Soul Caster

Soul Caster
Episode 90


__ADS_3

Hilang Ingatan.


Berita tentang perang besar segera menyebar ke seluruh wilayah Silva mengalami ketegangan.


Beberapa individu mempersiapkan dirinya masing-masing.


Kota yang dulunya ramai kini menjadi sepi,tidak ada seorangpun yang terlihat diluar kota.


Kabarnya selama 3 bulan telah terjadi pemberontakan di wilayah kekaisaran.


Namun 7 hari terakhir Tentara Kekaisaran terus di pukul mundur oleh Pasukan lawan.


Akibatnya mereka harus bertahan didalam istana yang merupakan benteng pertahanan terakhir mereka.


Datanglah pemuda itu memasuki istana dengan santainya.


Matanya menyapu semua prajurit yang sedang menyiapkan diri, Namun dia dapat merasakan ada ketakutan diantaranya.


Beberapa orang dari murid inti Guild lainya juga berapa disana.


Salah satunya adalah Onimaru dari Guild Valkyrie.


"Haha ternyata kita bertemu lagi sekarang." Ucap Onimaru menyapanya.


"Aku hanya memiliki sedikit urusan disini." Jawab Nchex berjalan pergi.


Penatua Hao mengajaknya keruangan rapat,Semua peninggi Guild dan Istana sudah hadir disana bersama Kaisar Rudi.


Pemuda itu disuruh menempati tempat duduk dibawah yang sama dengan murid inti lainnya.


Namun dia memilih duduk di 8 Kursi teratas.


Tentu saja sikapnya membuat semua orang menjadi jengkel kepadanya.


Penatua Eric wakil Divisi Militer langsung berkata.


"Bocah mengapa kamu berani begitu lancang mengambil kursi para penatua...?" Ucap Eric.


"Haha baiklah jika kalian menolak bantuan,Aku akan segera pergi dari sini.


Oh.. aku juga ingin memberitahu kalian bahwa aku datang kesini bukan menjadi seorang murid." Jawab Nchex.


Dihadapan semua orang pemuda itu berjalan pergi menuju keluar ruangan.


Dia banyak sekali mendapatkan cemoohan dari semua orang yang tidak mengenalnya.


Namun Penatua Hao langsung menjelaskan kepada mereka semua Bahwa Pemuda itu Adalah Kaisar wilayah Ignis.


Tentu saja hal itu membuat semua orang merasa tidak percaya dengan hal itu.


Tapi apalah daya mereka semua sudah menyinggungnya.


Sampai pada akhirnya Pangeran Mahkota yang bernama Evan menghentikannya.


"Apakah kamu akan memberikan adik ku kepada orang lain dengan suka rela...?"


Sepertinya Evan ini juga mengetahui tentang hubungannya dengan Melisa.


Tentu saja hal itu membuatnya terdiam sejenak dan kembali duduk mengambil kursinya itu.


Kaisar Rudi dan Penatua lainya juga memberikan hormat kepadanya.


"Haha pak tua mengapa kamu tidak memberi hormat kepada ku." Ucap Nchex menyinggung Penatua Eric.


Meskipun didalam hatinya Eric tidak bisa melakukan hal itu.


Akan tetapi dengan sangat terpaksa dia melakukan hal itu kepadanya.


"Bocah ini sangat arogan,akan sangat sulit jika berhadapan dengannya." Ucap salah satu Penatua.


Kaisar Rudi memulai diskusinya.


Dia mengatakan bahwa dalam 2 hari ini serangan besar-besaran akan segera dilancarkan kepada Istana.


100 Ribu tentara prajurit gabungan dari Pasukan Iblis dan SangCaster Wilayah Nen akan menggempur istana.


Selain itu juga Kaisar Rudi kekurangan pasukan untuk menjaga 8 pintu gerbang utama.


Dia juga mengatakan bahwa sekarang ini mereka hanya mempunyai kurang dari 60 ribu pasukan Istana.


"Kami bisa menjaga 1 Gerbang Utama." Ucap Heriz Ketua Guild Angel of God.

__ADS_1



Begitu juga dengan ketua Guild Templar of light, Valkyrie Union mereka juga mengatakan dapat menjaga 1 Gerbang utama.


