Soul Caster

Soul Caster
Episode 57


__ADS_3

PENYAIR KEGELAPAN.


Aula terakhir yang mereka kunjungi adalah Sword of Sadness.


Disini semua tampak sepi, Bangunannya juga sudah tampak tua seperti tidak terawat.


Ada 2 orang murid yang sedang membuat senjata,Mereka adalah teman dari Henry yang bernama Joko dan Moko.


Betapa terkejutnya mereka karena telah dikunjungi oleh rombongan ini.


Dengan Sigap dan Ucapan yang ramah seperti pelayan mereka langsung menyambut hormat.


Henry menceritakan kepada mereka berdua tentang pemuda ini.


Mata kedua murid itu menjadi berbinar-binar setelah melihat sosok pemuda ini.


Apalagi ada Kartika yang terus berada disampingnya.Tentu saja mereka mengira pemuda ini adalah salah satu anak seorang bangsawan kota.


"Tuan muda ini adalah Aula Sword of Sadness kami,Jika anda mau saya bisa mengajak anda berjalan disekitar Aula ini." Ucap Joko dengan hormat sambil menundukkan kepalanya.


Dengan sigap Nchex langsung menyuruh mereka berdiri.


"Teman kamu tidak perlu begitu sopan kepada ku,kamu boleh memangil Ku Nchex saja."


Wakil dari Aula ini bernama Hao,Orang tua berjenggot putih dengan pakaian seandainya.


Dia juga selalu membawa kendi yang berisi anggur didalamnya.


Ketika semua murid merasa heran dengan aula ini.Pemuda itu malah sangat bersemangat untuk memasukinya.


"Penatua Hao,Izinkan saya melihat aula ini sebentar." Ucap Nchex sambil menangkupkan tangannya.


Namun sebelum dia berjalan jauh memasuki Aula.


Tiba-tiba dia melihat seorang Sosok kakek tua yang bungkuk.


Bajunya berwarna hitam dan usang,ada banyak robekan pada jubahnya.


Tampilan seperti seorang pengemis ini membuat 5 penatua menjadi ketakutan dengannya.Orang tua itu bernama Mantikei sambil berjalan dia mengucapkan beberapa bait kata.


"Mata yang terikat rantai belenggu,Terbujur kaku di dalam beku.


Merah membara tak pernah padam,Jiwa yang hitam menebar ancaman.


Sosok figur ku hina,penuh luka,kian lama sendiri bisu." Ucap Mantikei matanya menyipit kearah Nchex dan Kartika.


Mereka semua cukup bingung dengan kata-katanya,sepertinya ada yang ingin dia sampaikan.


Tetapi Mulan seperti dapat memahami sesuatu yang dia ucapkan.


Tiba - tiba penatua Hao bertanya kepadanya.


"Apakah Ketua Aula baru saja melihat masa depan...?"


"Aku telah menunggu mu sangat lama." Ucap Mantikei tanpa menjawab pertanyaan dari Hao.


Pria tua itu menghentakkan kakinya,dengan cepat Soul Power hitam yang sangat menakutkan langsung keluar dari tubuhnya.


Akibat tekanan Soul Powernya membuat Penatua dan murid menjadi tertunduk kepadanya.


Kartika yang biasanya tidak pernah lari dari pertarungan,Dia memeluk Nchex disampingnya dengan tubuh bergetar dan rasa yang sangat takut untuk menatap kakek tua itu.


Memalingkan wajah dibahunya, semakin lama pelukannya semakin erat.


Matanya tertutup rapat,namun meneteskan banyak air mata.


Tentu saja pemuda itu sangat sangat bingung dengan apa yang dia hadapi sekarang.


"Penatua mohon maafkan kami semua,jika membuat kesalahan kepada mu." Ucap Nchex.


Black Dragon yang sudah lama tidak muncul,dia juga menampakan diri.


Sepertinya Blacky juga mengetahui dengan apa yang mereka bicarakan.


"Api hitam yang ada pada tubuh ini berasal dari ku,Oleh karena itu dia tidak ada hubungannya dengan Dewa kematian." Ucap Blacky kepada Mantikei.


