Soul Caster

Soul Caster
Episode 63


__ADS_3

Spirit of Tuhata Divisi Pandai Besi.


Sesampainya disana Damar menjelaskan bahwa ada sebuah kompetisi Pandai Besi yang akan diselenggarakan di dalam wilayah Kota Raja.


Namun Syarat untuk mengikuti kompetisi itu diharuskan untuk membuat sebuah senjata yang bertipe serangan magic.


Dimana pemenang dari Kompetisi itu akan mendapatkan Tungku Giok Hijau.


Tungku ini berguna untuk meningkatkan pengabungan Senjata.


Selain itu Tungku Giok juga dapat meningkatkan 1 level senjata.


"Jadi bagaimana dengan senjata ku...?" Sahut Memei.


"Hmm apa yang aku dapatkan jika aku berhasil membuatnya...?" Tanya Nchex.


"1 juta Nirvana Pills untuk tingkat Bumi kelas atas."


"Racun Spiritual sangat sulit untuk dihilangkan,Bahkan Api Abadi tidak bisa membakarnya." Ucap Ricky secara tiba-tiba.


Akal liciknya tiba-tiba kembali muncul.Nika wanita ini berani membayar 1 juta, kemungkinan orang dibalik ini adalah seorang bangsawan kaya raya.


"100 juta untuk senjata level Surgawi tingkat rendah." Jawab Nchex.


Mendengar harga sebanyak itu, membuat penatua juga ikut kaget dengan sosok pemuda ini. "Pantas saja penatua Hao melarang ku membawanya." Ucap Damar dalam hati.


"Apakah kamu ingin memeras ku." Ucap Memei menjadi kesal.


"Racun Spiritual berasal dari Teknik Pedang Arwah atau sejenisnya.


Selain aku bahkan Ketua Divisi Pengobatan juga tidak dapat menghilangkan racun ini.


Aku yakin Tuan mu itu mempunyai banyak harta dan jabatan yang tinggi.


Bukankah harga itu terlalu murah untuknya...?"


"Bagaimana aku bisa mempercayai mu...?" Tanya Memei yang cukup penasaran dengan pemuda ini.


"Mengapa kamu tidak menyuruh tuan mu untuk berbicara kepada ku, Apakah dia terlalu terhormat."


3 orang Penatua dari Divisi Pengobatan datang kesana.


Salah satunya Adalah Ketua Utama dari Divisi Pengobatan,dia bernama Urnia.


Seorang nenek yang sudah tampak tua,dengan pakaian ciri khas tabib zaman dulu.


"Aku cukup tertarik dengan bakat mu,Namun 100 juta bukankah itu harga yang tidak wajar."


Ucap Urnia.


Damar mengatakan kepadanya bahwa Penatua dihadapannya ini adalah Ketua utama dari Divisi Pengobatan.


Oleh karena itu dia menyuruh Nchex untuk sopan kepadanya.


"Baiklah aku akan membuat Senjata itu,Namun kamu juga harus membuatkan ku Pill Kaisar Naga yang bisa meningkatkan 5 level kultivasi ...?" Ucap Nchex memberi penawaran.


Melihat Penatua itu yang masih ragu terhadapnya,Dia memperlihatkan teknik pembuatan senjatanya didepan semua orang.


Proses itu pun tidak membutuhkan Tungku Api sama sekali.


Dengan Api Borealis Jarum Akupuntur langsung jadi.


"Ini adalah Jarum Akupuntur 7 warna, berada di level Surgawi tahap awal.


Namun untuk menghilangkan Racun Spiritual perlu 7 bagian jarum ini.


Di seluruh Divisi ini,hanya aku yang bisa membuatnya."


Pemuda itu melemparkan benda itu kepada Urnia. Para penatua merasa energi yang murni tersimpan didalamnya, dalam sesat penatua itu menjadi diam.


"Begini saja aku akan membicarakan masalah ini didalam Divisi ku."


Urnia mengajak pemuda itu untuk pergi ke Divisi Pengobatan.


Namun Damar langsung bersuara.


"Mohon maaf sebelumnya,Anak ini sudah berjanji untuk membantu Divisi Pedang ku." Ucap Damar menghentikan.


Melihat mereka yang masih berdebat Nchex langsung menengahi mereka.


Pemuda itu menyuruh Damar untuk mengumpulkan beberapa bahan yang dia perlukan.


"Aku akan menyelesaikan masalah nenek ini dulu, Penatua mohon jangan ragu.