Namun Defender of Light yang ketua Guild mereka sedang sibuk dalam urusan Guildnya sendiri tidak bisa hadir dalam pertemuan ini.


Penatua Hao yang mewakilinya tidak berani berucap sedikitpun.


Dia juga menyadari dengan apaan yang mereka hadapi saat ini.


Melihat Penatua Hao yang sedang tersudut,barulah pemuda itu berbicara.


"Katakan pada ku Siapakah yang terkuat diantara mereka semua...?" Ucap Nchex.


"Aku bisa saja menghadapi Jenderal Yulius namun mereka juga memiliki 4 SangCaster di ranah God of Internity level 70.


Meskipun aku dan Ketua Guild lainya dapat menahan mereka.


Kami masih kesulitan untuk mempertahankan bagian pintu gerbang." Ucap Kaisar Rudi.


"Jika itu masalahnya aku hanya perlu membantai semua pasukan mereka bukan." Jawab Nchex yang tanpa ragu.


"Kita kekurangan 40 ribu prajurit, Jika salah satu prajurit dibagi menjadi 2 maka mempertahankan gerbang utama akan sangat sulit untuk dilakukan." Sahut Mozhang.


"Haha aku akan memikirkannya nanti,Sekarang aku ingin bertemu dengan Melisa terlebih dahulu.


Jika aku tidak bertemu dengannya aku tidak mempunyai alasan untuk berada disini." Ucap Nchex.


Pemuda itu berjalan pergi meninggalkan mereka semua, sepertinya dia menyadari ada sesuatu yang telah terjadi didalam istana.


Dia terus berjalan memutari wilayah istana,namun masih tidak menemukan dimana Melisa disembunyikan.


Tentu saja Kaisar Rudi sangat menyadari tentang pemuda yang selalu membuat kekacauan ini.


Dia hanya bisa taklukkan oleh penawaran yang menurutnya menarik dan menguntungkan.


"Baiklah jika kamu berhasil mempertahankan istana ini, Aku akan mengajakmu bertemu dengan Melisa. Ucap Kaisar Rudi.


"Aku ingin bertemu dengannya terlebih dahulu, Barulah aku akan bertarung." Ucap Nchex.


"Bukankah aku sudah mengatakan kepada mu bahwa dia akan diasingkan selama 5 tahun di 9 Gerbang Cahaya." Ucap Kaisar Rudi sedikit agak kesal.


Baiklah sepertinya kita tidak mendapatkan kesepakatan,Aku akan segera pergi dari sini."


Melihat sudah tidak ada cara lagi untuk menahannya, Akhirnya Kaisar Rudi mengajaknya menuju tempat itu.


Tempat itu dijaga ketat oleh penjaga 9 Gerbang Cahaya.


Bahkan Kaisar Rudi juga tidak memiliki hak untuk masuk kedalam.


Nchex yang merasa dirinya direndahkan dia langsung membunuh kedua penjaga itu dihadapan Kaisar Rudi.


"Bocah mengapa kamu selalu bertindak ceroboh seperti itu...?" Tanya Kaisar Rudi.


"Aku akan membunuh siapapun yang menghalangi jalan ku,dan mengganggu keluarga ku." Ucap Nchex.


Aura Dewa Kematian sangat jelas dirasakan oleh Kaisar Rudi.


Bahkan dia sendiri sedikit tertekan oleh Domain Dewa Kematiannya.


"Itu adalah pedang Supreme." Ucap Kaisar Rudi yang baru saja menyadarinya.


Pemuda itu terus saja menerobos masuk,membantai semua orang yang berada disana.


Sampailah dia didalam sebuah menara,disana terlihat Melisa dengan kurung dan dirantai.


Sepertinya dia akan di korban,tentu saja setelah melihat itu Nchex menjadi sangat marah kepada Kaisar Rudi.


"Orang tua seperti apakah yang menyiksa anaknya sendiri." Ucap Nchex.


"Ini pasti ulah Jenderal Yulius aku juga tidak mengetahuinya."


Nchex yang marah langsung menghancurkan seluruh tempat itu,dan membawa Melisa pergi dari sana.


Energi kehidupannya sudah sangat lemah,banyak sekali bekas luka cambukan di bagian tubuhnya.


