
Bangsa Atrax
Menghadapi array pelindung yang kuat,kedua sosok itu mencoba menggabungkan kekuatan.
Hingga terbentuklah segel Yin dan Yang yang terbentuk dari 2 Atribut Api hitam dan Salju.
Dengan formasi itu akhirnya mereka dapat melemahkan Array Pelindungnya.
Namun masih ada yang terjadi di tempat itu.
Mereka berdua masih kebingungan mencari kunci untuk dapat membuka portal Alam Rahasia.
Di hadapannya terdapat Altar yang terbagi dua dan retak.
Dari retakan itu terus mengeluarkan energi kegelapan yang merubah emosional seseorang.
Siapapun yang menyerap energi itu maka akan menjadi jahat dan bertindak seperti Binatang.
Pemuda itu mencoba memperbaiki Altar yang telah pecah itu.
Mulai menyatukan kedua bagian yang terpisah.
Beberapa logam mulai dilelehkan untuk menutupi retakannya,Api Borealis mulai mengitari altar.
Lelehan logam panas mulai dituangkan menyatukan kedua bagian, retakan mulai menyatu dan berganti dengan besi.
Akhirnya proses itu pun selesai,dan energi yang bocor itu sudah menghilang.
Terbentuklah sebuah Portal baru menuju kesebuah tempat.
Namun sebelum kedua sosok itu memasuki portal, mereka sudah diikuti oleh dua orang yang tidak dia kenali.
Kedua sosok itu bernama Don dan Krieg, berasal dari Benua Nen.
"Hemm ternyata wilayah Ignis mempunyai pelindung rupanya." Ucap Don.
"Manis bagaimana jika kamu ikut bersama ku,mungkin saja kamu bisa menjadi pelayan ditempat ku." Sahut Krieg yang menatap Kartika.
Tentu saja ucapan mereka berdua membuat kedua sosok itu menjadi marah.
Tanpa basa basi mereka langsung menyerang.
Bentrokan keempat orang itu langsung terjadi.
Berapa terkejutnya mereka, Kedua sosok yang ini ternyata lebih kuat dari dugaan mereka.
Api Borealis dan Salju langsung memukul mundur Don dan Krieg.
"Blast Wave"
Don mengeluarkan Elemen Pasirnya,Teknik yang dia keluarkan itu menghasilkan gema getaran di dalam tanah dan terjadilah badai pasir yang seperti ombak besar.
Mengubur benda apapun yang dia lewati.
Menghadapi serangan itu Kartika menciptakan Gunung es untuk menghalaunya.
Soul Power salju yang dingin membekukan ke segala arah, Dinding es langsung tercipta didepan mereka.
Sehingga badai pasir itu tidak bisa menyerang mereka berdua.
Nchex langsung mengeluarkan tebasan angin dari jarak jauh untuk membalas serangannya.
Namun Krieg juga menciptakan sebuah dinding penghalang dengan soul powernya.
Rupanya kedua orang dari benua Nen ini memiliki Atribut logam yang spesial.
Don memiliki elemen pasir sedangkan Krieg dapat memanipulasi logam menjadi magnet.
"Magnetic Statis."
Kali ini Krieg yang melakukan serangan,Soul Powernya dapat menarik semua benda logam yang ada di sekitarnya.
Tidak hanya itu saja Zat Besi yang ada di dalam tubuh lawan juga akan tertarik oleh teknik ini.
"Hati-hati" ucap Nchex pada Kartika.
Menghadapi lawannya ini Nchex dan Kartika mutuskan untuk bertukar musuh.
Sementara itu Nchex mengeluarkan "Gravity Blast" untung melawan Medan Magnet yang diciptakan oleh Krieg.
Tentu saja teknik gravitasi milik Nchex jauh lebih kuat dibandingkan magnet milik Krieg.
Selain itu juga, perbedaan keduanya ini jelas terlihat Krieg hanya berada di level 27 sedangkan Nchex sudah di level 30.
Mengetahui perbedaan ranah diantara mereka, membuat Don dan Krieg menjadi panik.
Namun sayangnya sudah terlambat untuk mereka melarikan diri dari sana.
Setelah dipukul mundur oleh tebasan pedang Nchex.
Kini Kartika bersiap untuk melepaskan serangan untuk menghabisinya.
"Debu Berlian Salju."
__ADS_1
Soul Power berkumpul ditangannya, memancarkan cahaya yang berwana putih.
Semakin besar dan memadat,sampai akhirnya ditembakkan kepada kedua orang itu.
Tubuh kedua orang itu langsung menjadi patung es yang keras.
Tidak cukup sampai disana Kartika menghancurkan tubuh keduanya itu sampai menjadi debu tanpa bersisa.
Terasa aura pembunuh yang sangat kejam dari dalam wanita itu.