Namun tiba-tiba Expresi wajah Kartika berubah,yang tadi sangat ketakutan menjadi sosok yang berbeda.


Aura putih merembes keluar,melawan tekanan yang di berikan oleh Mantikei.


Suhu tubuhnya mencapai dingin yang Extrim.


Seolah-olah ada jiwa yang lain di dalam tubuhnya.


"Aku lebih mengenalnya dari pada kalian semua...!" Ucap Kartika dengan suara yang berbeda.


Semua orang yang berada disana juga dapat menyadari bahwa wanita ada didepan mereka sekarang,bukanlah Kartika yang mereka kenal.


Matanya menatap tajam,seluruh area sekitar menjadi beku.


Dia memperlihatkan kekuatan kepada mereka semua,Hanya dengan sekali sentuh sebuah pohon besar langsung membeku.


"Inikah yang dinamakan Kutukan tubuh es abadi." Gumam para Penatua.


Sosok wanita itu berjalan menghampiri Nchex,setiap kali kakinya melangkah pijakannya akan membuat beku.


"Lihatlah ini,Di dunia ini hanya ada 3 orang yang bisa bertahan dari Kutukan Es ku.


Selain Dewa Ashura dan Raja Iblis Pertama,Hanya dialah satu-satunya orang yang bisa bertahan dengan kutukan ku ini."

__ADS_1


Ucap Kartika sambil mengulurkan tangannya di bahu Nchex.


Namun anehnya Aura salju yang kuat itu,tidak menyerangnya sama sekali.


Seolah-olah yang ada dihadapannya ini adalah tuannya.


Melihat hal itu Mantikei langsung melepaskan tekanannya,para murid dan penatua menghela nafas lega.


Mulan mencoba mendekat kearah muridnya itu,Akan tetapi sebelum dia menangkap muridnya itu tangan Mulan sudah membeku.


Untung saja Nchex menghentikan pembekuan itu dengan api hitam.


"Siapa kamu...?" Tanya Kartika kepada Mulan.


Tampaknya dia sudah tidak mengenali Gurunya lagi.


Namun Mulan dapat memahami akan hal itu,Dia sudah lama mengetahuinya.


Bahwa Muridnya ini adalah Seorang Reinkarnasi dari "Putri Es Aurora."


"Aku hanya ingin kamu menjadi Kartika yang aku kenali." Ucap Nchex.


Sosok mengangguk,memberikan senyum kepadanya.


Aura yang sangat dingin itu juga menghilang seketika,Wanita itu kembali ke pelukannya.


Nchex mencoba bertanya,untuk memastikan apakah dia benar-benar sadar.


Namun wanita itu menjawabnya dengan suara yang sangat pelan.


"Kartika atau Aku itu sama saja,Kamu sendirilah yang harus mengenalinya." Jawab wanita itu tersenyum.


"Kalian berdua ikuti aku." Ucap Mantikei kepadanya.


"Bukankah ini terlalu cepat untuknya." Sahut Mulan yang juga mengetahui sesuatu.


Namun Mantikei tetap saja membawa mereka berdua tanpa persetujuan.


Di ikuti dengan Mulan yang khawatir kepada muridnya.


Tibalah mereka di dalam sebuah goa,yang merupakan tempat tinggal Mantikei.


"Dimasa depan kamulah yang akan menjadi hakim kepada mereka semua,Akan tetapi wanita inilah yang menentukannya." Ucap Mantikei.


"Bisakah Penatua menjelaskan maksudnya...?" Tanya Nchex bingung.


"Untuk itu kamu harus menjadi murid pribadi ku didalam Aula ini, Hahahaha." Ucap Mantikei tertawa keras.


"Tidak bisa begitu,Bocah ini juga sangat berpotensi belajar didalam Aula lain. Sahut Mulan.


Melihat mereka yang ingin bertarung, Nchex akhirnya berucap.


Namun Mantikei membujuk pemuda itu dengan berkata.


"Aku tahu dimana letak Api Emas Abadi itu berada.


