Soul Caster

Soul Caster
Episode 93


__ADS_3

Del Lagos


Dibawah cahaya bulan yang bersinar terang, Pemuda itu termenung dengan perasaan yang tidak karuan.


Dia telah berjanji kepada Kartika bahwa akan segera membawa Melisa pergi bersamanya.


Namun ternyata kenyataan yang terjadi jauh dari mimpinya selama ini.


Begitu juga dengan ikatan yang seakan lenyap ketika pria itu memutuskan untuk melangkah pergi.


"Siapa yang harus disalahkan atas semua ini..?"


Dia hanya bisa terus terdiam sambil meneteskan sedikit air mata.


Disisi lain dia juga mengingat permintaan Wurzein yang menyuruhnya untuk menemukan 5 bintang yang tersisa.


"Semua selalu saja sibuk menghakimi,Tanpa pernah ada yang mencoba mengerti.


Kesedihan ku, Luka-luka ku.


Tanpa peduli manusia didalam ku."


Sambil mengucap beberapa patah kata, Mantikei berjalan menghampirinya.


Dia mencoba memberikan petuah kepada pemuda itu.


Mantikei mengatakan bahwa Dunia Soul Caster ini sangat luas,orang sepertinya tidak dapat berdiam didalam wilayah kecil seperti Kekaisaran Silva ini.


Begitu juga dengan pemuda itu,dia sangat penasaran dengan apa yang sering mereka katakan dengan Benua Nen.


"Guru ... apakah kamu tahu tentang 5 bintang...?" Tanya Nchex.


"Yah aku juga pernah mendengar tentang ramalan itu, Tetapi aku sendiri saja masih belum bisa untuk menemukan jawabannya.


Mungkin saja jika kamu pergi kesana akan mendapatkan jawabannya."


"Dimanakah tempat yang kamu katakan itu...?"


"Kamu bisa pergi menyeberangi lautan yang berada di wilayah Salvador.


Sebuah daratan itu bernama Benua Nen, Itu adalah tempat kelahiran Shinki mungkin saja kamu dapat menemukan artefak yang lainnya ditempat itu."


Sebelum pemuda itu pergi,dia meminta agar mengirimkan beberapa temannya ke wilayah Ignis untuk menjadi beberapa guru disana.


Nchex juga memberikan Dikrit Bayangan kepada Mantikei agar dapat memanggilnya jika nanti terjadi masalah.


Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk pergi ke wilayah Salvador terlebih dahulu.


Tanpa berpamitan kepada teman-temannya dia langsung menghilang seperti kilatan cahaya.


Sebuah kota besar dipenuhi dengan Pilar-pilar bangunan yang menjulang tinggi.


Dimana terdapat banyak Paviliun ditempat itu, Sebuah bangunan yang tampak telihat tua menghiasi kota itu.


Ada banyak sekali Ras manusia didalamnya,dan memiliki perkembangan yang sangat pesat.


Ketika pemuda itu sampai ditempat ini,dia merasakan seperti sedang berada didalam dunianya.


Banyak gerobak dan sepeda yang sedang berlalu lalang,begitu juga dengan kuli panggul yang berada di pasar.


Semua tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Kota itu bernama Andromeda pusat Kerajaan Del Lagos.


Datanglah sebuah kabar dari salah satu prajurit kerajaan yang mengumumkan sebuah sayembara.


"Bagi siapa saja SangCaster berbakat yang bisa mengantarkan Pangeran Kerajaan ke Benua Nen, Maka akan diberi hadiah 10 juta Nirvana Pil.


Seleksi akan di adakan 5 hari lagi di Alun-alun kota." Begitulah yang diumumkan oleh seorang prajurit kerajaan.


Meskipun untuk dirinya sekarang jumlah seperti itu sangat sedikit, Tetapi itu sudah cukup membuat banyak SangCaster menjadi Antuasias.


Apalagi mereka bisa pergi ke benua Nen dengan menaiki kapal Kerajaan secara gratis.


Ditambah dengan pelayanan istana yang mewah.


Tentu saja itu sangat menarik, Begitu juga dengan Nchex yang tidak tahu arah untuk pergi kesana. Dia berniat untuk mengikuti Sayembara itu.


Sambil menunggu 5 hari berikutnya pemuda itu memutuskan untuk berdiam didalam penginapan terlebih dahulu.


Ditengah keheningan malam.


Pemuda itu mulai berkultivasi seperti biasa untuk memulihkan energinya yang sudah banyak terpakai akibat pertempuran.


"Pure Self" teknik penyembuhan Api Putih dan Hijau ia gunakan.


Sendi-sendi dan luka dalamnya yang telah rusak mulai berangsur pulih.


Namun tiba-tiba sebuah pisau terbang dengan Soul Power berwarna hitam menyerangnya dari jendela.


Dengan gerakan refleks seorang SangCaster tentu dia dapat menghindari dengan mudah.

