Soul Caster

Soul Caster
Episode 38


__ADS_3

Elemental Lord


Angin bertiup dengan kencang ditengah kehancuran Dark Soul Klan.


Sosok itu datang dengan kuda hitam berpakaian seperti penyihir lengkap dengan topinya.


Ditangannya ada sebuah pedang dan perisai.


Kedatangan menyebabkan angin tornado ditengah lapangan Dark Soul yang kini telah menjadi Lautan api.


Dari tangannya membentuk beberapa segel serangan.


Segera 7 Soul Energi berbentuk Ular Naga menahan serangan Jenderal Sarkas.


Ketujuh Naga itu memiliki elemen yang berbeda.


Api,Air,Bumi,Petir, Angin,Cahaya dan Kegelapan.


Meskipun serangan dari Jenderal Sarkas dapat ditahan olehnya.


Tetapi benturan keduanya membuat setengah area Dark Soul hancur berantakan.


"Dia adalah Elemental Lord."


Jenderal Sarkas dan yang lainnya menjadi terkejut dengan kehadiran sosok ini.


Begitu juga dengan Lilyan dia berteriak kepada sosok itu.


"Guru Akhirnya kamu bangun dari kultivasi mu."


Sosok itu mengangguk dan langsung maju menghadapi mereka semua.


Dia tidak lain adalah Doyhen Pemimpin Utama dari Dark Soul.


Nchex yang sejak tadi mengamati pertempuran ini,di alam jiwanya Blacky berbicara.


"Sepertinya dia orang yang kita cari."


"Ya kita lihat seberapa hebat orang ini."


Tiba-tiba sosok itu muncul di hadapan Dalton,dengan sekali tebasan Anginnya membuat Dalton mengeluarkan Pertahanan Soul Power.


Melihat Dalton diserang yang lainya tidak membiarkan hal itu terjadi.


Yunfie,Jenderal Sarkas,Lion, dan Black Head menyerang sosok itu secara bersama.


Pertarungan itu terlihat cukup imbang meskipun dia dikeroyok oleh beberapa SangCaster kuat.


"Karena kalian semua sudah berani datang ke dalam Dark Soul ku,Hari ini tidak ada seorangpun dari kalian yang akan pergi." Ucap Doyhen dengan tatapan tajam.


Melihat kelompoknya yang tidak bisa mengalahkan Doyhen,Dalton dan Draco ikut bergabung.


Jenderal Sarkas menyuruh mereka untuk membuat Array Formasi pengorbanan.


Terciptalah Formasi Segi Enam dengan Jendral Sarkas berada ditengah.


Dengan banyaknya korban yang jatuh di Medan pertempuran Jenderal Sarkas memanfaatkan itu untuk memanggil Monster Merah.


Monster ini berukuran besar memiliki sayap lebar seperti kelelawar.


Kedua kakinya mirip dengan banteng dengan tangan yang besar berotot.


Bagian atasnya mirip dengan singa namun kepalanya seperti Kelelawar.


Monster ini dikenal sebagai Gargoyle monster yang dipanggil dengan pengorbanan.


Saking kuatnya monster ini dia juga menyerap Jenderal Sarkas ke dalam dirinya serta membunuh Lion dan menyerap tubuhnya.


"Rupanya kalian semua berkerjasama dengan Pasukan Iblis."Ucap Doyhen.


Monster itu langsung menyerang Doyhen yang berdiri didepannya.


Dengan pukulannya membuat Doyhen dipaksa mundur beberapa langkah.


Menghadapi monster besar ini Doyhen juga mengeluarkan Binatang Roh Iblis.


"Jeholornis."


Binatang Iblis berbentuk burung raksasa dengan dua kepala.


Seluruh kulitnya berwarna biru dengan ekor seperti anak panah yang panjang.


Burung dan Monster bertarung dengan hebat, bentrokan keduanya membuat area disekitarnya menjadi hancur.


Melihat Doyhen yang sedang sibuk berhadapan dengan Gargoyle.


Para pemimpin kelompok itu juga tidak tinggal diam.


"Habisi dan rampas semua harta mereka...!"Ucap Black Head.


Segera semua pasukannya menyerang orang - orang dari Dark Soul yang sudah kehabisan Soul Power dan ketakutan.


Menghadapi Pasukan Mayat Hidup yang tidak bisa dibunuh,Lilyan memerintahkan mereka semua untuk mundur ke pertahanan akhir.


Karena pertarungan yang sudah berlangsung lama dan perbedaan jumlah tampak mereka semua sangat kesulitan melawan musuhnya.


Namun para pemimpin kelompok itu juga tidak akan memberikan Lilyan dan yang lainnya pergi begitu saja.


Dalton kembali melakukan serangan.


"Tiga Jari Petir"


Kali ini dia ingin langsung membunuh Lilyan namun serangannya berhasil dihentikan oleh Kyoko.

__ADS_1


Tetapi ini bukanlah pertarungan satu lawan satu.


Black Head menyerang Kyoko dengan cepat satu pukulan berhasil melemparkan Kyoko.