"Haha kamu terlihat sangat kejam kepada mereka." Ucap Nchex.
"Itulah yang akan kamu dapatkan jika mencoba mengkhianati ku."Jawab Kartika sambil menatap tajam kepada pemuda itu.
Nchex tidak berani melanjutkan kata-katanya.
Dia langsung membawa wanita itu untuk menelusuri tempat yang baru saja mereka datangi.
Sebuah daratan hijau yang luas, dikelilingi oleh bukit-bukit disekitarnya.
Tempat ini tampak sangat sepi, namun memberikan pemandangan yang begitu indah.
Ditengah tempat itu berdiri sebuah Paviliun berwana merah.
Tempat yang sudah ada sejak zaman kuno ini bernama "Vharau Valley" karena cara memasuki tempat ini sangat susah.
Bahkan belum ada orang yang datang kesana selama ribuan tahun ini.
Oleh karena itu mereka menyebutnya "Alam Rahasia."
Terlalu banyak teka-teki yang tersimpan didalam tempat ini.
"Siapa pembuatnya...? dan apa maksudnya...?"
Pernyataan seperti itulah yang berada didalam kepala mereka berdua.
Energi Soul Power yang sangat murni juga tersimpan didalam tempat ini.
Kartika sangat ingin memulai kultivasinya,namun Nchex mengajaknya untuk memasuki Paviliun itu terlebih dahulu.
"Mungkin saja ada sesuatu yang menarik didalam Paviliun itu." Ucap Nchex.
Kartika yang tahu pemuda ini selalu bertindak ceroboh mencoba menghentikannya.
Namun seperti biasa rasa penasaran akan tempat yang baru dia datangi membuatnya sangat bersemangat.
Wajah yang begitu cerah dengan mata yang berbinar, membuat Kartika hanya bisa menarik nafas berat dan terpaksa mengikutinya.
Semakin mereka mendekati Paviliun itu, Energi Murni mulai terasa berkumpul kedalam tubuh mereka.
Namun lagi-lagi tempat itu dilindungi oleh array pelindung.
"Hemm bukankah aku jenius." Ucap Nchex.
"Semoga saja didalam sini ada binatang buas yang akan memakan mu." Ucap Kartika mengutuk.
Didalam tempat itu terlihat sangat bersih, semua tampak tertata rapi.
Tidak mungkin hal seperti itu bisa terjadi pada sebuah Paviliun yang sudah ditinggal selama ribuan tahun.
"Mungkinkah ada hantu didalam tempat ini...?"
Merasakan soul power yang sangat kuat mendekat,pemuda itu langsung mengeluarkan Domain Dewa Kematian.
Hingga kedua kekuatan itu menjadi berbenturan.
"Wurzein" seorang pertapa dengan kepala pelontos dan memiliki 4 tangan ditubuhnya.
Sosok ini mempunyai banyak pengetahuan dan pemahaman tentang 7 element dasar.
Selain itu juga dia bisa menggunakan Elemen Api dan Es secara bersamaan.
Kemunculan sosok ini membuat mereka berdua menjadi keheranan.
Dengan bentuknya yang aneh mereka tidak mengetahui tergolong kedalam Ras manakah pria ini.
"Siapa kamu...?" Tanya Nchex.
"Aku tidak memiliki nama dan tidak memiliki bentuk,Namun dengan bentuk ku saat ini orang-orang sering memanggil ku Wurzein."
Sosok berkepala pelontos itu mengeluarkan Kekuatan Soul powernya yang dapat menekan Nchex dan Kartika.
Perbedaan level keduanya sangat jelas terasa yang membuat mereka tidak dapat melawan sedikit pun.
Wurzein mengeluarkan kilatan cahaya dari jari telunjuknya,untuk memasuki alam semesta jiwa kedua orang itu.
Setelah beberapa saat berlalu matanya menatap tajam ke arah Nchex dengan berkata.
"Kamu bukan berasal dari dunia ini."
Alangkah terkejutnya pemuda itu, bahkan sosok didepannya ini dapat mengetahui beberapa hal sampai sejauh itu.
Kekutan seperti jauh lebih hebat dari Mata Dewa Kematian yang dapat melihat gambaran masa lalu.
"Kalian tenang saja,aku tidak akan menyakiti kalian." Ucap Wurzein.
__ADS_1
"Lalu apa mau mu...?" Tanya Nchex.
"Aku sudah ribuan tahun berada ditempat ini, Mengapa kalian tidak menemani ku sebentar."
Jawab Wurzein sambil menawarkan segelas tes kepada mereka.
"Jika kamu sudah berada disini selama ribuan tahun, mengapa tempat ini tidak terkena dampak oleh perang besar yang diciptakan Ras Iblis." Tanya Nchex.
"Haha rupanya kamu cukup pintar." Jawab Wurzein.
