Soul Caster

Soul Caster
Episode 50


__ADS_3


Candi kedua


Sambil beristirahat Adam mengeluarkan bahan Senjata yang baru dia dapatkan tadi.


Dia memulai proses peningkatan level senjata.


Tungku Api yang sudah tua dikeluarkan,dia mulai menambahkan barang lainnya.


Peningkatan level senjata ini berjalan selama satu jam.


Sampai akhirnya Double Cross Hammer milik Adam berubah warna menjadi emas.


"Ini adalah senjata Bumi tingkat menengah,Ayah aku sudah berhasil sekarang."Ucap Adam dengan senang.


Melihat bakat Adam dalam membuat senjata,Nchex menghampirinya.


"Apakah kamu bisa menggabungkan senjata Surgawi tingkat atas...?"Tanya Nchex.


"Meskipun aku belum pernah mencobanya,tetapi aku yakin bisa melakukannya."


"Kalau begitu kamu harus membantu."


Namun Adam menjadi diam setelah mendengar ucapannya.


Mengingat Tungku Apinya saat ini sudah sangat tua.


Apalagi jika harus berurusan dengan Senjata kelas atas, kemungkinan itu akan meledak.


Namun dia juga berhutang Budi kepada Nchex.


Akhirnya dia berusaha untuk mencoba menanyakan.


"Senjata apakah yang ingin kamu gabungkan."


Nchex memperlihatkan "Spear of Darkness" menyuruh Adam untuk melihatnya dulu.


Begitu terkejutnya dia ketika melihat tombak itu,Adam sampai bersujud kepada Nchex.


"Ini adalah senjata surgawi asli,Dengan senjata ini kamu bisa memliki sebuah Paviliun besar."


"Mengapa aku bersujud kepada ku."Tanya Nchex dengan bingung.


"Aku hanya ingin berterima kasih kepada mu,karena aku baru pertama kali melihat senjata Surgawi seperti ini."


"Jika kamu bisa membantu ku, kemungkinan aku bisa mencarikan senjata seperti itu untuk mu."


"Bagaimana caranya aku membantu mu."


Nchex Langsung mengeluarkan pedang dewa kematian yang beratnya saat ini sudah 100ton.


Bahkan dia sendiri saja tidak bisa mengayunkan pedang ini lagi.


Keempat temannya yang melihat ini juga mulai bertanya-tanya dalam hatinya "Sekuat Apakah pemuda ini."


Namun Nchex tidak menghiraukan mereka,dia langsung berkata.


"Jika kamu bisa menggabungkan kedua senjata ini,Aku akan membawa kalian sampai ke Candi terakhir."


"Jika penggabungan ini gagal,kedua senjata ini akan hancur.


Apakah kamu masih yakin...?" Tanya Adam kepada Nchex.


"Bagaimana mungkin aku meragukan Blacksmith berbakat seperti mu,Aku yakin dimasa depan kamu bisa menciptakan senjata legendaris."


Adam terdiam dan masih ragu,


Nchex akhirnya berbicara sekali lagi.


"Tenang saja jika senjata ini hancur,aku tidak akan menyalahkan mu.


Anggap saja ini sebagai percobaan pertama mu."


"Sebelum itu aku juga perlu Energi Soul Power yang cukup banyak. Selain itu api pembakaran biasa tidak dapat meleburkan senjata ini."


Akhirnya Nchex mengeluarkan Api Hitamnya.


Mereka yang dapat merasa aura kematian ini tidak meragukannya lagi.


"Apakah ini cukup...?"Tanya Nchex.


Pande juga memberikan beberapa Pil peningkatan Energi kepada Adam.


Aiko memasang jebakan disekitar mereka, sedangkan Elena mulai membuat Array segel pertahanan.


"Baiklah jika semua sudah siap,Aku tidak bisa menolak lagi."Ucap Adam.


Proses penggabungan dimulai dengan nyala api berwarna hitam.


Begitu juga dengan Adam yang mulai membuat Rune dari segel tangannya.


Ratusan Rune berhasil dia buat, berterbangan di udara mengitari tungku api.


Rune itu memiliki cahaya seperti Soul Power namun terdapat Huruf Kuno didalamnya.

__ADS_1


Adam juga menyuruh Nchex untuk memasukan sedikit darahnya kedalam tungku itu.


"Apa gunanya memasukkan darah sekarang...?" Tanya Nchex.


"Ketika senjata ini lahir,Maka dia akan mencapai level Mystic.


Hal itu akan membuat semua SangCaster ingin memilikinya,oleh karena itu aku memasukkan darah mu.


Agar senjata ini tidak bisa digunakan oleh orang lain.


Selain itu ... Aku tidak dapat menghilangkan kutukan yang berada didalam senjata ini.


