
Merubah Takdir.
"Saat ini pedang Hell of Darkness ku sedang disita oleh Penatua oleh karena itu aku membutuhkan bantuan kalian semua untuk membantu ku." Ucap Nchex.
Pemuda itu membuat sebuah dimensi ruang kosong,membawa kedua sosok wanita itu kedalamnya.
Dia masih penasaran apa saja yang terjadi di masa lalu.
Dengan Artefak Mata Dewa Kematian itu,akan menjadi mudah untuk melihat beberapa hal yang terjadi di masa lalu.
Di sana dia dapat melihat bahwa Melisa adalah Istri Shinki pada masa lalu.
Sedangkan Kartika dia sangat menyukai Shinki,Namun harus dipaksa menikah dengan Dewa Ashura.
Mungkin karena alasan inilah reinkarnasi mereka berdua begitu mengenal sesuatu yang ada di dalam tubuh Nchex.
Dia terus mencari sampai ke alam bawah sadar terdalam,dari kedua wanita itu.
Disana dia juga menemukan sisa-sisa energi Dewa Kematian Shinki.
Gumpalan energi kecil itu membentuk sebuah sosok yang berbicara dengannya.
"Haha anak kecil akhirnya aku bisa bertemu dengan mu." Ucap Shinki.
Nchex sangat terkejut melihat sosok ini, Auranya sangat kuat melebihi semua Penatua Divisi.
Meskipun itu hanya sisa-sisa energi spiritual yang berasal dari kenangan kedua wanita itu.
Sosok itu wajahnya mirip sekali dengan "Avatar Dewa Kematian" yang muncul saat dia menggunakan teknik "Gerbang Kematian."
"Apakah kamu sosok Avatar Spiritual ku...?" Tanya Nchex dengan bingung.
"Akulah yang menciptakan teknik pedang Raizen,dan beberapa Artefak suci milik mu.
Sampai pada akhirnya aku mengajarkan teknik itu kepada beberapa manusia.
Yang saat ini kalian kenal sebagai Sekte Angin."
Dari sini dia bisa mengambil kesimpulan, Mengapa Sekte Angin dimusnahkan dan memiliki banyak musuh.
Salah satu kemungkinannya karena Shinki adalah salah satu pendiri dari Sekte Angin Kuno.
Shinki menggambarkan bahwa ribuan tahun yang lalu.
Dia dan 13 orang SangCaster lainnya memimpin Ras Manusia menghadapi musuh yang belum pernah pemuda itu lihat.
Perang besar itu melibatkan semua Benua dan Ras di seluruh dunia Soul Caster.
Dirinya menjelaskan jika pemuda itu berhasil mengumpulkan semua Artefak sucinya,Maka Shinki dapat bertemu dengannya lagi.
Namun sebelum sosok itu menghilang pemuda itu kembali bertanya.
"Bagaimana caranya mengatasi masalah yang aku hadapi sekarang...?" Tanya Nchex.
"Haha anak kecil kamu sangat beruntung dapat bertemu dengan mereka berdua,Dimasa lalu aku sendiri juga tidak bisa menyelesaikan masalah ini.
Aku akan menjelaskan semuanya setelah kita bisa bertemu lagi.
Selanjutnya terserah pada mu."
Sosok itu langsung menghilang dalam sekejap.
Ruang dimensi waktu kembali ketempat kekosongan,Dimana pemuda itu menjelaskan kepada kedua wanita itu.
"Aku mengetahui bahwa kamu adalah Istri dari Shinki dimasa lalu,Namun diri ku yang sekarang bukanlah Shinki yang kalian kenal pada masa itu.
Apakah kalian berdua ingin tetap mengikuti ku...?"
Pemuda itu menjelaskan yang sebenarnya kepada kedua wanita itu.
Yang membuatnya sedikit terdiam,dan tampak kesedihan di wajahnya.
Namun Kartika tetap yakin kepada pemuda itu.
