Soul Caster

Soul Caster
Episode 36


__ADS_3

Berita Yang Menggemparkan.


Seorang pelayan kembali memasuki panggung


dia membawa sebuah kotak kecil berisi sapu tangan hitam.


Bartie kemudian memperkenalkan barang didalam kotak itu.


"Ini adalah sebuah Item misterius kami sendiri tidak bisa mengetahui apa kegunaan dari item ini.


Beberapa praktisi yang menyelidiki sapu tangan ini mati tanpa meninggalkan jejak.


Siapapun yang tertarik dengan item ini kami akan menjualnya dengan harga 3juta Ruby."


Beberapa orang saling berbicara,untuk apa membeli barang yang tidak berguna seperi itu.


Bahkan dapat menyebabkan kematian.


Tiba-tiba suara terdengar "3Juta Ruby" orang itu menggunakan topeng,sama seperti yang dia lawan di dalam dunia es.


Semua orang menatap kearah sosok itu,banyak dari mereka keheranan Mengapa barang tidak berguna itu harganya cukup mahal.


Di alam jiwa Nchex juga terdengar suara "Itu adalah Jubah Dewa Kematian."Tampaknya suara itu berasal dari Mata Dewa Kematian.


Mereka memiliki ikatan Energi satu sama lain.


"5 juta " Lucky dari Sekte Api menaikan harganya.


Beberapa orang yang bersama Sentarum berbisik "Kemungkinan kita akan mengetahuinya jika kita membawanya ke Sekte kita."


Sentarum juga ikut menaikkan harga "6 Juta."


"Hahaha sepertinya barang ini menarik karena diperebutkan oleh sekte besar seperti kalian.


Izin aku ikut bermain bersama kalian."


Sado menaikan harga menjadi 8 juta Ruby,Namun Lelaki yang menggunakan topeng itu juga tidak mau kalah dia menaikan harga menjadi 10juta Ruby.


Semakin tingginya harga yang ditawarkan orang-orang yang berada ditempat itu cukup penasaran dengan isi benda itu.


Pria yang menggunakan Topeng itu berbicara.


"Jika kalian sudah tidak memiliki Ruby lagi tolong berikan itu kepada ku haha,"Suara dari orang itu agak serak dan menyerahkan.


Setalah Palu lelang sudah dua kali diketuk Nchex mengatakan "15 Juta Ruby."


Tentu saja orang - orang ditempat itu menjadi terdiam dengan harga yang dia sebutkan.


Haratai menatap kearah Nchex dia berkata.


"Ayah itu adalah orang yang mencari masalah dengan ku."


Sontak semua orang di tempat itu menjadi terkejut,Mereka melihat pemuda kurus yang biasa saja berani mempermalukan anak Wali Kota.


"Anak muda hari ini aku akan memberimu pelajaran."


Sado memberikan serangan Soul Power dari jarak jauh,Namun serangan itu berhasil dihentikan oleh Kitsune.


Ketika Kitsune mengeluarkan Auranya semua orang tampak terkejut.


"Wanita ini berada di tahap awal Soul Emperor."


Dibalik kecantikannya tersimpan Soul Power yang buas.Melihat pertarungan akan menjadi semakin jauh Bartie berkata.


"Kalian semua tolong jaga sikap,Jika kalian ingin bertarung silahkan diluar Aula ini."dia mengalirkan Soul Power kedalam suaranya orang dapat merasakan dia berada di tingkat Soul Emperor menengah.


Di tengah banyaknya tekanan Soul Power pemuda itu masih tetap duduk dengan santai.


Dehen bergumam dalam hatinya "Sekuat apakah orang ini."


Pelelangan Kembali di lanjutkan Bartie mempersilahkan semua orang untuk menawar item tersebut.


"16 Juta Ruby" Ucap Lucky.


Sepertinya dia tidak main-main dengan tawaran nya.


Seluruh tempat menjadi hening seketika bahkan Pria bertopeng sudah tidak menawarnya lagi.


Pria yang duduk santai itu kembali berbicara


"20 juta Ruby."


