
Ujian Tahap 1
Mereka berempat kembali ke desa, Jiatso cukup senang melihat mereka yang sudah bertambah kuat,terutama kepada Nchex.
dia merasa aura yang sangat kuat di dalam tubuhnya.
"Bocah nakal sepertinya kau sudah melebihi ku."
"Itu hanya keberuntungan saja."
Yinsa tiba-tiba mendatangi mereka dengan berlari.
"Cepatlah sudah tidak waktu lagi, kompetisi akan di mulai besok."
"Kalian semua harus hati- hati,aku tidak bisa memberikan apapun untuk kalian."Ucap Jiatso.
"Jaga diri kalian baik-baik."Yinsa menatap kepergian keempat pemuda itu.
Segera keempat sosok itu terbang menuju Vien City,melihat kekutan mereka sekarang kemungkinan hanya akan menempuh perjalanan setengah hari menuju ke kota.
Ada banyak sekali individu berdatangan menuju tempat pendaftaran,disana terlihat banyak sekali anak muda dari berbagai desa miskin.
Mereka berharap dengan mengikuti kompetisi ini dapat merubah takdir mereka.
Kelompok Nchex mulai turun dari atas langit,mereka berjalan mendekat ke tempat pendaftaran.
Disana ada seorang laki - laki paruh baya yang sedang menulis nama peserta.
Mereka yang dapat membayar 10ribu Pills Energy akan di perbolehkan memasuki barisan,
yang tidak akan di suruh keluar.
Kemudian kelompok Nchex mendatangi pria paruh baya itu,dia memperlihatkan lencana yang dia punya.
"Kalian bisa langsung masuk ke tahap 2."
"Terima kasih tetua"
Mereka berjalan menuju barisan tahap 2.
terlihat banyak anak muda dari beberapa sekte besar sedang berkumpul.
Mata semua orang tertuju kepada pemuda kurus berbaju hitam.
"Apakah dia anak muda yang baru-baru ini mengalahkan Rakka.
Dia tampak seperti biasa saja."
Nchex berjalan dengan acuh tak acuh,dia tidak peduli terhadap pandangan orang lain.
tepat di depannya ada kelompok Rakka.
"Bajingan kecil Sepertinya kau punya nyali."
Dia memandang ke arah kelompok Nchex.
Nchex membalasnya dengan tersenyum tipis.
"Oh tuan muda apa kabar,apakah luka mu sudah sembuh..?"
"Kali ini aku akan mematahkan tulang mu."
Rakka kembali berjalan,melewati kelompok Nchex dia mengambil kursi tempat duduk.
Tiba-tiba dia didatangi oleh seorang pemuda,itu adalah Rocky.
"Tuan terima kasih sudah menyelamatkan saya kemarin."
__ADS_1
"Kamu boleh memanggil ku Nchex,aku hanya kebetulan lewat saja."
"Apakah teman ini juga akan mengikuti kompetisi Sekte Kaisar."
"Tentu saja,tetapi kami tidak akan ikut serta dalam tahap pertama."Sahut Kama.
"Sepertinya teman - teman ini sangat beruntung.
Mungkin ini karena bantuan Ayume," gumamnya.
"Lalu bagaimana dengan mu..?"Tanya Nchex.
"Pada kompetesi tahun ini ada 300 orang lebih yang mendaftar,di tambah 800 orang yang masuk ke tahap 2.
Kemungkinan dari 300 orang di tahap 1 hanya ada 50 orang yang akan berhasil masuk ke tahap 2.
Tetapi aku pasti akan masuk tahap 2,kalian tunggu saja." Ucap Rocky.
"Haha kami akan mendukung mu,mari kami akan mencari tempat duduk terlebih dahulu."
"Kamu semoga berhasil."Kama memberikan semangat untuk Rocky.
Mereka kemudian berpisah,Rocky menuju ke arah arena.
Sedangkan kelompok Nchex mencari tempat duduk di atas.
"Kakak sepertinya di tempat paling ujung itu kosong."
Mereka langsung duduk di tempat itu,terlihat banyak sekali aura yang menakutkan sedang tertuju pada mereka.
Melihat banyak tatapan yang seolah-olah meremehkan itu.
Nchex langsung mengeluarkan aura angin hitamnya,sentak mereka semua terkejut.
