
Putri Malu
Mereka yang mendengar ucapan dari pemuda itu,tentu saja akan merasa senang.
Dari yang awalnya putus asa,kini mereka memiliki sedikit harapan untuk bertahan hidup lebih lama.
Terlepas dari apa pun status dari pemuda ini,mereka tetap memberikan hormat kepadanya.
"Mohon tuan menunggu disini sebentar,jika aku telah mendapatkan informasi aku akan segera kembali." Ucap Naamah.
Suku mereka yang mengenal tempat ini lebih lama,jelas akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi dari baru 7 Rupa itu berada.
Kelompok mereka dipersilahkan untuk beristirahat disebuah rumah milik Naamah.
Sambil menggendong bayi Naamah yang lucu, Kartika berbisik kepada pemuda itu.
"Aku juga ingin memiliki bayi yang lucu seperti ini."
Sentak ucapannya itu membuatnya sedikit kaget dan agak malu.
Jelas dia tahu saat ini dia masih berada di level 23,akan sangat sulit untuk melakukan hal itu kepada Ras Malaikat.
Pemuda itu hanya bisa memeluknya sambil mengusap kepalanya.
Renzo tersenyum melihat kedua sosok itu, mengingat dirinya saat ini hanyalah Partner bersama dengan Rosaline.
Melihat Kartika yang sangat dekat dengan pemuda itu Renzo bertanya.
"Apakah kalian tidak ingin masuk ke kolam itu...?"
"Kami harus menemukan beberapa bahan obat terlebih dahulu,Jika masih ada waktu aku juga tertarik untuk pergi kesana." Jawab Nchex beralasan.
"Haha aku dapat memahami akan hal itu,tetapi ku dengar ada kolam Roh Tulang Kuno yang bisa kalian masuki." Ucap Renzo sambil tersenyum.
Sepertinya dia mengetahui bahwa mereka berdua tidak dapat masuk kedalam gerbang dalam.
"Ku kira untuk memasuki kolam itu,memiliki beberapa syarat tertentu." Ucap Nchex.
"Tentu saja hal itu tidak akan berlaku untuk gerbang luar,meskipun energi yang ada disana tidak sebanding dari gerbang dalam.
Tetapi aku yakin White Lotus dapat menerobos ranah jika berada disana." Ucap Renzo menjelaskan.
"Baiklah kami akan pergi,Aku juga ada urusan yang harus diselesaikan."
Kelompok mereka akhirnya berpisah, sementara Nchex masih menunggu kabar dari Namaah.
Beberapa jam kemudian Naamah dan Kelompoknya kembali menemui mereka.
"Tuan kami menemukan Mawar Merah,Namun tempat itu dijaga oleh bangsa ORC yang kuat.
Salah satu pemimpin mereka bernama Redghar terkenal sangat sadis.
Selain itu juga dia berada di level 25,tidak mungkin bagi suku kami menghadapinya."
"Baiklah antarkan aku ke tempat itu,biarkan aku yang mengurusnya." Jawab Nchex.
Naamah menunjukkan tempat itu kepada mereka berdua,diikuti oleh sukunya di belakang.
Akhirnya pemuda itu dapat melihat sekuntum Mawar Merah yang memancarkan Energi darah murni.
Pantas saja Para Orc ini juga sangat tertarik dengan bunga itu.
"Botak bisakah aku memiliki bunga itu." Ucap Nchex.
"Anak manusia berani sekali menampakkan wajah mu ditempat ini, Tangkap dia...!" Jawab Redghar.
Beberapa prajurit ORC langsung menghampirinya,berniat untuk menangkapnya dengan rantai.
Namun pemuda itu mengaktifkan Domain "Gravity Blast" yang membuat semua anak buah Redghar menjadi tertunduk tidak bisa bergerak.
"Haha kalian semua tidak perlu menyembah ku seperti raja." Ucap Nchex sambil mengejek.
Melihat kemampuan dari pemuda itu,membuat para Suku Naamah menjadi sedikit percaya dengan tuanya itu.
Namun Redghar menjadi sangat marah dan langsung menyerang pemuda itu.
"Soul Lock"
Redghar melemparkan senjata rantai yang ada ditangannya.
