
JANTUNG CERBERUS
Mereka berempat kemudian berkumpul melakukan formasi serangan gabungan.
"Mountain Destroyer."
Palu itu berubah menjadi 2 besarnya menjadi sebesar Gunung,ini skill ketiga dari Palu Penghancur Bumi.
"Stum Dam."
Tanah terbelah mulai mengeluarkan api dari perut bumi,kapak bergerigi raksasa muncul di langit.
"Tombak Posaedon."
Soul powernya membentuk seorang raja duyung berjenggot,memegang sebuah tombak.
"Strength refulse."
Angin hitam menjulang tinggi ke langit,membuat soul power yang sangat kuat.
Seolah - olah serangan ini dapat menyapu 100 prajurit yang berada pada lintasan serangannya.
"Cricital Shoot."
Anak panah di tangan Shu qi mengeluarkan cahaya berwarna kuning,semakin jauh targetnya,semakin besar cahayanya.
Kelima soul power itu,di perkuat dengan tehnik yang di miliki Shu Ying.
"Merpati Panca Warna."
5 cahaya seperti pelangi langsung menyinari ke 5 SangCaster penyerang itu.
Tehnik itu meningkatkan kekuatan serangan mereka menjadi 2 kali lipat.
Namun Dige Cerberus juga tidak tinggal diam.
"Triple Buster."
Gabungan ke 3 elemen itu menjadi laser yang besar,di tembakan dari 3 mulut nya.
Tabrakan serangan yang dahsyat itu,terdengar hampir di seluruh hutan,Binatang Iblis di sekitar nya lari berhamburan.
Ada beberapa orang yang melihat bentrokan 2 serangan ini dari kejauhan.
Mereka hanya bisa kagum melihat 2 soul power kuat dan besar saling bertabrakan.
Beberapa menit terjadi bentrokan soul power,hutan di sekitarnya telah berubah menjadi tandus dan hitam.Tidak akan 1 rumput kecil yang tersisa,semua rata dengan tanah bercampur api.
Nchex dan kelompok terpental ke belakang dengan sangat jauh,Kama, Oda dan Matsu sudah tidak dapat berdiri lagi.
Dou Shu itu hanya terluka sedikit karena mereka berada pada tempat yang jauh di belakang.
Nchex mulai berdiri dengan luka yang cukup parah.
"Kakak baik- baik saja...?"Tanya Shu Qi.
"Ya,mari kita akhiri ini."
Dige Cerberus juga tidak kalah menyedihkan dengan mereka.
Tubuhnya juga telah memiliki bekas memar dan banyak luka.
"Pinjamkan Soul Power kalian berdua kepada ku,Aku akan memusnahkan binatang ini."
Shu Ying kembali mengeluarkan merpati 5 warnanya,namun kini hanya fokus untuk Nchex.
"Triple Fatal."
Ini dapat merubah satu serangan menjadi tiga.
Skill ketiga yang di miliki Shu qi juga bertipe support.
"Aurora Knight Symbol."
Tehnik Knight Symbol kali ini memiliki 5 warna dan 2 clone di sebelah kiri dan kanannya. Tampak terlihat 3 orang Nchex akan menyerang.
Begitu dia maju dengan kecepatan kilat,tubuhnya berputar seperti bor ke arah depan.
Dengan pedang naga sebagai matanya.
Serangan itu tepat mengarah ke arah 3 kepala Dige Cerberus.
Dengan kuat serangan itu terus menembus pertahanan Dige Cerberus.
Darah langsung menyembur dari 3 kepala yang terpecah.
Akhirnya Dige Cerberus berhasil di kalahkan
Nchex langsung menyimpan mayat binatang itu kedalam soul bag nya.
Seketika dia saat itu juga jatuh ke tanah,soul powernya sudah terkuras habis.
Untungnya mereka semua memiliki Shu Ying yang bertipe support,dia dengan cepat dapat menyembuhkan beberapa luka ringan.
Dua hari berlalu Nchex mulai membuka mata nya.
"Bagaimana keadaan mu..?"Tanya Shu Ying.
Nchex melihat sekitarnya,teman - temannya sedang memandanginya.
__ADS_1
"Haha sepertinya sekarang kita sudah berhasil."
Kelompok Nchex bersuka cita,mereka akhirnya dapat lulus dapat ujian tahap 2.
Segera berita itu menyebar dengan cepat di penjuru.
Kabarnya Nchex dan kelompoknya telah berhasil mendapatkan jantung Cerberus.
