Soul Caster

Soul Caster
Episode 6


__ADS_3

PERAMPOK LEMBAH IBLIS.


Ada 20 orang yang berada di depan desa tebing hijau.


Dia menghancurkan gerbang utama tebing Hijau dengan sekali pukul.


Jiatso dan yang lainnya juga langsung keluar menuju pintu gerbang.


"Saudara sekalian apa yang ada inginkan di desa kami...?"


Ketua perampok itu bernama Jubie dengan kulit harimau nampak di punggung nya.


Tubuhnya berotot tidak kalah dengan Jiro,ada luka sayatan di dadanya.


Dia berada pada tahap Soul Jenderal Kecil.


"Sepertinya desa kalian punya banyak harta.


Oleh karena itu kami akan mengambil tempat ini."


Jelas penduduk desa tidak terima dengan ucapan Jubie.


"Bajingan Laknat meskipun kami mati,kami akan mempertahankan desa ini."Ucap Kama.


"Haha anak muda ucapan mu tidak sesuai dengan kemampuan."


Gerombolan perampok itu langsung tertawa mendengarnya.


"Baiklah pak tua jadi bagaimana sekarang..?


Jika kami berada di desa ini tentu saja kalian akan mendapatkan perlindungan dari kami."


"Desa kami tidak merima orang luar untuk tinggal disini."Jiatso hanya ingin melindungi desanya.


"Hahaha pak tua kau berani sekali berucap seperti itu kepada Jenderal kami."


"Meskipun desa kami miskin tapi kami masih punya harga diri."


Ayo maju... !!


Segera bentrokan itu meletus.


Suara desingan pedang dan riak energi soul langsung berhamburan.


Penduduk desa melawan gerombolan perampok.


Pada saat ini Jiro berhadapan dengan Jubie.


Jiro mengeluarkan pedang gergajinya dia ingin menebas ke arah Jubie.


Namun itu dapat di blokir dengan sebelah tangan kirinya.


Kemudian Jubie melanjutkan serangannya.


Dengan tinju sebelah kanan,dia memukul mundur Jiro.


Hingga terlempar jauh ke arah dinding.


Jiro langsung memuntahkan banyak darah.


"Haha apakah hanya seperti ini saja...?"


Kali ini Jiatso yang maju menggantikan Jiro.


"Hati - hati kakek,"Ucap Diang.


Soul energi di dalam tubuh Jiatso langsung meningkat dengan cepat.


Kini dia telah di selimuti oleh aura hijau.


Angin mulai mengitari tubuh nya seperti angin puyuh.


"Pak tua sepertinya kau mempunyai kemampuan."


Jubie langsung mengeluarkan Aura Apinya yang lebih kuat dari pada milik Jiatso.


Kemudian mereka berdua bertukar pukulan di udara.


Setelah beberapa pergantian pukulan Jiatso mundur beberapa langkah.


Dia mulai memuntahkan seteguk darah,jelas perbedaan level yang sangat jauh antara Jiatso dan Jubie.


"Cakar Angin Surgawi."


Segera Energi Soul Jiatso membentuk Elang besar berwarna hijau.


Elang itu nampak seperti akan menerkam mangsanya.


Melihat serangan Jiatso yang nampak kuat.


Dia juga tidak mau kalah,dengan mengeluarkan senjata rohnya.


Kapak panjang dengan aura api.


Ketika burung elang itu hendak mencapai Jubie.


Dia memblokir serangan itu dengan kapak panjang di tangannya.


Benturan dua kekuatan itu, menyebabkan angin bergemuruh dengan sangat kuat di sekitar area pertarungan.


Namun sayang nya burung elang itu langsung pecah menjadi percikan energi.


"Tampaknya serangan mu tidak begitu kuat."


Kini giliran Jubie yang melakukan serangan.


"Harimau Api Mengamuk."


Aura api membentuk harimau Besar dengan soul energi api.


Harimau itu mengaum dengan keras menyebabkan para penduduk ketakutan.


Kemudian dia maju dengan kecepatan seakan ingin menerkam mangsa di depan nya.


Jiatso mengumpul kan semua energi soulnya. Membentuk gumpalan energi berwarna hijau menyelimuti tubuhnya.


Kini perisai angin telah menyelimuti tubuhnya.


Harimau itu maju dengan sangat ganas.

__ADS_1


Mencabik perisai yang di ciptakan oleh Jiatso.


Perisai itu kemudian retak,tidak mampu bertahan menghadapi serangan Jubie yang sangat keras.


