
Monastery of Light
Latihan pun dimulai Mantikei dan Nchex pergi menuju Monastery of light.
Dimana ditempat itu terdapat sebuah momen Suci berwana putih dan berkepala Emas.
Terdapat banyak sekali energi murni yang berada di sekitar tempat itu.
Oleh karenanya akan mudah untuk meningkatkan level Kultivasi jika belajar disana.
Sementara pemuda itu menikmati pemandangan tempat sekitar.
Mantikei membuat 13 Batu Nisan raksasa dengan kekuatan yang berbeda pada setiap batunya.
Pemuda itu diharuskan untuk menghancurkan semua batu itu.
Jika dia masih belum berhasil maka Mantikei tidak akan membiarkannya keluar dari sini.
Pemuda itu juga dibekali dengan sebilah pedang kayu,tentu saja pemuda itu langsung protes terhadapnya.
"Pak tua jika kamu memberikan pedang ku, bukankah ini akan menjadi mudah." Ucap Nchex.
"Kamu harus memikirkan dengan cara mu sendiri,selain itu juga ditempat ini terdapat banyak sekali mahkluk yang masih belum diketahui.
Baiklah jika kamu sudah berhasil menghancurkan 13 batu nisan ini,Aku akan kembali menjemput mu." Jawab Mantikei kemudian pergi.
"Dasar kakek sialan" gumamnya.
Pemuda itu mencoba menghancurkan batu nisan pertama.
Namun batu itu juga menyerangnya balik dengan serangan yang sama.
Pemuda itu terus mencoba menghancurkan batu itu,sampai bilah pedang kayu itu patah.
"Hemmm sepertinya ada maksud tersembunyi dibalik ini." Ucap Nchex dalam hati.
5 hari sudah berlalu namun dia masih belum menemukan cara untuk menghancurkan batu nisan itu.
Dia mulai berkultivasi mencoba mencari jawaban di dalam Alam Jiwanya.
"Jika Batu nisan ini tidak bisa hancurkan,maka aku akan menghilangkannya."
Pemuda itu langsung mengeluarkan Teknik "Dark Hold" mengisap semua batu nisan itu kedalamnya tanpa menghancurkan batu nisan itu.
"Haha orang tua itu pasti tidak akan tahu,mari kita lihat tempat ini dulu."
Setelah dia berhasil menghilangkan semua Batu Nisan itu, pemuda itu masuk kedalam Hutan Elf.
Tidak jauh dari tempat Monastery of light.
Matanya menyapu tempat sekitar,melihat ada banyak Boneka Prajurit yang sudah.
Namun tiba-tiba ada kilatan cahaya berwarna hijau.
Yang membuat boneka itu terbangun dan langsung menyerangnya.
Dia langsung menghindar dari Boneka itu,sambil mengamati apa yang terjadi.
Namun semakin lama jumlah boneka yang di hidupkan itu semakin bertambah banyak.
Kali ini ada 10 boneka yang menyerang pemuda itu.
Karena beberapa teknik pedangnya tidak bisa digunakan,pemuda itu mencoba melawannya menggunakan Magic Powernya.
Dia mencoba memanipulasi 7 bentuk Api menjadi Serigala.
Pemuda itu berhasil menghancurkan boneka itu dengan serangannya.
"Haha Boneka seperti ini tidak akan mampu untuk menghentikan ku."
Namun tiba-tiba boneka itu bangkit kembali seperti semula.
Lagi-lagi dia harus mencoba menghentikan boneka itu.
Sambil bertahan dan menyerang mencari cara untuk menghancurkannya.
"Rantai Amarah Jiwa"
Pemuda itu mencoba menghentikan pergerakan Boneka itu dan akhirnya berhasil.
__ADS_1
Hanya saja bonekanya masih belum bisa di hancurkan.
"Huh sementara aku bisa selamat."
Dia memutuskan untuk pergi meninggalkan boneka itu.
Terus berjalan menyusuri tempat itu,sampai akhirnya dia melihat kilatan cahaya yang sangat menyilaukan.
"Permata bintang Hijau" pemuda itu berniat untuk mengambilnya.
Namun didepannya dijaga oleh Ular Cobra berwana hijau.
"Itu hanyalah Energi Spiritual Binatang Roh." Ucap Blacky secara tiba-tiba.
"Jika itu benar,kita dapat melawannya dengan Magic Power."
Menggunakan "Rantai Amarah Jiwa" pemuda itu mencoba menangkapnya.
Namun binatang iblis itu cukup gesit,dia berhasil menghindari rantai-rantai yang ingin mendekat.
"Huh ini akan sedikit merepotkan."
Pemuda itu mencoba menutupi jalan Ular Cobra hijau itu.
Dia mengeluarkan beberapa tembakan Api Borealis yang membuat binatang itu semakin marah.
Semburan kekuatan berwana hijau dikeluarkan oleh Cobra Hijau itu.
Namun Nchex dapat membawanya dengan "Tinju Lahar Gunung."
Yang pada akhirnya Ular Cobra itu berhasil dia kalahkan.
Namun ketika dia sudah berhasil mengambil permata hijaunya.
Lagi-lagi prajurit boneka itu kembali menyerangnya, dengan sigap dia berusaha kabur dari kawanan boneka itu.
"Mengapa boneka ini terus mengejar ku..?" Tanya Nchex kepada Blacky.