Jika kamu menjadi Murid ku,akan akan mewariskan teknik pedang level tinggi." Ucap Mantikei.


"Aku memang tidak sekuat kakek tua ini,Tapi jika kamu bergabung dengan Aula ku.


Kalian berdua dapat berlatih bersama."


Sahut Mulan tidak mau kalah.


Kedua Penatua itu akhirnya pergi keluar, membiarkan dia memilih Aula mana yang dia inginkan.


"Kamu akan berlatih di Aula mana...?" Tanya Kartika.


"Jika aku berlatih di Aula Snow White Lotus,Aku bisa dengan mudah menggeser posisi mu.


Itu sangat merugikan bukan." Jawab Nchex tertawa.


"Mengapa kamu berpikir seperti bisa mengalahkan ku dengan mudah."


"Hemm apa taruhan kita sekarang...?" Tanya Nchex menggodanya.


"Bukankah seseorang di dalam tubuhku sudah mengatakannya kepada mu,Lalu apalagi yang kamu inginkan dari ku...?" Ucap Kartika menjadi malu mengucapkan.


Pemuda itu sangat girang mendengar ucapannya,namun dia menyembunyikan perasaannya itu.


Tiba-tiba dia mulai memikirkan beberapa hal licik dikepalanya,Apalagi saat ini dia harus dihadapkan oleh pilihan sulit dari 5 Penatua.


"Aku penasaran sosok seperti apakah yang berada diperingkat 1 dan 4,Dengan Dekrit murid inti aku bisa bebas kemana saja bukan...?" Tanya Nchex memprovokasi.


Pipi wanita itu mengembung seperti ikan buntal,sambil mengerahkan pedangnya kepada Nchex.


"Sepertinya aku akan memberikan Kutukan Es Abadi kepada mu...?" Ucap Kartika dengan marah.


Pemuda itu menarik tangannya,mengajaknya menemui Kelima Penatua Aula itu.


"Jika kamu memilih menjadi Murid Kakek tua itu,kamu tidak bisa lagi bertemu dengan ku.


Dia pasti akan memasang Array segel yang tidak bisa aku masuki." Ucap Kartika agak ragu.


"Tenang saja aku punya cara ku sendiri,Kamu hanya perlu membantu ku untuk menjawabnya."


Kartika menyipitkan matanya,jelas dia tau pemuda ceroboh ini memikirkan beberapa cara untuk keluar dari masalahnya.


Meskipun dia sedikit ragu,tapi dia masih tetap mengikutinya.

__ADS_1


Di depan 5 Wakil Aula sudah menyambut mereka dengan gembira.


"Apakah kamu sudah menentukan pilihan mu...?" Tanya Mulan.


"Aku akan berlatih di Aula Sword of sadness." Jawab Nchex.


Tentu Penatua Hao sangat sengat mendengar ucapannya,begitu juga Henry.


Namun keempat Penatua lainya tampak tidak setuju.


"Apakah kamu sudah yakin,Kamu cukup berbakat belajar di Aula Spirit Sword Soul ku."


Ucap Danang.


"Selain itu juga Aula Sword Of Sadness akan dibubarkan,Jika dalam 3 bulan terakhir murid di dalam Aula itu tidak ada perkembangan." Ucap Yunlie menambahkan.


Begitu juga dengan keempat Penatua lainya mereka saling beradu argumen untuk membujuk Nchex.


Namun terlihat tidak begitu menyenangkan di wajah Penatua Hao.


Begitu juga dengan Henry dan yang lainnya mereka tampak sangat sedih.


Di tengah perdebatan mereka Nchex mulai membuka suara.


"Penatua bolehkah saya bertanya..? Apakah aku akan dijadikan murid langsung dari kalian semua..?" Nchex mulai mengeluarkan cara licik yang sudah dia rencanakan sejak awal.


"Tentu saja kamu akan menjadi murid terbaik ku,Jika bergabung dengan Heaven's Light Sword." Ucap Jing Yong.


"Jika masing-masing ketua menginginkan ku untuk menjadi murid,tentu saja aku tidak keberatan.


Oleh karena itu aku akan memberikan solusi kepada kalian semua.


