Soul Caster

Soul Caster
Episode 51


__ADS_3

Pembuat Onar.


Lark menawarkan bantuan kepada Calista,agar mereka mengikutinya sampai ke Candi ke 7.


Di ikuti oleh Nchex yang terus mengikuti mereka dari belakang secara sembunyi.


Sampailah mereka semua di Candi yang terakhir.


Amulet Stone kembali muncul memberikan Pesan selamat kepada mereka semua.


Hari ini mereka semua dapat dikatakan sebagai murid dari Guild "Defender of light."


Dalam satu Guild itu terbagi menjadi 12 divisi.


Hal itu untuk memudahkan para murid melatih keterampilan sesuai dengan bakatnya.


1 Soul of Evelyn "Ahli Array Segel"


2 Kayra's Destiny "Ahli Pedang"


3 Modus Vivendi Pole "Ahli Tombak"


4 David's Woe "Ahli Panah"


5 Rebecca's Wrath "Ahli Boneka"


6 Spirit of Tuhata "Ahli Pembuat Senjata"


7 Urnia's Teardrops "Ahli Pengobatan"


8 Valentino's Honor "Ahli Sihir"


9 Agony of Tei "Ahli pembunuh"


10 Hegel's Passion "Ahli Binatang Roh"


11 Shield of Edwin "Ahli pertahanan"


12 Kasim's Victory "Ahli Militer"


Nama 12 divisi ini,berasal dari nam pemimpin divisi masing-masing.


Masing-masing murid dapat memilih divisi yang mereka inginkan.


"Untuk memasuki Divisi dibutuhkan 1 Dikrit,Bagi mereka yang sudah milih akan diantar memasuki Akademi." Ucap salah satu pengawas.


Suara orang menjadi ramai memilih divisi.


Shadow dan Ken memilih untuk masuk Divisi 12,Sedangkan Lark dan Cheng masuk divisi 3.


Namun disana Calista menjadi bingung,Karena Aiko ingin masuk Divisi 5 yang merupakan Ahli Boneka.


"Tenang saja kak,aku akan baik-baik saja."Ucap Aiko.


Namun karena Dikrit kelompok Aiko sudah diambil,Calista memberikan Dikrit miliknya untuk adik tercintanya itu.


"Kamu harus berjuang untuk kerajaan Sun Flower kita." Ucap Calista.


"Lalu bagaimana dengan kakak,Apakah kakak tidak ingin ikut bersama ku...?"


"Aku akan masuk Divisi pedang,lagi pula boneka itu cocok untuk ku."


Aiko segera pergi meninggalkan kakaknya.


Meskipun dia sendiri menjadi sangat sedih karena tidak memiliki Dikrit lagi untuk memasuki Divisi.


Begitu juga dengan Adam dan Pande mereka menjadi sangat kesal karena Dikrit kelompok mereka sudah di ambil secara paksa.


Pada saat mereka semua ingin kembali pulang.


Tiba-tiba terdengar suara.


"Aku akan menukar 10 Dikrit milik ku dengan 10 ribu Pil Nirvana."


Mendengar suara itu Pande,Adam dan Calista berjalan mendatanginya.


Siapakah pemuda yang menjual Dekrit itu.


Dengan cepat Pande langsung memeluk pemuda itu.


"Hey Gendut lepaskan aku...?"Ucap Nchex sambil memberikan Dekrit kepada mereka.


Mereka berdua menjadi sangat bahagia.


"Bisakah kamu memberikan 1 Dekrit untuk teman ku ini."


Pande memohon kepada Nchex untuk memberikan Dekrit kepada Calista.


Tiba-tiba akal liciknya kembali.


"Aku menjualnya 10ribu Pil Nirvana untuk 1 Dekrit,Apakah kamu ingin membelinya...? Tanya Nchex kepada Calista.


"Aku punya 40 juta Ruby."


"Hemm sepertinya kamu suka bercanda,100 Ribu Ruby hanya dapat membeli 1 biji Pil Nirvana.


