Soul Caster

Soul Caster
Episode 56


__ADS_3

Yang Tercepat,Bukanlah yang Terbaik.


Melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Aula


"Spirit Sword Soul."


Wakil Aula ditempat ini bernama Danang, memiliki 500 murid didalam Aula tersebut.


Dimana Aula ini berspesifikasi dalam teknik pedang terbang. Karena itu mereka juga menggunakan kecepatan gerakan untuk menutupi kelemahan serangan mereka.


Tiba-tiba sebuah pedang menyerang ke arah Calista.Namun dengan sigap dia berhasil menahan serangan itu.


"Kenalkan nama ku Chester Murid inti dari Divisi pedang."


"Mengapa kamu menyerang ku...?" Tanya Calista.


"Aku hanya ingin menyapa kalian semua." Ucap Chester dengan tersenyum.


Tetapi Calista yang di serang dia juga tidak mau tidak diam begitu saja,Calista melakukan serangan cepatnya akan tetapi dia langsung dikalahkan olehnya.


Kira yang juga Berspesifikasi dalam teknik serangan cepat dia juga melakukan Serangan, Terlihat Kira dapat menyerang Chester dan saling beradu serangan.


Meskipun begitu tentu saja Chester tidak menggunakan seluruh kekuatannya.


Pada akhirnya dalam sekali gerakan cepat,Kira juga dikalahkan olehnya.


Danang juga menjelaskan kepada mereka semua bahwa Chester adalah SangCaster tercepat didalam Divisi Pedang.


"Didalam Divisi Pedang akulah SangCaster Tercepat,Untuk itu aku menjadi sangat bosan mencari lawan bertanding." Ucap Chester dengan membanggakan dirinya.


Ricky yang mengamati pertukaran serangan dari tadi,Dia mulai berbicara menjelaskan analisisnya.


"Kamu memang sangat Ahli dalam hal kecepatan,Meskipun hanya menggunakan pedang kelas rendah.


Tetapi serangan mu masih cukup mematikan.


Meskipun begitu aku juga mengetahui kamu tidak memiliki Niat dan Hati pedang didalamnya." Ucap Ricky menjelaskan.


"Jika ada diantara kalian yang dapat mengimbangi kecepatan ku,Dengan senang hati aku akan berteman dengan kalian." Ucap Chester menantang.


"Aku tahu salah satu diantara kami tidak ada yang lebih cepat dari mu.


Namun yang tercepat bukanlah yang terbaik,Teman ku ini bisa dengan mudah mengalahkan mu." Ucap Ricky matanya menatap ke arah Nchex.


"Sialan sekali orang ini membawa ku dalam masalahnya,Aku akan membalasnya nanti."Gumam Nchex dalam hati.


Menanggapi perkataan dari Ricky,pemuda itu langsung bergegas menjawabnya.


"Maaf senior teman ku hanya bercanda,Mohon Senior jangan memasukkan hati." Ucap Nchex menangkupkan tangannya.


Namun tetap saja Chester melakukan serangan pedang terbang kepadanya,Tapi tiba-tiba pedang itu tertahan sebelum menyentuhnya.


Beberapa orang yang melihatnya menjadi bingung,siapakah yang menahan pedang ini.


Sampai akhirnya Danang berucap.


"Magic Power Manifestasi,Haha ini tidak buruk."


Banyak tatapan mata tertuju padanya,Tentu saja melatih kekuatan Magic Power itu bukanlah hal yang mudah.Terkadang seseorang harus memilih salah satu dari kekuatan Soul Power atau Magic Power.


Akan tetapi pemuda dihadapan mereka ini, memahami kedua Hal dasar itu.


Bahkan dia melatih kedua teknik Dasar ini sampai level yang menakutkan.


"Bagaimana mungkin aku melawan mu sedangkan aku tidak punya pedang." Ucap Nchex memberi alasan.


Namun tiba-tiba Kartika melemparkan pedang miliknya kepada Nchex.


Pemuda itu mulai mengamati pedang yang berada ditangannya.


Sedikit mencobanya untuk menentukan kemampuan dari pedang ini.

__ADS_1


"Pedang ini memang sangat halus dan ringan, Tetapi ini tidak cocok untuk bertarung dengan Teknik pedang terbang.


Karena itu aku mengaku kalah."


Ucap Nchex untuk menghindari pertarungan.


"Jika kamu kalah olehnya,Aku tidak mau berbicara lagi dengan mu." Ucap Kartika memalingkan wajahnya.


Penatua dan Murid yang berada disana dibuat sedikit terkesan oleh sosok pemuda itu.


Tentu mereka semua tahu Kartika ini jarang sekali berbicara apalagi kepada seorang pria.


Mereka menjadi semakin bersemangat untuk mengetahui sekuat apakah pemuda yang menaklukkan wanita sedingin es ini.


"Jika kamu bisa bertahan dalam 10 kali pertukaran aku akan menghormati seperti murid Inti." Ucap Chester.


"Haha aku sama sekali tidak berniat menjadi murid inti,bahkan dengan gelar pun aku tidak peduli.


Tanpa alasan yang jelas aku tidak ingin bertarung melawan mu."


Melihat sosok pemuda ini yang sama sekali tidak tertarik dengan gelar dan jabatan.


Chester kembali memberikannya penawaran.


"Aku akan meminjamkan Dekrit milik ku selama 3 bulan,Dengan Dekrit ini kamu bisa berkultivasi di dalam Menara Suci tanpa harus membayar.


