Soul Caster

Soul Caster
Episode 16


__ADS_3

Azura


Hati Kartika yang sedingin es kini mulai sedikit mencair.


"Pada saat kamu kembali,mungkin kamu akan lebih hebat dari pada aku .


pada saat itu aku mungkin tidak dapat menolaknya."


"Ketika anak itu kembali, kemungkinan seluruh sekte besar kekaisaran Vena akan berguncang."


Gumam Lou Wi.


Gu ra juga berkata didalam hatinya dengan perasaan kesal dan marah.


"Tunggu saja bocah,aku akan membunuh mu...!"


Adapun kelima orang temannya,perasaan mereka saat ini tidak karuan.


sedih,kesal bercampur marah.


Mereka tahu bahwa tidak bisa membantunya untuk saat ini.tetapi itu memunculkan tekad di hati mereka untuk menjadi semakin kuat.


Kama, Oda,dan Matsu sekarang resmi bergabung menjadi murid sekte 9 Gerbang cahaya.


Shu qi,Shu Ying mereka masuk sekte 6 sayap malaikat.


Begitu berakhirnya Sekte kaisar.


Berita itu dengan cepat menyebar keseluruhan penjuru Kota Vena.


Sampai ke desa Lembah hijau, Jiatso dan penduduk desa sangat senang mendengar kabar itu.


Seorang pemuda dari Desa berhasil menjadi topik utama di 9 sekte besar.


"Haha bocah nakal itu,akhirnya terbang terlalu jauh,bahkan sekarang aku sudah tidak dapat melindungi mu lagi."Ucap Jiro.


"Semoga dia baik - baik saja."Sahut Yinsa.


Dengan perasaan yang sedih sambil memeluk Jiro di sampingnya.


"Aku yakin, Kakak Nchex pasti akan kembali jika tidak aku akan memukulnya."Ucap Diang.


Dengan expresi nya yang lucu dan mata yang besar, sambil menggendong kelinci di tangannya.


"Desa kami selalu terbuka saat kau ingin kembali."


Karena usaha keempat pemuda itu, sekarang desa Lembah hijau di bawah perlindungan sekte 9 Gerbang cahaya.


Berbagai kepala desa terdekat datang mengucapkan selamat kepada tetua Suku lembah hijau.


Sin berubah ke tempat Sekte 9 Gerbang cahaya.


Terlihat sebuah Pagoda bertingkat 9 di tengah-tengah area sekte.tempat itu hampir sama besarnya dengan Vien City.


Banyak sekali murid yang sedang berlatih di luar mau pun di dalam pagoda.


Telihat seorang wanita yang duduk di kursi roda,dia menghadap ke arah kolam yang besar.


"Anak ku, sepertinya kamu memiliki teman yang hebat."Ucap Lou Wi.


Ayume terkejut melihat kedatangan ayahnya.


"Siapa ...? aku hanya seorang wanita yang lumpuh aku tidak pernah memiliki teman."


Lou Wi mengeluarkan permata biru dari dalam soul bagnya.


"Pemuda itu meminta ku memberikan ini pada mu.""


Ayume mengambil permata di tangan ayahnya.


"Benda apa ini ayah..?"


"Itu adalah air mata kesedihan,dengan permata itu kamu dapat memulihkan 4 Meridian mu yang hancur."


Ayume tanpa sadar langsung memeluk ayahnya,dengan linangan air mata.


Untung saja sesaat sebelum terjatuh dari kursi roda Lou Wi langsung menangkapnya.


sampai saat suasana reda.


"Pada saat itu aku hanya memberikan lencana peserta untuk pemuda yang menolong ku."Ucap Ayume.


Lou Wi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Mengapa ayah tidak membawanya kesini...?"


Lou Wi hanya bisa menggelengkan kepalanya,tanpa berkata apapun.


Lou Wi langsung pergi meninggalkan Ayume.


"Terima kasih Kakak Nchex,suatu saat nanti aku akan membalas kebaikan mu."


Sin berubah ketempat Nchex


Negara kekaisaran wilayah Barat,Hell of darkness.


di dalam kerajaan kegelapan dia berkata.


"kami berdua telah memutuskan untuk melatih mu secara bersama.


Kamu boleh memanggil ku Mordox."Ucap Raja Kegelapan.


"Hormat Guru."


"Panggil Saja aku kakek Riwut."


Nchex memberi hormat kepada kedua gurunya itu.


Kemudian Mordox lanjut berkata.


"Anak kecil aku akan menjelaskan beberapa aturan terlebih dahulu kepada mu.


Sebelum 10 tahun kamu berada disini,kamu tidak di izinkan untuk keluar dari kerajaan ini.


kecuali itu hanya untuk urusan misi atau hal-hal yang mendesak.


Spesifikasi kami sebagai seorang assassin atau pembunuh bayaran.


Oleh karena itu kamu tidak boleh menggunakan identitas mu kepada orang di luar kerajaan."

__ADS_1


"Baik murid mengerti."


Riwut juga menambahkan.


