Soul Caster

Soul Caster
Episode 81


__ADS_3

JANJI SEBUAH KEHORMATAN, PERLAWANAN TANPA KEKERASAN.


Pemuda itu kembali menuju kedalam Divisi pedang.


Berita didalam Guild telah menyebar dengan cepat,Kabarnya Nchex Di Pengacau telah menjadi penguasa baru di wilayah Hell Dragon.


Begitulah berita itu dikirimkan dari mulut ke mulut.


Namanya menjadi buah bibir pembicaraan para murid,pemuda itu banyak di kagumi oleh para murid wanita.


Telihat didepan Aula tempat dia berlatih,banyak sekali murid yang sudah menunggu kedatangannya.


Dengan berbagai macam alasan, tujuannya hanya satu untuk bertemu dengan pemuda itu.


"Haha bocah kali ini kamu membuat kejutan lagi." Ucap Penatua Hao yang menyadari kedatangannya.


Dia langsung meminta pemuda itu untuk memberikan beberapa minuman Surga lagi untuknya.


Di tempat itu semua teman-temannya juga hadir menyambutnya.


Pemuda itu menceritakan tentang perjalanannya yang sangat menyenangkan.


"Kabar Apa saja yang terjadi selama aku tidak berada disini." Tanya Nchex.


"Keuntungan dari penjualan senjata di rumah lelang menghasilkan Nirvana Pill yang cukup banyak.


Selain itu juga kami telah memberikan Minuman Surga itu kepada Mozhang,Dia sangat menyukainya dan ingin sekali bertemu dengan mu." Jawab Henry.


"Lalu dimana wanita itu..?" Tanya Nchex melihat Chester yang agak murung.


Seketika mereka semua menjadi diam,dari raut wajah mereka seperti menyembunyikan sesuatu.


"Apa yang sebenarnya terjadi." pemuda itu berfikiran sepertinya telah terjadi masalah didalam Aula pedang ini.


Dia langsung pergi ke Aula Snow White Lotus untuk mencari tahu apa yang terjadi.


Namun disana dia hanya menemui Maya yang duduk sendirian sambil memainkan Harpa seperti biasa.


Nchex yang seorang Musisi dari dunianya,Jelas dia mengetahui ada kesedihan yang mendalam dari Alunan Nada yang dia keluarkan.


Dari sini dia semakin yakin memang benar-benar ada masalah yang terjadi selama dia pergi.


"Apa kamu melihat Senior mu...?" Tanya Nchex.


"Oh dia sedang menjalani latihan,untuk saat ini kamu tidak boleh menemuinya." Jawab Maya dengan gugup.


Memang benar ada sesuatu yang dia sembunyikan.


Pemuda itu memaksa masuk kedalam Aula Penatua Mulan,dimana Kartika sering berlatih disana.


Betapa terkejutnya dia ketika melihat Kartika dan Sneder sedang berlatih bersama penatua Mulan.


Awalnya dia menganggap Hal itu biasa saja.namun ketika Sneder mencium pipi wanita itu,Disana marahnya mulai menjadi-jadi.


Aura Iblis yang sangat menakutkan jauh dari sebelumnya langsung membuat tempat itu menjadi bergetar.


Hal itu juga membuat ketiga sosok itu menjadi terkejut dengan kedatangan.


"Kamu kapan kamu datang...?" Tanya Kartika.


Namun Nchex yang sudah sangat marah sudah tidak dapat di ajak bicara lagi.


Dia ingin segera membunuh pria yang ada didepannya itu,namun sebelum itu terjadi Langkahnya di hentikan oleh Kartika.


Tentu saja hal itu membuatnya sangat terkejut.


Sneder juga ikut berkata.


"Wanita ini akan segera menikah dengan ku, sebaiknya kamu tidak menggangu hubungan kami." Ucap Sneder dengan mengejek.


"Haha ternyata selama ini aku telah salah menilai mu,Ku kira semua ras malaikat itu baik ternyata kalian semua sama saja.


Yah tentu saja aku tidak akan pernah menemui mu lagi." Ucap Nchex


Namun sebelum dia pergi Kartika berucap kepadanya.


"Aku akan menjelaskan semuanya kepada mu."


"Bukankah kamu berjanji kepada ku,tidak akan ada seorang pun yang bisa menyentuh mu selain aku.


Lantas mengapa hal itu bisa terjadi,Haha wanita pembohong seperti mu tidak cocok untuk bersama ku.


Pantas saja Shinki tidak memilih mu, Sepertinya aku juga telah mengambil jalan yang salah." Ucap Nchex.


Setelah menyampaikan beberapa kalimatnya itu pemuda itu langsung pergi dari sana.


Dia kemudian berjalan menuju tempat Mantikei didalam Goa yang sering ia gunakan untuk berlatih.