Dekrit ini juga memiliki hak Khusus untuk berjalan keluar dari Divisi pedang."


Seketika wajah Nchex menjadi cerah,Pikiran licik mulai terlintas dikepalanya.


Dengan tersenyum dia menatap ke arah Chester.


"Aku akan mengalahkan mu dalam waktu 30 detik,Oleh karena itu kamu harus meminjam Dekrit selama 30 bulan pada ku.


Apakah kamu setuju...?" Tanya Nchex.


"Lalu bagaimana jika kamu kalah...?


"Sepertinya kamu cukup yakin dengan kemampuan mu,oleh karena itu aku tidak akan menahan diri."


Chester langsung mengeluarkan tekniknya


"Deadly Speed rush."


Aura biru langit langsung merembes keluar dari tubuhnya.Binatang roh Rajawali perak juga dia keluarkan.


Gemuruh Suara angin menjadi semakin kuat, pedangnya juga sudah dilapisi oleh Soul Power yang pekat.


Begitu juga dengan Nchex yang mulai merilis.


"Black Crazy Standing."


Api hitam merembes keluar dari dalam tubuhnya.


Disertai dengan suara seperti Kompor Gas yang sangat panas.


Namun anehnya tiba-tiba pedang White Lotus,berubah bentuk menjadi "Skull Lotus Flower."


Menjadi level senjata surgawi.


Sebelum mereka berdua saling beradu serangan,keduanya langsung mengeluarkan serangan andalannya.


"Shadow Slash" dan "Knight Symbol" saling beradu kekuatan.


Mereka mencoba Teknik manakah yang lebih cepat diantara mereka.


Didalam serangan "Shadow Slash" pedangnya memliki bayangan yang memiliki kesadarannya sendiri.


Oleh karena itu jika serangan pedangnya berhasil dihindari,bayangan dari pedang ini masih memberikan effect serangan kepada lawannya.


Namun dihadapan "Knight Symbol" tidak ada satu pun pertahanan yang tidak bisa dia tembus.

__ADS_1


Sebelum Chester sampai mendekati Nchex,Pemuda itu menggunakan "Langkah Ilusi" dan "Night Walker."


Pada awalnya Chester tampak sangat senang,karena telah berhasil menebasnya.


Namun pemuda itu langsung muncul dibelakangnya,dengan sebuah pedang yang sudah berada didepan lehernya.


"Baiklah aku mengaku kalah." Ucap Chester.


Tentu saja beberapa Individu yang lemah tidak dapat melihat pertukaran serangan sekejam mata itu.


Tetapi disana ada 5 Penatua yang menyaksikan pertandingan mereka. Jelas mereka sangat paham dengan apa yang terjadi.


"Bocah ini memang memiliki pontensi" Ucap Para Penatua saling berhadapan.


"Apakah sekarang kamu sudah mengerti, Seorang pendekar pedang yang tidak memiliki Hati didalam pedangnya.


Hanya menjadi seekor Harimau tanpa Taring."


Ucap Ricky menjelaskan.


Chester cukup memahami dengan apa yang dia katakan.


Setelah kekalahan ini,dia mendapatkan pelajaran berharga baginya.


Dekrit murid inti langsung diserahkan kepada Nchex.Dia memberikan hormat kepadanya.


Tampaknya Chester ini memang seorang SangCaster sejati.


Yang menjunjung tinggi nilai sportivitas.


Pemuda itu mengembalikan pedang milik Kartika sambil berkata.


"Hahaha mulai hari ini kalian semua harus memanggil ku senior."


Sambil memamerkan Dekritnya,matanya langsung menyapu kearah semua murid yang berada dibelakangnya.


Tiba-tiba Kartika langsung memukul kepalanya,dia juga mengeluarkan Dekrit miliknya.


"Kamu jangan berpikir,dapat melampaui ku dengan mudah." Ucap Kartika.


"Tidakkah kamu berterima kasih kepada ku,Karena telah meningkatkan level pedang mu.


Paling tidak kamu harus memberikan satu ciuman kepada ku."


Ketika dia menyombongkan dirinya,satu pukulan dari Kartika langsung memukul wajahnya.


Membuat dia terjatuh ke tanah,kedua sosok ini terus melanjutkannya dengan perdebatan yang tidak penting.


Mulan yang melihat sikap mereka berdua sangat akrab.


Dia dapat mengetahui bahwa kedua orang ini saling menyimpan perasaan didalam hatinya.


Melihat muridnya yang sedingin es itu menjadi mencair karena ulah pemuda itu.


Dia cukup senang dengan hal itu,tetapi juga ada sedikit ketakutan yang dia sembunyikan di dalam hatinya.


"Andai saja kamu datang lebih cepat" Ucap Mulan dalam hatinya.


Tersirat beberapa rahasia yang dia sembunyikan,tetapi dia juga cukup yakin pemuda ini akan tumbuh sangat cepat.


Jika hal itu terjadi masih ada harapan untuknya.


Mereka melanjutkan ke Aula Ten Thousand Swords.Dimana aula ini di pegang Oleh Yunlie sebagai wakilnya.


terdapat 300 murid didalamnya, berspesifikasi dalam Manipulasi Serangan pedang.


Contohnya seperti Teknik "Black Dragon Refulse" yang dapat mengeluarkan Naga Spirit dalam serangannya.


Banyak tatapan tajam tertuju kepadanya, sepertinya dia akan memiliki masalah jika terus berada disini.


Menyadari akan hal itu,pemuda itu langsung mengajak mereka,Untuk menunjukan Aula berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2