"Aku akan melatih mu secara khusus oleh karena itu tidak ada murid lain yang ikut dalam latihan ini.Aku akan memberikan mu waktu untuk beristirahat beberapa hari."


"Ikuti aku"Mordox berjalan melewati banyak tempat pelatihan di kerajaan,di ikuti oleh nchex di belakangnya.


Terlihat semua Penatua dan murid menundukkan kepalanya saat Mordox lewat.


Dia mengenalkan salah satu orang kepada Nchex.


"Ini Hecxa,Dia salah satu panglima perang di tempat ini."


Dengan pakaian Ziarah hitam,tubuhnya tinggi seperti tentara.


Orang ini tampak selalu serius.


Setiap murid yang menatapnya pasti akan ketakutan. Soul king bintang 3 emas.


"Siapakah teman muda ini."Tanya Hecxa.


"Saya adalah murid baru di tempat ini, mohon bantuannya senior."


Nchex memberikan hormat kepadanya.


Saat mereka berbicara muncul kilatan dengan cepat di depan Mordox.


Sosok hitam itu seorang wanita berpakaian hitam ketat,seperti seorang assassin.


Dia memegang katana berukuran sedang di tangannya.


Dengan pakaian yang ketat,terlihat jelas bentuk lekukan tubuhnya,sedikit belahan dada terlihat dari bagian atas.


Tetapi wanita ini memiliki aura pembunuh yang sangat kejam,tekanan yang di timbulkan nya lebih kuat dari pada Hecxa.


Tampaknya dia berada di tahap Soul king bintang 3 emas puncak.


Namanya Azura dia dapat memanipulasi 3 Energi petir,kuning,biru dan merah.


Rupanya kerajaan kuat memang mengumpulkan beberapa orang berbakat dengan kemampuan istimewa,ini jauh berbeda dari 9 sekte besar.


"Hormat Guru,siapa kah bocah kecil ini..?"Ucap Azura kepada Mordox.Namun ucapannya langsung dipotong oleh Nchex.


"Dari manakah asalnya siluman ini."


Azura dengan cepat menebaskan katana kepada Nchex.


Dengan sigap Nchex menangkisnya dengan pedang naga.


"Haha kalian memang murid berbakat." Ucap Mordox.


"Pak tua,apa kau hanya akan melihat aku terbunuh....?"


Mordox hanya tersenyum kepada Nchex,sepertinya dia ingin menguji kemampuan Nchex.


"Bocah kecil,Sepertinya guru tidak berpihak pada mu."


Azura terus melakukan serangan kepada Nchex.


Nchex terus menangkis sambil berlari ke tengah lapangan.


Azura mengeluarkan tebasan petir kuningnya,namun itu dapat di blokir oleh tebasan angin hitam Nchex.


"Dengan pakaian ketat sepeti itu,aku takut akan merobek pakaian mu haha."Ucap Nchex mengejek.


Azura mulai meningkat kan soul powernya 3 warna petir memulai membentuk naga berkepala 3 di belakangnya.


Murid-murid yang melihat ini,menjadi bergetar ketakutan.


"Sepertinya pemuda itu akan mati karena serangan ini."


"Lihat ini aku akan memberi mu pelajaran."Azura menjadi sangat kesal.


Nchex hanya tertawa melihat roh binatang milik Azura,dia malah semakin mengejeknya.


"Nenek sihir sepertinya kamu cukup berbakat."


Api hitam di tangan kiri Nchex mulai membentuk soul power yang kuat.


Digabungkan dengan elemen angin di tangan kanannya, terbentuk aura besar seperti tornado hitam menjulang ke langit.


Segera Naga bencana keluar di belakangnya.


Para tetua dari kerajaan kegelapan terkejut melihat sosok ini.


mereka samar - samar dapat merasakan Soul power yang mengerikan.


Lonceng tanda bahaya mulai berbunyi, tetua kerajaan langsung berkumpul ke lapangan mendatangi Mordox.


Kedua Naga itu saling bertabrakan


Cimera vs Dragon Diaster.


mereka menyaksikan pertarungan yang intens di udara.


Ketua ketiga berucap.


"Apakah tidak apa tuan, membiarkan mereka berdua.


Apalagi kekuatan mereka berdua sangat jauh berbeda."


"Itulah alasannya aku membawa nya kemari,bocah itu memiliki kemampuan tersembunyi."Jawab Mordox.


Para tetua mulai menyipitkan matanya,mereka kembali melihat pertarungan yang sangat intens itu.


Pada saat pertarungan mulai *******,mata Nchex berubah menjadi merah darah,angin hitam berubah menjadi api hitam yang sangat pekat.


Tampaknya sosok iblis itu telah terbangun.


Penatua ketiga yang bernama Vullu cukup terkejut dengan Api Hitam yang dimiliki Nchex.


"Itu adalah api yang melahap."


Sebelum pertarungan menjadi semakin besar, Mordox dengan cepat memisahkan mereka berdua.


Terlihat Azura dan Nchex terlempar kebelakang.


Nchex berdiri dengan satu kaki,pedang naga sebagai penopang nya.

__ADS_1


Terlihat Azura sedang memegang perutnya yang kesakitan.