__ADS_1


Sepertinya Gurunya itu dapat menyadari masalah yang dihadapi oleh muridnya ini.


"Apakah kamu ingin segera berlatih bersama ku." Tanya Mantikei.


"Ya itu benar guru,Selama diperjalanan aku telah berhasil menguasai 2 teknik baru.


Flame Berseker dan 10.000 Hukum Dunia."


Pemuda itu menunjukkan kepada gurunya teknik yang baru saja dia dapatkan itu.


Mantikei memperhatikannya dengan seksama,dia dapat melihat bahwa teknik ini masih memiliki kekurangan.


"Flame Berseker yang kamu kuasai sekarang hanyalah tingkat dasar.


Kamu harus menggabungkan kedua teknik itu untuk menciptakan jurus baru.


Teknik ini juga mempunyai 5 tahap yang harus kamu lewati.


Saat Kaisar Api memakai teknik ini, bahkan Dewa Ashura sekali pun sangat kesulitan dibuatnya.


Saking kuatnya teknik Flame Berseker aku yakin pedang hitam mu itu juga akan patah jika menggunakan teknik ini." Ucap Mantikei Menjelaskan.


"Benarkah itu."


Bahkan dia sendiri menjadi sangat terkejut dengan ucapan gurunya itu.


Namun dia juga mendapatkan beberapa pemahaman jika yang terkuat yang dia miliki sekarang saja tidak bisa menahan kekuatan teknik itu.


Lalu Sekuat apakah senjata yang di pakai oleh Kaisar Api. Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk bertanya kembali.


"Apakah aku tidak bisa berlatih dengan pedang ku saat ini...?" Tanya Nchex.


"Tentu saja bisa,Tetapi dengan ranah pedang seperti itu kemungkinan kamu hanya dapat berlatih mencapai tahap 2 atau 3.


Sepertinya kamu harus meningkatkan ranah dari pedang mu itu." Jawab Mantikei seolah memberi Isyarat menyuruh pemuda itu untuk menciptakan senjata baru.


Selama 15 hari Mantikei menyuruhnya berlatih di dalam Goa itu bersamanya.


Beberapa gerakan ditujukan Oleh Mantikei kepada pemuda itu.


"Meskipun aku sendiri hanya bisa menguasai teknik ini sampai tingkat 2.


Tapi aku yakin kamu bisa melampaui ku." Ucap Mantikei sambil menunjukan beberapa gerakan.


Beberapa hari telah berlalu, pemuda itu mulai sangat kelelahan dengan Latihan yang diberikan oleh Mantikei.


Sambil memandang bulan di atas bukit,dia meletakkan tubuhnya yang sangat lelah.


Dia berniat pergi menjauh meninggalkannya tanpa menatap wanita itu sedikit pun.


Namun tetap saja wanita itu terus mengejarnya.


"Apakah kamu sangat membenci ku...?" Tanya Kartika.


"Hahaha itu adalah pilihan mu, Bukankah bersamanya akan membuat mu menjadi lebih baik.Dari pada mengikuti ku yang hanya dari desa ini. Selain memiliki kedudukan dia juga tampan bukan.


Aku bukanlah Shinki jadi kamu tidak perlu terlalu memperhatikan ku." Jawab Nchex yang ingin pergi.


Air mata mulai berjatuhan dari matanya,dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi.


Sepertinya meminta maaf pun akan percuma karena dia telah melakukan kesalahan yang fatal pada pemuda itu.


Dia terus menangis sambil melihat punggung pemuda itu yang semakin jauh meninggalkannya.


Beberapa kali pemuda itu selalu menjauh ketika bertemu dengannya.


Baik itu didalam Aula mau pun diluar Divisi.


Hal itu telah diketahui oleh banyak murid lainnya,Sosok pemuda yang dulu sangat mencintainya.


Kini telah sangat jauh berbeda dari apa yang mereka lihat.


Sekarang Pemuda itu hanya terus berlatih tanpa peduli dengan tanggapan orang diluar sana.


Selama 3 bulan ini level nya juga telah meningkat menjadi 28,Tentu saja itu berkat latihan keras yang terus diberikan Mantikei dibawah bimbingannya.


Pemuda itu terus memancarkan Aura yang mematikan setiap kali dia berjalan,yang membuat orang tidak berani untuk menyapanya.


Begitu juga dengan teman-temannya,yang hanya bisa diam melihat perubahan dari pemuda itu.


Jelas mereka sangat menyadari apa yang telah terjadi.


Tetapi pemuda itu telah banyak berkontribusi dalam Divisi Pedang Mereka.


Begitu juga dengan 3 Divisi lainya,oleh karena itu tidak mungkin bagi mereka untuk membuat masalah dengan pemuda itu.