Serangan itu sangat cepat dan berguna untuk memperlambat gerakan lawan.
Nchex yang terkenal serangan itu gerakannya menjadi sangat lambat.
Redghar menyerang langsung dengan tubuh Fisiknya,dan berhasil melemparkan pemuda itu beberapa langkah.
Merasa pertarungan akan berakhir dengan mudah Redghar langsung mengeluarkan serangannya.
"Dengan ini berakhir sudah." Ucap Redghar.
"Bloodthirst"
Redghar mengayunkan kapak yang sudah berwana merah darah kepada pemuda itu.
Namun kali ini mata pemuda itu menjadi merah,yang membuat Redghar masuk kedalam dunia Ilusinya "Dimensi Ilusionis."
"Haha bangsa ORC ini memang memiliki tubuh fisik yang kuat,namun mereka terlalu bodoh untuk menghadapi ku." Ucap Nchex yang melihat mereka sudah tidak dapat bergerak lagi.
Pemuda itu menawarkan kepada ORC itu agar menjadi anak buahnya.
Namun Redghar yang merasa dirinya direndahkan begitu saja, langsung mengeluarkan teknik terkuatnya agar bisa keluar dari Domain Ilusi itu.
"Lethal Counter"
Redghar menyerap semua aura darah yang ada ditempat itu,dia juga mengorbankan anak buahnya untuk meningkatkan kekuatannya.
Seluruh area ditempat itu menjadi bergetar hebat, diselimuti oleh kabut merah darah dampak dari Energi Soul Power Redghar.
Dia menggabungkan Rantai dan Kapaknya,sambil memutar kapak itu membentuk sebuah Formasi seperti gasing yang sangat cepat.
__ADS_1
"Hati-hati" Ucap Kartika.
Menghadapi serangan itu,dia menggabungkan 2 teknik Pedang 7 Bintang.
"Electric Neutron dan Royal Slash."
Terciptalah sebuah Tebasan Emas yang tidak kalah besar,dibalut dengan Elemen listrik yang sangat kuat.
Kedua serangan itu langsung bertabrakan, beberapa yang ada didekat sana segera menjauh dari tempat itu.
Suara yang di hasilkan sangat keras terdengar hingga Rey dan Kelompoknya memperhatikan pertarungan pemuda itu dari kejauhan.
"Ini adalah teknik Pedang Kaisar." Ucap Rey yang menonton dari kejauhan.
Tebasan Emas itu langsung menembus bagian tubuh Redghar,yang membuatnya menjadi gosong.
"Apakah kalian pernah memakan ORC panggang...?" Ucap Nchex mengejek.
Redghar yang sudah tidak bisa bergerak lagi segera meminta ampun kepadanya.
Namun sosok pemuda ini bukanlah seorang pahlawan yang akan membiarkan semua musuhnya dapat lari dengan begitu saja.
Dengan pedangnya pemuda itu langsung menghabisinya.
Begitu juga anak para bawahan Redghar,tidak ada seorangpun yang dia biarkan melarikan diri.
Melihat kejadian ini tentu saja Suku Naamah menjadi sangat ketakutan.
"Pemuda ini ternyata lebih kejam dari Orc."
Beberapa orang dari suku itu kakinya menjadi bergetar.
Untuk saja mereka lebih memilih untuk menjadi bawahannya.
Pemuda itu langsung mengambil bunga Mawar Merah yang berada disana memasukkan kedalam Soulbagnya.
Dia juga memberikan Symbol kutukan Api hitam ditangan Naamah.
"Aku akan membuka portal dimensi yang akan membawa kalian keluar dari alam dewa ini.
Jika kalian semua bertemu dengan Suku KYUBI dan Monyet Emas tunjukkan saja Symbol api hitam itu.
Katakan pada mereka semua bahwa aku akan segera kembali." Ucap Nchex.
"Terima kasih tuan kami semua akan menjadi abdi setia mu." Jawab Naamah.
Dia langsung mengajak semua sukunya untuk memasuki portal itu,dan memberikan hormat terakhir kepada kedua sosok itu.
"Sekarang kamu harus membantu ku mencari kolam itu." Ucap Kartika.
