Soul Caster

Soul Caster
Episode 100


__ADS_3

Dewi Suci.


Setelah mendapat 20 orang yang lolos dalam seleksi.


Julia membawa mereka semua menaiki awan tingkat tiga.


Mereka akan diberikan waktu untuk beristirahat dan berkultivasi ditempat itu selama 1 hari.


Tempat ini menyimpan banyak Energi murni yang dapat meningkatkan Kultivasi mereka.


Pemuda itu juga langsung memulainya, Perlahan dia mulai menutup matanya.


Energi yang sangat sejuk terasa memasuki tubuhnya.


Selama beberapa jam penyerapan Energi itu terus saja berlanjut, Tiba-tiba kalung yang diberikan oleh Kiyoshi juga ikut menyala.


Didalamnya terdapat sebuah teknik rahasia Suku Unicorn.


"Thunder Blitz" Sebuah teknik Serangan fisik berupa tendangan kejut tiga bayangan petir.


Lawan yang terkena oleh tendangan ini tubuhnya akan terasa seperti tersambar oleh petir.


Teknik ini bertumpu pada kecepatan yang dipadatkan, Karenanya sebelum menggunakan teknik ini, Seorang SangCaster harus berlari terlebih dahulu untuk meningkatkan kecepatannya hingga menghasilkan tendangan yang mematikan.


Semakin cepat dia bergerak maka juga akan semakin kuat serangan yang dihasilkan.


Ketika semua itu sudah selesai akhirnya dia meningkatkan levelnya menjadi 52.


Tiba-tiba Julia datang menemuinya secara diam-diam.


Dia mengatakan ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.


Julia membawanya kesebuah ruangan yang berada di dalam pagoda.


Mereka memasuki ruang rahasia dibawah bangunan itu.


Telihat seorang wanita menggunakan cadar diwajahnya.


Seluruh pakaiannya tertutup Begitu juga dengan rambutnya.


Hanya kedua mata yang berwarna putih terang seperti cahaya bulan, Yang tampak dari wanita itu.


"Nama ku adalah Airin, kamu harus membantu ku untuk mencari putri ku dan membawanya kembali kesini."


"Mengapa aku harus membantu mu,Lagi pula aku tidak mengenal siapa kamu.


Bahkan wajah mu saja tidak bisa dilihat.


Apakah kamu menyembunyikan gigi tonggos mu di balik cadar itu." Ucap Nchex dengan konyol.


"Bajingan kamu sangat tidak sopan kepada nyonya." Sahut Julia.


Namun Airin menenangkan Julia yang sangat kesal itu.


Dia mulai membuka cadarnya untuk memperlihatkan wajah aslinya.


Mata pemuda itu sangat terpana oleh kecantikannya, Dia sampai bergumam didalam hatinya.


"Aku tidak pernah mengira ada seorang wanita yang lebih cantik dari Kartika."


Melihat pemuda itu yang terdiam sangat lama Julia langsung menegurnya.


"Hey apa yang kamu lihat."


"Apakah kamu Dewi Suci itu...?" Tanya Nchex.


"Itu Benar,Aku sudah mengetahui kehadiran mu ketika kamu datang kesini menggunakan portal Suku Unicorn.


Pastinya kamu mencari ku untuk meminta bantuan keluar dari sana bukan.


Jadi untuk sekarang tidak ada penawaran, Yang bisa kamu lakukan adalah menuruti perintah ku." Jawab Airin.


"Bagaimana ciri-ciri Putri mu itu...?"


"Dia berusia 500 tahun dan memiliki wajah yang hampir sama dengan ku.

__ADS_1


Karena kesalahan yang pernah ku buat dia menjadi hadiah untuk sayembara di benua Nen.


Oleh Karena itu kamu harus memenangkan sayembara itu untuk dapat membawanya kembali kesini."


Pemuda itu mulai berpikir sejenak.


Jika dia tidak mengikuti perintah wanita ini kemungkinan mereka semua tidak akan dapat keluar dari tempat itu.


Dia juga bergumam dalam hatinya "Jika anaknya saja sudah berusia 500 tahun, Kemungkinan ibunya ini usianya sudah lebih dari ribuan tahun.


Mungkin saja dia adalah Ras Dewa"


"Bukankah orang-orang yang berada ditempat ini jauh lebih Kuat dari pada aku, Mengapa kamu tidak memintanya pergi kesana." Tanya Nchex.


"Ras Dewa sudah berjanji agar tidak ikut campur dalam urusan masing-masing Ras yang ada di bumi.


Jika kami melanggar hukum itu,maka tubuh ku akan hancur.


Karena ku mempunyai darah campuran oleh karena itulah dia bisa berada di dunia manusia.


Sekarang cepat pergilah aku akan mengirimkan mu pergi kesana.


Jika kamu berani kabur dari ku,Semua teman-teman mu tidak akan bisa keluar dari tempat ini selamanya." Ucap Airin.


Airin langsung mengirimkan pemuda itu kesebuah tempat wilayah timur Benua Nen.


"Sena Tarium" daratan itu dipenuhi dengan rawa dan sungai.


Dimana semua perdangan terpusat di pinggir aliran sungai.


Alat tranportasi yang banyak digunakan orang disni adalah kapal dan perahu kecil.


Yang lebih uniknya sistem jual beli ditempat ini menggunakan barter.


Pemuda itu menyewa sebuah perahu kecil dan dibawa untuk berkeliling tempat itu.


Yah sebuah Kota Kerajaan bernama Nevada sebuah bangunan besar yang berada di tengah aliran sungai.


"Apa kau datang kesini juga untuk mendapatkan wanita itu...?" Tanya Juru kemudi.


