"Tanya Nchex kepada Mordox.
"Tetapi kamu bukan seorang Alchemist apakah kamu yakin bisa menangani ini...?"
Nchex mencoba mendeteksi sudah sejauh mana racunnya menyebar.
Dengan mengalirkan api hijau kepada Azura, Soul Powernya langsung menembus kedalam tubuh Azura.
Akan tetapi racun itu malah menyerang balik, terlihat warna ungu sudah memasuki jarinya.
Untung saja dengan sigap dia membakarnya dengan api hitam,Nchex berhenti sejenak.
Mordox langsung bertanya padanya.
"Apa kau baik-baik saja ...?"
"Aku ingin mencoba sesuatu,tetapi bisakah beberapa orang keluar dari sini."
Mordox menyuruh semua orang pergi hanya menyisakan dirinya dan Vullu saja.
"Aku membutuh tungku yang besar untuk meredamnya,Juga batuan kalian berdua karena Soul Power ku tidak akan cukup untuk hal ini."
Mordox segera menuruti perintahnya,segera pelayan membawakan tungku besar.
Mereka segera memulai proses penyembuhan.
Azura di masukan kedalam tungku api yang sudah menyala,Nchex membakar tubuhnya dengan gabungan api putih dan hijau.
"Pure Self" Azura tiba-tiba langsung berteriak kesakitan,seluruh bagian tubuhnya terbakar hebat.
Nchex meminta Mordox dan Vullu meminjamkan Energi Soul Powernya.
Sekali kali Azura berteriak dengan lebih keras,kali ini seluruh pakaiannya ikut hangus terbakar.
Tiba-tiba warna air di dalam tungku berubah menjadi Ungu pekat, tandanya racun itu sudah dikeluarkan.
Nchex menjadi lemas karena Soul Powernya habis terkuras dia berkata.
"Racunnya sudah aku keluarkan,kalian hanya perlu menunggunya bangun saja."
Mordox sangat senang melihat Azura bisa disembuhkan,dia menyuruh Vullu untuk mengantar Nchex yang sudah kelelahan.
Tiga hari berlalu Azura sudah siuman.
Dia melihat Mordox dan Vullu meneteskan air mata ketika dia bangun.
Segera seorang pelayan memberikan pakaian untuknya.
"Apa yang baru saja terjadi...?"Tanya Azura.
"Kamu akan berhutang Budi pada bocah itu."
Azura kaget saat mendengar ucapan Mordox.
"Apakah pria mesum itu yang menolong ku...?"
"Dia membantu mu dengan seluruh energi Soul Powernya." Ucap Mordox.
Azura langsung pergi keluar mendatangi Nchex di kamarnya.
Namun dia melihat pemuda itu masih belum terbangun dari tidurnya.
Tiga hari lagi berlalu pria itu masih belum bangun,seorang pelayan mendatangi Azura.
"Penatua memanggil anda untuk datang ke Aula."
Azura mengangguk dia segera pergi ke Aula.
Disana para Penatua sedang rapat untuk memilih siapa yang akan mengikuti Heroes War.
Terjadilah perdebatan hebat diantara para penatua.
Mordox menjelaskan bahwa sekarang dia hanya mempunyai 1 token Heroes War.
Disisi lain dia juga berhutang budi kepada Nchex oleh karena itu ini merupakan pilihan yang sulit.
Penatua Kedua berucap .
__ADS_1
"Pemuda itu memang memiliki bakat,tetapi dia bukanlah orang dari Kerajaan Kegelapan kita.
Bagaimana dia bisa mengambil Hak untuk ini."
Tetapi Vullu juga agak keberatan dengan keputusan ini.
"Dia telah menyelamatkan Kerajaan Kegelapan kita dari Ras Iblis,selain itu dia juga sudah membantu menyembuhkan racun pada Azura.
oleh karena itu Kerajaan Kegelapan juga berhutang banyak padanya." Ucap Vullu dengan tegas.
Mordox menjadi bingung akan hal ini.
Disisi lain dia lah yang membawa Nchex kesini,
Namun dia juga harus memikirkan pendapat dari penatua lainnya.
Sampai pada akhirnya penatua pertama berucap.
"Bagaimana jika kita mengasingkannya saja dengan memberinya beberapa hadiah,Itu tidak akan menyakiti hatinya.Lagi pula saat ini dia masih belum mencapai tahap Soul God itu masih belum memenuhi syarat."