Mereka saling berbisik.
Tatapan itu mulai sedikit menghilang.
Nchex juga mulai berhenti menekan auranya.
Ada 2 orang pemuda yang berjalan mendekati mereka.
"Perkenalkan nama saya Alex,bolehkah saya tahu teman-teman ini siapa."
"Nama ku Nchex kami berasal dari desa."
Nchex memperkenalkan ketiga orang saudara nya kepada Alex.
"Lalu siapa kah seseorang yang di sebelah mu."
"Dia adalah adik ku,namanya Dinda,kami berasal dari sekte raja wali."
Setelah mereka berkenalan,masing-masing mengambil tempat duduk.
Terdengar bunyi gong,bahwa kompetisi akan segera di mulai.
Lelaki berumur 40 tahun muncul di dengan arena,badannya berisi dan berotot.
Pada saat ini dia berada di tingkat Soul King bintang 1 perunggu.
Lelaki itu bernama Liuka.
"Peserta kompetisi semua yang berada pada tahap satu,kami akan melakukan seleksi untuk kalian semua.
Karena ada 300 orang yang mendaftar,maka aturan kali ini akan berbeda,ini adalah pertempuran Royal Battle.Dimana 300 orang akan saling bertarung di arena, sampai tersisa 50 orang yang bertahan.
Beberapa aturan dasar yang akan saya jelaskan."
__ADS_1
"Pertama Jika seorang Peserta keluar arena itu di anggap gagal.
Kedua Jika seorang peserta menyerah itu juga di anggap gagal."
"Kami tidak bertanggung jawab,jika ada beberapa peserta yang mati terbunuh dalam arena.
Jika kalian semua ragu, silahkan kembali ke rumah kalian."
Liuka menjelaskan dengan tegas,tempat arena kompetisi menjadi hening sesaat.
"Baiklah jika tidak ada seorang pun yang mundur,kita akan segera memulai kompetisi ini."
Segera setelah Gong perang di bunyikan,ke 300 peserta langsung bertarung di arena.
Tidak ada kawan di dalam arena ini semua adalah musuh.
Beberapa individu yang lemah mereka langsung terlempar keluar arena,riak energi yang tidak terhitung jumlahnya saling beradu satu sama lain.Berbagai macam warna aura telihat di tengah arena.
Mereka menunjukan kekuatan mereka masing-masing.
Setelah beberapa jam berlalu hanya menyisakan 80 orang yang bertahan di arena.
Tampak ini adalah individu kuat yang berhasil bertahan.
Terlihat di sana Rocky sedang berdiri memegang palu bajanya.
Dia tidak telihat kelelahan.
Kelompok Nchex menyemangati Rocky yang masih bertahan.
Tetapi ada seseorang yang menghadang nya.
dia menggunakan pedang gergaji bermata 2.
Tubuhnya gemuk memiliki pakaian warna hijau.
"Orang itu sepertinya kuat."
"Dia adalah Boska dari suku buaya."Sahut Alex
"Hemm sepertinya menarik mari kita lihat."
Rocky mengeluarkan Banteng baja nya,di ikuti oleh Boska dengan Buaya hijau raksasa.
Kedua energi itu saling bertabrakan di arena,2 orang SangCaster Soul Guard bintang 5 saling bertarung.
Mereka yang tidak kuat menahan tekanan energi itu semua langsung di kirim keluar arena.
Beberapa individu yang menyadari pertarungan itu,mereka semua menyingkir.
Kedua sosok itu tidak ada yang mau mengalah,Kedua nya sama-sama di pukul mundur oleh energi soulnya.
Sebelum mereka berdua keluar arena,Gong akhir pertandingan di bunyikan.
Semua orang di arena menghela nafas lega.
"Selamat untuk kalian semua yang sudah berhasil lulus memasuki tahap 2.
Sekarang aku akan membawa kalian semua ke arena utama.
Semua peserta harap berkumpul di lapangan."
Liuka mulai membuka gerbang di belakang arena.
Gerbang yang sangat besar itu,ternyata adalah portal menuju kota Vena.
"Kalian semua akan memasuki 9 Gerbang Sekte besar,Semoga beruntung.
__ADS_1
Orang-orang yang telah berhasil memasuki tahap 2 mereka semua bergegas masuk ke dalam portal."