Bagaimana jika kalian berlima langsung menjadi guru ku sekaligus,itu cukup adil bukan..?"


"Ketua Aula pasti tidak akan setuju akan hal itu,karena pada dasarnya semua murid hanya diperbolehkan memilih satu Aula saja." Ucap Danang.


"Bukankah yang akan menjadi Guru ku adalah kalian berlima,lagi pula kalian tidak perlu mengajari ku secara terang - terangan.


Kalian bisa yakin kepada ku,Selama aku ada disini Divisi Pedang akan menjadi yang terkuat diantara Divisi lainya." Ucap Nchex menjelaskan.


"Kamu benar-benar tidak tahu batasan bocah." Ucap Jing Yong menjadi marah.


"Bagaimana jika kalian semua bertaruh dengan ku,Jika dalam waktu 3 bulan ini aku tidak memberikan Kontribusi terhadap Divisi Pedang aku akan pergi dari tempat ini.


Namun jika aku berhasil Aula Sword of Sadness tidak perlu dibubarkan."


"Haha bukankah itu hanya keuntungan sepihak bagaimana dengan Aula kami yang tidak mendapat hasil apapun." Sahut Danang.


"Aku akan memberikan 100 Pedang tingkat rendah kepada semua Aula dalam waktu 3 bulan.


Untuk Aula Spirit Sword Soul Aku juga akan memberikan 10 Pedang terbang tingkat Bumi.


Selain itu juga aku akan membuat 2 pedang di ranah Mystical.


Tentu saja pendapat keuangan Divisi Pedang akan meningkat.


Apakah kalian semua tidak tertarik dengan penawaran ku."


"Haha bocah sepertinya kamu suka mengambil tantangan,kamu harus menjelaskan pembagian senjata itu secara rinci terlebih dahulu." Ucap Jing Yong yang mulai tertarik dengannya


"Aku akan memberikan 2 pedang Mystical itu kepada 4 Aula terbaik divisi pedang.


Masing-masing dari Penatua akan mendapatkan senjata Surgawi tingkat menengah.


10 Pedang bumi untuk para murid terbaik dari setiap Aula.


Selain itu juga di dalam Aula Sword of sadness Akan memberikan jasa Khusus untuk para murid Divisi pedang meningkatkan Senjatanya.


Ketua Yunlie akan bertugas dalam masalah keuangan 90 banding 10."


Perkataan pemuda itu membuat para penatua menjadi sangat tercengang olehnya.


"Divisi Blacksmith saja tidak ada yang berhasil membuat senjata Mystical apakah kamu yakin dengan itu...?" Tanya Mulan agak ragu.


Namun pemuda itu langsung mengeluarkan pedangnya yang membuat 5 penatua itu meyakini ucapan.


Mereka semua bergumam "Pemuda ini memang dianugerahi dengan bakat yang luar biasa."


Sampai akhirnya Yunlie ikut berbicara.


"50 banding 50 barulah aku akan setuju."Ucap Yunlie.


"70 banding 30 jika tidak,aku akan mengambil keuntungannya sendiri." Ucap Nchex menantang.


"Haha bocah sepertinya kamu sangat licik untuk membodohi orang tua ini,baiklah aku setuju dengan catatan kamu juga harus menciptakan 1 pedang Berspesifikasi dalam Manipulasi Spiritual."


"Sebelum itu aku meminta kalian untuk melindungi ku dari serangan luar,jangan biarkan orang lain memasuki Aula Sword of sadness." Ucap Nchex menjelaskan.


"Jika kamu membutuhkan bantuan ku,Jangan ragu untuk datang ke Aula ku." Ucap Danang.


"Terima kasih Penatua."


Pemuda itu menangkupkan tangannya,dan resmi menjadi Murid Sword of sadness.


Ricky dan Kira juga mengikutinya belajar di Aula itu.


Sekarang Sword of sadness sudah memiliki 6 murid.


Tentu saja Henry dan Penatua Hao sangat senang karena dia telah mau bergabung,dengan Aula yang hampir runtuh.

__ADS_1


__ADS_2