
Kematian Jenderal Sarkas.
Ditengah banyaknya tatapan mata sosok ini berada di tengah medan pertempuran.
Beberapa prajurit berusaha untuk menjauhinya namun percuma saja pemuda itu menghabisi siapapun yang berada di dekatnya.
Melihat temannya sudah menjadi debu Black Head tidak terima.
Dia langsung menggunakan Tranformasi Binatang Iblis.
Tubuhnya berubah menjadi setengah kadal dengan banyak tulang yang runcing.
Tombak Tulang juga menyatu dengan tangannya.
Membuat sebuah tangan besar berbentuk mata bor panjang disebelah kanan.
"Magnum Rush."
Dengan kecepatan yang sangat cepat Black Head menggunakan tangan bornya untuk menyerang.
Nchex menahan serangan ini dengan pedangnya, meskipun dia tidak terluka tapi dipaksa mundur beberapa meter.
Bentrokan kembali terjadi,para prajurit yang melihat hal ini segera menjauh dari pertarungan.
"Primordial Smash."
Kali ini bor besar ditangan Black Head berubah menjadi gelap,telihat sepeti baja.
Bor itu terus berputar dengan cepat telihat Soul Power yang dikumpulkan berada di dalamnya
Muncul gambaran kepala tengkorak yang terbentuk oleh Soul Power dari bor itu.
Menghadapi serangan ini Nchex juga merilis "Knight Symbol" namun kali ini diperkuat dengan tiga warna api.
Kedua serangan ini bertabrakan membuat tanah ditempat pertarungan menjadi terbelah.
Beberapa saat kemudian bor itu terkorosi orang tiga api abadi hingga akhirnya hancur.
Black Head di paksa mundur beberapa langkah dan memuntahkan banyak sekali darah.
Dalton yang berniat ingin membantu tiba-tiba dihadang oleh Kitsune.
"Lawan mu adalah aku."Ucap Kitsune.
Kelima ekornya mulai dikeluarkan,Api biru menyala di setiap ekornya.
Dengan sekali hentakan Trisula Siren area tempat sekitar dia berdiri menjadi beku.
"Rubah Perak, Binatang Iblis lemah seperti mu berani melawan ku,kamu akan tahu akibatnya."
Ucap Dalton dengan marah.
"Lihat saja manakah yang akan mati diantara kita."
Dalton merilis senjata "Bajra" benda itu kemudian mengeluarkan Soul Power dan berubah menjadi Pedang Petir.
Ini juga merupakan Senjata Surgawi yang tidak kalah dengan Tombak Siren.
Jual beli serangan antara Dalton dan Kitsune segera terjadi.
Disisi lain Gargoyle yang melihat banyak pasukannya telah dihabisi menjadi semakin Ganas.
Dia mengamuk Soul Power merah langsung ditembak dari mulutnya.
Serangan itu membabi buta tanpa arah,Pasukannya sendiri juga terkena imbas dari serangan itu.
Sekali lagi Gargoyle mengeluarkan serangan yang dahsyat.
Kali ini kedua tangannya membentuk formasi segitiga.
Soul Power yang kuat merembes dari dalam tubuhnya.
"Explosion Blood."
Serangan Laser berwarna merah ditujukan kepada Doyhen serangan ini tidak kalah besar dengan tubuh Gargoyle.
Menghadapi serangan ini Doyhen juga mengeluarkan Teknik andalannya.
"Almigthy."
Bintang Segi Delapan segera muncul dari teknik Doyhen,Bintang ini tercipta dari gabungan 7 element dasar.
Cahayanya sangat terang seolah-olah pertarungan ini terjadi disiang hari.
Cahaya dan Darah saling bertambrakan menghasilkan suara gema yang tiada henti.
Dampak dari kedua serangan ini menyebabkan sepertiga bangunan Dark Soul rata dengan tanah.
Saking kuatnya bentrokan Energi ini keduanya mengalami nasib yang tidak jauh berbeda.
