
Pedang Yang Terkutuk.
Memasuki gerbang ke 7, tempat itu terlihat aneh baginya.
Ditempat ini tidak terdapat lahar api sedikitpun,tetapi tekanan energi ditempat ini lebih panas dari semua gerbang yang pernah dia lewati.
Didepannya terlihat banyak sekali berbagai macam senjata yang berserakan.
Jiwa-jiwa seperti hantu beterbangan ditempat ini.Suaranya terdengar dengan sedih seperti arwah yang mati penasaran,"Kembalikan Jiwa ku."
Perlahan dia berjalan menjaga penjaga gerbang ini,tetapi yang dia temui hanya kumpulan arwah penasaran.
Beberapa dari arwah itu juga mencoba menyerangnya,akan tetapi pedangnya tidak bisa menembus arwah itu.
Tiap kali pemuda itu menebaskan pedangnya,hanya terlihat seperti menebas angin.
Namun arwah-arwah itu bahkan dapat melukai tubuhnya.
Pemuda itu mencoba berbagai cara untuk melawan arwah itu,akan tetapi dia masih saja tidak bisa menyentuh arwah yang penasaran.
Sambil berlari menghindari Arwah dalam pikirannya.
"Aku harus menemukan cara untuk menghilangkan arwah ini."
Namun Arwah itu terus saja mengejarnya,sampai akhirnya dia bertemu seorang kakek tua.
Dengan sekali tebasan pedangnya arwah itu berhasil dihancurkan.
Kakek ini menggunakan jubah serba hitam,rambut panjangnya sudah memutih.
Tubuh yang sudah tampak tua itu masih menyimpan Energi Soul Power yang sangat menakutkan.
Namanya adalah Yama seorang ahli pedang dari Gerbang ke 7.
"Pedang mu itu tidak memiliki hati."Ucap Kakek tua itu dengan suara pelan.
Pemuda itu bertanya-tanya dalam hatinya. "Bagaimana mungkin sebuah benda mati memiliki jiwa."
Namun dengan cepat kakek itu langsung mengambil pedang yang berada ditangan pemuda itu.
Dia mengamati pedang itu dengan lama seolah mengenalnya.
Sambil meneteskan air matanya kakek itu menyebutkan kata "Shi no daiken."
"Dari mana kamu mendapatkan pedang ini...?"Ucap Yama.
"pada saat itu aku terkena kutukan oleh api hitam,setelah aku menyerap api itu tiba-tiba pedang long sword ku berubah seperti ini."
Pemuda itu menjelaskan setiap kejadiannya dari awal,sampai dia memperlihatkan segel api hitam di telapak tangan kirinya.
Kakek itu sedikit terkejut melihat segel yang berada ditangan kiri Nchex.
Dia benar-benar mengetahui tentang segel itu, akhirnya kakek itu mulai menceritakan dirinya.
"Aku adalah salah satu pengikut setia Dewa Kematian yang bernama Shinki.Symbol ditangan kiri mu itu bukanlah segel api, melainkan itu adalah sisa dari energi spiritual Dewa kematian.
Sedangkan pedang yang kamu miliki saat ini, merupakan salah satu pedang kutukan.
Pada waktu itu ada 13 SangCaster kuat yang bertugas untuk melindungi dunia ini.
Salah satunya adalah Shinki,Tuan ku itu dikenal sebagai pembunuh tercepat.
Oleh karena itu orang-orang memberikannya julukan dewa kematian,Saat pedang ini sudah mengeluarkan aura aslinya tidak ada lawan yang dapat melarikan diri darinya.
Mungkin ini adalah takdir yang ingin tuan ku serahkan kepada mu."
"Apakah semua Ras akan berperang melawan Pasukan Iblis...?" Tanya Nchex dengan serius.
__ADS_1
"Itu mungkin saja benar,akan tetapi ada yang lebih kuat dari Ras Iblis.
Dimana didalam perang besar itu bahkan Ras Dewa pun hampir di hancurkan,perang itu melibatkan semua ras dari seluruh dunia Soul Caster ini.
Sebuah ramalan mengatakan Ketika Badai Besar Itu datang,13 orang berdiri memimpin semesta.
Meskipun aku sendiri juga tidak yakin akan hal itu,tetapi suatu saat perang besar itu pasti akan terjadi.
Karena kamu memiliki beberapa warisan dari tuan ku,maka dalam ujian kali ini aku sendirilah yang akan melatih mu."
"Mohon bimbingannya Tetua."
"Baiklah untuk mengeluarkan potensi asli dari pedang ini,kamu harus membunuh 1000 arwah terlebih dahulu.
Semakin banyak pedang ini membunuh,Maka juga semakin berat terasa.
Makin berat beban,maka serangannya juga akan semakin besar."
"Bagaimana aku dapat mengalahkan arwah ini, sedangkan menyentuhnya saja aku tidak bisa."
"Itu karena kamu belum memiliki Jiwa Pedang.
Untuk melakukan hal itu kamu harus memahami karakter dari pedang itu sendiri.
Jika tekad seorang penggunanya kuat,maka pedang itu juga semakin tajam."
Kakek tua itu menyerahkan kembali pedangnya.
Pada saat ini dia masih kebingungan dengan ucapan dari sang kakek.
Tetapi dia tetap mencoba berkultivasi untuk berkomunikasi dengan jiwa pedang.
5 hari sudah berlalu tanpa mendapatkan hasil dan jawaban apapun.