"Mungkin saja karena ditubuh mu tersimpan teknik Kegelapan yang berlawanan dengan cahaya.
Oleh karena itu secara alami kamu akan dianggap sebagai musuhnya."
Apakah kamu punya cara untuk keluar dari sini...?" Tanya Nchex sambil bertarung menghadapi boneka itu.
"Jika teori ku benar,boneka ini hanya akan bergerak ketika memperoleh kekuatan dari matahari."
"Baiklah aku mengerti.
Jika saat malam hari nanti,aku akan merubah boneka ini menjadi bahan pedang hahah." Ucap Nchex dengan tersenyum.
Pemuda itu terus berlari sambil mengulur waktu.
Karena dia mempunyai teknik Langkah Ilusi dan Night Walker,maka tidak ada yang bisa menyamai kecepatannya.
Beberapa jam kemudian matahari mulai tenggelam.
Bagian tubuh boneka itu menjadi terpisah tak beraturan.
"Boneka sialan sekarang giliran ku."
"Purgatory"
Dengan melakukan pembakaran menggunakan Api putih penyucian.
Pemuda itu mencoba membakar jiwa spritual yang ada didalam boneka itu.
Kemudian mengumpulkan semua sisa-sisa boneka itu untuk di lembur menjadi pedang.
Tentu saja dengan 7 warna api yang dia miliki sekarang itu menjadi semakin mudah dan cepat.
"Masukkan permata hijau itu." Ucap Blacky.
Tanpa berpikir panjang pemuda itu menurutinya,hingga terbentuklah sebuah Katana Giok Hijau.
Blacky kembali menjelaskan kepadanya.
"Jika kamu bisa mendapatkan ke 7 pertama itu, kemungkinan pedang yang kamu buat sekarang akan setara dengan pedang hitam itu."
"Mari kita kumpulkan 7 pertama itu, setelah itu aku akan mencoba menghancurkan Batu Nisannya."
Keesokan harinya pemuda itu terus mencari 6 permata sisanya.
__ADS_1
Dia kembali menelusuri hutan,dan sampai pada sebuah danau.
dia melihat ada Seekor kura-kura besar dengan Batu Pertama berwana biru di atas punggungnya.
Itu adalah Energi Spiritual Kura-kura "Mugen."
Dengan pedang yang telah dia miliki sekarang,pemuda itu mencoba langsung menyerangnya.
Namun anehnya teknik "Strength Refulse" yang biasa dia gunakan tidak berfungsi terhadap pedang itu.
"Bocah apakah kamu bodoh,pedang yang kamu miliki sekarang mempunyai Atribut Cahaya.
Oleh karena itu teknik Kegelapan mu tidak akan bisa dipakai."
"Naga bodoh mengapa kamu baru mengatakannya pada ku..!"
Mugen yang mengamuk langsung memberikan serangan balasan.
Beberapa tembakan air yang kuat langsung diluncurkan.
Pemuda itu mencoba menghindarinya sambil mencari celah,dengan memutari kura-kura itu.
Tiba-tiba pedang giok ditangannya mengeluarkan cahaya berwarna hijau dan bergerak sendiri.
Sepertinya Roh Spiritual permata itu memiliki kesadarannya sendiri.
Beberapa gerakan langsung muncul di Alam Jiwanya.
"Green Jade Swallow"
Munculah Roh Spiritual Ular Cobra hijau,yang mencoba bertarung menghantam Mugen.
Ular itu berhasil melilitkan tubuhnya pada Kura-kura.
Dengan mudah Nchex bisa mendapatkan permata yang berwana biru.
Dia langsung menggabung permata itu dengan pedangnya.
Lagi-lagi teknik baru muncul di alam jiwanya.
"Octagonal Mugen Formation"
Dimana teknik ini berspesifikasi dalam hal pertahanan.
Bintang segi delapan berfungsi untuk menciptakan perisai seperti kura-kura.
Terus melanjutkan permata yang ketiga.
Kali ini dia berhasil menemukan yang berwana Ungu.
Tepatnya di atas air terjun,yang jadi sumber aliran danau itu.
Binatang Spritual ini mempunyai bentuk seperti ikan,"Bean Fish" adalah nama dari binatang ini.
Sekali lagi pemuda itu menggunakan teknik "Green Jade Swallow" yang akhirnya membuat pertarungan terjadi di dalam air.
serangan demi serangan dilancarkan yang membuat Bean Fish menjadi kehabisan energi.
Dia mencoba melarikan diri,namun dengan sigap Nchex berhasil menusuk kepalanya.
dan teknik baru pun kembali ia dapatkan.
"Sea Breath"
Teknik ini merupakan tembakan air yang kuat seperti tombak.
Ketika pemuda itu mencoba Serangannya,batu yang menjadi uji coba teknik ini langsung berlubang akibat dampak dari tombak air.
Pencarian terus berlanjut namun selama 5 hari ini,dia masih belum menemukan 4 permata yang tersisa.
Hampir saja dia menyerah,namun matanya tertuju kepada sebuah rumah tua yang tampak kuno.
Pemuda itu mencoba mencari tahu apa yang ada didalam sana.
Samar-samar dia bisa merasa aura yang misterius berada didalamnya.
Perlahan dia mulai berjalan mendekat,tetapi rumah itu dihalangi oleh sebuah array pelindung yang tidak dapat dia masuki.
"Aku harus menemukan cara untuk menghancurkan array pelindung ini."
__ADS_1