Namun mereka juga merasa sangat bersalah karena tidak bisa melakukan apa pun untuk pemuda itu.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya Maya memutuskan untuk berbicara kepadanya.


"Mengapa kamu tidak ikut bergabung bersama kami...?" Ucap Maya mengajak pemuda itu minum bersama.


"Sekarang aku terlalu sibuk dengan latihan ku,Jika ada waktu aku akan menemani mu."


Jawab Nchex sambil menggodanya.


"Huh aku akan melaporkan mu kepada Kakak senior,karena telah menggoda ku."


"Hahaha aku sudah tidak peduli lagi dengannya, Baiklah sekarang aku akan kembali latihan."


Ucap Nchex sambil meninggal mereka.


Tentu saja ucap yang keluar dari mulutnya itu membuat teman-temannya tidak mempunyai harapan lagi untuk membantu pemuda itu.


Namun Maya masih bersikeras bahwa dia akan membantu menjelaskan kepada Kakak seniornya itu.


Di tengah latihan,Maya menghampiri pemuda itu.


Dia berniat ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.


"Ini bukanlah kesalahan yang dia buat sendiri,Jika dia tidak melakukan itu maka Penatua Mulan akan di bunuh oleh Ketua Divisi Pedang." Ucap Maya.


"Lalu apa hubungannya dengan ku...?


Bukankah dia telah mengambil keputusannya sendiri,Begitu juga dengan ku.


Selama ini aku telah melakukan banyak hal kepadanya, bahkan harus menentang Kaisar Dewa itu hanya untuk dirinya.


Namun hanya pengkhianatan yang aku terima." Jawab Nchex dengan nada marah.


Maya yang memahami isi kata-katanya jelas dia sangat tahu pengorbanan yang telah diberikan oleh pemuda ini.


Bahkan sangat jauh dari apa yang pernah dia lakukan.


Sementara Maya terdiam,Kartika yang tiba-tiba datang juga ikut bergabung dengannya.


"Bisakah kita memulainya kembali lagi dari awal...?" Tanya Kartika dengan wajah yang sangat sedih.


"Bukankah saat kita pertama kali bertemu kamu memberikan tantangan kepada ku untuk mendapatkan jantung emas Cerberus.


Yang kamu sendiri sudah tahu bahwa akan sangat mustahil bagiku untuk mendapatkannya,Tetapi aku masih bisa membuktikan hal itu kepada mu." Jawab Nchex.


"Apa yang ingin kamu katakan sebenarnya..?"


"Bukankah itu jelas,Jika aku bisa membawakan Jantung Cerberus kepada mu.


Mengapa kamu tidak mengambil jantung pria itu untuk ku." Jawab Nchex tersenyum tipis.


Tentu saja apa yang dikatakan olehnya membuat Maya dan Kartika menjadi terdiam.


Dia menyuruh Kartika untuk membunuh Sneder agar merasakan sakit yang dia rasakan.


Kartika tersandar di tiang latihan Aula tempat dia sambil berlatih.


Di dalam pikirannya terus terbayang sosok pemuda itu,Dia sangat mencintai pemuda itu.


Namun disisi lain dia juga berhutang Budi kepada Penatua Mulan yang telah merawatnya sejak kecil seperti ibunya sendiri.


Di tengah keputusasaannya wanita itu memutuskan untuk segera mengakhiri hidupnya.


Dengan menancap Pedang pada jantungnya,namun tiba-tiba tangannya dihentikan oleh seorang wanita.


Wanita itu adalah Azura,Sosok wanita yang sangat dia benci selama ini.


"Apakah sudah berpikir menjadi bodoh." Ucap Azura.


Sentak hal itu membuatnya menjadi terdiam.


"Mengapa kamu ikut campur dalam urusan ku." Jawab Kartika dengan marah.


"Aku pernah membuat satu kesalahan kepada pemuda itu,dan sekarang dia terus menjauhi ku.


Yah meskipun aku sangat mencintainya,namun dia selalu memilih mu.


Kadang aku juga berpikir apa hebatnya dirimu dibandingkan dengan ku.


Terlepas dari itu semua, setidaknya aku masih bisa melihatnya dari kejauhan.


Walaupun terkadang aku juga merasa sakit yang dalam ketika melihatnya bersama mu."


Azura mencoba menjelaskan semua perasaannya selama ini.


"Mengapa kamu mengatakan hal itu kepada ku...?


Bukankah kamu sendiri juga merasakan sakit yang sama...?" Tanya Kartika.

__ADS_1


"Level tertinggi mencintai seseorang adalah melihatnya bahagia bersama dengan orang yang dia cintai. Itu saja sudah cukup bagiku.


Jadi sebaiknya kamu memikirkannya terlebih dahulu." Ucap Azura kemudian pergi meninggalkannya.


__ADS_2