Jiatso langsung terpental ke belakang baju nya yang terbuat dari kulit binatang seketika itu robek.


Di penuhi dengan darah di sekujur tubuhnya.


Ada pun kelompok Kama dan yang lainya,juga tidak berbeda.


Mereka juga terluka cukup dalam,namun tidak separah yang di alami Jiatso.


Diang langsung berteriak mengejar kakek nya.


Tetapi dia di tahan oleh ibunya.


Diang menangis dengan sangat sedih melihat keadaan kakek di depannya.


"Ibu apakah kakek akan di bunuh..?"


Diang bertanya dengan sangat sedih ke arah ibunya.


Tetapi ibunya hanya bisa menggelengkan kepala melihat kejadian ini.


Jubie berjalan mendekati tubuh sang kakek.


dia berkata.


"Pak tua sepertinya ini hari terakhir mu."


Dia tertawa sambil mengayunkan kapak panjang nya ke arah kepala Jiatso.


Namun tiba - tiba muncul kilatan aura hitam.


Kapak panjang itu dapat di blokir oleh pedang besar.


Jubie mundur beberapa langkah ke belakang untuk melihat situasi yang terjadi.


Dia merasakan aura mematikan yang terpancar pada sosok hitam itu.


"Mengapa kau ikut campur dengan urusan ku."


Namun pemuda itu tidak menghiraukan ucapan nya.


Dia langsung membawa tubuh Jiatso ke arah Diang dan yang lainnya.


Diang langsung berlari ke arah pemuda itu.


"Kakak Nchex kamu masih hidup."


Diang memeluk Nchex sambil menangis.


Kama dan yang lainya juga terkejut kedatangan Nchex.


Bagaimana dia bisa selamat dari kejaran serigala darah.


"Baiklah Karena aku sudah disini,ini saatnya membalas kebaikan kalian."


Nchex menyuruh semua orang untuk mundur.


Jiro pun terkejut mendengar ucapannya,namun saat ini mereka semua sudah terluka tidak punya pilihan lagi selain mundur.


Nchex hanya tersenyum sambil melihat ke arah kama


Hanya dengan kibasan tangan kirinya dalam sekejap lima orang yang di hadapi oleh Kama,kini telah terjatuh ke tanah.


"Anak kecil sepetinya kamu punya kemampuan."


"Haha bukan aku yang kuat,hanya saja anak buah mu terlalu lemah."


Nchex menjawab dengan santai dan agak malas.


J"Bocah sombong segera Bunuh dia."


Sepuluh orang anak buah jubie langsung mengepung Nchex.


Mereka menatapnya dengan wajah mengejek.


Nchex mulai mengeluarkan pedang naga nya.


Angin hitam langsung berputar di sekitarnya.


"Apa kau tahu ... jika aku mengeluarkan pedang ku tidak ada satu pun dari kalian yang akan selamat."


"Haha bocah kau memang sangat sombong."


Dengan ayunan pedang naga nya,Sepuluh orang yang mengepung di sekitar,semua nya terpental ke belakang dan memuntahkan seteguk darah.


Dia dengan cepat membunuh mereka satu persatu.


Lima anak buah yang tersisa dari Jubie menatap Nchex dengan ketakutan.


Dibawah tatapan mata,penduduk desa hanya dapat diam melihat kejadian ini.


"Anak ini sepertinya benar - benar anak yang di ramalkan,"Ucap Yinsa.


Penduduk desa menatap ke arah Yinsa seraya mendengar kata-katanya.


"Benarkah itu...?"


Mereka semua saling menatap satu sama lain.


paling tidak dia bisa melindungi kita pada saat ini.


Kama "Namun dia harus melawan Seorang Soul Jenderal bintang 1 di depan nya."


"Semoga dia baik - baik saja,"Ucap Jiro.


"Bajingan...!"


Jubie menjadi sangat marah meliat anak buahnya di bunuh.


Dia dengan cepat mengeluarkan aura api nya dan membentuk seekor harimau api.


Harimau itu dengan cepat mengarah kepada Nchex.


Nchex tidak berniat untuk lari atau menghindar dari serangan itu.


Sebagai gantinya dia hanya mengulurkan telapak tangan sebelah kirinya.

__ADS_1


Setelah bertabrakan harimau itu langsung meraung kesakitan kemudian pecah menjadi riak energi.


Semua orang terkejut melihat kejadian ini termasuk Jiatso.


Harimau api yang membuatnya terluka parah dapat di hancur oleh Nchex hanya dengan sebelah tangan.


Jiatso menyadari simbol yang ada di telapak tangan Nchex.