Tidak cukup dengan itu Draco mengeluarkan tehniknya.


"Sabit Jiwa Iblis.


Lagi-lagi serangannya berhasil melukai Kyoko.


Ketiga orang itu terus menyerang secara habis - habisan.


Kyoko yang sudah kehabisan Soul Power diakhiri orang Yunfie dengan serangan "Tapak Buddha." Tubuhnya terlempar ke belakang dengan banyak luka,untung saja Nina berhasil menangkapnya.


"Sekarang tidak ada yang dapat menghentikan ku,"Ucap Dalton.


Kali ini Dalton benar - benar berniat ingin menghabisi mereka bertiga.


Dia mengeluarkan Senjata Surgawi yang bernama "Bajra" senjata ini dapat memangil Avatar Petir.


Telihat setengah bentuk tubuh Avatar yang besar sedang menarik panah di belakangnya.


Segera melesat anak panah raksasa dengan Soul Power petir untuk menghabisi mereka bertiga.


Namun seketika anak panah itu langsung bertabrakan dengan angin tornado berwana hitam.


Tiga sosok muncul dihadapan Nina,mereka tidak lain adalah Nchex,Kitsune dan Dehen.


Api biru langsung melindungi ketiga sosok yang terluka itu.


Nchex menyuruh Dehen membawa mereka mundur ke tempat yang aman.


"Perintahkan seluruh pasukan mu untuk mundur ke tempat yang aman" Ucap Nchex kepada Lilyan.


Lilyan agak ragu mendengar ucapannya di depan terdapat 3 ribu pasukan aliansi musuh di tambah 1 Monster.


Ini benar - benar gila jika hanya mereka berdua saja yang melawannya.


Tetapi Lilyan juga cukup mengerti dengan karakter yang ada didepannya ini.


"Kepada semua pasukan mundur sekarang juga ...! Ucap Lilyan dengan suara lantang.


Suara terdengar di seluruh area pertempuran,Doyhen yang mendengar ini juga sangat terkejut dengan keputusan Lilyan.


Matanya menyipit ke arah pemuda yang baru saja datang.


Pemuda itu juga menatap ke arahnya seakan dia tahu sesuatu.


"Tetua berapa lama kamu dapat bertahan melawan monster itu...?" Tanya Nchex.


"Apakah aku terlihat kelelahan..?Hanya melawan Monster bodoh ini tidak akan membuat ku." Doyhen tertawa menjawabnya.


Doyhen cukup terkejut dengan pertanyaan pemuda ini sepertinya dia ingin melakukan sesuatu.


Melihat beberapa Pasukan Dark Soul yang masih belum mundur Doyhen kembali berucap.


"Apakah kalian tidak mendengar perintah Ketua Muda,Cepat Mundur...!"


Setelah suara Doyhen terdengar,Pasukan Dark Soul yang ragu - ragu untuk mundur langsung meninggalkan medan pertempuran.


Ketiga kelompok Aliansi juga sangat terkejut dengan ucapan Doyhen.


"Apakah Dark Soul akan menyerah."


Sekarang hanya tersisa Nchex dan Kitsune yang berada di depan garis pertahan Dark Soul.


Mereka menghabisi Mayat Hidup yang berada di garis depan satu persatu.


Gabungan dua api biru membuat dinding yang tidak bisa mereka masuki.


Dengan Pedang Dewa Kematian dan Trisula Siren,Pasukan Iblis itu dapat dihancurkan.


"Gawat Pasukan Mayat Hidup ku tidak bisa bertahan oleh serangan senjata surgawi."Ucap Black Head.


Namun Draco masih tetap yakin mereka akan menang karena masih ada banyak masukan yang akan menyerang.


Dia memperintahkan semua pasukan untuk menyerang kedua orang itu.


Segera mata semua orang tertuju pada kedua sosok yang masih bertarung melawan Mayat Hidup.


Melihat semua pasukan Dark Soul yang sudah berada ditempat yang aman.


Nchex teringat pesan yang harus dia sampaikan kepada orang itu,matanya menatap kearah Doyhen sambil berkata.


"Hari ini Sekte Angin akan kembali ...!"


Semua orang saling berhadapan satu sama lain.


Sekte yang sudah punah itu tidak akan mungkin dapat kembali.


Dia langsung ditertawakan oleh semua orang atas ucapannya.


"Haha bocah hari ini Dark Soul juga akan bernasib sama dengan Sekte Angin." Ucap Dalton sambil tertawa.


"Jika begitu biarkan aku menunjukkan sekuat apa Sekte Angin yang sebenarnya."


Dengan kecepatan kilatnya setengah dari Pasukan Mayat Hidup sudah menjadi debu.


Banyak tatap mata dari Dark Soul Klan tertuju padanya.


Pasukan yang sangat sulit mereka hadapi dapat dengan mudah dikalahkan olehnya.


Nchex menyuruh Kitsune untuk mundur menjauh,dia langsung mengeluarkan Binatang Rohnya.

__ADS_1


"Mengamuklah Dragon Diaster...!"


