Soul Caster

Soul Caster
Episode 28


__ADS_3

Kerusuhan


Yunfie dengan sigap menyerang Lilyan.


Tetapi Lilyan juga tidak akan tinggal diam.


Bentrokan terjadi di antara mereka.


Namun Lilyan berhasil menggunakan Hipnotis pesonanya.


Segera Lilyan menendang Yunfie dengan kakinya.


"Lelaki busuk kamu hanya menang saat aku terdesak."


Dalton tentu sangat marah melihat Sekte nya di permalukan di depan banyak orang kuat.


Dia langsung mengambil tindakan.


"Tiga Jari Guntur"


Ketiga jarinya mengeluarkan sambaran petir.


Dia langsung menyerang Lilyan dari jarak jauh.


kali ini Lilyan dapat menghindarinya dengan Tarian Kematian.


"Hari ini Sekte Awan Angin ku tidak akan membiarkan mu pergi."


"Jangan berharap bahwa Dark Soul Klan akan takut melawan mu.


Bentrokan tidak bisa terelakkan.


Jari-jari petir melawan cambuk neraka,untuk sementara waktu terlihat imbang.


Meskipun Dalton berada pada tahap Soul Emperor tingkah puncak.


Tetapi Lilyan juga memiliki Magic Power pada tingkat Sharper.


Itu juga tidak dapat di anggap remeh.


Melihat pergerakan Lilyan yang sangat cepa Dalton merilis segelnya.


"Penjara Petir"


Soul Powernya membentuk pilar petir yang panjang.


Setiap kali lawan bergerak,pilar itu langsung memblokir arah.


Hingga akhirnya 6 Pilar telah mengurung Lilyan di dalamnya.


Lilyan yang memaksa menerobos langsung di sambar oleh petir itu.


Dalton menarik petir itu kembali ke tangannya.


Kini tangan nya sudah mencengkeram leher Lilyan.


Rupa petir itu juga menyimpan kekutan magic power.


Itu terlihat saat ini Lilyan dapat dengan mudah di kalahkan.


"Karena kamu telah berani menghina sekte Awan angin ku,Maka hari ini aku akan mematahkan leher mu."Ucap Dalton dengan marah.


Tiba-tiba juga terdengar suara minta tolong dari arah kelompok Sekte Angin Awan.


Dalton melihat ke arah kelompoknya.


4 orang dari mereka sudah terluka dan sekarang pedang hitam berada di depan leher Yunfie.


"Jika itu terjadi,Akan aku pastikan orang ini tidak akan bernyawa lagi."Ucap Nchex.


Ekspresi wajah Yunfie menjadi pucat.


Soul Powernya mulai di hisap kedalam pedang.


"Bocah kau ingin menguji ku."


Dalton semakin kuat dengan cengkeramannya.


Tetapi Pedang di leher Yunfie juga sudah semakin dekat lehernya kini sudah berdarah.


Dia bersuara serak.


"Guru tolong saya."


Dalton melemparkan Lilyan ke langit.


Dengan cepat dia bergerak menuju Yunfie.


Nchex juga dengan sigap menangkap Lilyan dengan kedua tangannya.


Segera dia menyuruh Nina untuk merawat luka-lukanya.


Rupanya Dalton sangat tidak terima dengan kejadian ini.


"Hanya Soul Emperor tahap awal saja berani mengancam ku,"Ucap Dalton dengan nada marah.


Dalton Mengeluarkan Aura penuhnya.


Tubuhnya berubah menjadi Avatar petir.


Nchex juga tidak ingin kalah,Api hitam langsung membungkus tubuhnya namun kali ini lebih besar dari sebelumnya.


Kedua sosok itu langsung beradu serangan.


Soul Emperor tahap puncak melawan tahap awal.


Ini memang sangat jauh perbedaan diantara mereka.


Tetapi dengan adanya api hitam petir itu langsung di lahapnya.


Setelah orang tua itu merasakan beberapa kali pertukaran.


Dia akhirnya menyadari bahwa bocah di depannya ini,bukanlah individu biasa.


Mereka mengambil beberapa langkah mundur.


Tetapi Nchex tidak ingin membiarkannya.


"Langkah Ilusi."


Dia langsung menyerang dengan tebasan pedang.


Untung saja orang tua itu punya banyak pengalaman untuk menghadapinya.


"Penjara Petir."


Sambaran petir kembali muncul dimana-dimana.


Seolah dia dapat memblokir semua gerakan.

__ADS_1


Tetapi yang dia tangkap hanya bayangan Nchex saja.


