Soul Caster

Soul Caster
Episode 103


__ADS_3

Ratih Dewi Bulan.


Pemuda itu memeluknya dengan sangat erat.


Dekapan hangat itu membuat Airin tidak berdaya menghadapinya, Sesekali dia juga memberikan ciuman mesra kepadanya.


Detak jantungnya menjadi semakin kencang, Wanita itu memalingkan badannya menghadap Nchex.


Dia sudah tidak bisa menahan godaan yang terus diberikan kepadanya.


Airin menggantungkan keduanya tangannya di atas bahu Nchex.


Bibir merah yang selembut sutra itu mulai ********** dengan mata terpejam.


Wanita itu bergerak melilitkan kakinya kepada kepada pemuda itu.


Nchex yang tidak mau kalah juga ambil bagian,Dia membenarkan posisi Airin mengangkat tubuhnya duduk diatasnya.


Perlahan dia menggerakkan Airin dengan tangannya, Hingga sebuah perasaan aneh yang tidak dapat jelaskan dirasakan oleh Airin.


Nafasnya mulai berhembus kencang dengan suara ******* dari mulutnya.


Sesekali dia juga membuka matanya untuk melihat wajah pemuda itu.


Pemuda itu mulai mempercepat gerakannya,Yang membuat Airin menjadi berteriak keras.


Hingga pada akhirnya Airin terkulai lemas dan bersandar didalam dekapan pemuda itu.


"Kamu boleh memiliki semuanya kecuali tongkat itu." Ucap Airin.


"Maksud mu tongkat yang mana...?" Tanya Nchex tersenyum tipis.


"Berhentilah untuk menggoda ku, Apakah kamu masih belum cukup."


Setelah beberapa saat Airin kembali pulih.


Dia mulai mengenakan pakaiannya yang berada di dalam cincin itu.


Dengan rambut yang acak-acakan dan mulai merapikannya.


Matanya tertuju kearah Nchex yang memperhatikannya.


Namun kali ini ada sedikit perasaan yang berbeda, Wanita itu terlihat menundukkan kepalanya dengan sangat malu.


Pemuda itu berjalan mendekat membantu Airin merapikan pakaiannya.


Hal itu membuat Airin salah tingkah dan Tersipu melihat apa yang dilakukan oleh pemuda itu.


Sepertinya setelah 500 tahun lebih, Baru pertama kali dia merasakan hal seperti itu.


"Sekarang aku sudah menyelesaikan upacara pernikahan jadi biarkan aku pergi dari sini." Ucap Nchex.


"Bodoh ini masih belum berakhir, Kamu juga harus bertanggung jawab kepada ku." Jawab Airin.


Airin menarik pemuda itu memasuki kolam yang tadi dimasuki oleh Olivia terlebih dahulu.


Menyadari akan hal itu Nchex bergumam "Bukankah tadi dia mengatakan jika aku masuk kesana maka akan mati."


Namun secara mengejutkan tubuhnya dapat bertahan dari tekanan yang ada ditempat itu.


Melihat pemuda itu yang masih bingung Airin menjelaskan kepadanya.


"Kamu telah mengambil beberapa hal yang penting dalam diri ku, Itulah alasannya mengapa kamu dapat bertahan oleh tekanan ini." Ucap Airin dengan tersipu malu.


Disana terlihat Olivia yang sudah lama duduk berkultivasi.

__ADS_1


Airin juga berniat mengajaknya untuk mendekati titik pusat pusaran air.


Nampaknya ada sebuah Artefak suci dengan Symbol Atribut Air disana.


"Tangguy" Sebuah Artefak Suci yang bentuknya mirip seperti topi bundar yang sangat besar.


Konon katanya item itu dapat menyerap air hingga membuat danau mengering.


Jadi karena kolam ini tercipta oleh kumpulan air spiritual dari Ras Dewa selama ribuan tahun yang telah terkubur.


Maka mengahasilkan energi murni yang sangat luar biasa.


"Bodoh, Jangan menjauh dari ku...!"


Ucap Airin.


Dia menjelaskan jika Nchex melepaskan gandengannya maka tekanan air itu langsung menyerangnya.


Dari sana dapat disimpulkan bahwa air yang berada didalam kolam ini adalah Roh Spiritual para Dewa.


Karena hal itulah Airin pada awalnya melarang pemuda itu untuk memasukinya.


Mengingat dirinya adalah Ras Manusia.


Namun saat ini karena situasinya telah berbeda maka Airin memutuskan untuk mengajaknya masuk bersama.


Secara mengejutkan ditengah kultivasinya, Jiwa mereka bertiga dibawa kesebuah ruang penghakiman.


Disana terlihat ada seorang wanita yang duduk disebuah kursi paling besar lengkap dengan para penatua lainnya.


Dia menggunakan sebuah Mahkota dikepalanya dengan pakaian yang agak kuno.


Tangannya dihiasi oleh gelang dan emas permata, Lengkap dengan selendang panjang yang menyertainya.


Seluruh tubuhnya diselimuti oleh cahaya putih yang sangat terang, Hingga hanya matanya saja yang dapat terlihat dengan jelas.


Melihat ada seorang laki-laki yang memasuki tempat sucinya itu, Tentu saja membuat Ratih menjadi sangat marah kepada pemuda itu.