"Aku hanya mempunyai 1 jatung es di dalam diri ku,Namun kamu sudah berhasil mencairkannya dan membawanya pergi dari ku." Ucap Kartika langsung memeluknya.
Dengan wajah yang memerah Kartika melihat wajah pemuda itu dengan malu.
Sosok pemuda itu mulai terbawa oleh suasana, merangkul pinggul wanita yang ramping disampingnya.
Hal itu membuat Melisa menjadi cemburu dan marah.
Dia langsung menggunakan teknik melihat masa depannya.
Didalam sebuah cermin cahaya itu,Ada 3 orang sosok wanita dimana salah satunya adalah Kartika.
Dengan Mulan dan Yury dari Sekte 6 Sayap malaikat.
Didalam cermin itu juga ada Sneder dan Ketua Kayra dari Divisi Pedang.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh Seorang Jenderal Perang,yang merupakan ayah dari Sneder.
Hal yang membuat pemuda itu marah,ternyata Kartika sudah di jodohkan dengannya.
Dia di paksa oleh Penatua Divisi dan Sekte untuk menikah dengannya.
"Mengapa kamu tidak mengatakan semuanya kepada ku...?" Tanya Nchex dengan sangat kesal.
Namun wanita itu hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan sepatah kata.
"Ayah ku adalah seorang Kaisar Para Dewa.
Jika aku memintanya,dia bisa saja membatalkan perjanjian itu." Sahut Melisa.
Tetapi Nchex yang masih kesal langsung pergi meninggalkan kedua wanita itu.
__ADS_1
Portal kekosongan langsung menghilang dan kembali seperti semula.
Tanpa mengucapkan kata apapun,pemuda itu langsung pergi meninggalkan mereka semua.
Ricky yang merasa ada kejanggalan diantara mereka,berusaha untuk mengejarnya.
Namun langkahnya dihentikan oleh Kartika.
"Apa yang terjadi dengan kalian." Tanya Ricky sambil melihat wajah sedih dari kedua wanita itu.
"Hemm sepertinya kita tidak akan pergi mengikuti kompetisi itu." Sahut Adam.
Namun Kartika meyakinkan bahwa mereka semua harus mengikuti Kompetisi Pandai Besi itu.
Pemuda itu berada disebuah bukit yang tidak jauh dari Divisi Pandai Besi.
Dengan pikirannya yang masih kacau,memang sangat sulit baginya untuk membuat keputusan sekarang.
Ditengah kesendirian, pemuda itu bertanya-tanya apa alasan dia ada di dunia ini.
"Semua orang di dunia ini akan terikat oleh Takdir,Namun mereka juga bisa menentukan takdirnya sendiri." Ucap Mantikei yang datang secara tiba-tiba.
"Guru apakah yang aku lakukan ini salah...?"
"Bagaimana mungkin aku bisa menyalahkan murid ku satu-satunya.
Serigala mungkin akan menjadi sangat kuat jika bersama kelompoknya.
Singa yang di anggap sebagai raja hutan,terkadang juga butuh kawanan untuk berburu.
Namun Naga yang sendirian,Dia akan membakar siapapun yang menghalangi jalannya." Mantikei mengucap kata yang membuat dia bingung.
"Haha aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapan mu Guru." Nchex tersenyum tidak mengetahui apa maksudnya.
"Sekarang pergilah selesaikan urusan mu dengan Divisi Pandai Besi.Setelah semua ini selesai aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi."
Keesokan harinya kelompok mereka akhirnya pergi menuju Kota Raja.
Di ikuti oleh kedua wanita itu,yang masih canggung untuk berbicara kepadanya.
Sampailah mereka di kota itu,Tempat yang sangat berbeda dari kota Vien.
Terlibat banyak Perahu terbang di atas langit kota.
Kota itu terlihat sangat ramai pada malam hari,mereka semua segera mencari penginapan untuk beristirahat.
