Soul Caster

Soul Caster
Episode 66


__ADS_3

3 Senjata Pembunuh Iblis



Pagi yang indah matahari bersinar terang menembus cakrawala.


Suara keramaian istana mulia terdengar,pemuda itu terlihat sangat bersemangat sekali hari ini.


Memberikan selimut untuk kedua istrinya yang masih tertidur.


Dia berjalan melihat keluar Istana dari jendela, sesekali merenggangkan tubuhnya dengan sedikit olahraga.


Suara ketukan pintu mulai terdengar,orang itu adalah Ricky dan Adam.


"Kamu terlihat sangat bersemangat sekali hari ini,apakah tidur mu nyenyak." Ucap Adam.


Pemuda itu membawa kedua temannya itu masuk,mereka membicarakan jenis senjata yang akan mereka buat 2 hari lagi.


Ricky pun mulai menggambarkan pola untuknya, diperhatikan olah ada secara seksama.


Singkat cerita terciptalah 3 buah bentuk senjata,ini merupakan hasil imajinasi dari Nchex.


"Aku belum pernah melihat senjata seperti ini." Ucap Adam.


Pemuda itu juga meminta pendapat dari Ricky.


Tentu saja murid yang satu ini lebih pintar darinya.


Oleh karena itu dia memintanya untuk menjelaskan beberapa dampak yang akan diperoleh dari senjata itu.


"Ketiga senjata ini masing-masing mempunyai kelebihan dalam pertarungan besar, Efek ledakan yang di hasil dapat menghancurkan sebuah gunung.


Kekurangan dari senjata ini memerlukan waktu 3jam untuk mengumpulkan Soul Power ke dalamnya.


Selain itu juga 2 dari 3 senjata ini sangat berat untuk digunakan." Ucap Ricky menjelaskan.


Tiba-tiba mata kedua pemuda itu tertuju pada Melisa yang baru bangun dengan rambut yang acak-acakan.


Dengan pakaian tidur yang tipis melihat bentuk asli pada lekukan tubuhnya.


Kedua ditangannya yang halus menggosok matanya yang masih mengantuk.


Dengan cepat Nchex langsung menutupi wanita itu dengan selimut.


"Kalian berdua berhenti menatapnya." Ucap Nchex kepada Ricky dan Adam.


Namun melihat seorang wanita cantik,yang seperti bidadari dihadapannya.


Itu merupakan sebuah anugrah bagi mereka,seolah mereka tidak ingin melewatkan setiap detik dari pemandangan indah ini.


Mata kedua temannya itu, menjadi berbinar-binar seakan terhipnotis oleh kecantikannya.


Mendengar keributan yang terjadi diluar,Kartika juga keluar dari kamar melihat apa yang terjadi disana.


Ricky dan Adam menjadi semakin gila dengan kedatangan sesosok wanita.


Mereka mulai berfantasi didalam pikirannya, sampai pada akhirnya Nchex memukul kepala merek berdua.


Sementara itu Kartika dan Melisa sudah menggunakan pakaiannya seperti biasa.


"Pantas saja kamu sangat bersemangat hari ini." Ucap Ricky meneguk liurnya.


"Sudahlah lupakan saja,kalian jangan menggodaku." Sahut Nchex sambil menggaruk kepala.


"Mengapa kalian datang sepagi ini...?" Tanya Melisa sambil membawakan makanan.


"Penatua Damar menyuruh ku,untuk menanyakan senjata seperti apa yang ingin kita buat." Jawab Adam yang sudah mendapatkan kembali akalnya


Ketiga pemuda itu berdiskusi dengan serius,mereka mengeluarkan pendapatnya masing-masing.


Yang tidak dapat dipahami oleh kedua wanita itu.


Menulis beberapa Sumber Daya yang harus mereka kumpulkan secepatnya.


"Apakah di dalam gudang Istana ini ada beberapa barang logam yang tidak terpakai...?" Tanya Nchex kepada Melisa.


"Selain itu juga kita kekurangan beberapa bahan senjata surgawi." Sahut Ricky.

__ADS_1


"Kita bisa meminjam Ruangan Pandai Besi Istana untuk sementara waktu,Aku juga akan menyuruh beberapa pengawal untuk membawakan beberapa bahan yang kalian butuhkan." Ucap Melisa.