"I ... iitu itu adalah Symbol Naga Bencana dari mana bocah ini mendapatkan nya."


Ekspresi semua penduduk desa berubah menjadi ketakuan bah kan lebih ngeri dari pada saat Jubie datang.


Semua orang tahu naga bencana adalah salah satu binantang Iblis yang telah menghancurkan suku angin.


Namun saat ini mereka melihat simbol itu berada di tangan pemuda kurus yang mereka anggap biasa saja.


"Bajingan kecil aku akan membunuh mu."


"Sepertinya akulah yang harus berkata seperti itu."


Mereka langsung bertukar pukulan di udara terdengar desingan besi sedang bertabrakan.


Aura api dan angin saling menyapu satu sama lain.


Seolah olah tidak ada yang mau kalah.


"BOLA API METEOR."


Segera bola api besar terbentuk dari energi soulnya.


Semua orang yang berada di bawahnya merasa kepanasan.


Jika seseorang berada di tahap soul Guard bintang 1 ada kemungkinan dia akan meleleh hanya dengan berada di bawahnya.


Nampaknya Kekuatan Soul Jenderal memang sangat kuat.


Nchex juga tidak mau kalah menghadapi Bola api yang sangat menakutkan itu.


Kemudian angin hitam langsung dengan cepat memutari tubuhnya.


"NAGA HITAM MENEBAS LANGIT."


Angin hitam itu mulai membentuk sebuah pedang besar menjulang ke langit.


Dimana pada saat ini semua benda di dekatnya mulai berterbangan tertarik ke arah langit.


Ketika beberapa benda itu berterbangan memasuki arah pedang itu,benda itu langsung menjadi debu.


"Argggh...!"


Kedua serangan itu langsung bertabrakan dengan kuat.


Hantaman meteor dan pedang saling beradu di langit.


Mulai bergemuruh menjadi hitam,area tempat pertempuran yang awalnya hijau kini hanya menjadi tanah yang terbakar.


Keduanya saling mengeluarkan energi soulnya untuk memperkuat serangan masing- masing.


"Apa kau tau bahwa angin hanya akan membuat api menjadi besar."


Jubie tertawa melihat ke arah Nchex dengan tatapan membunuh.


"Haha sepertinya anda bodoh."


"Itu bukan angin biasa,"melainkan api hitam yang berevolusi menjadi angin."


Jubie terkejut mendengar ucapan Nchex.


Seketika energi api di dalam meteor itu mulai termakan oleh pedang Nchex.


Tebasan pedang itu mulai membelah meteor dan terus membelah sampai ke tubuh Jubie.


Jubie jatuh ke tanah dengan memercikkan seteguk darah dari mulutnya.


Mata Nchex berubah menjadi merah darah.


Di ikutin oleh aura pedang yang ingin membunuh.


Dia mendekati lima anak buah jubie yang melindunginya.


Tiba - tiba kelima anak buah nya langsung terpisah dari kepala nya.


"Haha saat ini tidak ada yang bisa melindungi mu."


Jubie terdiam ... bagaimana mungkin seorang yang hanya pada tahan Soul Guard bintang 5 dapat mengalahkan Soul Jenderal.


Nchex terus berjalan ke arahnya dengan perlahan.


"Tuan tolong ampuni saya tuan."


Tetapi nchex yang sudah dirasuki oleh Black Dragon,dia tidak menghiraukan nya lagi.


Pertama dia menebas kaki kanan jubie sampai terputus.


Jubie berteriak dengan sangat ketakutan.


Kejadian itu terus berlangsung sampai sebagian tubuh jubie terputus.


Dan akhirnya pedang itu menancap di arah dada Jubie.


Pedang Black Dragon itu menyerap semua darah dan energi soul yang di miliki jubie.


Sampai menjadi tengkorak yang tersisa.


Mata merah itu kemudian langsung menatap ke arah penduduk desa.


Dengan tatapan tajam yang ingin membunuh,Membuat semua orang di desa ketakuan.


Tetapi tidak dengan Diang,dia langsung berlari ke arah Nchex.


D"Kakak Nchex sudah berhasil mengalahkannya."


Diang dengan cepat menatap ke arah Nchex dengan mata lucunya,ia memeluk Nchex.


Energi menakutkan dari black dragon perlahan menghilang.


Semua orang di desa langsung menghela nafas lega.


"Ayo kak kita kembali ke desa."

__ADS_1


Diang menarik lengan Nchex berjalan menuju ke arah kelompoknya.


__ADS_2