Banyak dari mereka yang tidak percaya dengan kejadian ini,beberapa dari mereka yang merasa iri.
Ingin merebut jantung Cerberus dari kelompok Nchex.
"Baiklah kita akan pergi ke portal akhir tahap 2."
Ucap Nchex.
"Portal terdekat ke arah timur,tidak jauh dari sini."Jawab Shu Ying.
"Mari kita pergi."
Sebelum mencapai pintu masuk mereka di hadang oleh kelompok Rakka.
"Bocah kecil jika kau ingin selamat sebaiknya serahkan jantung Cerberus kepada ku."
Nchex yang merasa kesal karena terus direndahkan oleh orang ini dia langsung berkata.
"Aku telah bersabar menghadapi kalian selama ini.
Namun jika kalian terus memaksa aku akan membunuh kalian semua."
"Bajingan habisi dia."
Zillo dan Zella yang maju di hadang oleh Kama dan Matsu.
Namun pada saat Nchex dirasuki oleh Black Dragon,mata nya berubah menjadi merah darah.
Aura angin hitam terpancar dengan kuat dia merilis pedang naga yang di bungkus oleh api hitam.
Oda yang melihat ini tampak sangat ketakuan,dia teringat kejadian saat Nchex membunuh para perampok.
"Kalian semua cepat menjauh."
Oda langsung menarik Shu qi dan Shu ying terbang menjauh ke belakang.
"Ada apa...?" Tanya Shu qi dengan terkejut.
"Nchex saat ini bukan lah Nchex yang kalian kenal,bahkan kami bertiga tidak dapat menghentikannya."
Kama dan Matsu yang menyadarinya segera menghentikan pertarungan,mereka bergegas mundur ke belakang mendekati oda.
"Kalian semua aku akan membunuh mu."Ucap Nchex.
Zillo dan Zella langsung mendekati Rakka yang ketakutan.
Namun percuma saja menghentikan Nchex yang sudah kehilangan kesadaran.
Dia langsung maju ke arah Rakka.
ada Zillo dan Zella yang menghadangnya.
mereka dengan mudah dapat di jatuhkan oleh Nchex.
Dengan kilatan cahaya,sosok itu langsung muncul di belakang tubuh Rakka.
"Darah...darah.... aku butuh darah."
Setelah dia berkata,pedang naga langsung menebas tangan kiri Rakka.
Menyebabkan tangannya terputus,Rakka berteriak kesakitan dengan keras.
Boska dan yang lainya yang mengintai di pohon,mereka memilih untuk lari mencari portal yang lain.
Tidak ada seorang pun peserta yang berani maju menghadapi Nchex.
Tiba-tiba Shu Ying maju ke depan Nchex,dia memukul pipi Nchex dengan keras.
"Kakak Nchex sadarlah."
Dengan linangan air mata,dia ingin menyadarkan Nchex.
Kemudian Shu Ying memeluk Nchex dengan erat,dia terus berkata .
"Sadarlah...cepat sadar."
Dengan perlahan kesadaran Nchex mulai pulih,aura yang menakutkan itu berangsur-angsur mulai menghilang.
Tubuhnya mulai terkulai lemas di pelukan Shu Ying.
Setelah semua berakhir,mereka berjalan menuju portal tahap 2, Nchex berjalan sambil di topang oleh shu Ying.
Akhirnya mereka bisa keluar dari hutan itu dan kembali ke aula Vena.
"Tetua sekte aku telah membawakan kalian jantung emas Cerberus,berserta dengan mayatnya."
Nchex mengeluarkan mayat Cerberus dari soul bag nya.
"Ini..iii.. ni adalah mayat Dige Cerberus."Ucap Liuka seolah tidak percaya.
"Bagaimana dengan janji mu."
__ADS_1
Nchex menatap ke arah Lou Wi dan Kartika yang saat ini diam.Lou Wi langsung menjawabnya.
"Baiklah sesuai dengan janji ku,kamu ku nyatakan lulus tanpa harus mengikuti ujian selanjutnya."
"Tidak bisa begitu, bagaimana dengan tangan anak ku yang telah kau potong.Aku akan membunuh mu...!"
Gu ra dengan cepat menyerang ke depan Nchex, tetapi serangannya di hentikan oleh Lou Wi.
"Ketua Sekte Api sepertinya anda tidak mengingat aturan."
Suasana menjadi semakin memanas.
"Baiklah aku akan merima jika anak ku terluka.