Sedangkan di alam Dewa ini,sebanyak apapun Ruby yang kamu miliki itu tidak akan berguna."


Ucap Nchex sambil memikirkan sesuatu.


"Aku akan menukarnya dengan pedang Surgawi milik ku."


"Seorang Ahli pedang,tanpa pedangnya sama saja seperti Harimau tanpa Taring."


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan." Tanya Calista dengan kesal.


"Aku ingin masuk divisi pedang bukan,Karena itulah Aku ingin kamu menjadi pengawal ku selama didalam Divisi."


"Berani sekali kamu menyuruh Seorang Putri Raja menjadi budak mu...!"


Calista menjadi sangat marah,dia menghunuskan pedangnya ke arah Nchex.


"Sudahlah jika kamu tidak mau,aku akan pergi dari sini."


Namun Pande dan Adam terus menahannya, mereka yang masih belum mengenal karakter Nchex terus memohon kepadanya.


"Mengapa kalian berdua tidak segera masuk ke dalam." Tanya Nchex.


Dia memberikan 10ribu Nirvana Pil untuk Adam dan Pande.


Adam yang bukan berasal dari keluarga bangsawan cukup terkejut mendapatkan


Pil Nirvana sebanyak itu.


"Bukankah ini terlalu banyak untuk ku...?" Tanya Adam.

__ADS_1


"Itu harga untuk mengganti Tungku Api mu yang telah aku pecahkan."


"Tetapi ini lebih dari cukup,Aku tidak bisa menerima Uang sebanyak ini."Ucap Adam sambil meneteskan air matanya.


"Aku tidak ingin kalian semua menjadi lemah,Karena kesalahan ku aku tidak bisa menjaga kalian."


"Itu karena Wanita itu yang mengkhianati kami,Dia ingin menjadikan Aiko sebagai tumbalnya." Ucap Pande


Adam dan Pande menjelaskan semua kejadian yang terjadi ketika Nchex tidak bersama mereka.


Tampak rasa ingin balas dendam di hati mereka.


"Tenang saja,Aku akan memberikan pelajaran kepada wanita itu." Ucap Nchex.


Pande masuk ke dalam Divisi 7 sedangkan Adam masuk Divisi 5.


Mereka bertiga berpisah.


"Mengapa kamu hanya diam saja." Ucap Nchex pada Calista.


Nchex melemparkan Dekrit kepadanya.


"Apakah ini untuk ku...?"


"Itu semua berkat adik mu,Jika tidak aku tidak akan pernah memberikan Dekrit itu.


Selanjutnya terserah padamu."


Nchex berjalan memasuki Divisi pedang,Namun Calista juga mengikutinya dari belakang.


Mereka Semua dijemput dengan Kapal Terbang yang berukuran besar.


Seorang murid senior menyuruh mereka semua untuk masuk dan segera berangkat.


Di atas kapal senior itu berbicara.


"Nama ku Henry seorang murid senior dari Divisi Kayra's Destiny.


Aku ditugaskan untuk menjemput kalian semua ke Akademi.


Perjalanan berlangsung selama 3 hari,untuk itu aku meminta kalian semua menulis Nama kalian di dalam Amulet Stone.


Masing-masing dari kalian akan mendapatkan 1 Talisman.


Item ini berguna untuk mengetahui level,titel dan wilayah kalian berasal.


Dengan Item ini kalian dapat mengambil hadiah yang kalian dapatkan setelah menyelesaikan misi."


Satu persatu dari mereka mulai mengambil Talisman secara bergantian.


Dengan menyalurkan Soul Power ke dalam Amulet Stone,Secara otomatis Identitas mereka langsung tertulis didalam Talisman.


Calista menjadi yang pertama untuk mencobanya.


Nama : Calista


Region : Sun Flower


Kultivasi : Soul God Level 7


Tittle : Tidak dikenal


Spesial Elemen : Tidak dikenal


Beberapa murid yang melihat menjadi terpana oleh kecantikannya.


