
Vien City
Semua orang di desa bersuka cita menyambut kedatangan Nchex.
sepertinya mereka semua sangat bahagia terselamatkan oleh bencana besar bagi desanya.
Di malam hari mereka melakukan pesta,dengan memanggang beberapa dari daging dari ternak mereka.
Nampaknya para penduduk desa sangat bahagia.
Jiatso berjalan ke arah Nchex,dengan di bantu Diang tubuh nya di balut dengan perban.
"Bocah bagaimana kamu bisa kembali."
"Saya hanya beruntung Kek,"Jawab Nchex dengan tersenyum.
Jiro,Kama dan yang lainnya juga mendekati ke arah Nchex.
"Kakak tertua,"Kama memberi hormat ke arah Nchex.
"Haha tidak perlu begitu ... .aku juga bagian dari kalian."
"Kami akan ke kota untuk menjual barang jual apa kau mau ikut...?"Tanya Jiatso.
"Wah sepertinya menarik."
"Iya kak di kota ada banyak orang berjualan dan tempat itu sangat megah."Ucap Diang.
"Saudara Nchex bisa ikut bersama kami.
Lagi pula Paman Jiro dan Kakek sekarang terluka."
"Kami sangat membutuhkan bantuan mu,"Ucap Kama.
"Ya jika begitu ... kapan kita akan pergi."
"Sepertinya besok."
"Aku juga ingin ikut pergi ke kota,"Ucap Diang.
Tetapi Diang di tahan oleh ibu nya.
"Itu sangat berbahaya kamu hanya akan menjadi beban untuk Kakak mu."
Diang cemberut mendengar ucapan ibunya,dia dengan kesal membentak.
Tampak rona merah dari wajah imutnya.
"Tenanglah bibi aku akan menjaganya."
Diang dengan senang mendengar ucapan Nchex dia dengan girang berlari- lari.
"Apa itu tidak merepotkan mu."
"Ya tenang saja paman ...lagi pula aku menganggap nya seperti adik sendiri."
Yinsa menghela nafas dengan lega,meskipun ada kecemasan di hati.
"Baiklah kalau begitu ayo kalian semua beristirahat."
Sesampainya nya di kamar Nchex duduk bersila dan melanjutkan kultivasinya.
Kembali dia masuk ke alam bawah sadarnya.
Disana dia melihat Black Dragon yang di ikat oleh rantai cahaya dan sudah tidak berdaya.
"Rupa nya kamu belum mati."
"Bocah sialan."
Nchex langsung mengeluarkan pedang naga ke tangannya.
Black Dragon merasakan aura yang menakutkan di menyelimuti pedang itu.
"Apa yang ingin kau lakukan...?"
"Tentu saja aku akan membunuh mu.!"
Black Dragon menjadi ketakutan bagaimana mungkin naga bencana yang menghancurkan sebuah sekte sendirian.
Kini tidak berdaya menghadapi seorang bocah.
"Begini saja aku akan memberikan mu penawaran."
"Aku akan menjadi pelindung mu dan kamu lepaskan segel ini."
"Apa kau kira aku bodoh..? melindungi dirimu sendiri saja kau tidak bisa."
Nchex mulai memikirkan pikiran liciknya di dalam kepalanya
Mungkin ada untung nya jika aku menjadikan naga ini sebagai binatang ruh ku.
"Begini saja aku akan melepaskan segel mu,tetapi kamu harus patuh kepada ku."
__ADS_1
"Jika tidak kemungkinan aku akan memurnikan roh mu."
"Haha" Nchex tertawa sambil mengacungkan pedangnya ke arah naga.
"Bocah kurang ajar."
"Baiklah sepertinya kau memilih untuk mati."
Segera Nchex mengayunkan pedangnya untuk menebas Black dragon.
Tetapi naga itu langsung menjawab.
"Baik ... baiklah,"Ucap Black Dragon dengan terpaksa.
"Kalau begitu kau harus memanggil ku dengan tuan muda."
Naga sombong itu menyeringai dengan kesal.
namun dia tidak bisa menolak perintah Nchex.
"Apapun itu perintah tuan akan saya ikuti."
Segera dengan jentikkan jarinya.
Ke enam segel istana suci itu langsung terlepas.
Naga itu langsung meraung dengan suara yang mengerikan.
Akan tetapi alih-alih melepaskan dia malah menanamkan segel angin enam sayap ke dalam tubuh naga itu.
"Bocah licik kurang ajar."
Setelah ribuan tahun baru kali ini,black dragon dibodohi oleh seorang anak kecil.
"Haha aku sudah mengatakannya kamu harus patuh kepada ku."
Nchex langsung menyempurnakan nya, menyerap semua energi dari black dragon. Naga yang awal nya berukuran besar,kini berubah bentuk menjadi Seekor naga kecil berukuran anak kucing.
"Kau sangat imut dan lucu."
Nchex menertawakan Black Dragon.
Meskipun sekarang dia sudah tidak besar lagi,namun sikap sombongnya masih tidak berubah.
"Sekarang aku akan memberimu nama Blacky dan kamu harus mengikuti ku,kemana pun aku pergi."
Dia hanya bisa mengangguk menuruti perintah Nchex.
keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali Diang dengan sangat bersemangat dia mengetuk gubuk Nchex.
"Oh Diang ... kamu sudah siap rupanya."
Nchex menggosok kepala Diang, kemudian naga kecil itu terbang di belakang Nchex.
"Binatang apa ini kak..?"
Diang langsung memeluk naga itu,
"Ini terlihat lucu sekali,"Ucap Diang.
