
Bangkit Dari Kematian.
"Furious Dive."
3 Ular Naga Petir yang sangat panjang terbentuk dari Soul Power Lu Thor.
Mungkin saja ini jurus pamungkas yang sering dia gunakan.
Pancaran energi petir yang sangat mengerikan menyelimuti tubuh Naga Spiritual itu.
Langit berubah menjadi sangat hitam,seolah warna yang terpancar hanya tertuju pada serangannya.
"Flame Berseker."
Teknik ini tercipta dari Strength Refulse yang dimanipulasi dari 7 warna api.
Mungkin saja jurus ini dapat mengimbangi serangan yang diberikan oleh Lu Thor.
Tetapi pemuda itu juga akan kehilangan banyak Energi Soul Powernya setelah mengeluarkan teknik ini.
Namun didalam pertempuran hidup dan mati apa saja bisa ia korbankan.
Terbentuklah 7 pedang yang berbeda warna dari Soul Powernya.
Pedang itu terus berputar membentuk formasi sepeti matahari.
Sampai Akhirnya dari tengah formasi itu keluar sebuah pedang yang ukurannya jauh lebih besar.
"Bam...!" Kedua serangan itu saling bertabrakan.
Retakan celah Dimensi segera menyebar akibat kuatnya 2 Serangan itu.
Medan pertempuran terasa menjadi beku,suasana menjadi hening seketika.
Tidak ada seorangpun yang bergerak dan berkata-kata.
Pandangan mereka tertuju pada bentrokan serangan itu.
Semakin lama energinya semakin meluas, Cahaya yang menyilaukan membutakan mata.
Kedua sosok itu mundur beberapa langkah dari tempatnya masing-masing.
Namun Sosok pemuda itu terlihat sudah terluka parah.
"Hari ini adalah pemakaman mu...!" Ucap Lu Thor.
Teknik Amarah Jiwa Iblis dari pemuda itu telah berakhir,Akibatnya dia mendapatkan luka dalam yang sangat parah.
Sementara itu Lu Thor terus saja menyerangnya, Tinju dan Tendangan dengan mudah bersarang di tubuh pemuda itu.
Percikan darah dari mulutnya terus keluar setiap kali Lu Thor menyerangnya.
"Tolong hentikan itu." Ucap Azura yang tidak kuasa melihat pemuda itu disiksa.
Begitu juga dengan orang-orang yang mengenalnya,mereka hanya bisa pasrah melihat keadaannya sekarang.
Matanya mulai tertutup rapat,memasuki ke alam bawah sadarnya.
"Apakah aku sudah mati...?" Gumamnya.
Disana dia melihat seorang kakek yang pertama kali mengirimkan dirinya kedalam dunia ini.
Kakek itu menatapnya dengan penuh senyum diwajahnya.
Sembari berpesan "Di pertemukan berikutnya aku akan menjelaskan semuanya pada mu."
Pemuda itu kembali tersadar,tentu saja hal itu membuat semua orang menjadi terkejut.
Begitu juga Lu Thor bocah yang dia kira sudah mati,kini bisa bangkit kembali.
"Apa yang terjadi dengan pemuda itu...?"
Pertanyaan itu terpatri di hati setiap orang yang menyaksikan pertarungan ini.
"Panca Sona."
Ini adalah sebuah teknik terlarang yang pernah dia dapatkan dari 9 Gerbang Neraka.
Dimana selama tubuhnya tidak dihancurkan dia akan kembali utuh.
"Serang dia Magic Power." Ucap Blacky di alam Jiwanya.
Hal itu dapat menyadarkan pikirannya,pemuda itu menyadari saat ini dia memiliki 2 pedang yang kuat.
__ADS_1
Salah satunya mempunyai Atribut Cahaya.
Kali ini pemuda itu akan melawannya dengan 2 pedang sekaligus.
Pedang 7 bintang di tangan kirinya, Sedangkan Hell of Darkness di kanannya.
"Aku sudah melewati latihan yang sangat keras di dalam neraka, bagaimana mungkin aku dapat dikalahkan semudah itu." Ucap Nchex yang mulai menyipitkan matanya kearah Lu Thor.