"Penguasa kota saat ini sedang mencari beberapa orang SangCaster berbakat untuk melindungi tempat ini.


Selain itu juga dia mempunyai seorang putri yang sangat cantik, Bagi siapa saja yang berhasil melewati tantangan darinya.


Maka penguasa kota akan menjadikan orang itu sebagai menantunya."


"Baiklah antarkan aku ke tempat itu,Aku ingin melihat terlebih dahulu seperti apakah putrinya itu."


Sampailah pemuda itu disebuah Alun-alun kota.


Telah banyak orang yang berkumpul disana,untuk melihat kecantikan dari putri kota itu.


Olivia adalah nama putri itu.


Dia memiliki rambut panjang kecokelatan dengan sebuah mahkota dan pakaian yang sangat anggun.


Sesekali dia melemparkan senyum kepada semua orang yang ada disana. Sebuah tatapan tajam bagai pedang mencabut nyawa setiap insan yang memandangnya.


Begitu cantik wanita ini seolah hujan akan berhenti oleh paras yang indah.


Bahkan semua orang akan rela mati untuk dirinya, Wanita itu duduk disebuah kursi di samping ayahnya.


Penguasa kota memulai sayembara kali ini.


Bagi siapa saja yang bertahan sampai akhirnya ditengah lapangan,Maka dia lah pemenangnya.


Seorang panglima perang bernama Trian berdiri di atas arena.


Semua orang dipersilahkan untuk menantang Panglima itu, Sampai tidak ada lagi yang berani menantangnya maka dia adalah pemenangnya.


"Apakah tidak ada yang ingin menikah dengan ku." Ucap Olivia.


Terlihat ada sedikit kecemasan di wajahnya.


Seolah dunia telah membebani dirinya, Dan dibutuhkan waktu yang lama untuk menyadarinya.

__ADS_1


Namun karena mendengar ucapan yang keluar dari bibir tipis dan merah itu.


Kata-kata tajam persis seperti panah-panah beracun yang siap menghancurkan hatimu.


Hati beberapa individu yang berada disana seolah terbakar.


Bergemuruh dengan hasrat untuk memiliki wanita itu.


Satu persatu penantang pun langsung maju secara bergantian.


Namun tak satupun dari mereka yang bisa mengalahkan Trian.


"Putri cantik seperti sekarang kamu benar-benar akan menjadi milik ku." Ucap Trian penuh dengan tawa keserakahan.


Penguasa kota juga sedikit ngeri dibuatnya.


Ada perasaan yang sangat keberatan melepaskan putrinya kepada orang itu.


Penguasa kota itu bernama Hogan dengan kumis dan jenggot yang tebal menghiasi wajahnya.


Berperawakan gendut dan bulat diperutnya.


Orang itu malah terlihat seperti badut,tidak ada wibawa sama sekali yang terlihat.


Entah kenapa orang-orang disana mengangkatnya menjadi seorang penguasa kota,tentu ada sebuah kekuatan kuat yang berada dibelakangnya.


Sementara pertarungan terus berlanjut, Nchex terus saja memperhatikan wanita itu.


Cincin yang diberikan oleh Airin juga mengeluarkan sinar cahaya ketika dia berada didekat putri itu.


"Mungkinkah dia adalah anak Dewi Suci...?" Ucap Nchex dalam hati.


Kemudian dia melemparkan cincin itu kepada Olivia tanpa sepengetahuan orang lain.


Di tangannya cincin itu semakin mengeluarkan cahaya yang terang, Begitu juga dengan yang berada ditangan Nchex.


Seolah-olah kedua cincin itu mempunyai sebuah koneksi untuk membuka portal menuju Divinity Origins.


Olivia menatap tajam kearah pemuda itu.


Jelas dia mengetahui bahwa hanya ibunya yang memiliki cincin seperti itu.


Tapi entah dari mana datangnya pemuda ini, Dia mengetahui terlalu banyak rahasia yang telah ia sembunyikan.


Yang tanpa dia sadari pemuda itu langsung berada di sampingnya.


"Aku diperintahkan untuk membawa mu kembali." Ucap Nchex dengan pelan.


Jelas kehadirannya mengundang banyak tatapan mata.


Entah dari mana datangnya pemuda itu,namun hal itu juga membuat orang-orang disana menjadi marah dibuatnya.


Apalagi saat ini mereka sedang memperebutkan seorang putri itu.


Banyak dari individu yang mengutuk kepadanya.


"Cepat bunuh pemuda itu." Ucap orang-orang yang berada disana.


Para pengawal Hogan pun segera ingin menangkapnya, Namun Olivia yang masih penasaran langsung menghentikannya.


"Baiklah aku akan pergi dengan mu, Jika kamu berhasil menjadi pemenang sayembara ini." Ucap Olivia yang menaruh sedikit harapan kepadanya.


"Huh orang-orang seperti kalian selalu saja merepotkan." Jawab Nchex yang langsung berdiri di arena berhadapan dengan Trian.


Pemuda itu memberi hormat kepada mereka semua yang sudah dibuat kesal olehnya.


"Sebelum aku bertarung, Tolong jelaskan berapa orang yang harus ku bunuh dalam arena hari ini...?" Nchex bertanya dengan mata merah menyala yang menatap kearah Trian.


"Mengapa kamu begitu yakin bisa mengalahkan ku." Ucap Trian yang sudah bersiap untuk menyerang.


"Jika sudah tidak ada lagi yang berani menantang mu,Maka kamulah pemenangnya." Sahut Hogan.


"Bagus jika aturannya seperti itu, Maka aku akan menghancurkan seluruh kota ini.


Dan membunuh setiap pria yang berani menghalangi jalan ku."

__ADS_1


__ADS_2