Pemuda itu mulai berkultivasi di dalam kamarnya.
Ketika dia membuka matanya,kedua sosok wanita itu sudah berdiri didepannya.
Namun mereka hanya diam saja,dengan expresi yang penuh kesedihan.
Pemuda itu teringat ucapan Gurunya untuk membuat takdirnya sendiri.
"Hahaha mengapa kalian semua terlihat begitu sedih, Meskipun aku adalah keturunan dari Shinki.
Kalian boleh menikah dengan pria manapun yang kalian mau." Ucap Nchex dengan senyum di wajahnya.
Kartika langsung memeluk pemuda itu dengan erat.
Dengan penuh linangan air mata dia berkata
"Maafkan aku."
"Itu bukanlah salah mu,bahkan kalian tidak perlu meminta maaf kepada ku." Jawab Nchex
Namun Kartika masih saja memeluknya,dia menangis sejadi-jadinya.
Melihat mereka berdua tentu saja ada rasa kecemburuan di hati Melisa.
Melihat mereka berdua yang sudah sangat dekat.
"Apakah kamu hanya ingin melihatnya saja...?" Ucap Nchex yang membuatnya terkejut.
Pemuda itu langsung menarik Melisa dengan tangannya.
Kini kedua wanita itu sudah berada didalam pelukannya.
Wajahnya memerah,memeluk pemuda itu dengan manja.
Blacky berbicara dari alam Jiwanya.
"Bocah sialan kamu ingin kedua wanita itu." Dengan Expresi yang iri kepadanya.
"Aku akan membuat mu meneguk air liur mu." Ucap Nchex pada Blacky.
Dia mencium kedua wanita itu didepan Blacky.
Yang membuat sosok Naga itu menjadi sangat marah dan mengutuknya.
Blacky mulai memberikan beberapa penawaran untuknya.
Agar bisa berganti tempat sebentar,Namun pemuda itu hanya mengacuhkannya saja.
"Jika nanti kamu dalam masalah,aku tidak akan membantu mu." Ucap Blacky dengan kesal.
Pemuda itu menatap kedua wanita yang masih dalam pelukannya itu.
Sambil mengusap kepalanya,dengan rambutnya yang indah.
Wajah cantik merah menggoda itu terlihat sangat manja,terasa kerinduan yang sangat mendalam dari kedua sosok wanita itu.
"Hey sampai kapan kalian akan memeluk ku." Tanya Nchex.
Setelah mendengar ucapannya mata yang tertutup,itu mulai terbuka.
__ADS_1
Pelukannya malah semakin kencang,Sambil menatap pemuda itu dengan mata yang seolah menggoda.
"Aku tidak mau memberikan mu pada wanita es ini." Ucap Melisa.
"Jika apa pilihan mu sekarang...? Tanya Kartika tidak mau kalah.
Pemuda itu menyuruh mereka untuk berdiri.
Namun dia tidak dapat menemukan perbedaan diantara kedua wanita itu.
Sampai pada akhirnya dia memanggil Ricky dan Adam untuk membantunya.
"Kalian berdua katakan pada ku,Manakah di antara kedua wanita ini yang lebih cantik." Tanya Nchex.
Ricky yang cukup pintar tidak berani untuk menjawabnya.Di depan matanya sudah terlihat dua tatapan tajam yang ingin membunuh tertuju padanya.
Namun Adam yang polos dia langsung Berkata.
"Kawan jika kamu tidak keberatan,kamu bisa memberikan salah satunya kepada ku." Ucap Adam
Seketika itu juga,Dia langsung di tinju oleh kedua wanita itu.
Tubuhnya terlempar keluar,dan hampir mati.
Ricky segera membantu Adam untuk berdiri dia berbisik kepada.
"Mengapa kamu berbicara seperti itu dihadapan Singa...?"
Ricky yang pintar langsung keluar dari kamarnya,dengan alasan dia ingin membuat beberapa senjata besok.