__ADS_1


Nchex langsung terbang keluar untuk mencari tahu siapakah yang menyerangnya itu.


Dia bertemu sosok pria bertopeng tengkorak dengan suara yang aneh.


Pria itu juga memiliki Domain Dewa Kematian yang bahkan lebih kuat dari miliknya.


Tanpa banyak bicara pria misterius itu langsung menyerang, Dan terjadilah jual beli serangan selama beberapa kali.


Samar-samar Nchex bisa merasakan bahwa pedang yang digunakan olehnya berada di ranah Supreme dan mempunyai Atribut Kegelapan.


Namun setelah beberapa kali gerakan akhirnya Nchex berhasil dipukul mundur olehnya.


Pria misterius itu berbicara.


"Kamu masih terlalu lemah...! Temui aku disalah satu tempat didalam Benua Nen."


Sebelum dia pergi, Pria misterius itu melemparkan sebuah koin yang memiliki Symbol kepala tengkorak.


"Apa maksudnya semua ini...?" Namun sebelum dia sempat bertanya sosok pria misterius itu sudah menghilang dari tempatnya.


"Sungguh sangat cepat." Ucap Nchex yang kagum kepadanya.


Akhirnya hari dimana sayembara itu akan segera dimulai.


Sebuah area yang sangat luas seperti tempat Gladiator.


Dengan Kursi-kursi panjang yang tertata rapi,Sorak Sorai para penonton mewarnai tempat itu.


Begitu juga dengan para SangCaster yang sangat antusias mulai memadati tempat pendaftaran.


Nchex juga berada disana mengantri untuk mendaftarkan dirinya.


Dari bisikan beberapa individu dia mendengar kabar, Bahwa seorang pemuda bernama Nchex telah menjadi Kaisar di wilayah Ignis.


Hal itu membuatnya berpikir untuk menggunakan Nama palsu sejak hari ini.


Tentu saja jika dia terus memaksa menggunakan Nama Nchex dia akan sangat mudah untuk menjadi incaran.


Mengingat sikapnya yang arogan pasti itu juga akan berdampak pada wilayah-wilayah Kekaisaran Ignis disekitarnya.


Akan lebih baik baginya jika harus berhati-hati untuk sekarang ini.


Nchex yang ingin daftar mengganti namanya menjadi "Bratz" yang artinya Anak Nakal.


Setelah semua rangkaian acara yang sangat membosankan itu berakhir.


Munculah seorang penyelenggara arena, Disana dia menjelaskan berbagai macam aturan yang harus mereka ikuti.


Semua orang diharuskan saling membunuh satu sama lain dan tidak izinkan untuk kabur dari tempat itu.


Mereka juga mengeluarkan seekor binatang buas yang sangat besar seperti Gajah.


Menyerupai bentuk manusia namun berkulit kadal dan berekor.


Kepalanya mirip seperti Banteng serta memiliki Cakar dan Taring yang sangat panjang.


Makhluk itu tidak memiliki akal dan hanya haus membunuh. "Malorum" itu nama yang disebutkan oleh para penonton.


Namun sebelum memasuki arena, Peserta akan dibawa ke gudang senjata.


Disana mereka boleh memilih senjata dan baju yang mereka sukai.


Ditempat itu dia diremehkan oleh banyak orang, mengingat tubuhnya yang kurus dan tidak berotot tentu saja hal itu menimbulkan pertanyaan.


"Bocah apa kau ingin mati...?" Ucap para peserta lainya yang memiliki tubuh besar.


Tetapi pemuda itu mengacaukan Ucapannya begitu saja, Sambil memberikan senyum tipis kepada.


Hal itu malah membuat orang-orang disana menjadi terdiam, Tatapan mata pembunuh tersembunyi dibalik senyuman.


"Treett" Suara terompet berbunyi tanda dimulainya pertandingan.


Pagar terali besi pembatas juga langsung dibuka.


200 lebih peserta langsung memasuki arena, Disertai dengan sorak sorai penonton yang sangat Antusias.


Begitu juga dengan Raja dan Pangeran Mahkota yang duduk di kursi istimewa paling besar.


Tiba-tiba sebuah gerbang besar dibuka "Creek" Suara desingan pintu yang terbuka perlahan.


Terdengar suara aneh yang sangat keras dari balik pintu itu, Hingga munculah Molorum yang mulai mengamuk.


Dia mencabik-cabik para peserta terlihat sangat beringas.


Beberapa orang yang mencoba melawan juga harus dipukul mundur olehnya.


Selain itu mereka juga harus menghadapi peserta lain yang berniat untuk membunuhnya.


Namun berbeda dengan Nchex yang terus saja menghindar, Sepertinya dia mencari kesempatan dan tidak mau membuang tenaganya.


Sampai setengah peserta telah gugur didalam arena, Mahluk yang sangat besar itu juga sudah kelelahan.

__ADS_1


Beberapa individu mencoba menikam punggungnya dengan melompat.