Doyhen harus dipaksa mundur sampai ketitik akhir pertahanan Dark Soul.
Menabrak dinding dan rumah penduduk disekitarnya.
Saat ini tampaknya dia sudah kehabisan Soul Power dan terluka parah.
Begitu juga dengan Gargoyle semua energi sudah terkuras habis waktu transformasinya juga akan segera berakhir.
__ADS_1
"Aku akan membawa kalian semua ke neraka." Ucap Gargoyle.
Gargoyle menutup tubuhnya dengan kedua sayap.
Dia mendarat di tanah mengumpulkan Soul Power kedalam tubuhnya.
Gelembung berwarna merah keluar dari tubuhnya.
Dari gelembung itu menyimpan Soul Power Iblis para prajurit yang bersentuhan dengan gelembung itu langsung pergi mendekati Gargoyle seolah - olah mereka terkena hipnotis.
Dari tanah muncul banyak tangan berwarna merah,tangan itu menarik siapa saja yang berada dengannya ke bawah tanah.
Yang kini sudah terbuka portal Neraka.
Gargoyle mulai berubah bentuk menjadi bola merah yang seukuran dengan tubuhnya.
Bola itu memiliki daya hisap yang sangat kuat,Semua yang tersedot olehnya akan berubah menjadi Soul Power.
"Kitsune ayo pergi...!"Ucap Nchex dengan tergesa.
Menyadari perkataan Nchex Kitsune dan Dalton segera menghentikan pertarungannya.
Mereka seakan mengetahui bahaya yang akan terjadi didekatnya,mereka segera mengambil posisi mundur.
Setelah Doyhen mengatur nafasnya dia sepertinya menyadari bahwa Gargoyle akan meledakan diri dia langsung berkata kepada Nchex.
"Cepat hentikan dia,Jika dia berhasil menyelesaikan Formasinya tidak ada dari kita yang akan selamat." Ucap Doyhen dengan keras.
Mendengar ini Nchex langsung mengeluarkan teknik "Raizen Level 13" ketiga api langsung keluar dari tubuhnya menjulang tinggi berbentuk seperti pilar api tiga warna.
Dengan cepat dia terbang ke udara seluruh tubuhnya tampak diselimuti oleh api tiga warna.kembali dia melanjutkan serangannya.
"13 Tebasan Dewa Kematian."
Di belakangnya muncul 13 bayangan pedang yang sejajar mengitarinya.
Pedang itu menyerap seluruh energi yang berada disekitar menjadi miliknya sendiri.
Segera 13 pedang itu langsung dikirimkan ke arah Gargoyle.
Namun serangan itu tampaknya tidak cukup untung menghentikan Gargoyle.
Nchex kembali merilis serangan terkuatnya.
"Gerbang Dewa Kematian."
Kali ini Nchex memanggil Avatar ini dengan tiga api abadi,terlihat rambut Avatar Dewa Kematian kini berubah menjadi warna biru.
Ruang menjadi terdistorsi ketika Avatar Dewa Kematian mengacungkan pedangnya ke langit.
Awan hitam yang tebal menjadi berlubang seolah ada energi kuat yang mengusirnya.
Banyak tatapan mata yang takjub melihat teknik begitu juga dengan Dalton dan Yunfie.
"Jika dia menggunakan serangan ini pada ku,Aku hanya akan menjadi debu "Ucap Dalton dengan ketakutan.
Pemuda itu langsung berteriak dengan lantang.
"Ini adalah kekuatan Sekte Angin yang sebenarnya,Hari ini siapa pun dari kalian yang berani menantang Sekte Angin akan berhadapan dengan serangan ini.
Bahkan Doyhen menjadi ketakutan ketika mendengar suaranya.
Segera Serangan pedang itu langsung dilancarkan untuk membelah bola berwarna merah.
Dengan tekanan pedang yang sangat kuat bola itu menjadi retak "Duaaarrr" suara ledakan terdengar.
