
Hantu Es.
Didalam kesedihannya wanita itu tampak tidak bisa berpikir dengan sehat.
Logika dan hatinya seolah dipaksa mati,Dia mencoba mendatangi gurunya.
Memeluknya dengan sangat erat,disertai dengan linangan air mata yang sangat deras.
Seakan dia tidak mempunyai pilihan apapun untuk menyelesaikan masalahnya ini.
Tentu saja Penatua Mulan dapat mengerti bahwa wanita ini sangat mencintai pemuda itu.
Begitu juga dirinya yang telah berhutang Budi kepada pemuda itu karena telah menyelamatkannya dari kematian.
Selain mereka menyembunyikan hal ini dari pemuda itu,Dia juga merasa bersalah karena tidak bisa membantu menyelesaikan masalah mereka berdua.
Tentu saja ini sedikit tidak adil menurutnya.
"Aku akan membawa mu ke tempat latihan Ratu Es,Dewi Aurora pernah berlatih disana.
Mungkin saja kita akan mendapatkan cara untuk menyelesaikan masalah ini." Ucap Mulan mengajak Kartika pergi.
Dengan membuka beberapa segel ditanganya,Portal itu pun telah terbuka.
Sebuah ruangan rahasia yang sangat dingin dipenuhi dengan kristal Es.
Ada sebuah Bunga Teratai Putih yang sangat besar berada ditengah-tengah tempat itu.
Penatua Mulan menyuruh Kartika untuk mulai berkultivasi di atas teratai salju.
Wanita itu mulai menenangkan hatinya dan perlahan menutup matanya.
Riak energi mulai memasuki tubuhnya disertai dengan udara dingin yang mulai tertarik masuk kedalamnya.
Seketika jiwanya langsung dipindahkan kedalam Istana Es.
Telihat sosok wanita dengan pakaian serba putih bersama dengan rambutnya.
Sosok itu duduk di atas kursi singgasana,dengan memancarkan aura yang sangat dingin.
"Kamu kah Dewi Aurora itu..?"
Dengan telunjuk jarinya soul power berwana putih langsung diarahkan kepada dahi Kartika.
Alangkah terkejutnya dirinya ketika kekuatannya itu dihalangi oleh Api Borealis yang pernah ditanamkan oleh Nchex kepadanya.
Segel itu berusaha melawan kekuatan dari Dewi Aurora, Sementara itu Nchex dapat merasakan bahwa segel Apinya telah dihancurkan.
Namun dia yang sekarang sudah tidak peduli lagi apapun yang terjadi pada wanita itu.
"Aku sudah lama menunggu mu." Ucap Aurora.
"Siapa kamu sebenarnya,Apa yang kamu lakukan pada tubuh ku...?"
"Kamu adalah anak ku,Aku juga telah membantu mu menghilangkan segel yang ditanam oleh seseorang kepada mu."
Namun disini Dewi Aurora tidak mengetahui bahwa yang memasang Segel itu adalah Nchex.
Seorang pemuda yang juga mewarisi kekuatan dari Shinki.
Sampai pada akhirnya Kartika menjelas itu semua kepada Dewi Aurora.
Tentu saja setelah mendengar Nama Shinki Wajah sedingin es itu langsung menjadi berubah.
"Mengapa kamu tidak membawa pemuda itu kesini...?" Tanya Aurora yang sangat ingin bertemu dengannya
Namun Kartika tidak bisa menjawab pertanyaan dari ibunya itu.
Sambil menggelengkan kepalanya,tanpa dia sadari air mata sudah mengalir deras di pipinya.
Dewi Aurora langsung mendekati putrinya itu, seakan dia mengetahui masalah yang telah dia hadapi.
"Apakah kamu sangat mencintai pemuda itu...?" Tanya Aurora
Kartika mengangguk dan jelaskan masalah yang sebenarnya dia hadapi sekarang.