Dia langsung mengeluarkan soul powernya untuk menekan Nchex, Yang membuatnya jatuh tersungkur.


Bahkan Airin dan Olivia juga ikut tertekan oleh Kekuatan.


"Pemuda ini akan menjadi suami ku ibu, Dia lah yang sudah membawa ku kembali ke Divinity Origins." Ucap Olivia memohon.


"Orang lemah ini ingin menikahi anak ku...?


Apakah bocah ini sudah gila." Jawab Ratih.


"Hah aku sebenarnya tidak berniat sama sekali untuk datang ke tempat ini, Tapi anak mu sendiri yang sudah menjebak semua teman ku dan memaksa ku untuk datang ke tempat ini."


Sahut Nchex dengan kesal.


"Bodoh ... kamu ingin aku menanggung ini semua, Tidakkah kamu menyadari bahwa kamu sendiri juga telah membuat kesalahan." Sahut Airin.


Airin dan Nchex langsung berdebat mereka tidak semua kesalahan itu dilimpahkan kepadanya.


Ratih memperhatikan ketiga sosok ini, Matanya tertuju kepada Nchex dan Airin yang masih berdebat tanpa peduli masalah yang ada didepannya.


"Baiklah jika begitu aku akan membunuh pemuda ini." Ucap Ratih menguji mereka.


Namun sebelum Ratih memberikan serangan kepada Nchex.


Kedua wanita itu sudah berada didepannya,Mereka berniat untuk menghalangi serangan itu dengan mengorbankan dirinya.


Seketika itu juga Ratih menghentikan serangannya, Sambil melihat Airin dan Olivia yang saling berhadapan penuh dengan tatapan kecemburuan.

__ADS_1


Jelas dia menyadari bahwa kedua putrinya ini benar-benar menginginkan pemuda itu.


"Aku akan memberikan mu 2 pilihan.


Memiliki salah satu di antara mereka dan aku akan membunuh yang tidak kamu pilih.


Atau aku akan menyelamatkan mereka berdua namun nyawa mu sebagai gantinya." Ucap Ratih.


Selagi pemuda itu berpikir, Airin dan Olivia menatapnya penuh dengan tatapan tajam.


Nchex berbisik kepada mereka berdua untuk terbebas dari masalah ini maka mereka harus mengiyakan apa saja yang dia katakan kepada Ratih.


Meskipun kedua wanita itu tampak tidak yakin dengan apa yang dia katakan, Tetapi mereka tetap mengikutinya.


"Bagaimana mungkin orang sudah hidup lama seperti mu mengerti tentang sebuah hubungan.


Apakah hidup abadi tanpa merasakan kasih sayang itu menyenangkan...?


Itu tidak lebih seperti mayat hidup yang di kendalikan.


Namun bedanya kalian hanya memiliki wajah yang sangat menarik dibanding tengkorak." Jawab Nchex.


"Aku meminta mu memilih bukan memberikan pendapat." Ucap Ratih dengan kesal.


"Urusan hidup dan mati seseorang bukanlah kamu yang menentukan.


Aku lebih memilih melawan mu dari pada mengikuti aturan konyol seperti kalian." Jawab Nchex yang mencoba berontak.


Kali ini Ratih benar-benar menjadi marah dibuatnya.


Serang soul power yang sangat kuat pun langsung di lancarkan kepadanya.


Nchex menggunakan Jubah Dewa Kematian untuk melindungi mereka bertiga dari gempuran serangan itu.


Berbagai macam tekanan energi pun terjadi,yang membuat mereka bertiga menjadi sangat tersebut.


Namun ketika semua Artefak Suci milik Dewa Kematian itu dikeluarkan.


Munculah sebuah bayangan hitam yang dikenal oleh Nchex.


Itu adalah Energi Roh Spiritual Shinki yang berada didalam jiwanya.


"Jika kamu ingin melindungi Istana bulan mu lepaskan pemuda ini sekarang juga.


Jika tidak aku akan membantai semua Ras Dewi Bulan dari dunia ini." Ucap Shinki.


Dengan aura yang penuh tekanan menyerang balik kepada Ratih.


Jelas saja kehadiran Dewa Kematian ini membuat mereka semua sangat ketakutan.


Ratih tidak menyangka sama sekali bahwa selama ini Shinki masih hidup dan setengah kekuatannya bersembunyi di dalam tubuh bocah itu.


Dari sini terungkap bahwa kekuatan Shinki sebenarnya dapat merubah area sekitar menjadi Monochrome yaitu hanya Warna Hitam Putih seperti film gambar.


Dimana dia dapat memanipulasi semua elemen yang berada didalam area nya itu menjadi miliknya sendiri.


"Baiklah aku akan membiarkan mereka pergi, Namun ingatlah bocah kamu harus bertanggung jawab kepada kedua putri ku itu." Ucap Ratih yang sudah tidak memiliki pilihan.


Seketika jiwa mereka dikembalikan ke tempat semula.


Sementara kedua wanita itu sedang berkultivasi.


Nchex yang bukan Ras Dewa sangat kesulitan untuk menghadapi itu.


Pemuda itu terus berteriak kesakitan oleh energi murni yang terus memasuki tubuhnya.

__ADS_1


Padangan matanya perlahan mulai redup, dan semua menjadi hitam.


Pemuda itu jatuh dan tak sadarkan diri.


__ADS_2