Pemuda itu menyalahkan Kaisar Rudi dan Orang-orang istana yang mengingkari janjinya.


Datanglah 3 Ketua Guildnya yang juga ikut memeriksa luka dalam yang di alami oleh Melisa.


Mereka bertiga mencoba menggabungkan Kekuatannya ditambah dengan Kaisar Rudi.

__ADS_1


4 SangCaster God of Internity itu mencoba menyalurkan Energi Soul Murni kedalam tubuhnya.


Akhirnya terbentuklah sebuah telur emas yang membungkus tubuhnya.


Telur itu terus mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan, Hingga seorang sosok wanita keluar dari sana.



Wanita dengan rambut berwana emas diselimuti oleh Atribut Cahaya yang megah.


Dia juga berada di ranah Immortality.


Seorang wanita yang terlihat seperti bidadari itu tampak kebingungan,dia tidak mengenal semua orang yang berada disana.


Yang dia tahu dirinya ada seorang putri raja dari kekaisaran Silva.


Bahkan pemuda yang ada didepannya hanya dia acuhkan saja.


"Kamu ... bagaimana mungkin aku menikah dengan orang seperti mu." Ucap Melisa Kepada Nchex.


Pemuda itu mencoba menjelaskan semuanya kepada wanita itu.


Namun tetap saja kepribadian saat ini sudah berubah dan semua ingatannya juga sudah menghilang.


Terlihat dia tidak memiliki sedikitpun perasaan kepada pemuda itu.


"Hahaha baiklah setidaknya aku bisa melihat mu baik-baik saja." Sambil meneteskan air matanya pemuda itu pergi keluar dari tempat itu.


Namun sebelum pemuda itu pergi Genderang Suara perang sudah ditabur.


Dari kejauhan ribuan pasukan Iblis sudah berdatangan.


Kumpulan Aura hitam yang sangat menekan merubah langit menjadi hitam mengiringi mereka berjalan.


Prajurit istana juga mulai membentuk formasi perang untuk menyambut mereka.


Masing-masing pemimpin pasukan telah mengambil tempatnya.


Begitu juga dengan Melisa yang bersiap ikut bertarung bersama mereka.


Kini kedua pasukan itu saling berhadapan dan bersiap menyerang.


Sementara itu Nchex yang perasaannya sedang tidak stabil,Dia hanya memperhatikan kedua barisan pasukan itu.


Matanya menyapu pimpinan pasukan kedua belah pihak.


Lagi-lagi dia melihat Yama yang berada disana,Serta Sneder dan beberapa orang dari Sekte Api.


Juga ada beberapa orang murid pengkhianat yang berada dibarisan itu.


Cheng dan Gerrard juga berada di pasukan lawan, Rupanya Divisi Militer dan Tombak juga ikut mengambil bagian.


Ternyata Penatua Eric yang selama ini membocorkan informasi kepada lawan.


Dia yang ingin pergi dari Istana langsung ditahan oleh Evan.


Mematahkan kedua tangannya.


"Bajingan seperti mu tidak pantas untuk hidup...!" Ucap Evan.


"Haha Jika aku mati hari pun, Kekaisaran ini juga akan segera hancur." Ucap Eric.


Namun tiba-tiba pemuda itu langsung mendatanginya,Dan menebaskan pedangnya kepada Penatua Eric yang sudah terluka itu.


Dia juga mengambil Ecensi sejati dari tubuhnya.


Melihat Jiwa Spiritual Penatua Eric yang sudah terlepas dan ingin pergi.


Lagi-lagi pemuda itu menyerapnya kedalam Pedangnya.


Tanpa ada sepatah kata,dia langsung pergi dari tempat itu,Berdiri di atas Gerbang Utama.


Karena hal itulah para penatua dan orang-orang dari ketiga Guild itu tidak berani lagi untuk bersikap sombong kepadanya.


Mereka juga bisa merasakan kekuatan yang tersimpan didalam tubuh pemuda itu.


Meskipun pemuda itu hanya berada di level 50, Namun Aura yang mereka rasakan sama seperti level 70.


"Mungkinkah itu kekuatan dari pedang yang dia gunakan...?"


Terlepas dari itu semua ada perang besar didepan yang harus mereka hadapi.

__ADS_1


__ADS_2