Setelah mendengar ceritanya itu,Dewi Aurora menjadi terdiam sambil memikirkan kejadian dimasa lalu yang pernah dia alami.
__ADS_1
"Baiklah aku tidak akan menyalahkan mu,namun aku juga tidak akan membiarkan hal yang sama terjadi kepada mu." Ucap Aurora.
"Apa yang harus aku lakukan bu...?" Tanya Kartika tidak berdaya.
"Aku akan mengaktifkan Es Abadi yang tersegel di dalam tubuh mu. Jika pemuda itu memang keturunan dari Shinki dia pasti bisa mematahkan kutukan itu.
Hal itu juga akan membuat semua orang tidak bisa bersentuhan dengan kulit mu.
Mereka semua akan langsung membeku." Jawab Aurora yang memberikan bola energi kedalam tubuhnya.
Jiwanya langsung dikembalikan ketempat dimana dia berada.
Soul Power yang sangat dingin itu mulai menyebar didalam tubuhnya.
Seluruh kulitnya berubah warna menjadi putih pucat.
Begitu juga dengan rambutnya yang mulai memutih.
Wanita itu mulai berubah menjadi sosok yang menakutkan.
Seluruh area tempat itu menjadi beku, Sepertinya Kartika sudah tidak dapat menahan Soul Power yang sangat dingin itu.
Pembekuan terus menyebar di dalam tubuhnya,jika dia tidak bisa bertahan kemungkinan dirinya sendiri juga akan mati.
Mengetahui hal itu,penatua Mulan yang berada disana mencoba membantu.
Namun kekuatan Soul Power es itu masih sangat kuat,hingga dapat memblokir energi murni yang diberikan oleh penatua Mulan.
Dia mencoba menarik Kartika dari sana,namun tiba-tiba tangannya langsung menjadi beku seperti patung es.
"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu."
Menyadari semua cara sudah tidak dapat membantunya.
Penatua Mulan memutuskan untuk mengorbankan dirinya,Agar Soul Power itu tidak bisa membekukan hatinya.
Penatua Mulan merubah dirinya menjadi Partikel Energi Cahaya.
Dan langsung memasuki tubuhnya, memblokir setiap Soul Power Salju yang ingin menyerang jantungnya.
Pada akhirnya terciptalah sosok wanita putih pucat yang sangat mengerikan.
Dengan Aura dingin yang terus menyebar dari tubuhnya.
Wanita itu berjalan keluar tanpa Ekspresi dan rasa bersalah.
Dia kembali menuju Aula Snow White Lotus.
Dua orang murid yang mencoba mendekatinya langsung berubah menjadi patung es.
Sebelum sosok wanita itu pergi,dia menatap Maya tanpa ekspresi dan kemudian pergi.
Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu.
Wanita itu terus berjalan memasuki Aula Heaven's Light Sword.
Murid-murid disana menjadi sangat ketakutan ketika melihatnya, Sneder yang berniat menyentuhnya tangannya langsung membeku.
Begitu juga dengan Penatua Jing Yong yang tidak mengetahui siapa sosok ini dia langsung bertanya.
"Siapa kamu sebenarnya...?"
Wanita itu langsung melepaskan Sneder yang sebagian tubuhnya telah membeku.
Dia menunjukkan setangkai bunga teratai salju kepada Jin Yong,yang membuatnya menyadari bahwa sosok ini adalah Kartika.
Tanpa bicara sepatah katapun sosok itu langsung pergi meninggalkan mereka.
Berita itu langsung menyebar keseluruhan Divisi Guild.
Bahwa didalam Divisi pedang ada seorang Hantu Es yang menakutkan.
Hal itu juga membuat murid lain untuk mendekatinya dan mencari tahu tentang sosok wanita itu.
Sementara diluar sana sedang sibuk dengan kabar Hantu Es.
__ADS_1
Pemuda itu terus berlatih bersama Mantikei, setelah beberapa Bulan berlalu akhirnya dia telah berhasil menguasai teknik Flame Berseker tingkat 2.