Kemunculannya membuat tempat menjadi bergetar,gemuruh angin dan suara guntur langsung terdengar.


Apalagi sekarang dia sudah berada ditahap Soul Emperor Puncak ini juga membuat Black Dragon menjadi semakin kuat.


Naga itu langsung menyembur Api hitam dengan area yang sangat luas.


Setengah dari Pasukan Aliansi menjadi terbakar hebat.


Para prajurit itu menjadi ketakutan oleh sosok Black Dragon.


Draco dengan sabitnya langsung menyerang pemuda ini.Jual beli serangan langsung terjadi.


Namun Nchex berhasil memberikan beberapa serangan yang membuat bagian tangan Draco terputus.


"Tidak akan mudah untuk mengalahkan ku." Ucap Draco.


"Rawa Rountex."


Dengan bantuan Gerhana Bulan Darah membuat Draco menjadi semakin kuat,Terlihat semua bagian tubuhnya yang awalnya terputus kembali menyatu dengan tubuhnya.


Luka - luka juga sembuh dengan cepat.


Nchex kembali melakukan serangan kali ini dia merilis "Naga Pembelah Langit" dengan tebasan angin yang sangat tajam dia kembali berhasil menyerang Draco.


Tetapi lagi-lagi tubuhnya kembali utuh.


"Haha tidak ada serangan yang dapat melukai tubuh ku sekarang."Ucap Draco dengan sombong.


Dia langsung menyerang Nchex dengan sabitnya,Nchex menghalaunya dengan pedang.


Kali ini benturan yang dihasilkan kedua SangCaster itu sangat keras.Suara desingan terdengar di seluruh area pertempuran.


Tetapi Nchex juga tidak akan kalah dengan mudah.Dia kembali merilis tekniknya.


"Final Crush."


Dia mencoba menyerang dengan mengunakan Magic Power,Draco menahan serangan itu dengan teknik "Gema Darah Iblis."


Di depannya muncul sebuah perisai merah berbentuk lingkaran.


Tampaknya serangan Nchex berhasil dihentikan olehnya.


Melihat Nchex yang tidak bisa mengalahkan Draco,Doyhen berkata.


"Selama Bulan Darah ini masih ada,Kita hanya bisa menahan mereka selama mungkin."


Mendengar ucapan Doyhen Nchex langsung berpikir,tidak mungkin baginya untuk menahan mereka semua Sampai Gerhana Bulan Darah Berakhir.


Dia tidak dapat menemukan cara untuk menghentikan Gerhana Bulan Darah ini.


Sampai akhirnya Blacky berbicara.


"Gunakan teknik Raizen mu."


Padahal Nchex menyimpan teknik ini hanya pada saat situasi terdesak saja,tetapi saat ini sudah tidak ada pilihan lagi.


Tanpa banyak bicara dia langsung merilisnya.


"Raizen Level Puncak."


Awan hitam berkumpul di langit menciptakan badai petir yang sangat besar.


Kilatan dan suara guntur saling bersahutan satu sama lain.Terdengar Suara "Darrrr"


hingga seluruh Bulan Darah tertutupi oleh badai petir itu.


"Aku memang tidak bisa menghentikan Gerhana Bulan Darah,Tetapi aku juga bisa menciptakan domain perang ku sendiri."


Segera Naga petir besar keluar dari balik awan badai itu.


Naga yang sangat panjang itu berputar di langit dengan suara guntur yang tidak ada habisnya.


Dengan mengacungkan pedangnya ke arah Draco,Naga petir itu langsung menyerangnya.


Melihat serangan yang sangat menakutkan mengarah kepada dirinya,Draco melakukan Transformasi Binatang Iblis.Kini tubuhnya berubah menjadi Manusia Kelelawar dengan sayap yang lebar.


Draco membungkus dirinya dengan sayap kelelawar serta mengalir Energi Soul Power kedalamnya.


"Bamm..!" Suara ledakan terdengar Naga petir terus memukul mundur Draco sampai beberapa meter.


Menghancurkan dinding benteng Dark Soul,mereka yang berada didalam jalur serangan ini juga ikut terkena dampaknya.


"Inikah teknik Raizen dari Sekte Angin...?" Ucap Doyhen sambil kagum melihatnya.


Sayap kelelawar yang melindungi Draco menjadi sobek dan berlubang.


Kini tubuhnya menjadi sangat menyedihkan dengan banyak sekali luka.


Pemulihannya agak melambat karena Gerhana Bulan Darah sudah tidak ada lagi.


"Cepat habisi dia...!" Ucap Blacky.


Dengan kecepatan seperti hantu pemuda itu langsung muncul dihadapan Draco.


Tiga warna bola api sudah muncul di tangan kirinya.


Dengan pukulannya segera bola tapi itu langsung bersarang di tubuh Draco.


Seluruh tubuhnya langsung dibakar oleh tiga api abadi.


Draco mencoba memulihkan dirinya namun Api abdi terus membakarnya akhirnya tubuhnya terkoyak dan menjadi debu.

__ADS_1


"Orang ini benar-benar mengerikan."


__ADS_2