Di tanah nampak telihat bekas sabetan pedang raksasa.
Portal Neraka itu berhasil di tutup bersama dengan kembalinya Jenderal Sarkas.
Namun kali ini Tangan Kanannya sudah menghilang.
Dengan tubuh yang bercucuran darah dia ingin pergi meninggalkan tempat pertarungan.
Tetapi pemuda itu langsung mengejarnya dengan tendangan kakinya membuat Jenderal Sarkas terpental jauh.
Pemuda itu juga menarik Yunfie dengan "Rantai Pengikat Jiwa" langsung memberikan pukulan kepadanya.
Melihat Yunfie yang terjatuh dia kembali membangunkannya.Namun kali ini tangan kiri nya berada dileher Yunfie pemuda itu berbicara kepada Dalton.
"Apakah kamu ingat kejadian di dunia es...?"
Dalton menjadi pucat mendengar ucapannya jelas dia mengingatnya pada saat itu dia ingin mematahkan leher Lilyan.
"Tolong ampuni kami tuan."Ucap Dalton dengan sangat ketakutan.
Namun apa daya nasi sudah menjadi bubur.
Pemuda itu langsung mematahkan leher disertai dengan teriakan Yunfie untuk terakhir kalinya.
"Bajingan kau berani membunuh murid kesayangan ku." Dalton seakan tidak terima.
"Haha nasib mu juga tidak akan berbeda dengannya."
Mengingat karakter Nchex yang tidak akan membiarkan lawannya pergi dengan selamat.
__ADS_1
Namun kali ini dia mengeluarkan teknik andalannya untuk membunuh Dalton.
"Hari ini aku akan menunjukan kepada ku teknik rahasia dari Sekte Angin."
"Knight Symbol" Setelah menggunakan Raizen level 13 tentu saja Knight Symbol yang merupakan jurus inti dari semua teknik Raizen menjadi sangat menakutkan.
Tubuh dalton langsung berlubang ditembus oleh bor angin dan perlahan menjadi debu.
Kali ini hanya tersisa Black Head yang masih hidup,Namun dia tidak memiliki dendam apapun kepada Black Head meskipun dia sudah menyerang Dark Soul tapi itu bukan urusannya.
Pemuda itu memberikan pilihan kepada Black Head.
"Sekarang bagaimana dengan mu patuh atau mati...?"
"Apapun itu perintah tuan saya akan melakukannya."
"Jika seperti itu,aku ingin Chaos Demon Klan menjadi Sekte Angin sekarang juga,Apakah kamu keberatan..?
Black Head terdiam sejenak tampaknya harga ini cukup mahal untuk dibayar olehnya.
Meskipun begitu nasibnya saat ini juga di ambang kematian.
"Baiklah tuan jika itu perintah mu saya akan melakukannya."
Namun Nchex tidak akan berbaik hati begitu saja,dia langsung menyuruh Blacky untuk menanamkan segel kutukan api kepada Black Head.
"Ini adalah kutukan api, hanya bisa dihilangkan oleh api hitam,jika suatu saat kamu berkhianat tubuh mu akan langsung terbakar."Ucap Nchex dengan tegas.
Akhirnya perang berakhir dengan kerugian dikedua belah pihak,meskipun begitu Dark Soul Klan dapat bertahan dari kehancuran.
"Tuan muda silahkan berbicara didalam, sisanya biarkan kami yang mengurusnya."Ucap salah satu Penatua dari Dark Soul.
Segera mereka semua berkumpul didalam ruang utama Dark Soul di pimpin oleh Doyhen.
Expresi semua orang tampak sangat serius dalam rapat ini.
Akhirnya Doyhen membuka suara.
"Hari ini aku sangat berterima kasih kepada kalian semua yang secara suka rela telah membantu Dark Soul kami.
Mengingat saat ini Klan Tiger dan Chaos Demon sudah kehilangan pemimpinnya itu pasti akan menjadi perebutan wilayah antar Klan lalu apa yang ingin Kalian rencanakan...?"