Seteguk darah segar keluar di antara mereka berdua.


"Bocah sepertinya kekuatan itu sangat berbahaya,kamu sendiri belum bisa mengendalikan nya."


"Haha jika bukan karena guru,mungkin aku sudah membunuh mu."Azura masih terlihat sangat kesal.


"Nenek sihir sepertinya akulah yang harus berkata seperti itu."


Melihat mereka berdua yang masih berdebat, Mordox hanya bisa mengelus jenggotnya.


dia memarahi mereka berdua.


"Nchex ...,Azura ini adalah kakak senior mu,kamu harus memberikan sedikit hormat."


Azura dengan sombong menatap ke arah Nchex.


"Sepertinya anak muda ini akan menjadi saingan mu"Ucap Vullu sambil menatap ke arah Azura.


Nchex hanya bisa menggaruk kepala mendengar ucapan para tetua ini.


Mordox kembali berkata.


"Baiklah sekarang kamu harus memulihkan soul power mu,karena mulai besok kamu akan ikut latihan bersama Riwut."


"Baiklah pada saat aku keluar dari latihan kemungkinan aku akan merobek pakaian ketat mu hahaha."Ucap Nchex kepada Azura


"Pada saat itu,mungkin saja guru sudah tidak bisa lagi menyelamatkan mu."


Para tetua hanya bisa tertawa melihat mereka berdua sedang berdebat.


Mordox kembali menjelaskan.


"10 tahun lagi akan ada Heroes War,dimana beberapa murid berbakat tingkat atas akan di kirim dalam war itu.


Aku berharap kalian berdua dapat mewakili kerajaan kegelapan ku."


Mordox berjalan meninggalkan lapangan,di ikuti oleh Nchex,dia menunjukkan sebuah kamar yang bisa di pakai Nchex.


Kamar ini terlihat beda dari murid biasanya.


Nchex di berikan tempat pribadi.


dan ruangan yang luas di lantai 3.


"Semoga kamu betah tinggal disini."Mordox pergi meninggalkannya.


Sekarang Nchex bisa dengan santai, beristirahat membaringkan tubuhnya yang sangat lelah sepertinya dia sudah terlepas dari masalah.


Dimalam hari Nchex mulai berkultivasi memulihkan energi soul powernya.


Dia berbicara kepada Blacky yang keluar dari soul bagnya.


"Bagaimana keadaan mereka bertiga saat ini ya."


Nchex mulai teringat dengan teman-temannya yang dia tinggalkan.


"Tenang saja ada Lou Wi yang menjaga mereka,aku yakin dia tidak akan tinggal diam."Jawab Blacky.


"Hemm mungkin saja."


"Lalu bagaimana dengan gadis salju itu."


Blacky mulai menggoda Nchex.


"Terlalu cepat untuk memutuskan nya sekarang.


1 hal yang pasti aku akan menjadi kuat untuk memusnahkan Sekte api."


"Itu tidak akan mudah Kawan,di dalam sebuah sekte besar seperti itu, kemungkinan ada beberapa orang yang berapa di level Soul God.Bahkan saat aku berada di level puncak ku,aku hanya berakhir dengan tersegel oleh mereka."Jelas Blacky.


"Apa masalah mu dengan sekte angin..?"


"Kemungkinan pada saat itu aku di kendalikan oleh Kaisar Iblis.


Kesadaran ku tiba-tiba hilang,pada saat aku terbangun aku sudah tersegel di tempat pertama kita bertemu."


"Baiklah jika begitu,aku akan membantu mu membunuh orang itu."


"Sepertinya itu sangat mudah untuk di katakan bocah."


Di dalam hatinya Black Dragon menyadari...baru kali ini dia bertemu manusia yang menganggapnya teman.


Tiba-tiba kilat bayangan hitam langsung masuk ke dalam kamar Nchex.


Kali ini sebuah katana sudah berada di depan leher Nchex.


"Apa kau merindukanku...?"


Nchex sadar bahwa saat ini yang berada di belakangnya adalah Azura.


"Bagaimana bocah seperti mu bisa mendapatkan Dragon Diaster."


Cimera keluar dari soul bag Azura,dia memberi hormat kepada Blacky.


"Kakak senior ternyata kamu masih hidup"


"Bagaimana orang sekuat aku bisa mati dengan mudah hahaha"


Black Dragon mulai menyombongkan dirinya lagi.


"Binatang dan tuannya memang sama sama sombong."Ucap Azura.


Nchex mulai melepaskan pedang di lehernya tanpa sepengetahuan Azura.


"Apakah kita akan tidur bersama..?"


Nchex mulai menggoda Azura,dia perlahan menarik cadar yang menutupi wajahnya.


Tampak terlihat wajah yang sangat cantik di balik cadar itu.


"Dasar pria mesum...!"


"Lalu bagaimana dengan mu yang masuk ke kamar ku di malam hari...?"


Dengan hati yang kesal, Azura tidak dapat menjawabnya.


dia langsung pergi meninggalkan Nchex.

__ADS_1


__ADS_2