Semua orang menjadi sangat terkejut dengan Tawarannya,Sampai akhirnya Lucky juga ikut berbicara.


"Tuan Aula Lelang ini bukan tempat untuk bercanda."


"Haha jika kalian dari Sekte Api tidak cukup kaya dalam acara ini kalian boleh mundur."


Lucky menyipitkan matanya menatap tajam ke arah pria yang masih duduk dengan santai di kursinya.


Sado kemudian ikut berbicara dengan nada yang mengejek.


"Bagaimana mungkin seseorang yang baru saja merampok 100ribu Ruby dari anak ku bisa memiliki 20juta Ruby."


Bartie merasa sedikit percaya dengan ucapan Sado ini dia bertanya kepada Nchex.


"Tolong perlihatkan berapa Ruby yang anda punya."


"Haha aku memang tidak memiliki Ruby,Tapi aku ingin memiliki benda itu."


Lucky langsung marah mendengar ucapan Nchex "Bajingan jika kau hanya bermain-main saja cepat keluar dari tempat ini."


"Aku hanya mengatakan tidak memiliki Ruby bukan berarti aku tidak bisa membelinya."


Nchex langsung mengeluarkan Permata Es abadi dari Soulbagnya,Permata itu membawa aura yang sangat dingin juga memancarkan cahaya biru yang menyilaukan.


"Dengan Benda ini bahkan aku dapat membeli harga diri Wali Kota."Ucap Nchex sambil menatap ke arah Sado.


Tentu saja Permata Es Abadi sangat berguna dalam meningkatkan elemen dan kultivasi di Tahap Soul Emperor dan Soul God.


Oleh karena itu harganya menjadi sangat mahal.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan muda,Ucap Bartie.


Permata ini Harganya sebanding dengan 50juta Ruby,Jadi apakah tuan ingin menukarnya?"


"Tentu saja,"Jawab Nchex.


Nchex langsung melemparkan permata itu kepada Bartie,Beberapa individu yang melihat tentu sangat iri karena Bartie berhasil mendapatkan permata langka ini.


"Baiklah jika sudah tidak ada penawaran lagi,maka Sapu Tangan Misterius akan jatuh kepada tuan muda ini."


Segera Bartie melemparkan item itu kepada Nchex.


Orang - orang saling bertanya dari mana datangnya pemuda ini.


Selain sikapnya yang arogan dia juga memiliki harta yang cukup banyak ditangannya.


Beberapa dari mereka berpikir untuk merampasnya terutama Sekte Api yang dari tadi sudah disinggung Nchex dengan sengaja.


Bartie kembali mengeluarkan item berikutnya.


"Baiklah ini adalah Item terakhir yang ada ditempat lelang,Item ini adalah Benih Pohon Kehidupan yang tumbuh di tengah Kota Garunggang.


Benih ini hanya akan muncul Setiap seribu tahun sekali oleh karena itu kami akan memulai dengan harga 10 Juta Ruby."


Setelah Bartie berhenti berbicara Nchex langsung menawarkan harga 20 Juta Ruby.


Tampaknya dia benar-benar ingin mencari masalah di kota ini.


Dehen langsung berbisik kepada Nchex.


"Dengan jumlah besar seperti ini kemungkinan tuan akan mendapatkan masalah saat keluar dari tempat ini."


"Apakah kamu tidak ingin menjadi Wali Kota,"Tanya Nchex sambil tersenyum.


Dehen tidak dapat menjawab pertanyaan yang di berikan Nchex.


Akhirnya Benih itu kembali didapatkan oleh Nchex.


Berakhirlah acara lelang semua orang langsung keluar.


Di depan Aula lelang Nchex sudah di hadang


Oleh Kelompok Walikota dan Sekte Api.


Pria bertopeng dan Sekte 6 sayap Malaikat juga melihat dari kejauhan sepertinya pertarung besar yang akan segera terjadi.


"Jika kamu menyerahkan barang itu dan berlutut dihadapan ku,Aku akan melupakan masalah hari ini,"Ucap Sado.


"Aku juga ingin Sapu Tangan itu,jika kamu memberikannya padaku Sekte Api ku tidak akan ikut campur dalam urusan kalian,"Ucap Lucky.