Dia mulai menceritakan mengapa dirinya bisa sampai disini.
Jauh sebelum perang itu meletus dan hanya ada 4 Ras murni yaitu Naga,Iblis,Manusia, Malaikat.
Datanglah sebuah komet raksasa menuju ke bumi dan membuat ledakan besar.
Akibatnya selama 100 tahun dunia tanpa matahari.
Pada saat itu juga para Ras iblis mendapatkan kekuatan besar dari komet itu,Serta memunculkan pemikiran untuk menguasai dunia ini.
Namun tanpa mereka sadari kekuatan yang mereka dapatkan itu malah memakan jiwa mereka sendiri.
Akhirnya Seluruh Ras iblis dikendalikan oleh kekuatan yang berasal dari dunia luar.
Dari sana portal dari bebagai macam dunia mulai terbuka, Resi dual energi membuka celah semesta.
Hingga masuklah berbagai macam mahluk dari dunia luar yang berniat menguasai dunia ini,dan membawa kedalam kehancuran besar.
Ketiga Ras yang tidak ingin menjadi budak oleh mahluk itu memutuskan untuk melawan.
Dengan terus berlatih dan menjadi semakin kuat.
Sampai pada akhirnya mereka berhasil menandingi kekuatan dari mahluk dunia luar itu.
"Atrax" begitulah sebutan untuk Ras itu,mereka menganggap diri mereka suci dan bisa melakukan apa saja didalam dunia ini.
Perbudakan itu terus terjadi selama ribuan tahun,sampai munculah 13 bintang yang menghentikan penindasan dari mereka.
Saat itulah perang besar terjadi dimana ketiga Ras itu berjuang menghadapi Ras iblis dan mahluk dunia luar yang membantunya.
Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk membawa tempat ini pergi agar tidak terlibat dalam perang besar itu.
Namun Karena umur manusia yang berbeda dengan ku,pada akhirnya aku diriku sendiri yang berada di alam rahasia ini.
"Jadi kamu sendiri juga bukan berasal dari dunia ini, Lalu apa alasannya aku berada disini."
Tanya Nchex.
"Jika mereka sampai mendapatkan 13 artefak Bintang dan menguasai dunia ini.
Maka bukan hanya dunia ini saja yang akan hancur,mereka juga akan memasuki dunia lainya.
Termasuk dunia mu itu sendiri,Oleh Karena itu sebagai salah satu pewaris 13 Bintang Kehidupan.
Kamu harus membantu melindungi dunia ini dari kehancuran."
"Bukankah itu sangat tidak menguntungkan untuk ku,sedangkan kamu berada disini bisa duduk dengan santai sambil minum teh.
Itu sama sekali tidak adil menurut ku." Jawab Nchex dengan ceroboh.
"Di akhir perang itu, 13 bintang kehidupan memutuskan untuk membuka cincin Reinkarnasi dan menyegel portal antar dimensi.
Jika aku memaksa keluar dari tempat ini,maka kami bangsa Atrax akan langsung hancur oleh gesekan segel itu.
Itulah alasannya aku ingin kamu membantu ku."
Selama beberapa saat pemuda itu terdiam,dia memikirkan beberapa konsekuensi jika membantu orang ini.
Selain memiliki tanggung jawab besar,tentu saja menghadapi perang sebesar itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dihadapi.
Ada kemungkinan bahwa dirinya sendiri akan mati didalam perang itu.
"Apa keuntungan yang bisa aku dapatkan jika membantu mu, Sedangkan aku sendiri masih sangat lemah bagaimana bisa menghadapi musuh sekuat itu...?" Tanya Nchex.
"Kamu akan berkultivasi ditempat selama 30 tahun.
Aku akan memberikan semua warisan ku kepada mu."
"30 tahun apakah kamu gila ... itu bukanlah waktu yang cepat.
Aku akan menjadi tua dan mati ditempat ini."
Ucap Nchex yang langsung keberatan.
Namun sebelum pemuda itu melakukan persetujuan.
Wurzein sudah memulai proses pewarisannya.
Dengan tekanan soul power yang dia miliki, pemuda itu sudah tidak dapat bergerak dan mulai tertidur.
"Tuan tolong maafkan suami ku." Ucap Kartika.
"Tenang saja kamu hanya perlu menunggu sampai dia bangun, waktu ditempat ini akan diperlambat selama ratusan kali.
Ku harap kamu tidak keluar dari Paviliun ini."
Wurzein merubah dirinya menjadi bentuk energi,dan mulai memasuki tubuh pemuda itu.
perlahan sosok itu mulai menghilang.
__ADS_1
Hingga meninggal mereka berdua yang berada disana.
Sambil menunggu pemuda itu bangun dari tidurnya, Kartika juga mulai berkultivasi.