Soul Caster

Soul Caster
Episode 37


__ADS_3


Lahirnya Dewa Pembunuh.


Berita tentang seorang pemuda yang membunuh Penatua Sekte Api menyebar dengan cepat.


Di wilayah Ignis dia dikenal sebagai Dewa Pembunuh.


Nina yang mendengar kabar ini menjadi cukup senang.


"Syukurlah dia masih hidup."di tengah pelarian akhirnya mereka mendapat sedikit harapan.


Kabar itu terus menyebar sampai ke dalam Sekte 9 Gerbang Cahaya.


Disana ditengah banyaknya murid yang sedang berlatih.


Terlihat tiga orang murid tidak lain mereka adalah Kama,Oda dan Matsu.


Tampak mereka bertiga saat ini sudah menjadi murid senior.


Tiba-tiba seorang wanita berlari kearah mereka,Semua murid menundukkan kepalanya ketika dia berjalan.


Tampaknya itu Ayume yang sudah bisa berjalan.Dia menghampiri ketiga orang yang masih sibuk latihan.


"Hey apa kalian tahu,Saudara kalian sudah menggemparkan seluruh wilayah Ignis."


Mereka bertiga menjadi sangat terkejut melihat tingkah Ayume sekarang.


Ayume yang dikenal pendiam tidak pernah berbicara meskipun dengan sesama murid sekte.


Kini dengan riang dia malah menyapa mereka bertiga.


"Apa yang sebenarnya terjadi Nona..?Tanya Oda dengan bingung.


"Apakah kalian benar-benar tidak memiliki Saudara..?"


Mereka bertiga mencoba mengingat siapa orang yang dikatakan oleh Ayume itu.


Setelah beberapa menit mencoba mengingatnya.


Kaki ketiga pria itu langsung jatuh ke tanah,dengan linangan air mata yang sangat deras.


Terlihat perasaan yang sangat sedih diantara mereka bertiga.


Jelas mereka kenal sosok pemuda itu,tidak lain dia adalah Nchex.


Bocah lemah yang pertama kali mereka bawa ke desa.


Melewati banyak sekali masalah yang mereka hadapi bersama,Sampai akhirnya mereka berada di tempat ini oleh bantuan pemuda itu.


Ketiga pria itu tertawa terbahak-bahak dengan air mata yang masih mengalir.


"Bocah bodoh kami akan menunggu mu kembali hahaha."


Di tempat Sekte 6 Sayap Malaikat.


Sentarum datang dari perjalanan dia menceritakan kejadian itu kepada teman-temannya.


Disana juga ada Shu Ying dan Shu qi matanya menjadi berbinar-binar mendengar cerita yang dibicarakan oleh Sentarum.


"Kakak Nchex sudah sangat jauh meninggalkan kita,Ucap Shu qi seperti ada kerinduan didalamnya.


Di malam hari Sentarum mendatangi seorang wanita yang sedang berlatih pedang di danau.


Tampaknya dia masih kesulitan meningkatkan Kultivasinya.


Sentarum tiba-tiba berkata.


"Maaf senior kemungkinan barang ini bisa membantu mu."


Sentarum mengeluarkan Permata Es Abadi dari Soulbagnya,dia memberikannya kepada Kartika.


"Dari mana kamu mendapatkan benda seperti ini...? Tanya Kartika.


"Orang itu menyuruh ku memberikannya pada mu."


Mendengar Ucapan Sentarum dia menjadi marah,Danau itu yang tenang langsung menjadi beku seketika.


Soul Power yang kuat langsung memancar dari tubuhnya.Rupanya dia juga telah berada di tahap Soul Emperor Puncak.


Melihat ekspresi wanita itu Sentarum langsung pergi meninggalkannya.


"Orang itu harusnya aku membunuhnya."


Perasaan Kartika saat ini menjadi tidak karuan.


Wanita yang tidak menunjukkan emosionalnya kini terlihat menyimpan perasaan didalam hatinya.

__ADS_1


Selain dia marah dengan pria itu,dia juga menyadari bahwa saat ini dia membutuhkan Permata Es abadi untuk menerobos menjadi Soul God.


Namun lain halnya didalam Sekte Api,terdapat ketegangan disana.