"Oh iya itu adalah binatang roh ku,
kamu boleh memanggilnya Blacky."
"Aku menyukainya di sangat lucu."
Diang menggendongnya dengan sangat senang,mengajak Blacky bermain.
Ketika Jiatso melihat Naga yang di pegang oleh Diang,dia sepertinya mengetahuinya bahwa itu adalah jelmaan dari naga bencana.
Namun dia hanya dapat menggelengkan kepalanya.
"Anak ini sepertinya menyimpan sesuatu yang sangat mesterius.Bahkan Naga Bencana saja sekarang menjadi temannya,sungguh bocah yang luar biasa."
"Baiklah jika semua sudah siap ini saatnya kita pergi."Ucap Kama.
Semua orang mulai berpamitan,Yinsa merasa ragu-ragu melepaskan Diang Bersama mereka.
"Tenang saja bibi aku akan menjaganya,lagi pula ada kami berempat disini."
"Jika semua sudah di atur,aku hanya berharap kalian semua kembali dengan selamat."Ucap Jiro.
Siap...!
Mereka semua menundukan kepalanya memberi hormat.
Dengan gerobak sapi mereka langsung pergi.
Jiatso menatap dari kejauhan.
"Anak itu akan menjadi anak hebat di masa depan.
__ADS_1
di ikuti oleh beberapa penduduk desa."
Setelah perjalanan berlangsung seharian,Kama memutuskan untuk berkemah di tengah hutan.
Karena untuk mencapai Vien City membutuhkan waktu tiga hari.
Segera Nchex dan teman-teman nya mulai mendirikan tenda.
Kemudian mereka menyalakan api unggun.
Kama membagi tugas mereka masing- masing untuk berjaga jaga.
Kama berjalan mendekati Nchex yang duduk didekat api unggun.
"Saudara Nchex tampaknya kau telah lebih kuat dari pada kami."
"Haha sepertinya aku hanya beruntung,itu juga berkat latihan dengan kalian."
"Itu tidak bisa dibandingkan dengan kami yang hanya baru mencapai Soul Guard level 1."Sahut Matsu.
"Lalu bagaimana kamu bisa selamat dari serigala darah kemaren."Tanya Oda.
Nchex menjelaskan kejadian tersebut dimana dia mendapatkan roh naga bencana.
Semua orang terkejut mendengar ceritanya.
"Sungguh beruntung bahkan aku sendiri saja belum bisa mendapatkan binatang roh ku."Ucap Oda dengan kagum.
"Tenang saja aku akan membantu kalian semua untuk mendapatkan binatang roh kalian."
Semua orang senang mendengar ucapan Nchex.
Kama kemudian memperlihatkan peta yang ada di tangan nya.
"Ini adalah Rute perjalanan kita.
Kemungkinan nanti kita akan bertemu beberapa binatang iblis,karena kita membawa Diang sepertinya kita harus berhati - hati."
"Jadi pada saat ini kita tidak bisa berburu binatang iblis."
Semua orang merenung sejenak,kemudian Nchex bertanya memecahkan kesunyian.
"Bibi Yinsa mengatakan pada ku,bahwa dalam waktu dekat ini ada kompetisi sekte kaisar apa kah itu...?"
Kama mulai menjelaskan kepada Nchex.
"Itu adalah kompetisi yang di adakan oleh 9 Gerbang cahaya.
9 Gerbang cahaya itu terbentuk oleh beberapa sekte besar di kekaisaran Vien.
Mereka yang lolos dalam kompetisi kaisar sekte akan di perbolehkan untuk belajar di Akademi Vena."
"Akademi Vena adalah kumpulan anak muda berbakat,disana beberapa murid yang berbakat akan di pilih untuk masuk ke dalam 9 sekte besar.
Meskipun terkadang juga ada beberapa sekte kecil yang memilih murid."
"Apakah kalian tidak ingin ikut kompetisi itu..?"
"Meskipun kami sangat ingin ikut kompetisi Kaisar Sekte,desa kami tidak memiliki banyak Pil Energy untuk mengikuti nya."
melihat Nchex yang bingung Kama langsung menambahkan ucapan Oda.
"Pills Energi adalah salah satu alat tukar di dunia ini,meskipun itu juga dapat menyembuhkan luka ringan itu juga memiliki kegunaan sebagai mata uang."
"Setiap 3 bulan orang- orang di desa kami hanya bisa mengumpulkan 9-15ribu Pills Energy.
Ada pun untuk mendaftar 1 orang peserta di kenakan biaya 10ribu.
Itu jumlah yang sangat besar untuk desa kami.
Mereka semua sangat sedih ... setelah menjelaskan tentang keadaan desa mereka."
"Bagaimana cara mendapatkan Pills Energy itu..?"
"Kita bisa mendapat nya dengan berburu binatang iblis,namun itu akan sangat susah.
Elixir dari serigala darah yang kita buru kemaren,itu hanya dihargai 500 Pills Energy."
"Jadi kita hanya perlu berburu 60 serigala darah."
Oda kaget mendengar ucapan Nchex.
"Membunuh 60 serigala darah apa kau gila..?"
"Kalian tenang saja,aku akan memikirkan caranya setelah kita kembali ke desa.
Lagi pula aku yang sekarang sudah tidak selemah dulu lagi."
Semua orang setuju mendengar rencana Nchex.
Setelah 2 hari perjalanan menuju Vien City tidak ada gangguan apa pun dari binatang iblis.
Sepertinya mereka ketakutan melihat naga bencana bersama mereka.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di depan gerbang Vien City.