Lagi-lagi jual beli serangan kembali terjadi.
Namun kali ini Lu Thor menjadi tersudut oleh teknik baru yang dia gunakan.
Kedua pedang itu terlihat saling melengkapi, Meskipun bagian kulit luar Lu Thor terlihat sangat keras namun pedang 7 bintang berhasil menyerang bagian dalamnya.
"Teknik apa ini sebenarnya." Ucap Lu Thor yang sudah tidak bisa lagi mengimbangi pemuda itu.
Disisi lain Soul Powernya juga sudah banyak terkuras.
"Tidak salah jika kamu menangisi pemuda itu." Ucap Aracas kepada Azura.
"Itu benar namun dia sudah memiliki seseorang yang lebih baik dari pada aku."
Serangan berkelanjutan terus dilancarkan kepada Lu Thor,7 Binatang Spritual dari pedang 7 Bintang juga sudah menyerangnya.
Disertai dengan Gerbang Kematian yang membuat dia sangat terluka parah.
Tetapi pemuda itu terus saja menyerangnya tanpa ampun.
Tidak memberikan sedikitpun celah untuk bernafas.
13 teknik Raizen juga ikut menyerang Lu Thor,sebagain kulit kerasnya juga sudah banyak terkoyak.
Tubuhnya dipenuhi dengan banyak luka seperti digilas oleh pagar berduri.
Pada akhirnya pemuda itu mendapatkan Teknik barunya, di level 25.
"10 Ribu Hukum Dunia."
Teknik Ilusi tingkat lanjut ini menyerang mental dan tubuh lawan dari dalam.
Ditambah dengan mata dewa kematian,lawan yang terkena serangan ini akan memasuki dunia penyiksaan.
Dimana semua orang yang pernah dia sakiti melakukan balas dendam didalam dunia itu.
Mungkin saja teknik ini kelanjutan dari "Purgatory" teknik yang tercipta dari gabungan Api Putih dan Hitam.
Akhirnya Lu Thor berhasil dia kalahkan,pemuda itu juga merebut Soul Bag yang di miliki oleh Lu Thor.
Seketika area Medan Perang menjadi hening, melihat sosok pemimpinnya itu telah gugur di Medan perang.
"Kalian semua yang tidak ingin menjadi bawahan ku silahkan pergi dari tempat ini.
Dan untuk yang masih memegang teguh aturan Tradisi Naga.
Cepat bunuh orang itu...!" Ucap Nchex berteriak.
Pemuda itu menyuruh pasukan Hell Dragon untuk segera menghabisi Yama.
Tentu saja Yama menjadi ketar ketir ketakutan.
Sementara itu Aracas juga memerintahkan pasukannya untuk menyerang Yama.
Kini dia telah terkumpul oleh semua prajurit Naga.
"Penatua tolong selamatkan aku." Ucap Yama.
Portal Dimensi langsung terbuka muncul seorang sosok dari suku iblis.
Mengenakan pakaian serba hitam dan Ziarah Khas pasukan Iblis.
Sepertinya dia memiliki kedudukan yang cukup tinggi di antara Ras Iblis.
Penatua itu bernama Vander.
Mengetahui Yama yang ingin melarikan diri,dengan membawa 4 Enhancement Stone mereka semua mencoba menyerangnya.
Namun langkah mereka dihalangi oleh Vander.
Aracas dan beberapa pemimpin pasukan mencoba untuk menyerangnya.
Namun ternyata Vander masih terlalu kuat.
__ADS_1
Bahkan mereka semua terpental hanya dengan sekali gerakan.
"Perang besar akan segera terjadi,Saat itu aku akan menjadikan kalian semua sebagai budak ku." Ucap Vander sambil menghilang didalam portal.
Setelah berakhirnya perang ini para prajurit Hell Dragon yang masih mengikuti tradisi menundukkan kepalanya kepada pemuda itu, termasuk juga Lu Bu."
Rupanya Jenderal perang itu sangat menjunjung tinggi pada sebuah aturan leluhurnya.
Mereka yang tidak suka dengan pemimpin barunya itu,segera melarikan diri.
Saat ini pemuda itu memiliki lebih dari 3000 prajurit Hell Dragon yang tunduk dibawah perintahnya.