Nchex hanya tertawa mendengar ucapan mereka,dia masih cukup santai dengan keadaannya saat ini.


Nchex berjalan ke belakang sebelum melewati Kitsune dia berbisik.


"Bunuh mereka semua..!"


Trisula Siren langsung muncul di tangan Kitsune.Dia menyerang maju menghadapi dua orang sekaligus.


Tetapi dengan bantuan Trisula Siren hal itu menjadi seimbang.


Lucky mengeluarkan jurusnya namun hal itu saja tidak cukup untuk menghadapi Kitsune terlihat Lucky dipukul mundur oleh kuatnya api biru Kitsune.


Melihat hal ini Sado mundur beberapa langkah.


Dia menatap ke arah Nchex yang hanya duduk menonton.


"Apakah kamu hanya akan berlindung dibalik wanita saja ...?"


"Kalian berdua saja tidak sanggup menghadapinya mengapa aku harus turun tangan,"Ucap Nchex sambil tertawa.


Penatua Sekte Api yang tidak terima melihat muridnya yang terluka akhirnya ikut campur tangan.


Menghadapi dua orang ini tentu saja akan menyulitkan Kitsune.


Apalagi Penatua itu berada di tingkat Soul Emperor Tahap Menengah satu level di atas Kitsune.


Namanya Armenis Penatua kelima dari Sekte Api.


Mereka terus beradu serangan di udara sampai akhirnya Kitsune menjadi terdesak dengan serangan mereka berdua.


Terlihat Sado akan menyerang dengan tangan besinya.


Melihat Sado yang hanya fokus terhadap Kitsune saja, Nchex menggunakan itu menyerang Sado dengan pedang terbangnya.


Untungnya saja Sado berhasil mundur,namun dia tetap mendapatkan goresan pedang di pinggangnya.


Begitu juga Kitsune yang dijatuhkan oleh Armenis,dia dipaksa mundur ke dekat Nchex yang masih duduk dengan santai.


"Ternyata kamu benar-benar licik menyerang dari belakang,"Ucap Sado."


"Lalu bagaimana dengan kalian berdua menyerang wanita secara bersama ...?


Mereka berdua menjadi terdiam mendengar ucapannya.


Lucky kembali ikut berbicara.


"Itu salah mu sendiri yang tidak mau untuk bertarung."


"Haha jika aku ikut bertarung,Aku pastikan kamu akan mati terbunuh,"Nchex menatap tajam ke arah Lucky.


Tiba -tiba terdengar Suara dari atas langit.


"Siapapun yang berani membuat kekacauan di Wilayah Mighty Guardian kami akan memberikan hukuman kepadanya."


Beberapa orang turun dari langit,semua menggunakan ziarah perang siap tempur.


Dua orang penatua memimpin pasukan itu,Dia adalah Feng dan Sans.


Tekanan yang dihasilkan kedua orang ini membuat area sekitar bergetar hebat.


Sado langsung memberi hormat kepada mereka.

__ADS_1


"Pemimpin Sekte Pria itulah yang menyebabkan kekacauan ditempat ini,"Sado menunjuk ke arah Nchex.


Dehen menjadi sangat ketakutan menyuruh Nchex untuk memberi hormat.


Namun pemuda itu masih tetap duduk dengan santai.


Sans kembali berbicara.


"Berani sekali 9 Sekte membuat kekacauan di wilayah Ignis apa kalian ingin berperang dengan kami...?"


Armenis langsung menjawabnya dengan cepat.


"Jika bukan karena anak muda ini melukai murid ku,Aku tidak akan campur tangan dengan Urusan ini."


Tampaknya Armenis ini sangat mahir dalam memutar balikkan fakta.


Pemuda yang duduk itu kepalanya di tahan oleh Dehen agar menunduk ke bawah.


Lucky kembali ikut berbicara.


"Jika Para Penatua mengizinkan kami untuk membunuh anak muda ini,Sekte Api akan sangat berterimakasih."


Feng samar - samar dapat merasakan wanita yang ada di depannya itu adalah rubah perak.


Dia berbisik kepada Sans.


