
Wilayah Para Dewa
Sebuah tempat para dewa yang disebut dengan Via Marea.
Tempat ini sangat luas dan indah,di hiasi dengan bunga yang bercahaya.
Padang rumput hijau yang luas,juga terdapat sebuah Biara Kuno yang sangat besar berada ditengah-tengah.
Tempat terlihat sangat ramai seperti di kota,akan tetapi orang-orang yang berada disini semuanya adalah peserta.
Umur mereka semua pun sama 20-30 tahun.
Segera ribuan portal langsung terbuka secara bersamaan.
Masing-masing SangCaster dari berbagai Wilayah mulai bermunculan.
Setiap orang yang mengikuti Heroes War akan mendapatkan sebuah perahu terbang yang kecil.
Di bendera perahu itu bertuliskan wilayah yang mereka wakili.
Ditengah keributan dari banyaknya orang berdatangan.
Tiba-tiba Nchex yang terisap kedalam portal langsung di jatuhkan kedalam perahu kecil.
Perahu itu sudah cukup tua,dengan Symbol bendera Sekte Angin.
Pemuda itu cukup kagum dengan apa yang di lihatnya.
Dia dapat merasakan riak energi yang dipancarkan dari tiap individu.
Munculah sebuah batu besar yang bercahaya "Amulet Stone." Didalam terdapat sebuah perintah untuk semua peserta Heroes War.
Untuk memulai ujian pertama semua peserta harus mencapai Biara Cahaya terlebih dahulu.
Di dalam batu itu juga terdapat sebuah aturan,dilarang untuk menyerang peserta lainya.
Jika ada yang melanggar maka mereka langsung dikeluarkan dari alam dewa ini.
Semua orang dengan cepat langsung pergi menuju tempat itu.
Namun pada saat ini,Nchex masih kebingungan bagaimana cara menjalankan perahu terbangnya.
Tiba-tiba seorang pria gendut berbicara dari jauh,"Alirkan Soul Power mu."
Pemuda itu langsung mengalir Soul Powernya.
Namun karena Soul Power yang dia salurkan terlalu banyak,akhirnya perahu itu melaju dengan sangat cepat.
Dia sendiri tidak bisa untuk mengontrolnya, akhirnya dia menabrakkan perahu itu pada dinding Biara.
Karena kejadian ini dia ditertawakan oleh semua orang.
"Dari manakah datangnya orang bodoh ini." Ucap banyak orang.
Seorang pria gendut yang tadi langsung menghampirinya.
"Perkenalkan nama ku Pande dari sekte Lindungan Hujan."
"Nama ku Nchex dari Sekte Angin."
Mendengar ucapannya Pande menjadi terkejut.
Tiba-tiba tangannya langsung menutup mulut pemuda itu,Sambil mengajaknya berjalan menjauh dari kerumunan.
"Kamu jangan menyebutkan Sekte Angin tempat ini."Ucap Pande dengan berbisik.
"Apa yang terjadi bisakah kamu menjelaskannya kepada ku...?"
"Tentu saja,namun kita harus masuk kedalam Akademi terlebih dahulu."
"Akademi...?Bukankah Heroes War ini adalah kompetisi untuk bertarung...?"
"Apakah kamu tidak mengetahuinya,Heroes War hanyalah sebuah ujian untuk memasuki Guild para dewa."
Sambil mereka berjalan Pande sedikit menjelaskan.
"Beberapa murid berbakat dalam Heroes War akan di rekrut oleh Guild besar.
Didalam Guild itu juga ada banyak sekali sumber daya untuk meningkatkan Kultivasi.
Selain itu pemenang dari Heroes War ini akan di berikan hadiah menerobos 5 level secara instan.
Oleh karena itu jika para murid itu berhasil menonjol didalam kompetisi ini,Sekte mereka juga akan mendapatkan bantuan dari Guild besar."
Ketika mereka berdua asik berbicara,tanpa sengaja Pande menabrak seorang pria.
Rambutnya sebahu berasal dari ras Werewolf,namanya adalah Yoga.
"Hey gendut perhatikan jalan mu." Ucap Yoga.
__ADS_1
"Maafkan aku tuan,Aku tidak sengaja."
"Orang seperti mu seharusnya tidak berada disini."
Yoga berjalan menjauhi mereka,sambil menyipitkan matanya kepada Nchex.
Samar-samar dia dapat merasakan Soul Power yang mengerikan didalam tubuh pemuda itu.
Amulet Stone Kembali memberikan perintah dimana semua orang yang sudah mengambil Koin Jiwa.Di perintahkan untuk pergi menuju salah satu pintu dari 8 gerbang luar.