Setelah dia turun banyak pria yang mendekatinya,juga terdengar banyak suara dari murid lainnya "Yeay...yeah... Hore."


Pengambilan Talisman terus berlanjut.


Tiba-tiba ada seorang pemuda yang juga mencoba mengambil Talisman,Pemuda ini terlihat cukup sombong.


Namun murid-murid menjadi kagum saat melihat level kekuatannya.


Clayboy dari Kerajaan Seribu Pedang,God level 8.


Dia sangat menyombongkan kemampuannya sambil berjalan mendatangi Calista.


"Jika kamu menjadi pacar ku saat didalam Akademi nanti,aku akan memperlakukan mu dengan sangat baik.


Apalagi Kakak ku adalah murid senior didalam Divisi ini." Ucap Clayboy sambil merayunya.


"Aku berteman dengan semua orang."Ucap Calista dengan sedikit tersenyum.


Melihat senyumnya saja banyak murid yang sudah tergoda olehnya.


Namun berbeda dengan pemikiran Nchex


"Jika aku dekat dengan wanita ini,Sama saja meminum racun." pikirannya dalam hati.


Nchex langsung berjalan menjauhi mereka,dan mengambil Talisman.


Namun disini dia tidak mengeluarkan kekuatan aslinya.Namun ada yang aneh dalam Catatan Amulet Stone.


"Nchex Sang Pengacau dari Sekte Angin,Soul God level 5."


Pemuda itu langsung mengutuk Amulet Stone,dia berkata.


"Batu sialan mengapa kau merubah nama ku...!"


Ucap Nchex dengan kesal.


Dia langsung ditertawakan oleh semua murid.


"Haha Sang Pengacau yang menghancurkan perahu terbangnya."


Suara itu terdengar begitu ramai,sampai akhirnya Henry menenangkan mereka semua.


"Amulet Stone tidak pernah salah dalam menilai ranah seseorang." Ucap Henry kepada Nchex.


"Terima kasih penjelasannya senior." Ucap Nchex.


Dia turun dari tempat pengambilan Talisman.


Namun beberapa murid menyadarinya ada yang cukup aneh dari pemuda ini.


Bukankah untuk mendapatkan Tittle seseorang harus berada di ranah God level 10 terlebih dahulu.


Seorang murid mendatanginya mengajaknya berbicara.


"Nama ku Ricky apakah kita bisa berteman."


"Kamu boleh memanggil ku Nchex."


Ricky hanya berada di ranah God level 3 oleh karena itu dia begitu baik kepada Nchex.

__ADS_1


Selain itu dia juga berasal dari Del Lagos wilayah yang sama dengan Pande.


"Sebelumnya aku melihat mu di ujian pertama kemaren,yang dapat menghabisi beberapa orang God level 5 sekaligus.


Apakah mungkin kamu hanya berada di God level 5...?" Tanya Ricky dengan heran.


"Mungkin itu hanya keberuntungan saja."


Calista juga datang menghampiri mereka dia ingin berkenalan kepada mereka berdua.


Namun Nchex langsung menjauh dengan Alasan.


"Aku ingin pergi ke kamar kecil dulu."Ucap Nchex buru-buru pergi.


Dia berjalan Sampai kebagian belakang kapan.


"Huh aku berhasil selamat dari wanita racun itu."


Sementara itu pengambilan Talisman terus berlanjut.


Kira dari Seribu pedang God level 8, diikuti oleh Lewis God level 9 dari Aliansi besar.


Lagi-lagi murid disana menyoraki mereka berdua.


Memang pemuda berbakat ucap semua orang.


Suasana menjadi sunyi selama beberapa jam.


Sampai Amulet Stone mengumumkan 10 orang terkuat dari 12 Divisi.