Beberapa hari berikutnya hasilnya masih sama,pemuda itu sudah hampir menyerah.
Pemuda itu terus berpikir di dalam kepalanya,jika dia menyerah saat ini itu berarti dia tidak memiliki tekad yang kuat.
Pemuda itu terus melanjutkan kultivasi selama 1 bulan lamanya.
Sampai akhirnya pedang itu mengeluarkan cahaya hitam yang hampir redup.
Samar-samar suara dari pedang itu dapat terdengar.
"Membunuh atau terbunuh."
Cahaya hitam itu mulai memasuki tangannya.
Tubuh pemuda itu mulai bergerak dengan sendiri,mengeluarkan beberapa teknik yang belum dia pahami.
Sepertinya pedang ini mempunyai kesadarannya sendiri,ketika itu juga serangannya berhasil menghancurkan satu arwah.
Pemuda itu kembali menyerang kali ini dia mengalirkan sedikit Soul Power kedalam pedang itu.
Hanya dengan tebasan Anginnya lima jiwa arwah dapat dia kalahkan.
Sekali lagi dia mencoba,kali ini dengan menggabungkan Magic Power kedalamnya.
Pedang itu langsung terbang melibas arwah penasaran itu dengan sangat cepat.
Tetapi pemuda itu juga bisa merasakan pedangnya saat ini mulai bertambah berat.
Yama kembali menjelaskan kepadanya tentang kelebihan dari pedang itu.
"Salah satu pedang kutukan ini memiliki spesialisasi skill memperbesar kekuatan serangan dan menyerap jiwa dari lawan yang terkena terbunuh olehnya.
Akan tetapi pedang ini juga menyerap banyak energi soul power dari penggunanya.
__ADS_1
Oleh karena itu pedang ini disebut sebagai pedang kutukan,dia akan terus bertarung meskipun penggunanya sudah menjadi mayat hidup."
"Sepertinya aku belum terbiasa saja." Jawab Nchex dengan tersenyum.
Pemuda itu kembali melanjutkan mengalahkan arwah penasaran,satu persatu dari arwah itu sudah dia musnahkan.
Sampai akhirnya dia sudah berhasil mengalahkan 100 jiwa arwah dan berhasil diserap oleh pedangnya.
Cahaya hitam yang awalnya redup kini sudah mulai mengeluarkan aura hitamnya kembali.
Namun pada saat ini dia sudah tidak sanggup lagi untuk mengangkat pedangnya,Soul Powernya juga mulai terkuras habis.
"Apakah ada cara untuk mengatasi hal ini...? Tanya Nchex.
"Pada saat itu tuan ku mempunyai teknik untuk meringankan berat pedangnya,oleh karena itu dia dapat menggunakan pedang itu dengan mudah."
Nchex kembali mengingat teknik itu pernah dipakai oleh Shadow.
Itu adalah teknik gravitasi yang berasa dari mata kanan dewa kematian,namun saat ini dia hanya memiliki mata kirinya.
"Aku harus merebut Artefak itu darinya"Ucap Nchex dalam hati.
Dia kembali bertanya.
"Adakah cara lain selain itu...?"
"Tentu saja ada,namun cara ini akan lebih sulit dilakukan.
Kamu harus menggabungkan kedua senjata dengan level yang sama,tapi jika penggabungan itu gagal salah satu senjata mu akan hancur."
Pemuda itu menjadi sedikit terdiam, sepertinya tidak ada cara yang dapat dia lakukan untuk saat ini.
Namun Yama kembali berbicara untuk memberikannya semangat.
"Ku dengar penjaga gerbang 9 memiliki Spear of Darkness jika digabungkan dengan benda itu ada kemungkinan dapat menghilangkan kutukan dari pedang ini."
Pemuda kembali bersemangat,dia kembali melanjutkan latihannya.
Untuk mengatasi berat dari pedang itu dia menggunakan teknik teleportasi.
Yama yang melihat ini dia juga semakin terkejut.
"Hemm pemuda ini cukup mengesankan."
Berbagai teknik dewa kematian di tampilkan dihadapan matanya.
Seolah kakek itu melihat tuanya sedang berada dihadapannya.
1 bulan lagi berlalu akhirnya pemuda itu berhasil melewati ujian ini.
Kultivasinya juga sudah meningkat menjadi level 7.
Kakek itu kembali berbicara.
"Sebelum kamu melanjutkan ke gerbang berikutnya aku akan mengajari mu beberapa teknik pedang.Teknik ini ku beri nama Judgment Armageddon.
Dimana teknik ini memiliki serangan area yang sangat besar."
Saat kakek itu menunjukkan teknik ini,Soul Powernya berubah menjadi badai tsunami yang sangat besar.Namun ketika Nchex yang memakai Teknik ini,Soul powernya malah berubah menjadi hujan api.
Tetapi dia sangat senang dengan teknik barunya ini, mungkin saja dia dapat mengembangkan teknik ini menjadi jauh lebih kuat lagi.
"Dengan ini tugas ku juga sudah selesai,semoga kamu dapat menjadi dewa kematian selanjutnya."Ucap Yama.
Sesaat itu juga,dia memberikan pedang ditangannya kepada Nchex,karena dia juga menyadari untuk saat ini pedang dewa kematiannya sangat berat untuk digunakan.
Pemuda itu kembali melanjutkan masuk kedalam gerbang ke 8.
__ADS_1