Cakra
Trisula
Iswara
Dupa
Daksina
Rudra
Nagapasa
Sangkara
Dari 8 gerbang inilah Heroes War akan dimulai.
Nchex dan Pande yang belum mengambil Koin Jiwa mereka langsung pergi memasuki Biara Cahaya untuk mendapatkan Koin itu.
Disana orang-orang segera berebut untuk mendapatkan koin jiwa.
Karena didalam tempat ini tidak terdapat seorang pengawas maka beberapa individu saling berdesakan.
Sampai seorang dari Sekte Api mengeluarkan Soul Power yang menekankan.
Dia bernama Cheng dari sekte api,dengan sombongnya dia menyuruh semua orang untuk memberikan jalan kepadanya.
Dengan mudah dia berhasil mendapatkan koin itu.
Selanjutnya disana juga ada Shadow dan Ken kehadirannya juga membuat beberapa orang mengalah untuknya.
Adapun yang bertarung ditempat ini,mereka langsung dikeluarkan secara paksa oleh Amulet Stone.
Melihat beberapa orang yang sudah menghilang,kini semua tampak berjalan menjadi damai.
Nchex dan Pande juga sudah berada disana,mereka ingin mengambil koin itu.
Tetapi lagi-lagi dia bertemu dengan seseorang yang tidak menyenangkan.
Namanya adalah Damo salah satu perwakilan dari wilayah Orion.
"Hey Gendut kamu serahkan koin itu pada ku."
Ucap Damo ingin merampasnya.
Damo kembali mengejek Nchex.
"Kamu orang bodoh yang tidak bisa menaikkan perahu terbang berani melawan ku...!"
Namun Nchex tidak menghiraukan perkataan yang diucapkan oleh Damo.
Wajahnya masih tetap sedingin es tanpa bicara.
Dia malah bertanya kepada Amulet Stone.
"Apakah disini boleh membunuh...?"
Orang-orang disekitarnya sedikit menjauhinya, meskipun pemuda itu tidak mengeluarkan Auranya.Mereka dapat mengetahui niat membunuh dari tatapan mata yang tajam.
Amulet Stone langsung menjawabnya.
"Jika melakukan perkelahian ditempat ini maka akan dianggap melanggar aturan."
"Jika aku tidak terikat dengan aturan,Aku pasti akan membunuh mu dengan mudah."Sahut Damo kemudian pergi.
Setelah mengambil koin mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan.
Di dalam perjalanan Nchex kembali bertanya kepada Pande.
"Gendut mengapa kamu tidak melawan mereka...?"
"Aku yang hanya berada ditahap God level 1 bagaimana mungkin aku bisa melawan mereka.
Lagi pula aku hanya seorang Alchemist,sampai kesini saja adalah keberuntungan bagi ku."
"Apakah hanya kamu sendirian yang mewakili sekte mu...?"
"Karena Sekte hanya spesifikasi pada pembuatan obat,selain itu jika dibandingkan dengan beberapa sekte lain di wilayah Orion'S sekte Kamilah yang paling lemah dan miskin."
Mendengar ucapan Pande dia merasa kagum.
Seorang SangCaster yang berada diranah God level 1 di anggap lemah.
Jika dia berada di wilayah Ignis kemungkinan akan menjadi orang besar.
Dari sini pemuda itu dapat menyadari bahwa wilayah Ignis adalah yang terlemah di dalam benua Qi.
"Kamu sendiri berasal dari Wilayah mana."Tanya Pande.
"Aku berasal dari Ignis,kemungkinan aku adalah satu-satunya orang yang mewakili wilayah Ignis.
Oleh karena itu aku akan mengalahkan mereka semua."
"Haha sepertinya nasib kita tidak jauh berbeda." Pande menjadi sangat senang,ternyata bukan hanya dia sendiri saja yang lemah.
__ADS_1
Mereka berdua telah sampai ketempat itu,ada 8 gerbang yang harus mereka pilih.
Nchex yang tidak paham dengan ini dia menyuruh Pande untuk memilihnya.
"Sebenarnya aku ingin sekali memasuki Gerbang Rudra disana banyak sekali tumbuhan obat langka.
Akan tetapi ditempat itu juga banyak sekali binatang iblis level 5." Ucap Pande.
"Mengapa kita tidak mencobanya saja."
Dengan karakter Nchex yang ceroboh,dia langsung menarik Pande untuk memasuki gerbang itu.
Hal itu membuat Pande menjadi takut.
"Aku tidak yakin kita dapat keluar dari sini." Ucap Pande dengan takut.
"Bukankah kamu ingin mendapatkan tumbuhan langka,maka kita akan mencarinya."