Mereka semua akhirnya pergi ke Aula Pandai Besi Istana.


Disana ada seorang Penatua yang bertanggung jawab dalam Aula itu.


Mereka disambut oleh 2 orang Penatua.


Yang tua bernama Gilbert, sedangkan yang lebih muda bernama Nahan.


"Nona muda ada maksud apa kamu kemari." Ucap Gilbert menyapa Melisa.


Penatua itu mengajak mereka semua untuk berbicara didalam.


Disana Melisa menjelaskan semuanya kepada Penatua itu.Dengan segera dia menyuruh beberapa Pandai Besi menyiapkan bahan yang mereka butuhkan.


Penatua itu juga menyuruh beberapa murid Istana untuk membantunya.


Namun Nchex menolak bantuannya itu,Ricky menunjukkan pola senjata yang ingin mereka buat kepada Gilbert.


"Aku belum pernah melihat model senjata seperti ini.


Menyerang,Bertahan atau Kejutan masuk kelas manakah senjata ini." Tanya Gilbert yang masih berpikir.


"Senjata ini tidak masuk dalam kategori itu, tetapi senjata ini akan memiliki kualitas yang jauh melebihi 3 kelas itu.


Aku memberi nama 3 Senjata ini sebagai penghancur iblis." Jawab Nchex dengan penuh percaya diri.


Gilbert yang melihat proses pembuatan senjata ini,dia sangat tertarik untuk mempelajarinya.


Selain itu juga dia melihat api pembakaran Nchex yang jauh di atas normal.


Api itu jauh lebih panas dari api abadi lainya,namun memancarkan aura yang menenangkan.


"Apakah ini Kekuatan Surga...?"


Gemuruh ledakan dari proses pembuatan senjata ini sampai terdengar keluar Aula.


Sambaran petir langsung muncul beberapa kali, menyerang mereka bertiga yang sedang membuat senjata.


Keributan ini juga mengundang banyak para petinggi Istana untuk melihatnya.


Pada kilatan cahaya petir yang terakhir terbentuklah 3 senjata yang berasal dari imajinasi Nchex dimasa depan.





Di depan banyaknya orang yang sudah hadir di dalam Aula,Pemuda itu menyuruh Penatua Gilbert untuk mencobanya.


Betapa terkejutnya mereka,ketika senjata kecil itu ditembakkan bahkan dapat membuat sebuah Pintu Baja menjadi berlubang.


Dengan satu kali tembakan memancarkan 5 Energi Soul Power yang cukup kuat.


"Senjata pertama ini ku beri nama Demon Slaying Weapon,Kami hanya membuatnya sebanyak 5 buah.


Senjata ini dapat menembus Baju Ziarah Baja yang sangat tebal, kemungkinan dia juga bisa menghancurkan beberapa Array kelas menengah.


Selain bentuknya yang kecil mudah untuk dibawa kemana saja,Namun juga menghasilkan serangan yang cukup kuat." Ucap Nchex matanya menyapu kepada semua orang yang datang.


"Anak muda biarkan orang tua ini untuk membeli senjata mu." Ucap Yunho seorang Menteri Hukum Istana.


"Senjata seperti ini sangat cocok dimiliki penjaga Istana." Ucap Mozhang Kepala Divisi keamanan.


Pria ini memiliki tubuh yang kekar seperti tentara, Wajahnya tampak menakutkan dengan banyak luka bekas pertarungan.


Tiba-tiba seorang wanita berumur 35tahun juga datang mendekat,dia juga cukup tertarik dengan senjata yang dia buat.


Wanita itu Bernama Liena dia salah satu Bendahara keuangan Istana, Selain itu juga dia memiliki berbagai macam bisnis didalam kota.


"Biarkan Kakak ini bekerjasama sama dengan mu.


Mungkin saja jika senjata seperti itu berada di Rumah lelang ku, Harganya tidak kurang dari 50 juta." Ucap Liena.


Ditengah perebutan mereka bertiga,Kaisar juga cukup tertarik dengan senjata ini juga pergi mendekat.

__ADS_1


Tentu saja kehadirannya membuat semua orang terkejut dan langsung memberi hormat.