Saat ini Gura menjadi sorotan Para Penatua yang berada di sekte api.


"Masalah yang disebabkan oleh putra mu membawa konflik yang lebih besar."


"Tenang saja penatua setelah orang itu bangun dari kultivasinya,Aku akan memintanya untuk segera menghabisi anak itu,"Ucap Gura matanya menatap ke arah Gunung Merapi.


Sin berubah ketempat tiga orang pemuda yang sedang terbang.


"Apakah Paman tahu jalan menuju Dark Soul..?Tanya Nchex.


"Tentu saja sebentar lagi kita akan sampai,"Ucap Dehen.


Ketiga sosok itu meningkatkan kecepatannya


Didepan Dark Soul terlihat dark soul sudah dikepung oleh tiga Klan besar.


Jenderal Sarkas dari Milisi Kecoa juga ada Black Head dan Draco.


Pasukan mayat hidup yang dibawa oleh Black Head berada di paling depan menjebol pintu gerbang Dark Soul.


Meskipun pasukan ini sudah ditembaki dengan ribuan anak panah,mereka masih saja tetap bisa berdiri.


Pasukan Manusia Kelelawar yang dibawa oleh Draco juga menyerang dari udara,membunuh satu persatu Pasukan Pertahanan milik Dark Soul.


Adapun di belakangnya Pasukan Milisi Kecoa siap untuk menyerang.


Kali ini Benteng pertahanan Dark Soul benar-benar telah hancur.


Ditengah Gerhana Bulan Darah ketiga Pasukan ini menjadi semakin kuat.


Mereka membunuh apa saja yang berada didepannya.


Lilyan dan empat Penatua lainnya terlihat sangat kewalahan menghadapi Serang tiga Klan besar sekaligus.


"Lindungi Ketua muda."Ucap salah satu Penatua.


Ke-empat penatua mendekati Lilyan membantunya yang sudah mulai kehabisan Soul Power.


Melihat Dark Soul yang sudah di ambang kehancuran.Tiba-tiba Kyoko muncul dari langit.


Dia langsung mengeluarkan beberapa teknik andalannya.


Pasukan Manusia Kelelawar yang dimiliki Draco kini mulai berjatuhan.


Kyoko berputar mencari asal suara itu,dia menyipitkan matanya kepada Draco.


"Biarkan pedang ini yang berbicara...!"


Draco terbang di udara dengan Soul Power yang meluap ditubuhnya.


Langsung menyerang Kyoko dengan Sabit Iblis.


Kyoko dengan sigap menahan serangannya dengan pedang.


Bentrokan kedua pemimpin itu terjadi di langit.


"Serahkan Pasukan Manusia Kelelawar kepada kami."Ucap Nina memandang ke arah Lilyan.


Meskipun Lilyan sangat sombong seolah dia tidak bisa menerima bantuan dari Klan lain.tetapi saat ini posisinya sedang terdesak tanpa ragu dia langsung menjawab.


"Lalukan saja sesuka mu."


Kini bentrokan antara Chaos Demon dan Pemburu Iblis sudah tidak bisa dihindari lagi.


Langit menjadi sangat ramai oleh suara desingan pedang dan teriakan kematian.


Mayat kedua belah pihak sudah berjatuhan.


Di samping Jenderal Sarkas mereka juga kedatangan beberapa orang.


Orang itu adalah Dalton dan Yunfie di ikuti oleh Lion dari Klan Tiger.


"Serahkan wanita itu pada ku."Ucap Dalton.


"Itu sangat menguntungkan bagi ku haha."Ucap Jendral Sarkas tertawa sinis.


Dalton dan Yunfie langsung bergerak menyerang Lilyan,namun dia di hadang oleh empat Penatua.


Joon,Shan,Kang dan Lujan itu adalah nama dari keempat Penatua Dark Soul.


Dalton mengeluarkan Penjara Guntur untuk mengekang keempat Penatua itu.


Para Penatua yang berusaha melepaskan diri dari Penjara Guntur Soul Powernya malah dihisap oleh Dalton.

__ADS_1


"Kalian sudah terlalu lama hidup,sudah saatnya kalian pensiun."Ucap Dalton dengan niat membunuh.


Melihat hal ini Lilyan langsung maju menyerang Dalton,Namun dia di tahan oleh Yunfie.