"Ya itu benar" ucap Penatua yang lain berbicara.
"Lagi pula dia hanya berasa dari desa miskin tidak pantas untuk mewakili kerajaan kegelapan kita."
Mordox kembali bertanya kepada Azura.
"Bagaimana menurut mu apakah kamu siap...?"
"Bisakah kita menunggu sampai dia bangun." Jawab Azura.
Namun tanpa mereka sadari Nchex sudah bangun dari tadi dan mendengar pembicaraan mereka.Dia langsung berbicara.
"Itu tidak perlu ... selama ini aku menganggap kamu sebagai guru ku dan yang lainnya sebagai keluarga.
Meskipun aku tidak dipilih untuk mengikuti Kerajaan Kegelapan itu tidak masalah bagi ku.
Namun untuk urusan aku berasa dari desa mana itu bukanlah urusan kalian.
Anggap saja hari ini kita sekarang impas karena kalian pernah menyelamatkan ku dulu,Namun hari ini terlepas dari itu semua aku akan pergi meninggalkan tempat ini."
"Itu tidak seperti yang kamu pikirkan."Ucap Azura dengan sedih.
"Terima kasih untuk semuanya Guru."Nchex menangkupkan tangannya dia langsung pergi meninggalkan Kerajaan Kegelapan.
Seluruh Aula menjadi kacau dengan perasaan yang tidak menentu.
Azura berniat ingin mengejarnya namun dia hentikan oleh Vullu.
Mordox membubarkan semua orang dia kembali ke ruangannya.
Sudah berhari-hari dia tidak mendengar kabar tentang pemuda itu.
Selama itu juga Azura tidak pernah bicara dengan siapa pun wajahnya tampak murung.
Tiba-tiba Hecxa datang menghampirinya.
"Aku mendengar kabar dari prajurit ku banyak binatang iblis yang telah terbantai ujung selatan wilayah Kerajaan ini."
Namun Azura tetap saja diam mendengar perkataan Hecxa.Kembali Hecxa melanjutkan ucapannya.
"Jika bukan Dragon Diaster menurut Ku binatang iblis itu tidak akan menjadi ketakutan."
Mendengar hal itu wajah Azura tiba-tiba berubah sepertinya ada sesuatu yang dia pikirkan.Dia langsung bertanya.
"Dimanakah tempat itu..?"
"Di wilayah paling Selatan kerajaan ini terdapat sebuah pulau terpencil,Jika kamu mau aku bisa mengantarkan mu pergi kesana."
Azura langsung berubah menjadi bersemangat,dia menghapus air mata di wajahnya.
"Baiklah besok kita akan pergi kesana."Ucap Hecxa.
Dimalam harinya Mordox mendatangi Azura,Dia telah mengetahui bahwa Azura ingin segera menemui pemuda itu.
"Meskipun aku bukanlah guru yang melatihnya,tetapi aku tetap menganggap dirinya sebagai bagian dari Kerajaan Kegelapan ini.
Aku hanya berharap kamu bisa membujuknya kembali,Jika tidak dia masih bersikeras berikan gulungan ini padanya."Ucap Mordox penuh harapan.
"Gulungan apakah ini Guru..?"Tanya Azura sedikit ragu.
"Aku telah menyiapkan beberapa teknik yang harusnya itu menjadi miliknya,Aku juga akan memberikan Token The Cursed Seal of Darkness ini dapat digunakan untuk membuka portal dunia neraka."
"Apakah dia akan selamat jika dia pergi kesana...?"
"Hanya dengan cara itu dia dapat memahami apa itu Soul God yang sebenarnya,Cepatlah pergi dan berikan benda ini pada untuknya."
Disebuah pulau terpencil terlihat seorang pemuda sedang melatih pedangnya.
Semua Binatang Iblis tampak patuh padanya seolah dia adalah penguasa di pulau ini.
"Cepat bawakan aku makan ucapan."Ucap Blacky menyuruh Binatang Iblis.
"Haha Naga Bodoh kamu terlihat seperti kaisar sekarang."
__ADS_1
"Kaisar ya ... Hemm sepertinya itu tidak buruk."
Tiba-tiba Kitsune mengaum menandakan adanya bahaya.
Terlihat beberapa prajurit lengkap telah mendatangi mereka ada dua orang didepan yang memimpin para prajurit.
Tentu saja itu membuat banyak Binatang Iblis menjadi sangat marah.
"Berani sekali kalian memasuki wilayah kami."