Dia yang tidak ingin dibodohi kembali oleh pemuda ini langsung berkata.


"Haha Kalian semua harap tenang,Menantu ku ini hanya membuat senjata untuk Kekaisaran Istana ini.


Jadi dia tidak akan menjualnya kepada siapapun." Ucap Rudi matanya menyipit kearah Nchex.


Seolah memberikan beberapa isyarat perintah.


Mendengar ucapan dari Sang Kaisar tentu saja membuat mereka yang berada disana menjadi terkejut.


Begitu juga dengan Ricky dan Penatua lainya.


"Akan sangat sulit bagi mereka jika berurusan dengan Menantu Kaisar."


mereka juga masih bertanya-tanya siapakah nama pemuda ini.


Ditengah banyaknya tatapan mata yang tertuju kepadanya.


Penatua Gilbert juga sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi,Dia memberanikan diri untuk bertanya didepan Kaisar.


"Tuan Muda bolehkah saya bertanya kedua senjata lainnya, Apakah kegunaan dari senjata itu." Ucap Gilbert dengan sopan.


Mendengar Ketua pandai besi yang bertanya kepadanya,tentu saja hal itu juga membuat semua orang penasaran dengan kekuatan dari 2 senjata yang belum dia uji itu.


Begitu juga dengan Kaisar yang penuh rasa penasaran.


"Untuk 2 senjata ini,kalian semua akan melihatnya di kompetisi Pandai Besi 2 hari lagi."


Ucap Nchex yang masih ingin berbicara.


Kaisar yang sudah mengenali karakter dari pemuda ini langsung membawanya pergi dari sana.


Mereka berdua langsung muncul di ruang Pribadinya,Kaisar menyuruh penjaga untuk melarang siapapun yang ingin masuk.


"Anak muda kamu sudah membuat keributan didalam Istana ku,oleh karena itu aku akan menyita senjata mu." Ucap Kaisar beralasan ingin mengambil senjatanya.


"Haha Ayah mertua sepertinya kamu tidak ingin membayar ku." Ucap Nchex dengan tersenyum tipis.


"Baiklah aku akan membelinya 10 juta Pil Nirvana."


"Bagaimana bisa harga seperti itu kamu tawarkan untuk ku, Sedangkan Rumah lelang akan membelinya lebih dari 50 juta." Ucap Nchex sambil memikirkan sesuatu.


"Apakah kamu ingin melawan perintah Kaisar...?"


"Haha senjata itu tidak cocok untuk mu,Aku bisa saja membuatkan mu sebuah senjata yang lebih hebat dari itu.


Hmmm tapi aku tidak yakin kamu dapat memenuhi permintaan ku ini."


"Katakan apa sebenarnya yang kamu inginkan,jika tidak aku akan membatalkan pernikahan mu." Ucap Rudi


"Aku membutuhkan 7 Permata Bintang Surga,Juga beberapa bahan Emas Murni.


Dengan itu aku bisa membuatkan mu sebuah perisai yang bahkan kamu sendiri tidak bisa untuk menghancurkannya.


Perisai ini akan berada diranah Mystical apakah kamu tidak tertarik dengan itu...?" Ucap Nchex merayunya.


"Berapa harga yang harus ku bayar untuk itu..?"


"Haha bukankah memeras mertua itu tidak baik untuk dilakukan.Lagi pula aku masih belum memberikan hadiah apapun kepada mu."


"Apa maksud mu sebenarnya...?"


"Aku hanya ingin kamu menjaga mereka berdua untuk sementara waktu.


Kemungkinan aku akan berlatih sangat lama,selain itu juga ada musuh yang sangat kuat telah menunggu.


Kemungkinan Kekaisaran ini juga akan berguncang.


Meskipun aku masih belum tahu siapa orang itu,Tetapi aku dapat merasakannya orang itu berada didalam kekaisaran mu ini."


Nchex menjelaskan dengan rasa khawatir dan sedih.


Kaisar Rudi melemparkan Cincin emas berlambang Naga kepada pemuda itu.


sepertinya dia juga telah menyadari bahwa perang besar itu pasti akan terjadi.

__ADS_1


"Semoga saja pilihan ku tidak salah karena telah memilih mu." Ucap Rudi menaruh harapan kepadanya.


__ADS_2