"Haha lawan mu adalah aku.


karena kau tidak ingin menjadi pelayan ku,Hari ini biarkan aku mengubur mu."


Lilyan menjadi sangat marah melihat Yunfie berani datang menyerangnya.


Akan tetapi Lilyan lebih memilih untuk menyelamatkan Penatua terlebih dahulu dia langsung merilis "Tarian Kematian" Yunfie berhasil ditipu dengan jurus ini.


Lilyan langsung menyerang Dalton dengan Cambuk neraka.


Serangan itu tampaknya berhasil menghentikan Dalton.


Namun keempat Penatua itu sudah kehabisan Soul Power menyebabkan mereka terjatuh ke tanah.


Melihat Lilyan yang ingin menyelamatkan para Penatua itu,Dalton segera memberikan pukulan kuat dengan dilapisi oleh energi Soul Power,Pukulan itu langsung bersarang di dada Lilyan.


Membuatnya berhasil di pukul mundur menghancurkan beberapa dinding.


Lilyan segera bangun dan kembali melakukan serangan.


"Teratai Hitam Neraka."


Dengan seluruh kekutan Soul Powernya Lilyan menciptakan Bunga Teratai Hitam.


Tetapi Serangan itu langsung dihancurkan oleh Dalton dengan "Tiga Jari Petir".


Jelas sekali perbedaan level diantara keduanya.


Lilyan yang hanya berapa ditingkat Soul King bintang 3 harus berhadapan dengan Soul Emperor tahap menengah.


Hal ini menyebabkan Lilyan terluka sangat parah.


"Uhukk...Uhukk" memuntahkan darah.


Nina yang sadar akan hal itu langsung menolongnya.


"Sebaiknya kamu memulihkan diri terlebih dahulu." Ucap Nina sambil menggendong Lilyan.


Namun saat ini keadaan mereka sudah terkepung,tidak ada harapan lagi untuk lari.


Setengah tempat Dark Soul Klan sudah terbakar oleh api.


Dalton yang sudah tidak sabaran dia langsung menyerang kearah Nina.


Meskipun Nina berhasil menahan serangan itu dia masih mendapat luka.


Melihat Nina yang terluka Kyoko ini pergi menolong,namun dia dihentikan oleh Draco.


"Haha lawan mu adalah aku."


Melihat Kyoko yang lengah,Draco langsung menyerangnya dengan cara melemparkan sabit ditangannya.


Hal itu berhasil melukai Kyoko yang belum sempat menghindar.


"Kalian benar orang - orang licik."Ucap Kyoko.


"Didalam medan pertempuran hanya ada Menang dan Kalah semua bebas dilakukan."


Dengan pergerakan Kyoko yang ditahan oleh Draco dia hanya bisa berharap agar Nina dapat melarikan diri.


Tetapi mereka sudah dikepung oleh beberapa pemimpin Klan.


"Sebelum kalian semua mati lihatlah bagaimana mana aku menghancurkan Dark Soul Klan."Ucap Jenderal Sarkas pandangan tertuju kepada Lilyan.


Soul Power merah darah terkumpul ditangannya menjadi gumpalan besar yang semakin lama semakin memadat.


Riak aura energi yang sangat menakutkan terkumpul didalam serangannya yang sebesar ukuran bulan.


"Ini adalah tehnik pemusnahan dari Klan Milisi Kecoa kami"Ucap Jendral Sarkas.


"Blood Moon Sacrifice."


Riak energi dari kekuatan serangan ini membuat para pemimpin Klan mundur kebelakang.


Begitu juga dengan Kyoko dan Draco keduanya tampak memperhatikan serangan yang sangat kuat ini.


Expresi Nina dan Lilyan saat menjadi sangat pucat.


Mereka hanya pasrah melihat serangan yang dapat menghancurkan seluruh tempat Dark Soul.


Jenderal Sarkas melemparkan serangan ke titik pusat Dark Soul.


Dengan jangkauan yang sama luas seperti itu memungkinkannya untuk mengubur mereka semua di dalamnya.

__ADS_1


Di tengah keputusasaannya Lilyan bersuara.


"Guru jika kamu tidak kembali,Hari ini Dark Soul mu hanya menjadi sebuah nama."


__ADS_2