Mereka berdua akhirnya melanjutkan perjalanan,untuk menemukan Kolam Tulang Kuno.
Begitu juga dengan kelompok Rey yang dari dari memperhatikan mereka dari jauh.
Sampailah mereka di gerbang luar,banyak terlihat para murid yang bergegas untuk mencari kolam yang masih kosong.
Dan sebagian terus berjalan memasuki gerbang dalam.
Clever dan Yumei mencoba menyapa mereka.
"Rupanya White Lotus sudah menjadi budak dari Bocah Pengacau ini." Ucap Clever sambil berjalan.
"Hahaha bagaimana bisa aku yang jenius ini disamakan dengan otak kiri mu yang tumpul itu." Jawab Nchex.
Mereka berdua berniat ingin melakukan pertarungan,namun kolam luar sudah terbuka.
Dengan begitu mereka harus menunda pertarungan untuk sementara waktu.
Begitu juga Kartika yang tiba-tiba menarik pemuda itu untuk mencari kolam yang kosong.
Didepannya ada 3 pintu kolam yang masih kosong.
Yang pertama diambil oleh kelompok Rey,dan yang kedua diambil oleh Clever.
Kartika yang melihat kolam terakhir akan diambil oleh beberapa murid.
Dengan sigap dia menghalangi mereka dengan tebasan saljunya.
Dengan begitu mereka akhirnya berhasil memasuki kolam itu,dan pintu kolam langsung tertutup.
Kolam itu putih seperti susu,memiliki energi yang sangat murni didalamnya.
Konon katanya selain untuk meningkatkan Kultivasi,kolam ini juga bisa mempercantik Ras Peri dan Malaikat.
Kolam ini terbentuk dari Tulang Ras Malaikat yang sudah meninggal sejak zaman kuno.
Namun mereka hanya memiliki waktu selama 6 jam untuk memanfaatkan kolam ini.
Sebelum akhirnya mereka secara otomatis akan langsung dipindahkan keluar dari sini.
Nchex yang masih bingung dia hanya diam,sambil melihat wanita itu berendam di dalam kolam tersebut.
"Mengapa kamu tidak ikut berendam bersama ku...?" Tanya Kartika.
"Energi seperti ini tidak dapat membantu ku menerobos."
Tentu saja pemuda itu menyadari jika dia ikut menyerang energi dari kolam ini,Kartika tidak akan bisa menerobos ranahnya.
Kartika langsung memulai kultivasinya, Sementara pemuda itu menunggunya dipinggir kolam.
Energi Putih Murni langsung terserap masuk kedalam tubuh wanita itu.
Setelah 2 jam berlalu,tubuh wanita itu bergetar hebat.
Aura Soul Power didalam tubuhnya mulai merembes keluar.
"Apakah dia sudah berhasil...?"
Namun tiba-tiba Suhu dingin menjadi tak terkendali,setengah air kolam itu menjadi beku.
Wanita itu mulai memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
__ADS_1
"Sepertinya ada kegagalan yang terjadi."
Pemuda itu dengan sigap langsung membantunya, mengalirkan sebagian api hitam untuk menstabilkan soul power didalam tubuhnya.
Sambil menyalurkan Soul Power kedalam tubuhnya,pemuda itu memeluknya yang sudah mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
Munculah sebuah Teratai Salju yang cukup besar untuk membungkus tubuh mereka berdua didalam kolam.
Seketika jiwa kedua orang itu langsung dipindahkan ke suatu tempat.
"Dimana kita...?" Tanya Nchex.
Kartika yang tidak mengetahui tempat ini,hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Mereka berdua berjalan untuk mengetahui tempat apa ini.
Sampai mereka menemukan sebuah peti mati yang cukup kuno berada didepan mereka.
Peti mati itu berwana putih dipenuhi dengan akar pohon.
Dapat jelas terlihat bahwa tempat ini,telah lama sekali ditinggalkan.
Ledakan Soul Power keluar dari peti mati itu, membentuk sebuah sosok.
Tentu saja hal ini membuat mereka berdua menjadi sangat waspada.
Sampai pada akhirnya terdengar suara.