"Wanita adalah Kyubi."


Mendengar ucapan Feng,Sans langsung mengambil keputusan.


"Kalian boleh membawa Anak muda ini pergi dari sini,namun wanita itu harus tetap tinggal."


Mendengar ucapan Sans pemuda itu langsung berdiri.


"Jika itu terjadi aku pastikan Kota ini menjadi lautan Api."


Tiga bola warna api langsung berputar ditangannya.Tekanan yang mematikan juga keluar dari tubuhnya.


Dengan hentakan kakinya Dehen dan Kitsune yang berada di dekatnya langsung terpental ke belakang.


Sosok itu menghilang seperti hantu muncul di hadapan Lucky.


"Kematian itu bukanlah kata-kata yang mudah diucapkan."


Dengan sekali pukulan Lucky langsung menerima Tiga bola api diperutnya. Menyebabkan Lucky menabrak dinding dan memuntahkan banyak darah.


Matanya menatap tajam ke arah Sado dan Haratai.


Mereka berdua langsung berlindung dibelakang Feng.


Armenis yang tidak terima Sekte Apinya dipermalukan,Dia ingin mengeluarkan jurus Api terkuatnya.


Namun sebelum itu terjadi Pedang Dewa Kematian Sudah menancap di dadanya.


Dengan mengalirkan Soul Power kedalam pedang,Tubuh Armenis hancur menjadi debu.


Sosok pemuda itu berbicara kepada Lucky.


"Hari ini aku akan membiarkan mu pergi.


Namun pada saat aku kembali,Itu adalah hari dimana Sekte Api akan musnah."


Semua orang yang melihat pertarungan ini menjadi sangat ketakutan.


Sentarum dan Pria bertopeng juga merasakan hal yang sama.


"Kita akan bertemu lagi'Ucap Pria Bertopeng sampai akhirnya dia membuka sebuah portal dan menghilang.


"Inikah Laki-laki yang dibicarakan oleh Senior Kartika,Tidak salah jika dia memilih pria seperti ini,Ucap Sentarum dalam hati.


Sepertinya Feng menyadari dengan wajah pria ini,dia adalah pria yang berada di dunia es beberapa bulan lalu.


Bahkan Dalton saja hampir mati terbunuh olehnya.


Akan sangat sulit jika berhadapan dengannya kemungkinan ini akan merugikan untuk Mighty Guardian.


Feng Kembali berucap.


"Haha tuan muda sepertinya ini hanya kesalahpahaman saja,Mohon untuk di maafkan."


Sado menjadi terkejut mendengar ucapan Feng.


Dia sedikit tidak terima dengan keputusan Feng,Namun Feng langsung memberikan pukulan keras kepadanya.


Dia menyadari lebih baik membuta Sado terluka parah dari pada harus kehilangan nyawa oleh pemuda itu.


"Apa kamu masih tertarik untuk mengambil wanita itu..?" Tanya Nchex matanya tertuju kepada Sans.


"Aku memang tidak keberatan jika harus bertarung melawan mu,Tetapi jika kita melanjutkan pertarungan disini teman Dark Soul mu itu pasti sudah rata dengan tanah."


"Apa yang terjadi dengannya...?"


"Saat ini Milisi Kecoa dan aliansinya sedang menyerang Dark Soul jika kamu tidak pergi sekarang aku Khawatir kamu hanya akan menemukan mayatnya saja."


"Haha terima kasih atas informasinya,Aku akan segera pergi dari tempat ini."


Pemuda itu langsung pergi meninggalkan kota.


Dia juga mengajak Dehen untuk pergi bersamanya.


Sebelum dia pergi pemuda itu menghampiri Kelompok Sentarum yang berada tidak jauh dari sana.


Jelas mereka semua langsung siaga untuk bertarung.


Pemuda itu melemparkan Permata Es Abadi kepada Sentarum.


Dia sangat bingung mengapa pria muda ini memberikan Permata Es Abadi.


"Berikan Permata ini kepada wanita itu"


Setelah ucapannya berakhir sosok itu menghilang seperti hantu.

__ADS_1


__ADS_2