Jelas dia sudah tertipu oleh Nchex.


Sebelum dia berhasil menyadarinya.


Dengan cepat satu pukulan bersarang di dadanya.


"Sepertinya itu hanya omongan mu saja."


Melihat Dalton yang berhasil di pukul mundur.


Beberapa para tetua tampak terkejut melihat ini.


"Bocah ini bukan hanya dapat menghindarinya,Dia juga berhasil menyerang balik."


Kedua wanita yang melihat pemuda ini tampak sangat kagum.


Dia tidak menyangka bahwa pemuda di depannya ini memang memiliki kemampuan.


"Gema Speactrum"


Serangan ini sama seperti ilusi membuat orang yang terkena percikan petir.


Akan masuk ke dalam dunia ilusi.


Ternyata Magic power Dalton ini juga tidak lebih lemah dari Lilyan.


Para Tetua yang mengetahui jurus ini segera mengajak kelompoknya untuk mundur.


Mereka yang terkena percikan petir itu Langsung kehilangan kesadaran atas dirinya.


Melihat Nchex yang sudah mulai kehilangan kesadaran.


"Sepertinya kamu lemah dalam magic power."


Dalton langsung berlari dengan teknik 3 Jari Guntur.


Mengarah ke dada pemuda itu.


Namun pedang hitam besar menghalangi jarinya.


"Aku akan menunjukkan pada mu apa itu Ilusi yang sebenarnya."


"Kutukan Dewa Kematian."


Mata kiri nya berubah merah,terdapat Symbol aneh di tengahnya.


Aura kematian dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan.


Sekali lagi pria paruh baya itu dapat di pukul mundur oleh pedang.


Untung saja dia memiliki tubuh Avatar petir yang melindunginya.


Pemuda itu menatap ke arah Ken dan kelompoknya.


"Siapapun yang ingin menghalangi jalan ku,Dengan senang hati aku akan mengirimnya ke neraka."Ucap Nchex.


Mendengar ucapannya membuat orang menjadi merinding.


Seperti ada monster yang sangat kuat tertidur dalam tubuhnya.


Jelas terlihat kedua wanita dibelakangnya juga sedikit ketakutan.


"Rupanya bocah ini tidak dapat di singgung,"ucap Sans dengan pelan.


Seluruh rungan menjadi hening seketika.


"Haha sepertinya ini hanya kesalahan pahaman,Saya tidak akan menghalangi jika anda ingin pergi."


Shasi ini cukup pintar dalam menilai situasi.


Jika pertempuran di lanjutkan tidak ada keuntungan di kedua belah pihak.


Namun sebelum dia berjalan keluar.


Ruangan tempat itu menjadi terdistorsi.


Retakan es menyebar dengan cepat.


Lantai di bawahnya sudah pecah, Membangunkan sosok binatang yang tersegel.


Suara binatang buas yang mencekam terdengar dengan keras.


Mereka yang berada di atas,di kirim kedalam dimensi lautan es yang sangat dingin.


Beberapa individu langsung memasang Soul powernya.


Namun lautan es itu memiliki dingin yang sangat Extrim.


Mereka yang tidak kuat menahannya langsung membeku menjadi patung es.


Beberapa orang yang berhasil selamat bergegas menuju daratan.


Tetapi ketika mereka menyadari seluruh tempat itu sudah berubah menjadi lautan es yang luas.


Mereka hanya dapat terus berada di bongkahan es yang mengapung.


"Dimana kita sekarang."Sambil mendaratkan Lilyan yang masih dia gendong.


"Ini adalah dimensi Negri Es."Ucap Nina.


Namun sepertinya masalah belum berakhir.


Shanzu yang baru saja lepas dari segelnya langsung mengamuk.


Dia menyerang orang - orang yang berada di dekatnya.


Beberapa individu langsung terbang mencari tempat bersembunyi.


"Kita juga harus pergi."


Dengan Sigap dia membawa Lilyan kembali terbang.


Tidak mungkin baginya untuk melawan dengan Lilyan yang sedang terluka.


Mereka berdua menjauh pergi ke arah daratan.


Untungnya burung itu tidak mengejar mereka.


Dia hanya berputar-putar di tempat itu.


Sepertinya ada yang dia jaga,Namun mereka lebih memilih untuk pergi terlebih dahulu.


Ketiga sosok itu memasuki hutan yang telah menjadi es.


Semua tumbuhan di tempat itu telah membeku.


Meskipun begitu,itu cukup aman untuk menghindari serangan burung.