Tetapi juga tidak ada aturan seorang murid akan lulus tanpa ujian,hanya karena dia membunuh seorang binatang iblis."
Gu ra berharap Nchex dapat mengikuti ujian selanjutnya agar dia dapat membunuhnya.
Tiba-tiba datang seorang wanita tua dengan mengendari sehelai bulu angsa yang besar.
Dia adalah Yury Guru dari Kartika.
"Anak ini juga memiliki masalah pada Sekte kami,dia memliki tehnik 9 Gerbang suci kami."
Sekte Enam Sayap Malaikat hanya menerima murid perempuan.
Namun anehnya Nchex dapat menguasai tehnik sekte mereka.
Pada dasarnya itu adalah tehnik rahasia Sekte mereka.
"Tetua jika kalian semua tidak mengizinkan aku bergabung dengan sekte kalian aku akan segera pergi dari sini." Ucap Nchex.
"Ya kamu boleh pergi dari kompetisi ini,akan tetapi urusan mu dengan Sekte 6 Sayap Malaikat."
Yury adalah Guru dari Kartika,dia saat ini berada di tingkat Soul Emperor jadi tidak ada seorang pun dari tetua sekte yang sebanding dengan nya.
"Aku akan mengadili anak ini di Sekte ku."
Dengan sekejap mata Yury berdiri di belakang Nchex.
Sebelum tangannya menyentuh bahu Nchex tangan itu di pentalkan oleh sebatang bambu hijau.
"Haha anak muda berbakat ini jauh lebih pantas berada di Sekte Angin kami."
Semua orang terkejut melihat kehadirannya.
Dia adalah Speed Wing Penatua dari Sekte Angin.
"Ku kira kalian semua telah musnah."Ucap Yury.
"Apakah menghancurkan Sekte Angin kami dapat dengan mudah..? Bocah kecil ini juga memiliki segel angin di telapak tangan kanan nya,oleh karena itu tidak pantas bagi mu untuk memutuskan nya."
Tiba-tiba portal hitam mulai terbuka di tengah keributan aula,orang tua berpakaian serba hitam mulai keluar dari portal itu.
Dia duduk di atas kursi goyang,dikenal sebagai Raja Kegelapan.
"Apakah kalian semua melupakan Api abadi dari Sekte kami...?Hahaha" Dia tertawa,matanya tertuju ke arah Nchex.
Gu ra bergumam
"Nampaknya Bocah sialan ini akan sulit untuk di bunuh."
Raja Kegelapan berucap kepada Nchex.
"Sepertinya kamu sangat berbakat.
Jika kamu menjadi murid ku,akan aku pastikan kamu dapat menghancurkan Sekte Api."
"Bajingan tua Sepertinya kau ingin memulai perang."Ucap Gu Ra.
"Apakah aku terlihat takut? Menghadapi 9 sekte besar aku juga sanggup."
Lou Wi berkata didalam hatinya.
"Sepertinya orang yang akan menyatukan dunia ini sudah lahir,aku hanya berharap kamu dapat melakukan pilihan dengan bijak."
"Jika kamu menjadi murid ku,aku akan menghilangkan masalah mu dengan Sekte 6 Sayap Malaikat."Speed Wing mengajukan penawaran kepada Nchex.
"Para tetua sekalian boleh kah saya bertanya?Apakah mungkin saya berada di sekte Angin selama 5 tahun dan 5 tahun di sekte kegelapan..?"Tanya Nchex.
Speed Wing dan Raja Kegelapan saling berpandangan.
"Bocah kecil sepertinya kau cukup licik haha.
Baiklah jika sudah di putuskan namun jangan pernah berfikir kau bisa lari dari ku."
Ucap Raja Kegelapan.
"Paman Lou Wi sesuai janji mu,aku sudah membawakan mu jatung emas jadi tolong terima ketiga saudara ku."
Nchex mengeluarkan permata dari soul bag nya,Dia melemparkan nya ke arah Lou Wi.
"Itu adalah air mata kesedihan,itu dapat menyembuhkan kaki nya yang lumpuh."
Matanya kembali memandang ke arah Kartika.
"Untuk mu nona cantik,suatu saat aku akan datang ke Sekte mu dan menagih janji mu hahaha"
Setelah sosok itu berbicara dia langsung pergi bersama Speed Wing dan Raja Kegelapan.
__ADS_1
Semua orang di aula menjadi hening,hanya suara angin yang terdengar untuk sesat.
Mata semua orang tertuju ke tempat bocah kecil itu menghilang.