"Apakah kamu anak dari ratu es...?"
Sosok itu menampakan dirinya menjadi seorang wanita cantik.
Wajahnya sangat mirip dengan Kartika,duduk di atas teratai berwarna merah muda.
Dengan Aura yang berbentuk seperi bunga sakura.
Melihat Wajahnya yang sangat mirip dengan sosok wanita disampingnya tentu saja pemuda itu langsung berpendapat,bahwa sosok didepannya ini adalah ibu Kartika.
"Hey... hey mengapa kalian berdua terlihat sangat mirip, apakah kamu ibunya...?" Tanya Nchex.
Begitu juga dengan Kartika yang masih sangat terkejut melihat sosok di depannya ini.
Sampai pada akhirnya sosok wanita itu menjelaskan bahwa dia adalah adik dari Ibunya Kartika,yang bernama Mimosa.
Atau yang lebih dikenal sebagai Putri Malu.
"Jika itu benar apa kamu tahu dimana Ibu ku sekarang...?" Tanya Kartika yang penasaran.
"Aku dan Ibu mu adalah Anak dari Dewi Sri.
Kami berdua tumbuh bersama didalam Istana.
Namun ada seorang dewa yang memaksa menikahi kami berdua.
Kami yang menolak untuk dijadikan selir menyebabkan peperangan besar diantara kedua pihak.
Ibu mu yang sangat mencintai Shinki memutuskan untuk bunuh diri setelah melahirkan mu.
Sedangkan aku yang melarikan diri, berakhir ditempat ini dan tidak bisa keluar." Ucap Mimosa dengan menangis.
"Jika itu benar lalu siapa ayah ku...?" Tanya Kartika.
"Setelah ibu mu ditangkap,Kaisar itu terus menyiksanya di dalam Istana Es.
Sampai ibu mu menitipkan mu pada seorang Penatua dari Sekte 6 Sayap Malaikat untuk membawa mu pergi dari sana.
Dan merahasiakan hal ini dari Kaisar itu,Ibu mu yang sangat terpukul karena dia telah dinodai lalu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Mungkin saja sebagian dari jiwanya masih tersimpan didalam tubuh mu."
Nchex yang mengerti inti pembicaraan ini,dia langsung menyimpulkan dengan cepat.
"Jadi kesimpulannya kamu adalah anak yang dibuang oleh kaisar.
Hemm bisa juga itu hasil dari hubungan gelap ibu mu dan Shinki.
Tetapi itu juga tidak mungkin,karena saat itu Shinki telah dibunuh oleh Ashura.
Dengan kata lain kamu adalah...?"
Sebelum pemuda itu menyelesaikan kalimatnya Kartika langsung memukul wajahnya yang membuat pemuda itu langsung terpental oleh tinjunya.
"Ya mungkin saja apa yang dikatakan pemuda itu benar." Ucap Mimosa.
Meskipun pemuda ini kelihatan ceroboh,tetapi kata-kata yang keluar dari mulutnya itu sangat jujur.
Sampai pada akhirnya Mimosa mengeluarkan bunga sakura yang tajam untuk menyerang pemuda itu.
Namun betapa terkejutnya dia,ketika serangan itu berhasil ditahan oleh Api Borealis.
"Siapa kamu sebenarnya...?" Tanya Mimosa dengan terkejut.
Pemuda itu menunjukkan berbagai warna api didalam tubuhnya.
Dan membawa mereka bertiga kedalam Dimensi Ruang Kekosongan.
"Tidak kamu menyadari siapa aku...?" Ucap Nchex.
Namun sebelum dia melakukan sesuatu yang lebih jauh lagi Kartika langsung menghentikan pemuda itu.
Sampai semua menjadi tenang,Kartika menjelaskan semuanya kepada Mimosa tentang apa yang terjadi dengan mereka berdua.
Nchex yang tidak peduli dengan pembicaraan mereka,langsung pergi menjauh dari sana.
Tetapi langkahnya langsung terhenti ketika mendengar ucapan dari Mimosa.
"Bukankah kalian mencari Bunga 7 Rupa,Jika kamu membantuku aku akan memberikan bunga itu pada mu." Ucap Mimosa.
__ADS_1