Menebas kaki dan ekornya hingga membuat binatang itu berteriak meronta.


Dia mencoba melepaskan diri dari jeratan dan tekanan,Soul Power dari bintang iblis itu menjadi semakin kuat.


Melemparkan individu yang menyerangnya dan membuat terbatuk batuk darah.


Munculah seorang pemuda yang mencoba menyelamatkan mereka.


Usianya tidak jauh berbeda dengan Nchex, hanya saja dia lebih tinggi.


mengenakan pakaian hitam merah dengan senjata Sabit panjang yang hampir sama dengan tubuhnya.


Dia dipanggil dengan sebutan "Scorpion sang pembunuh."


Berapa kali dia mengeluarkan tekniknya yang membuat setengah ekor binatang itu menjadi terputus olehnya.



Diikuti oleh seorang pemuda yang juga menyerang punggungnya.


Rambut sebahu dan memiliki pedang besar ditangan.


Dia sangat mahir dalam penggunaan berbagai macam teknik Rune Segel.


Kekuatan Array yang bisa dia gunakan untuk menyerang dan bertahan.


Pria itu bernama "Helius" akhirnya beberapa pilar berwarna ungu mulai menindih tubuh binatang iblis itu, Yang membuatnya tidak dapat bergerak.


Serangan terakhir dilancarkan Oleh "Yamato" Tepat mengarah dikepalanya.


Dengan menggunakan baju Ziarah Surgawi lengkap dengan Palu kecil dan Perisai Berkepala singa ditangannya.


Akibat dari serangan mereka bertiga itu membuat Molorum berhasil mereka kalahkan.


Jelas hal itu menarik perhatian semua penonton dan memberikan tepuk tangan.


Semua mata tertuju pada mereka bertiga dan bergumam. "Anak muda yang luar biasa."


Setelah semua itu berakhir beberapa individu didalam arena memberikan jarak kepada ketiga sosok itu.


Seolah mereka menyadari kekuatan yang mereka tampilkan tidak bisa di anggap remeh.


Namun berbeda dengan seorang pemuda yang bernama "Brayen" dia terus saja membunuh orang-orang disana menggunakan kedua Katar ditangannya.


Menggunakan sebuah Bandana berwarna merah yang menutupi setengah wajahnya.


Penyelenggaraan Istana mengumumkan bahwa hanya tersisa 6 orang yang masih bertahan didalam arena.


Termasuk Nchex yang terus menghindar dan tidak pernah menggunakan sedikitpun kekuatannya.


Dia hanya menggunakan Night Walker untuk berpindah - pindah mencari tempat yang jauh dari pertarungan.


Dua orang sisanya adalah Stoner dan Jesse.


Seorang pria paruh baya yang bertarung menggunakan sarung tangan Emas ditangannya.


Sedangkan Jesse satu satunya peserta perempuan muda yang masih bertahan.


Dia menggunakan 2 kipas tajam ditangannya.


Wanita itu juga memiliki rambut berwarna hitam yang sangat panjang sampai menyentuh tanah.


Jauh dari tampilan anggun seorang wanita,Dengan dibalut Syal bulu serigala hitam dilehernya.


Wanita itu terlihat tampak menakutkan.


Melihat Nchex yang sama sekali tidak kelelahan setelah pertarungan yang cukup lama.


Tentu saja hal itu membuat orang-orang menjadi heran kepadanya.


Bahkan dia tidak mengeluarkan senjata pedang yang dia miliki, Tetapi Scorpion dapat menyadari bahwa pemuda ini menyimpan sesuatu yang sangat menakutkan dibalik tatapan matanya.


Raja Del Lagos menyuruh mereka semua untuk bertarung kembali agar dapat menentukan 5 pemenang di antara mereka.


Akan tetapi Stoner memutuskan untuk menyerah kepada mereka semua.


Mungkin saja dia punya rencana lain, mengingat Stoner dan Jesse bertarung bersama sejak awal.


"Aku sudah terlalu tua untuk bertarung bersama mereka, Maka aku memutuskan untuk mundur dari pertandingan ini." Ucap Stoner.


Raja berpikir sejenak mengetahui kemampuan masing-masing dari pria ini. Selain itu juga jika semakin banyak pengawal yang bersama anaknya, Tentu akan membuat semakin aman.


Akhirnya Raja Del Lagos memutuskan untuk merekrut ke 6 SangCaster yang tersisa di dalam Arena itu.


Meskipun dia sendiri agak ragu dengan kemampuan Nchex yang tidak menunjukkan kekuatan apapun.


Tetapi karena dia telah banyak bertemu dengan banyak orang dan pengalaman bertarung yang sudah ribuan kali.


"Meskipun Matahari menyembunyikan dirinya dibalik awan hitam, Cahaya masih tetap akan terlihat." Ucap Raja Del Lagos.

__ADS_1


Dan Sayembara pun berakhir dengan teriakan dan tepuk tangan penonton.


__ADS_2