Selain itu juga aku membutuhkan seorang Murid dari Divisi Pandai Besi mu yang bernama Adam."

__ADS_1


"Baiklah kamu harus segera kembali,aku akan mempersiapkan semua yang kamu butuhkan" Ucap Damar melihat pemuda itu pergi.


Beberapa orang murid langsung menundukan kepala ketika melihat Penatua Urnia sedang berjalan memimpin mereka.


Namun anehnya mereka melihat seorang pemuda pengacau itu berada dibelakangnya.


Banyak sekali tatapan mata tertuju kearahnya.


"Haha Apakah kalian semua ingin meminta tanda tangan ku...?" Ucap Nchex kepada para murid yang memandangnya.


Namun melihat beberapa Penatua yang berada didepannya,tidak ada satupun dari mereka yang berani menjawab.


Sampailah mereka disebuah rumah, disana terlihat sesosok wanita yang sangat cantik.


Memei mendekati sosok wanita itu dan memberikan hormat kepadanya.


Sebelum Penatua itu menjelaskan apa masalahnya Nchex langsung menjaga jarak kepada wanita itu.


"Di depan mata ku,Iblis tidak akan dapat bersembunyi." Ucap Nchex.


"Aku sudah lama menunggu mu, Mengapa kamu baru saja datang." wanita itu memberikan senyum kepadanya.


Wanita ini bernama Melisa,Gadis tercantik yang berada diperingkat pertama.


Namun beberapa tahun ini,orang-orang mengetahui bahwa wanita ini bisu.


Selain itu juga,dia Adalah seorang putri raja di wilayah Silva.


Pantas saja dia diperlakukan istimewa didalam Divisi ini.


Para Penatua itu langsung terkejut melihat sosok wanita ini berbicara kepadanya.


Wanita itu langsung mendekat kearahnya,namun Nchex terus saja menjaga jarak kepadanya.


"Apa yang kamu inginkan...?" Tanya Nchex.


Namun tiba-tiba wanita itu langsung mendekapnya dengan erat, memberikan ciumannya tanpa alasan.


Tentu saja hal itu membuat semua bingung sekaligus iri kepadanya.


Dengan cepat kilatan Cahaya putih langsung menyerang membuat Melisa harus melangkah mundur.


Sosok itu adalah Kartika yang mengacungkan pedangnya.


"Aku hanya ingin bertanya kepadanya,manakah diantara yang no satu." Jawab Melissa.


Kedua sosok wanita itu saling berhadapan, matanya menatap tajam.


Ricky berbisik kepada Nchex.


"Sepertinya akan terjadi perang."


Mengetahui masalah yang ada didepannya ini akan sulit untuk diselesaikan pemuda itu langsung pergi.


"Penatua saya masih ada urusan dengan Divisi Pandai Besi,mohon undur diri." Nchex menangkupkan kedua tangannya dan langsung pergi dengan cepat.


Namun kedua sosok wanita itu terus saja mengejarnya sampai menuju Divisi Pandai Besi.


Banyak murid yang melihat hal ini,merasa iri dan ingin membunuhnya.


Bagaimana mungkin 2 orang wanita cantik langsung mengejarnya.


Adam dan Penatua Damar sudah berada disana.


Mereka cukup heran melihat Nchex yang datang begitu cepat.


"Apakah urusan mu dengan Divisi Obat telah selesai." Tanya Damar.


"Tentu saja aku sudah menyelesaikan masalah itu dengan sangat mudah."Ucap Nchex memberi beberapa kode kepada Penatua Damar.


Namun Adam yang tidak mengerti tentang tatapan matanya dia langsung bicara.


"Kamu sangat beruntung teman punya 2 orang Bidadari cantik bersama mu." Ucap Adam dengan Polos.


"Hahaha bila kamu mau,aku akan memberikannya untuk mu." Jawab Nchex tersenyum tipis.


Namun 2 bilah pedang langsung bersiap untuk menikam jantungnya.


"Baiklah aku akan memberimu waktu untuk menyelesaikan masalah ini." Ucap Damar mengajak mereka semua pergi.


"Pak tua bodoh,kamu tidak ingin membantu ku menyelesaikan masalah."Nchex mengutuknya dalam hati.


Dalam beberapa menit waktu terhenti tidak ada yang berbicara di antara mereka.


Meskipun pemuda itu sudah menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,tetap saja kedua wanita itu masih menyalahkan dirinya.