"Aku hanya ingin merebut kembali wilayah Pemburu Iblis dan mengumpul seluruh anggota Klan ku,Jika kalian semua membantu ku aku akan sangat berterima kasih kepada kalian." Ucap Kyoko.
"Omong Kosong kami baru saja mengalami kehancuran kamu ingin mengajak kami berperang sekali lagi." Ucap Lilyan dengan sombong.
"Gadis Iblis jangan lupa bahwa kami juga membantu mu dalam pertarungan ini."Ucap Nina dia kesal kepada Lilyan.
"Jika Kalian semua mempercayakan keputusan kepada kedua wanita ini tentu saja seluruh wilayah Ignis akan menjadi banjir darah haha."
Nchex tertawa dengan terbahak-bahak membuat semua orang menjadi bingung dengan sikapnya.
Sosok yang sangat menakutkan di medan perang menjadi seorang pemuda yang sangat konyol.
"Lalu bagaimana dengan Sekte Angin mu yang baru saja dibentuk..? Tanya Doyhen.
"Aku sangat tidak tertarik untuk mengurusi masalah seperti ini,Namun aku sudah membawa orang yang mengerti dalam urusan seperti ini." Nchex menatap ke arah Dehen yang berada di sampingnya.
Mendengar jawabannya Black Head memberanikan diri untuk berbicara.
"Mohon maaf tuan jika anda tidak memilih jabatan itu kami akan kesulitan saat Milisi Kecoa menyerang,Apalagi yang aku tahu Klan Milisi Kecoa juga di bantu oleh Pasukan Iblis tidak mungkin bagi kami untuk menghadapinya."
Rupanya Black Head ini juga cukup pintar dalam melihat situasi dia juga merasa adanya ancaman dari Milisi Kecoa.
"Kalian tenang saja jika mendengar kabar ini, kakek tua itu pasti akan segera pergi kesana."
Mendengar ucapan Nchex expresi Doyhen tiba-tiba berubah sepertinya dia mengenal orang itu.Doyhen langsung melemparkan Koin batu giok berwarna hijau kepada Nchex.
"Benda apa ini,"Tanya Nchex.
"Itu adalah tiket untuk pergi menuju Heroes War,Namun usia ku saat ini sudah tidak muda lagi sepertinya pak tua itu telah mempercayakan itu kepada mu."
Nchex masih bingung melihat koin giok,dia masih bertanya - tanya apa kegunaan dari koin yang terlihat kuno ini.
Melihat Nchex yang masih bingung Doyhen kembali mejelaskan.
"Heroes War adalah Kompetisi yang di adakan di alam Dewa, Kompetisi itu di ikuti oleh seluruh SangCaster Benua Qi akan ada banyak sekali orang - orang berbakat didalamnya.
Adapun persyaratan untuk Heroes War seseorang harus mencapai tahap Soul God di usia muda,karena ada batasan usia untuk mengikuti Heroes War.
Masing-masing dari Sekte,Klan,Kekaisaran hanya boleh mengirimkan 1-2 murid yang paling berbakat.
Ada banyak sekali hadiah yang bisa didapatkan dari Heroes War selain tingkat Kultivasi seseorang akan melonjak dengan pesat. Namun hal itu juga harus di bayar dengan kematian."
"Terima Kasih Tetua atas penjelasannya."
Nchex kembali merenung sejak tentu saja dia menyadari bahwa untuk menerobos ke tahap Soul God itu bukanlah yang mudah.
"Aku harus segera kembali Kedalam Kerajaan Kegelapan." Gumamnya.
Melihat Nchex yang menjadi diam, Lilyan berkata.
"Mengapa kamu tidak tinggal disini sebentar...?
"Ya sepertinya begitu,aku juga perlu waktu untuk memulihkan tenaga ku."
Lilyan dan Nina sangat senang mendengar ucapannya, Akhirnya mereka mengadakan perjamuan bersama atas kemenangan mereka.
__ADS_1