Ken (Master Es)


Shadow (Anak Iblis)


Lark (Kaisar Petir)


Cheng (Pangeran Api)


Rey (Dewa Pembunuh )


Zerkon (Master Ilusi)


Gorman (Tinju besi


Eliya (Putri Cahaya)


Rosaline Sang (Dewi Perang)


Nchex (Si Pengacau)


Satu kapal menjadi sangat gaduh saat melihat Nama Nchex masuk dalam 10 daftar murid junior terkuat.


"Ini pasti ada kesalahan." Ucap beberapa murid yang tidak percaya kepadanya.


Clayboy yang tidak percaya dengan hal ini langsung menghampirinya.


Di ikuti oleh senior Henry dan murid lainnya.


"Bagaimana mungkin orang bodoh seperti mu bisa memasuki 10 daftar terkuat,Pasti ada kesalahan dengan Batu Artefak itu." Ucap ClayBoy dengan kesal.


"Bukankah tadi kalian mengatakan Amulet Stone tidak pernah salah,mengapa tidak Tanyakan kepadanya...?" Ucap Nchex dengan malas.


Orang-orang menjadi terdiam mendengar Ucapannya,begitu juga dengan Henry dia tidak dapat berkata apa-apa.


Namun Clayboy masih saja tidak terima,dia menghalangi Nchex yang ingin pergi menjauh.


"Biarkan aku mencoba kemampuan mu."Ucap ClayBoy langsung menyerangnya.


Sambil menghindar Nchex bertanya kepada Amulet Stone.


"Bolehkah aku membunuh ditempat ini...?"


Namun Amulet Stone tetap tidak menjawab.


"Kamu ingin membunuh ku,jangan bermimpi."Ucap ClayBoy yang sangat marah.


Henry langsung menjelaskan beberapa aturan.


"Jika didalam Guild pertarungan hanya diperbolehkan bertarung di arena Hidup dan Mati.


Namun saat ini kita berada diluar Guild maka aturan itu tidak berlaku."


Nchex menjadi tersenyum mendengar ucapan Henry.


Dia langsung mengeluarkan pedangnya yang membuat orang ketakutan.


"Pedang Tingkat Mystical" beberapa murid yang merasakan Auranya menjadi ketakutan.


"Tanpa membuka Sarung pedang ku,aku sanggup membunuh mu."Ucap Nchex


Matanya berubah menjadi merah,dengan


auranya saja sudah membuat kapal bergetar.


Dengan sekali hentakan kakinya ClayBoy sudah terpental jauh.


Kemudian pemuda itu mematahkan kedua tangan ClayBoy yang membuatnya berteriak sangat keras.


"Kakak ku adalah seorang murid senior dari Divisi ini,Jika kamu membunuh ku dia pasti akan mencari mu."


"Hahaha menggertak orang lain, sedangkan nyawa mu sendiri sudah tidak bisa diselamatkan."


ClayBoy meminta kepada Henry untuk menyelamatkannya,Namun sebelum dia datang,ClayBoy sudah tidak bernyawa lagi.


Pedang hitam itu sudah menebas lehernya, memisahkan dari bagian tubuhnya.


Pemuda itu kembali berbicara.


"Siapa pun dari kalian yang ingin mencari masalah dengan ku,Silahkan maju dengan senang hati aku akan membantai kalian semua."


Kemudian mata pemuda itu tertuju kepada Henry.


"Jika kamu tidak terima dengan hal ini,Kamu juga boleh mencobanya...!"


Suasana menjadi sangat sunyi,tidak ada seorangpun dari mereka yang berani bergerak dan berbicara.


Sosok pemuda yang terlihat biasa saja ternyata menyimpan Dewa Kematian didalamnya.


Bahkan mayat dari ClayBoy dia hancurkan menjadi debu.


Pemuda itu kembali menyimpan pedangnya,barulah Henry berbicara.


"Dengan adanya murid berbakat seperti mu tentu saja Divisi pedang akan menjadi sangat hebat."


"Terima Kasih penjelasannya senior."

__ADS_1


Nchex menangkupkan tangannya lalu pergi meninggalkan mereka semua.


Pada akhirnya tidak ada lagi yang berbicara kepadanya.


__ADS_2