Dua tatapan tajam itu kini kembali tertuju kepada Nchex.
"Dimasa lalu Shinki telah membuat kesalahan karena hanya memilih salah satu dari kalian apakah aku benar...?
"Apa maksud mu...?" Tanya Kartika.
Jelas dia tahu pemuda ini sedang memikirkan sesuatu di dalam kepalanya.
"Oleh karena itu,aku tidak ingin mengikuti jalan yang sudah di ambil olehnya."
"Cepat katakan pada ku...!" Sahut Melisa.
"Bagaimana jika kalian berdua menjadi Istri itu ku,itu akan lebih baik bukan." Ucap Nchex sambil berkhayal.
Namun dia langsung mendapat Tinju dari kedua wanita itu.
"Mengapa kalian menyerang ku,Jika tidak setuju lupakan saja." Ucap Nchex dengan kesal.
Namun kedua wanita itu langsung mendekat kepadanya,dengan pedang ditangannya.
"Bagaimana kalau kita bagi 2 saja." Ucap Kartika.
"Aku setuju." Jawab Melisa.
Mengetahui dia akan segera dibunuh, Pemuda itu langsung membawa mereka kedalam ruang Dimensi kosong.
Lagi-lagi dia ingin merayunya
"Bukankah jika kita bersama itu akan lebih baik,lagi pula akan semakin mudah untuk menghadapi masa depan.
Kita akan hidup dengan damai disebuah tempat impian." Ucap Nchex.
Didalam ruang dimensi dia menciptakan beberapa tempat indah dari Imajinasinya.
Kedua Wanita itu cukup kagum dengan apa yang mereka lihat.
Namun tiba-tiba Melisa menyadari bahwa itu hanyalah sebuah ilusi.
"Apa kamu ingin menipu kami...?" Tanya Melisa dengan marah.
"Bukankah kamu dapat melihat masa depan,Mengapa kamu tidak menggunakan cermin mu itu untuk mengetahui dengan siapakah aku akan hidup bersama."
Mereka berdua menjadi terdiam,tentu saja Melisa sadar akan sulit untuk melihat takdir semacam itu.
"Baiklah aku setuju dengan pilihan mu." Jawab Melisa.
Mereka berdua menatap Kartika yang diam, Setelah Beberapa saat wanita itu mengangguk pelan yang artinya dia juga setuju.
Nchex yang sangat girang langsung memeluk kedua wanita itu.
Dengan ini masalahnya sudah berakhir.
"Leluhur sialan lihatlah aku lebih baik dari mu." Ucap Nchex mengutuk Shinki.
"Sebelum itu aku akan memberikan Kutukan Es Abadi kedalam tubuh mu." Ucap Kartika.
Mendengar hal itu, Nchex segera ingin melarikan diri dari sana.
Namun sayangnya dia sudah ditahan oleh Melisa. Yang membuat pemuda itu tidak bisa bergerak.
"Hey hey mengapa kalian berdua terlihat sangat akur,ini tidak baik untuk ku." Tanya Nchex sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Tenanglah kamu akan segera menikmatinya.
Bukankah kamu juga ingin memiliki Api Emas Abdi,Aku juga akan membagikannya untuk mu." Jawab Melisa.
Bola es salju yang sangat dingin langsung keluar dari mulut Kartika sekita tempat sekitar langsung berubah menjadi salju.
Sedangkan dibelakangnya Melisa juga sudah mengeluarkan Api Emas yang sangat panas.
"Apakah kalian berdua ingin membunuh ku...?" Tanya Nchex dengan ketakutan.
Namun sebelum pemuda itu bertanya lagi,kedua bola elemen itu sudah berhasil dimasukkan kedalam mulutnya.
"Kalian benar-benar kejam." Ucap Nchex dalam hati.
__ADS_1
Hingga akhirnya dia terjatuh pingsan.