__ADS_1


Mereka langsung mendarat bersembunyi di antara pepohonan yang lebat.


Namun tetap saja Suhu yang sangat Extrim menyerang mereka.


Tanpa pertahanan Soul Power tubuh mereka akan membeku.


Namun jika terlalu lama Energinya akan segera habis.


Nchex membuat lingkaran penghalang dengan api hitam.


Itu cukup efektif Suhu Extrim itu tidak dapat menyaingi kekuatan Api abadi.


Paling tidak kita selamat,segera dia memeriksa luka pada Lilyan.


"Apa kamu baik-baik saja."


Lilyan mengangguk pelan.


Sudah dua kali dia di selamatkan oleh pemuda ini.


Meskipun dia tidak mau menerimanya,namun dia tidak memiliki pilihan.


"Hampir saja aku menjadi patung es,"ucap Nina.


Nchex "Kita akan aman untuk sementara waktu berada disni."


Nina mengeluarkan beberapa obat dari Soul bagnya.


Memberikannya kepada Lilyan.


Lilyan merasa canggung untuk menerimanya.


"Mengapa kamu ingin menolong ku ...?"


"Aku tidak ingin kamu menjadi beban untuk kami."


Lilyan memandangi Pil obat itu.


Dia tidak yakin ingin menelannya.


"Kamu kira aku akan memberikan racun di dalamnya."


"Jika aku mau ... Aku bisa membunuh mu dengan mudah."


Wanita itu kembali berdebat sebelum Lilyan menelan obat itu.


Dia menyadari paling tidak Nina ini tidak berniat untuk membunuhnya.


Kembali kesadarannya pulih.


Dia bertanya kepada Nchex.


"Apa rencana mu sekarang."


"Entahlah ... aku hanya berpikir mencari binatang iblis yang unik."


"Sepertinya kita akan terjebak di tempat ini."


"Haha Tidak masalah,Paling tidak aku punya kalian berdua."


"Menurut mu itu lucu ... Setelah kita semua hampir mati."Jawab Nina.


"Tetapi aku masih penasaran apa yang di jaga oleh burung itu."


"Aku dapat merasakan beberapa aura binatang iblis yang kuat di tempat ini."Ucap Lilyan


"Kalau begitu aku harus mencarinya."


"Jadi kamu berniat meninggalkan kami disini."


"Itu akan lebih aman,Lagi pula diluar kalian tidak akan dapat bertahan lebih dari setengah jam."


Kedua wanita itu menatapnya dengan mata penuh harapan.


"Kalian berdua tidak perlu menatap ku seperti itu.Aku akan membagi jatah dengan adil haha."


Sentak ucapannya membuat mereka terdiam.


Pemuda terlihat konyol dan tidak pernah serius.


Tetapi di balik sosok itu tersimpan monster yang sangat mengerikan.


"Jika kamu membantuku mendapatkan Tulang binatang Iblis kuno,Pemburu Iblis akan sangat berhutang pada mu."


Lilyan juga tidak ingin kalah.


"Apakah kamu tidak ingin pergi ke Dark Soul bersama ku ... Guru ku pasti akan sangat senang."


Di tengah perdebatan mereka yang cukup lama.


Mereka di datangi oleh dua orang pria.


Dia berkata seraya meminta bantuan.


"Tuan tolong izinkan kami bergabung dengan kalian."


Setengah tubuhnya hampir membeku.


Dengan Soul Power yang sudah mulai terkuras.


Dia menopang temannya yang tampak pucat.


Mereka berdua sudah tidak kuat lagi menahan suhu ekstrem di tempat itu.


Dia adalah Fan dan Wei.


Namun Lilyan yang selalu waspada tidak akan menerima mereka begitu saja.


"Mengapa aku harus menolong mu ...? "


Sikapnya dingin dan acuh.


Namun kedua pria itu tetap terus membujuknya.


"Tolonglah nona saya akan melakukan apapun untuk anda."Ucap Fan merintih.


Tetapi Lilyan masih curiga dengan kedua orang ini.


Dia khawatir jika ini hanyalah tipuan yang mereka buat.


Namun udara di luar menjadi semakin dingin.


Tubuh kedua pria itu menjadi lemah.


Hingga akhirnya dia terjatuh ke tanah.


Nina merasa kasian melihat kedua orang ini.


Dia menatap Nchex dengan penuh harapan.

__ADS_1


"Tidak bisakah kamu melakukan sesuatu,"Tanya Nina.


"Kalian selalu saja merepotkan."


__ADS_2