Pemilihan 12 Kandidat murid terbaik dari semua Divisi juga sudah semakin dekat.
Joko dan Ricky yang selalu berada disana terus melihat sosok wanita itu.
Setiap pagi dia mengantar Secangkir Kopi dan Makanan dikamar pemuda itu.
Namun mereka berdua tidak berani untuk menyapanya,dia hanya memperhatikan dari kejauhan.
Teman-temannya yang berada disana jua telah mengetahui hal itu.
"Sudah 1 Minggu ini Hantu Es melakukan hal yang sama." Ucap Joko.
"Akan lebih baik jika kita menunggu dia kembali dari latihan,baru menceritakan hal ini kepadanya." Ucap Henry.
Penatua Hao yang juga cukup penasaran mencoba menghampiri sosok wanita itu.
Dia melihat minuman hangat yang terus dibuatnya itu selalu berubah menjadi beku.
Namun tetap saja dia terus melakukan hal yang sama setiap pagi.
Wanita itu sedikit tersenyum ketika melihat Penatua Hao, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa kepadanya.
Dia terus datang setiap pagi untuk melakukan hal yang sama.
Meskipun dia sendiri juga tahu pemuda itu saat ini sedang tidak berada disana.
Di malam hari pemuda itu kembali dari latihanya.
Latihan selama hampir 2 tahun ini sudah merubahnya menjadi lebih kuat.
Mantikei telah mengajarkan semua tekniknya kepada pemuda itu.
Saat ini dia telah berhasil menembus level 30 tentu saja itu berkat latihan yang telah diberikan oleh Mantikei.
Pemuda itu langsung kembali ke kamarnya dan langsung tertidur dengan sangat lelap.
Ketika dia bangun dia sudah melihat sarapan sudah siap di atas mejanya.
"Haha pak tua itu sangat baik pada ku." Ucap Nchex yang mengira Mantikei telah menyiapkan makanan untuknya.
Samar-samar dia bisa merasa ada seseorang yang telah memasuki kamarnya.
Mengetahui hal itu pemuda itu langsung mencoba mengejar sosok berjubah hitam yang mencoba melarikan diri dari tempat itu.
Rupanya dia sengaja membawa pemuda itu ke bukit dimana terkahir kali dia bertemu dengannya.
"Siapa kamu...?" Tanya Nchex sambil mengacungkan pedang ke arahnya.
"Ini semua karena diri mu." Jawab Kartika sambil menunjukkan wajahnya.
Wanita itu mencoba mendekatinya,meraih tangan pemuda itu.
Namun anehnya pemuda itu tidak membeku ketika disentuh olehnya.
Sambil menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.
"Bukankah kamu tidak mengizinkan orang lain menyentuh ku,Sekarang aku sudah memenuhinya.
Apakah dengan wujud ku sekarang,kamu tidak menginginkan ku lagi...?" Tanya Kartika.
Sekarang wanita itu sudah tidak mempunyai Ekspresi lagi.
Bahkan air mata yang ingin keluar saja seolah tertahan seperti membeku.
"Masihkah kamu Kartika yang aku kenali...?" Tanya Nchex dengan agak ragu.
Wanita itu mengangguk sambil menunjukkan cincin yang diberikan oleh Kaisar Rudi kepada mereka bertiga.
Tentu saja Nchex menyadarinya selain Melisa pastilah itu Kartika.
Setelah dia mendengar cerita panjang dari Kartika.
Pemuda itu mengajaknya untuk menemui Mantikei.
"Guru apakah ada cara untuk menghilangkan Kutukan Es Abadi...?" Tanya Nchex.
"Mungkin saja dengan Api yang kamu miliki sekarang itu dapat membantunya.
__ADS_1
Tapi aku tidak yakin dapat mengembalikan wujudnya seperti semua."
"Baiklah aku akan mencobanya."