Soul Caster

Soul Caster
Episode 107


__ADS_3

Klan SHAKAHANDAK


Mata merah itu mengeluarkan kekuatan intimidasi yang sangat menakutkan.


Aura dewa kematian sangat jelas terlihat dari pemuda itu, Seolah hadir bayangan Shinki dari belakangnya.


Suhu panas semakin menyebar, Tiap langkah kakinya meninggalkan jejak seperti magma.


Kobaran api terus membakar tempat sekitar hingga ziarah besi yang digunakan oleh prajurit ikut meleleh.


Seolah mengetahui ajalnya sudah dekat ketiga Pengawal Malawie itu memutuskan untuk meledakan dirinya sendiri.


Baginya masih ada kesempatan untuk hidup, Jika mereka dapat menemukan tubuh baru untuknya.


"Duarrr" Suara ledekan itu terjadi.


Kulit dan Daging tubuhnya berhamburan kemana-mana.


Roh Spiritual dari 3 pengawal itu langsung terbang menuju langit, Berniat ingin segera pergi dari sana.


"Kalian pikir aku bodoh." Ucap Nchex yang melihat Roh Spiritual itu pergi.


Rantai Amarah Jiwa langsung mengejar mereka dengan sangat cepat.


Menjerat kaki dan tangan lalu membakarnya dengan api hitam.


Orang-orang yang melihat kejadian ini juga nampak menjadi sangat ketakutan.


Pemuda yang mereka kira terlihat seperti orang bodoh, Ternyata memiliki temperamen yang sangat sadis.


"Apakah masih ada yang ingin merebut Istri ku...?" Tanya Nchex kepada mereka semua.


Matanya tertuju pada Malawie yang menjadi lemas tak berdaya.


Orang-orang yang tadi menentangnya segera berlutut dihadapan pemuda itu meminta ampun.


"Ma... maafkan aku tuan, Tolong ampuni aku.


Aku tidak akan merebut Istri mu lagi dan berjanji akan melakukan apa saja kepada mu."


Ucap Malawie dengan sangat gugup.


Namun Nchex yang sudah marah dia tidak peduli lagi dengan perkataannya itu.


Seolah dirinya sudah dirasuki oleh dewa kematian dan berniat ingin segera menghabisi siapa saja yang ada didepannya.


Tiba-tiba tangan halus dan lembut menyentuh tangan pemuda itu.


Wanita itu berjalan kearahnya dan mendekapnya dengan erat.


Kini aura yang sangat menekan itu berangsur-angsur menghilang disertai dengan kembalinya kesadaran pemuda itu.


Nchex yang kembali sadar terkejut melihat Olivia sudah berada dipeluknya, Dia terlihat sangat heran dengan situasi yang telah terjadi.


Sepertinya wanita ini memiliki sesuatu yang spesial didalam dirinya.


Yang bahkan Kartika saja tidak dapat menyadarkannya ketika memasuki Mode Dewa Kematian.


"Kamu sudah memberi mereka pelajaran, Jadi bisakah kamu melepaskan mereka...?" Tanya Olivia sambil tersenyum.

__ADS_1


Matanya menatap dalam kearah pemuda itu, Seolah mengisyaratkan sesuatu.


Ternyata wanita ini bukan hanya cantik, Tetapi dia juga memiliki hati yang sangat baik.


Tentunya itu akan berbanding terbalik dengan Kartika yang selalu bertindak keras kepada lawannya.


"Ya ... baiklah jika kamu yang memintanya." Jawab Nchex.


Pada akhirnya pertarungan itu berakhir dan semua orang berlutut kepadanya seolah memberi hormat.


Begitu juga dengan Malawie dan pasukannya dia sangat berterima kasih karena telah di biarkan untuk terus hidup dan bernafas bebas.


Sesuai dengan apa yang mereka janjikan, Nchex memerintahkan Malawie dan pasukannya untuk segera mencari informasi dimanakah teman-temannya berada saat ini.


Sementara itu Hogan yang sudah sadar dan mulai pulih, Dia berpikir untuk segera melakukan resepsi pernikahan mereka berdua.


Tiga hari berikutnya dimulai sebuah pesta yang sangat besar dan meriah.


Semua penduduk kota dan keluarga bangsawan yang berada disana segera menghadiri jamuan itu.


Mata mereka tertuju kepada dua sosok yang sedang berdiri tepat didepan mereka.


Seorang pria memakai kemeja hitam dan hiasan pakaian yang serba hitam.


Sedangkan seorang wanita yang berdiri disampingnya, Telihat menggunakan Gaun berwana merah.


Dengan setiap lekukan yang menunjukkan tubuh aslinya.


Bagian tengah dari gaun itu tampak sedikit terbuka, Hingga memunculkan godaan bagi setiap pria yang menatapnya.