Amulet Stone kembali muncul beberapa pesan langsung tertulis di batu itu.
Masing-masing peserta harus mengumpulkan 5 tanaman obat berkelas tinggi.
Jika mereka berhasil mengumpulkan selama 3 hari portal selanjutnya akan langsung terbuka.
Pande cukup senang dengan misi yang diberikan karena dia sangat memahami tentang jenis tumbuhan.
Namun Nchex yang tidak mengerti sama sekali hanya bisa diam.
Jelas dia sama sekali tidak mengerti dengan hal semacam ini.
"Tenang saja aku akan membantu mu." Ucap Pande.
Nchex menghela nafas lega Pande mengajaknya berjalan memasuki hutan,Pande meminta waktu beristirahat sebentar sambil dia menjelaskan.
"Di tempat ini aku bisa merasakan ada jenis bunga langka Yellow jasmine.Namun bunga ini hanya akan terlihat pada malam hari,Jadi kita harus bersabar memungutnya."
Nchex hanya mengangguk saja,didalam hatinya
dia juga tidak peduli dengan tanaman apa itu.
Di malam harinya mereka melanjutkan untuk mencarinya.
Dari kejauhan mereka dapat melihat Bunga bercahaya kuning.
Namun tempat itu dijaga oleh harimau terbang "Tiger Crow" hal itu membuat Pande agak ragu untuk mengambilnya.
Apalagi Binatang iblis itu berada di level 3.
Namun dengan Langkah Ilusinya dengan cepat dia langsung mengambil tanaman itu.
"Ayo cepat tinggalkan tempat ini."Ucap Nchex membawa Pande menjauh.
"Tapi kita belum mendapatkannya."
"Apakah kamu mau menjadi makanan Tiger Crow itu...?"Tanya Nchex sambil menakutinya.
Setelah mereka berdua sudah jauh dari tempat itu,Nchex tertawa melihat Pande yang kelelahan karena dipaksa berlari olehnya.
Nchex langsung mengeluarkan 3 bunga berwarna kuning dari tangannya.
"Bagaimana kamu bisa mendapatkannya...?" Tanya Pande dengan bingung.
"Itu mudah hanya perlu mengambilnya saja bukan haha,Sekarang tunjukan pada ku ke arah mana berikutnya."
"Di atas lembah itu terdapat terdapat Rumput Biru perak,Anggrek Hitam dan Akar Pasak Bumi.
Tapi tempat itu terlalu susah untuk ku."
Mendengar ucapannya Nchex menggabungkan teknik Teleport,dalam sekejap mata mereka berdua sudah berada di puncak lembah.
"Bagaimana kamu bisa memiliki skill seperti ini." Ucap Pande dengan terkejut.
"Sekte Angin ku berspesifikasi dalam hal kecepatan,ini adalah yang mudah bagi ku.
Tetapi mengapa kamu melarang ku untuk menyebutkan Sekte Angin...?"
"Di wilayah Orion'S orang-orang dari sekte Angin dianggap sebagai pengacau,jadi menyembunyikan identitas mu sekarang itu lebih aman."
Didalam hatinya Nchex bergumam.
"Ini pasti disebabkan oleh Pak tua itu,pantas saja dia menyuruh ku mewakili sekte angin."
Setelah 2 hari mengumpulkan tanaman obat akhirnya misi mereka selesai.
Amulet Stone langsung membuka portal untuk mereka.
Sampailah mereka disebuah Padang rumput yang luas.
Di depan mereka terdapat sebuah pilar besar berdiri ke atas.Yang tingginya tidak bisa dilihat dengan mata.
Amulet Stone kembali memberikan misi,dimana semua peserta di haruskan sampai ke puncak tanpa menggunakan perahu terbang atau alat lainya.
Tentu saja mereka yang mempunyai roh binatang iblis yang berspesifikasi terbang dapat dengan mudah melewati ujian ini.
Tetapi pemuda itu malah teringat dengan Kitsune yang dia tinggalkan di hutan Obituary.
"Ku harap dia baik-baik saja."Ucap Nchex dalam hati.
"Sepertinya aku akan gagal kali ini."Ucap Pande.
Karena Roh Binatang Iblis milik Pande ini adalah Kura-kura Giok jadi tidak mungkin baginya untuk bisa sampai kesana.
Mendengar ucapannya sekali lagi Nchex membantunya dengan teknik Teleport.
Dalam sekejap mata mereka sudah sampai di puncak pilar.
__ADS_1
"Lagi-lagi kamu membantuku aku sangat berterima kasih kepada mu." Ucap Pande sambil menyapu air matanya.