
Makanan dihidangkan di atas meja yang panjang.
Semua baik Prajurit maupun Penatua semuanya tampak menikmati perjamuan ini.
Seolah mereka sudah terbebas dari beban yang berat.
Setelah beberapa jam menikmati hidangan sosok pemuda itu keluar,Dia memandangi langit dilantai atas Dark Soul Klan.
Sepertinya pemuda itu memikirkan masalah besar yang akan dihadapinya.
Tiba-tiba Doyhen datang menghampirinya.
"Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu..?"
"Aku masih memikirkan cara untuk dapat menembus tahap Soul God." Jawab Nchex sambil termenung.
"Masih ada waktu kurang dari 2 tahun lagi,kamu bisa berlatih lebih giat lagi."
"Tetapi aku sudah terlalu lama meninggalkan Kerajaan Kegelapan Mordox akan sangat khawatir jika aku tidak kembali."
Disisi lain dia ingin berlatih lebih lama lagi,Namun dia juga terikat perjanjian kepada Mordox yang menolongnya.
Doyhen mulai menceritakan kisah masa lalunya.
"Aku juga berasal dari Sekte Angin,Dulu aku dianggap sebagai murid yang paling lemah karena tidak bisa berkultivasi.Oleh karena itu aku terus melatih Magic Power ku untuk dapat bersaing dengan yang lain.
Sampai pada akhirnya aku menemukan sebuah buku kuno teknik terlarang yang disembunyikan oleh Sekte Angin.
Ketika aku berhasil mempelajarinya aku menjadi buruan oleh sekte angin hingga akhirnya aku sampai ke tempat ini."
"Lalu apa hubungan mu dengan Riwut..?" Tanya Nchex.
"Dia adalah kakak senior ku,orang itulah yang terus melindungi ku selama aku berada di dalam sekte angin.Koin Giok itu diberikan olehnya karena dia sangat percaya aku dapat mewakili Sekte Angin.
Akan tetapi aku terlalu lama tertidur dalam Kultivasi ku hingga saat ini usia ku sudah menjadi terlalu tua untuk mengikuti Heroes War."
Doyhen mengeluarkan sebuah buku kusam dari Soulbagnya,Lalu memberikannya kepada Nchex.
"Buku apa ini..?"Tanya Nchex.
"Di dalam buku itu terdapat banyak teknik terlarang dari Sekte Angin,Beberapa diantara aku tidak dapat mempelajarinya.
Kemungkinan buku ini dapat memberi mu petunjuk untuk menerobos ke tahap Soul God."
"Bukankah Riwut juga berada ditahap Soul God lalu mengapa Sekte Angin bisa dimusnahkan begitu saja...?"
Doyhen menghela nafas dalam kemudian dia melanjutkan penjelasannya.
"Meskipun Soul God dapat di katakan sebagai tahap puncak kultivasi namun masih ada perbedaan diantara mereka semua,Untuk tingkat Kultivasi ini hanya orang yang berada di tingkat Soul God yang dapat mengukur level Soul Powernya."
"Apakah itu..?"Tanya Nchex dengan serius mendengarkan penjelasan.
"Hanya ada perbedaan level ditahap Soul God yaitu 1-100.Gambaran singkatnya seseorang harus menembus 100 kali tingkat Kultivasi baru akan mencapai level 100.
Level 10 King of God
Level 25 Master God
Level 50 Immortality
__ADS_1
Level 70 Internity
Level 80 Supremacy
Level 99 Grand Master God
Level 100 Soul Caster
Namun hanya ras manusialah pada 500tahun terakhir ini tidak memiliki Grand Master oleh karena itu,kamu akan sangar kesulitan saat berada di Heroes War.
Beberapa orang berbakat dari Ras manusia selalu akan menjadi sasaran Ras Iblis dan Dewa karena mereka ingin Manusia menjadi budak selamanya."
Mendengar ucapan dari Doyhen dia mengerti betapa luasnya Dunia Soul Caster ini.
Mungkin mereka saat ini hanyalah seekor semut jika dibandingkan dengan pakar top dari seluruh benua Soul Caster.
"Apakah ada Ras manusia yang pernah mencapai level Grand Master..?"
"Dulu seorang Penatua dari sekte angin pernah mencapai tahap itu,Karena hal itulah Sekte Angin dimusnahkan oleh Ras yang lainnya mereka takut bahwa Ras manusia akan menjadi lebih kuat dari mereka."
Segera Nchex mendapatkan tekadnya dia menjadi bersemangat lagi untuk berlatih.
" Tetua Doyhen tenang saja jika aku tidak berhasil menembus ranah itu,Paling tidak aku akan berada di Heroes War untuk mewakili sekte angin."
Doyhen cukup senang mendengar ucapannya,Dia berharap Sekte Angin bisa kembali bangkit.
"Jika itu keputusan mu aku akan membukakan menara Pucak Dark Soul,Disana kamu dapat meningkatkan Kultivasi mu dengan cepat.
"Terima Kasih Tetua,"Ucap Nchex sambil memberi hormat kepada Doyhen.