Ucap Salah satu Binatang Iblis.
Banyak tatapan mata merah seolah ingin menyerang para prajurit itu.
"Kalian semua tenanglah mereka adalah teman ku."Ucap Nchex melambaikan tangannya.
"Haha sepertinya kamu telah menjadi tuan dari wilayah ini."Ucap Hecxa dengan senyum.
"Mengapa kalian datang mencari ku...?"
Tiba-tiba Azura langsung keluar dari barisan para prajurit.
"Apakah kamu masih menganggap kami semua sebagai keluarga mu...?"
"Mengapa tidak kau tanyakan saja kepada para Penatua itu."Jawab Nchex dengan marah.
"Aku mengerti dengan hal itu,Jika kamu mau aku akan memberikan Token Heroes War untuk mu...?"
Azura mengeluarkan pedangnya dia menyerang Nchex dengan penuh emosi,namun serangannya tidak memiliki kontrol yang jelas.
Sambil menyerang linangan air matanya terus menetes.
"Gadis cengeng seperti mu hanya akan membuang nyawa pergi kesana,Apakah kamu tidak malu sebagai penerus Dark Soul menjadi selemah ini."
Azura menghentikan serangannya,dia menangis sejadi-jadinya.
Hecxa dan orang-orang disekitar menyadari akan hal ini,mereka kemudian meninggalkan mereka berdua.
"Tidak bisakah kamu kembali lagi,Guru masih ingin kamu menjadi bagian dari Kerajaan Kegelapan."Tanya Azura sambil menangis.
Pemuda itu memeluk Azura yang masih menangis.Setelah tangisnya sudah mulai reda dia kembali berkata.
"Cobalah untuk menilai Apa yang kau mulai,Dusta tak akan pernah menjadi bagian abadi."
"Yah mungkin kami semua sudah salah untuk menilai mu termasuk juga aku,bisakah kita memulainya lagi dari awal...?
Selama ini aku selalu melakukan sesuatu sendirian menganggap itu sebagai Misi.
Sampai pada akhirnya aku dapat merasakan sesuatu ketika bertemu dengan mu.
Meskipun terkadang aku juga sangat ingin membunuh mu,tapi disisi lain aku juga sangat ingin kamu kembali."
Azura mengungkapkan perasaannya dengan sangat sedih.
"Sudahlah lupakan itu,Aku punya cara ku sendiri untuk pergi kesana."Jawab Nchex.
"Ka..kamu juga akan pergi mengikuti Heroes War benarkah itu ...?
Azura kembali bersemangat setelah mendengar ucapannya.
"Namun aku bisa saja membunuh mu jika bertemu dengan mu disana." Nchex mengejek Azura sambil menggoda.
"Kamu bermimpi terlalu jauh untuk melampaui ku."Azura kembali mengacungkan pedangnya.
"Untuk pergi kesana kamu harus berada ditahap Soul God terlebih dahulu Guru memberikan ini untuk mu."
Azura menyerahkan barang yang dititipkan oleh gurunya kepada Nchex.
"Benda apa ini."Tanya Nchex sambil melihat token yang ada ditangannya.
"Itu adalah token The Cursed Seal of Darkness,dengan benda itu kamu dapat memasuki Dunia Neraka.
Guru sangat yakin pada mu,jika berlatih disana kamu bisa menerobos tahap Soul God.
Akan tetapi Heroes War juga akan dimulai beberapa bulan lagi."
"Wah tempat itu sepertinya menarik."
"Pria bodoh tempat itu sangat berbahaya,ada kemungkinan kamu akan mati disana."Ucap Azura dengan kesal.
"Hemm mengapa kau mengkhawatirkan ku apakah kamu menyukai ku."Tanya Nchex sambil menggoda Azura.
Terlihat pipinya berubah merah.
"Sudahlah itu terserah pada mu,lalu bagaimana kamu akan masuk Heroes War jika kamu tidak memiliki token...?"
"Kita lihat saja nanti haha."Nchex masih menyembunyikan token sekte angin yang dia dapat dari Doyhen.
"Baiklah aku akan pergi memasuki Dunia Neraka kita akan bertemu lagi di dalam Heroes War."
Kemudian portal dunia neraka terbuka,pemuda itu langsung masuk kedalamnya di ikuti oleh hilangnya portal itu.
"Semoga yang kamu katakan itu benar,aku akan menunggu mu ketika berada didalam Heroes War.
__ADS_1