Dan kini dia menjadi seorang Kaisar Naga di wilayah Hell Dragon.
"Hormat Kaisar kami akan selalu setia kepada mu." Ucap Lu Bu dengan para tentaranya.
Tentu saja hal itu membuat Blacky menyombongkan dirinya.
Setelah sekian lama dalam pengasingan kali ini dia kembali merebut tahtanya dengan bantuan pemuda itu.
Namun Nchex yang sudah kehabisan seluruh energi Soul Powernya langsung terjatuh dan pingsan.
Ketika pemuda itu membuka matanya,dia sudah terbangun didalam Kastil Morian.
Dia berjalan menuju keluar pintu kamar,disana pemuda itu sudah disambut oleh banyak orang yang menunggunya.
Mereka mengajak pemuda itu keruangan Utama untuk membicarakan banyak hal, ditempat itu sudah dihadiri oleh banyak petinggi kerajaan.
Pemuda itu mengambil Kursi Utama di temani Lu Bu di sampingnya.
"Pasukan Iblis sudah mulai bergerak,semua wilayah akan mengalami kekacauan dibuatnya.
Karena itu aku menyarankan kita semua untuk membuat aliansi dan saling melindungi." Ucap Aracas.
"Mungkin saja kerajaan kegelapan tidak akan keberatan akan hal ini,Lalu bagaimana dengan kalian...?" Tanya Hecxa.
Semua orang saling menyampaikan pendapatnya masing-masing.
Sampai pada akhirnya mata mereka tertuju pada pemuda itu yang terus saja diam.
"Jika aliansi itu berhasil dibuat siapakah yang akan menjadi pemimpin di antara kita...?
Lalu keuntungan apakah yang akan aku dapatkan...?" Tanya Nchex.
Tentu saja hal itu membuat mereka terdiam,jelas mereka tahu bahwa semua orang ingin memiliki wilayah kekuasaan.
Terlebih lagi saat ini Pemuda itu adalah Penguasa di wilayah Hell Dragon,jika mereka bisa menariknya untuk bergabung hal itu akan sangat menguntungkan bagi mereka.
"Kita akan menentukannya dengan pilihan suara terbanyak" Sahut Lark.
Namun Nchex yang mempunyai banyak masalah dengan wilayah 9 Sekte besar tentu saja dia akan menolaknya.
Lagi pula pemuda itu juga tidak tertarik dengan aliansi yang mereka ciptakan saat ini.
"Hahaha bukankah itu sangat bodoh,Lagi pula aku bisa melindungi diri ku sendiri meskipun tanpa Aliansi.
Selain itu juga aku adalah Ketua Sekte Angin di wilayah Ignis.
Namun aku juga akan berusaha untuk menjaga keseimbangan Wilayah Dragon Harbor ini." Ucap Nchex.
"Apa sebenarnya yang ingin kamu bicarakan." Tanya Aracas.
"Jika kalian semua membantu ku memusnahkan Sekte Api dengan senang hati aku akan bergabung bersama kalian.
Namun Jika Sekte Petir berani ikut campur dalam urusan ku,Aku juga akan berperang melawannya." Jawab Nchex memperingatkan Lark.
Pemuda ini bermaksud untuk mengumpulkan pasukan sebanyak-banyaknya untuk menyerang Sekte Api.
Selain itu juga dia memiliki wilayah kekuasaan yang cukup besar diantara mereka semua.
Oleh karena itu akan sangat menyulitkan jika mereka harus berperang menghadapi pemuda ini.
Melihat semua orang yang disana terdiam pemuda itu kembali berkata.
"Baiklah aku akan memberikan kalian semua waktu untuk berpikir, sekarang aku harus kembali ke Guild ku dulu."
Namun sebelum Pemuda itu pergi,Lu Bu memintanya untuk menyelesaikan beberapa masalah yang ada di wilayah Hell Dragon terlebih dahulu.
Lagi pula dia adalah pemimpin baru Suku Mereka,Oleh karena itu ada beberapa urusan yang harus dia selesaikan.
Pemuda itu menuruti permintaannya dan berjalan menuju Hell Dragon.
__ADS_1