__ADS_1


"Apakah tadi kamu menikmati ciumannya." Ucap Kartika dengan menyipitkan matanya.


"Aku bahkan baru pertama bertemu dengannya, bagaimana itu bisa terjadi." Jawab Nchex.


"hemm apakah kamu yakin tidak menginginkan ku....?" Ucap Melisa menggodanya dengan mengeluarkan Api emas kebijaksanaan ditanganya.


Mungkin inilah yang menjadi alasan Kartika untuk melarangnya,mencari tahu wanita yang berada di peringkat pertama.


Nchex menyadarinya beberapa hal aneh yang terjadi pada wanita ini.


"Apakah kamu juga seorang Reinkarnasi...?"


Tanya Nchex secara tiba-tiba.


"Dia adalah seorang Nymphtamine yang berada di Zaman itu,Kemampuannya dapat melihat masa depan.


Dan beberapa teknik penyembuhan,dia juga mahir untuk menciptakan Array.


Tetapi dia juga sangat licik." Ucap Kartika menjelaskan.


"Iblis Es apakah kamu sudah selesai merusak reputasi ku...?" Sahut Melisa.


Melihat mereka berdua yang terus berdebat Nchex akhirnya memikirkan cara untuk menenangkan keduanya.


"Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh Shinki dimasa lalu.


Namun saat ini aku mempunyai beberapa masalah yang harus diselesaikan.


Jika kalian tidak keberatan,bantu aku untuk menyelesaikannya."


Ucap Nchex menarik kedua wanita itu untuk pergi bersamanya.


Di dalam ruangan pemuda itu sudah ditunggu oleh 3 orang Penatua Damar,Tuhata dan Garing.


Tuhata sebagai Kepala Utama Divisi pandai ingin melihat proses pembuatannya.


"Aku tidak membutuhkan Tungku Api dalam membuat senjata,Tetapi aku perlu sebuah lapangan terbuka yang luas.


1 orang Alchemist,4 orang Soul God level 30.


1 Orang Ahli dalam pembuatan Rune."


Melihat permintaannya yang aneh ini,semua orang mulai bingung kepadanya.


"Anak muda jika aku boleh tahu,senjata apakah yang ingin kamu buat.


Apakah ini teknik Modern yang dibicarakan oleh Penatua Damar kepada ku." Ucap Tuhata.


"Aku akan membuat senjata yang belum pernah kalian lihat sebelumnya."


Pada akhirnya mereka semua menurutinya,dan proses pun dimulai.


4 Array api abadi langsung dibuat,pemuda itu menyuruh Ricky untuk membuat sebuah cetakan berbentuk palu kecil.


Dia mulai mengeluarkan Roh spiritual dari 7 tulang binatang iblis api.


Dengan ranting pohon Zaqqum sebagai gagang palu itu.


Api Borealis langsung melebur beberapa bahan menjadi sebuah lahar panas.


Pemuda itu juga menyuruh Para penatua itu untuk menyalurkan Energi Soul Power kedalam lahar itu.


Setelah beberapa Proses yang melelahkan, terbentuklah sebuah Palu Merah yang sangat panas.


Ketika Palu itu digunakan langsung dapat melunakkan baja dan besi keras.


"Aku akan memberikan nama senjata Ini Palu Damaskus,dengan palu ini kalian semua dapat membuat senjata tanpa harus mengandalkan Tungku Api."


Pemuda itu langsung menyuruh Penatua Tuhata untuk memeriksa kekuatan dari palu itu.


Mereka tidak dapat berkata-kata apa.


"Palu ini benar-benar dapat membantu dalam proses pembuatan senjata,berapa harga yang kamu inginkan...?" Tanya Tuhata.


"Aku akan memberikan Palu itu secara gratis kepada mu,Namun kalian harus mengizinkan ku untuk pergi ke mengikuti kompetisi itu."


Tanpa pikir panjang Ketua Divisi langsung menyetujuinya,mereka memberikan hormat kepada pemuda itu.


"Baiklah besok kita akan pergi kesana, apakah kamu ingin kembali ke Divisi mu dulu." Ucap Tuhata.


"Jika Penatua tidak keberatan biarkan aku memakai tempat mu,untuk membuat beberapa senjata lagi."


Pemuda itu berpikir,jika dia kembali sekarang Mantikei pasti akan menahannya oleh karena itu,akan lebih baik jika dia berada disini.


Lagi pula kedua wanita itu pasti akan membuat masalah untuknya.

__ADS_1


__ADS_2