Keesokan harinya pemuda itu berjalan akan menuju ke menara Dark Soul.
Dia di hampiri oleh Black Head.
"Ya aku akan menyuruh Dehen untuk membantu mu,Jika terjadi sesuatu kamu bisa mencari ku."
Dehen dan Black Head segera pergi untuk membangun markas sekte angin yang baru.
Belum juga beranjak dia sudah didatangi oleh Kyoko dan Nina.
"Tuan muda terima kasih sudah membantu Nina selama ini."Ucap Kyoko.
"Haha kamu tidak perlu sungkan lagi pula dia berusaha dengan usahanya sendiri."
"Apakah kamu benar-benar akan mengikuti Heroes War...?"Tanya Nina.
Ada kesedihan dihatinya saat dia bertanya,Jelas Nina juga tahu meskipun Nchex kuat Heroes War adalah kompetisi hidup dan mati yang sangat berbahaya.
Tidak ada jaminan seseorang dapat kembali hidup-hidup.
"Tentu saja aku akan pergi kesana,Namun aku punya satu permintaan kepada kalian."
"Mohon tuan katakan,Jika bisa saya dengan senang hati membantu tuan."Ucap Kyoko.
"Aku punya beberapa teman di desa Tebu,Jika kalian berhasil mendapatkan kembali Wilayah kalian aku mohon tolong lindungi desa itu."
Nchex teringat Gabon dan orang-orang baik yang berada di desa itu.
"Tapi tuan kami juga perlu bantuan untuk mengusir pasukan Milisi Kecoa dari Wilayah Pemburu Iblis."Ucap Kyoko.
__ADS_1
Dia sadar saat ini Klan Pemburu Iblis sudah banyak yang mati, Anggotanya juga sudah terpisah menjadi kelompok kecil di wilayah Ignis.
"Tentu saja Sekte Angin dan Dark Soul akan membantu kalian,Guru ku pasti akan menjadi Penatua di Sekte Angin yang baru kalian dapat meminta bantuannya."
Kyoko dan Nina saling berbagi pandangan.
Jika muridnya saja sudah seperti ini,Lalu sekuat apa Gurunya itu.
Mereka tidak dapat membayangkan,dan langsung menangkupkan tangannya.
"Baiklah kami juga akan segera pergi."Ucap Kyoko sambil membawa Nina bersamanya.
Meskipun Nina sangat ingin terus berada disampingnya,Tetapi dia juga sadar hanya akan menjadi beban jika berada didekatnya.
"Apakah kita akan bertemu lagi..?" Tanya Nina dengan agak sedih.
"Suatu hari nanti aku akan membuat sebuah Kekaisaran yang dapat bersaing dengan Ras Iblis dan Dewa,Pada saat itu kemungkinan aku perlu banyak selir di Istana haha."Ucap Nchex sambil menggoda Nina.
"Haha orang seperti mu tidak akan cocok untuk posisi itu." Nina mengejeknya.
"Sebaiknya saat kau bertemu dengan ku lagi tidak menjadi gadis berdada datar lagi." Nchex tertawa terbahak-bahak.
Mereka akhirnya berpisah, Lilyan datang memanggilnya.
"Cepatlah guru sudah menunggu mu."
Mereka akhirnya sampai didepan pintu menara Pucak.
Tekanan Soul Power yang kuat dapat terasa dari dalam menara itu.
Sebelum memasuki menara Doyhen berkata.
"Menara ini dulunya ditempati oleh seorang Alchemist terdapat Soul Power murni dari ledakan obat didalam menara ini,itu akan membantu kultivasi dengan cepat."
"Terima kasih Tetua."Ucap Nchex.
Sebelum dia masuk kedalam,pemuda itu memberikan Permata Es abadi Lilyan.
"Sesuai janji ku,karena kamu sudah membantu ku bertemu dengan Guru mu.
Maka Permata itu adalah milik mu."
"Apa kamu tidak ingin melamar ku...?"Tanya Lilyan sambil menggodanya.
"Haha gadis sihir teknik hipnotis mu tidak akan berpengaruh kepada ku."
Pemuda itu langsung memasuki Menara,Pintu ditutup dan Doyhen langsung memasang Array pelindung disekitar menara.
Di dalam menara itu terasa sekali bau obat yang menyengat hidung.
Namun di baliknya juga tersimpan Energi Soul yang murni.
Pemuda itu membuka buku yang diberikan oleh Doyhen.
Meneliti lembar demi lembar halaman,seolah tidak ada teknik yang menarik untuknya.
Sampai dia melihat Kata Dark Hold sebuah teknik yang dapat melahap semua serangan Soul Power lawan.
Tentu dia sangat tertarik dengan teknik ini,selain bisa di pakai untuk bertahan teknik ini juga bisa digunakan untuk menyerang.
__ADS_1
Namun Syarat untuk menguasai teknik ini seseorang harus berada di tahap Soul God terlebih dahulu.
"Baiklah kalau begitu aku akan menerobos ketahap Soul God terlebih dahulu."Gumam Nchex dengan penuh semangat.