Kulit putih mulus selembut salju dan sehalus sutra tampak jelas terlihat dengan setengah bagian punggungnya yang terbuka.


Ketika wanita itu tersenyum kepada semua tamu yang hadir, Bibir merah merona itu seakan membius mereka semua.


Banyak dari mereka yang bermimpi untuk mendapatkan wanita itu.


Namun apalah daya dia sudah menjadi Istri dari pemuda itu.


Yang juga telah mereka ketahui bahwa pemuda itu sangat kuat dan memiliki emosional yang mengerikan.


Hak itulah yang membuat pikiran mereka berhenti untuk mencoba merebut wanita itu darinya.


Bahkan mereka sendiri juga mengatakan jika orang itu berada disini, Tentu saja kota mereka akan sangat aman.


Tetapi juga masih ada beberapa orang yang tidak suka padanya.


Seorang pemuda berambut panjang, Dengan menggunakan pakaian berwarna hijau.


Matanya berwarna coklat dengan rambut yang agak keriting.


Tubuhnya tinggi dan kurus, Serta memiliki ular berkepala 2 yang melilit lehernya.


Dia menatap tajam ke arah Nchex seolah merencanakan sesuatu yang buruk kepada-nya.


Orang itu bernama "Shakuntala" dengan wajah yang agak tua seperti pria berumur 50 tahun.


Begitu juga dengan Nchex yang menyadarinya, Dia langsung menggenggam tangan Olivia di sampingnya.


Seolah pemuda itu menyampaikan sesuatu kepadanya.

__ADS_1


Olivia memahami akan hal itu, Dia segera mengajak Nchex untuk kembali Ke dalam.


Mengingat tempramen Nchex yang begitu keras dia tidak ingin membuat keributan di hari yang berbahagia ini.


Sesampainya di Kamar Nchex langsung menanyakan kepada Olivia.


"Apakah kamu mengenal orang itu...?"


"Hemm aku tidak tahu pasti dengan orang itu, Tapi yang sering aku dengar dia adalah seorang Penatua dari Klan SHAKAHANDAK.


Dia juga sangat Ahli dalam hal Racun, Sepertinya orang itu juga memiliki Atribut yang spesial sama seperti dirimu." Jawab Olivia.


Nchex yang merasa sesuatu dari orang tadi dia mulai bergumam "Sepertinya dia tidak menginginkan Olivia, Tetapi yang dia incar adalah aku."


Namun Nchex masih belum mengetahui tujuan sebenarnya dari orang itu.


Jadi dia memutuskan untuk diam saja sementara waktu.


"Kemana tujuan kita sekarang...?" Tanya Olivia.


" Haha mengapa harus terburu-buru, Kita masih punya banyak waktu." Jawab Nchex sambil menggodanya.


Pemuda itu langsung menggendong Olivia dan menuju tempat tidur.


Dia mencium bibirnya dan segera ingin melakukan hubungan intim.


Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari kamar mereka.


Kedua sosok itu bergegas kembali dan melihat siapakah orang yang sedang mengganggu mereka.


Ternyata itu adalah Hogan dengan wajah yang terlihat sangat gembira.


"Ehhem ... Apakah aku akan segera memiliki cucu...?" Tanya Hogan sambil batuk kering.


Nchex yang tersipu malu tidak bisa menjawab pertanyaan itu, Dia terdiam dan tersenyum tipis.


Apalagi saat ini ritualnya sudah terganggu oleh kedatangan Hogan.


Tentunya hal itu membuat Nchex agak sedikit susah bergerak, Bagian itu terus menonjol ke depan.


Mengetahui hal itu Olivia langsung berdiri didepannya dan langsung bertanya kepada Hogan, Sambil menutupi Nchex yang masih sangat menginginkannya.


"Ayah ada apa kamu mencari kami...?"


"Beberapa hari yang lalu aku mendengar kabar dari pasukan Malawie bahwa ada orang asing yang telah sampai di Benua Nen bagian Selatan.


Mereka melakukan pertarungan dengan Sekte Boneka Bayangan.


Mereka tidak mengatakan hal yang sangat rinci kepada ku.


Tetapi kabarnya mereka semua berasal dari Benua Qi." Ucap Hogan.


"Jika itu benar mereka, Sepertinya aku harus segera pergi ke sana." Sahut Nchex.


Pemuda itu menyadari kesalahannya dia telah meninggal temanya begitu lama dan tidak memberikan kabar apapun.


Mungkin saja saat ini teman-temannya sedang dalam bahaya.


Apalagi Nchex sudah berjanji kepada Raja Del Lagos untuk mengantarkan putranya itu dengan selamat sampai tujuan.

__ADS_1


Untuk memenuhi janjinya itu, Dia harus segera pergi mencari mereka.


"Tunggu aku, Akan kembali bersama kalian."


__ADS_2