Akan tetapi aku sudah memasang Rune Darah,agar kutukannya tidak dapat menyerang tuannya."


"Adam ini bahkan tahu tentang kutukan didalam pedang,Dia benar-benar berbakat."


Ucap Nchex dalam hati.


Ketika itu juga Expresi Elena sedikit berubah, sepertinya ada niat tersembunyi.


Untuk berjaga-jaga,Nchex memasang Array pelindung kecil disekitarnya.


5 hari sudah berlalu namun penggabungan itu masih belum menghasilkan apapun.


Dia juga tidak ingin melihat teman-temannya gagal karena dirinya.


"Kalian pergi saja duluan,sisanya biarkan aku yang menyelesaikan." Ucap Nchex.


"Apakah Kakak yakin...?"Tanya Aiko.


"Lagi pula aku hanya perlu menunggumu pembakaran ini selesai bukan."


Namun Adam masih khawatir untuk meninggalkannya,lagi pula itu adalah satu-satunya tungku api yang dia punya.


Meskipun begitu mereka juga harus tetap melanjutkan Heroes War karena waktunya hanya tersisa 2 hari lagi.


"Baiklah jangan lupa untuk mengembalikan tungku itu kepada ku."Ucap Adam berjalan pergi.


Sekarang hanya tersisa dia sendiri,pemuda itu langsung memasang "4 Formasi Segel Api."


Dia mulai mengeluarkan 5 api abadi untuk mempercepat proses pembakaran.


Tungku itu mulai berubah menjadi merah, Seperti besi yang telah terbakar.


Suara retakan mulai terdengar,riak energi merembes keluar.


Yang semakin lama terus membesar,Cahaya menyilaukan semakin terang.


Sampai terdengar bunyi ledakan "Duarrr" akhirnya tungku itupun pecah berhamburan.


Suara ledakannya terdengar oleh semua orang, bahkan seluruh hutan dipenuhi dengan badai api.


Tiba-tiba setelah cahaya itu menghilang terbentuklah sebuah pedang.


Pangkal pedang itu berkepala tengkorak,dengan tulang naga sebagai gagangnya.


Batang silang pemisah,masih menggunakan sayap Naga seperti sebelumnya.Namun bentuk sayap itu menjadi sedikit hancur akibat pembakaran.


Ditengah batang itu juga terdapat kepala tengkorak bertanduk,yang merupakan Symbol dari Tombak Neraka.


Pedang itu juga memiliki rantai perwujudan dari Rantai Amarah Jiwa.Roh ular naga hitam tampak menyelimuti pedang itu.


Serta memancarkan aura kematian yang mencekam.


"Aku akan memberi nama pedang ini Hell of Darkness."


Pedang itu langsung terbang menuju pemuda itu.


Sepertinya dia tahu pemuda itu adalah tuannya.


Pedang yang awalnya berat 100ton berubah menjadi ringan seperti ranting kayu.


Pemuda itu mencoba kemampuan pedang baru yang telah berhasil disempurnakan.


Namun sekali tebasan Anginnya,Setengah hutan hampir gundul olehnya.


"Soul Power ini luar biasa."Ucap Nchex.


Selain Kutukan dari pedang itu tidak berpengaruh lagi kepadanya,Aura dari pedang itu juga semakin bertambah kuat.


Area Candi kedua hampir hancur karena kelahiran pedang itu.


Karena daya hancur yang sangat menakutkan,pemuda itu membungkus pedangnya dengan Jubah Dewa Kematian yang berubah menjadi sarung pedang.


"Aku harus segera mencari teman-temanku."


Amulet Stone sekali lagi muncul,dia memberikan peringatan kepada semua peserta.


Pesan itu bertulis "Nchex dari Sekte Angin telah menghancurkan Candi kedua."


Pemuda itu dengan cepat melewati beberapa Candi,Sampai dia berhenti di Candi yang ke 5.


Disana dia melihat beberapa kelompok sedang terlibat masalah.


Tampaknya Elena sudah berkhianat,Dia salah satu orang Suruhan Ken dari Kerajaan Ice.

__ADS_1


Pande dan Adam juga terluka parah, Sedangkan Aiko menjadi disandera kelompok kerajaan es.


Terlihat juga Shadow sedang bertarung dengan seorang wanita.


Wanita ini berpakaian seperti bangsawan,dengan Ziarah emas yang terpasang ditubuhnya.


Kulitnya halus seputih gading gajah,dengan wajah yang cantik.


Tiap kali dia mengeluarkan teknik pedangnya, memperlihatkan elok tubuhnya yang indah.


Dia adalah Calista kakak dari Aiko.


"Cepat lepaskan adik ku ...!" Ucap Calista.


"Aku akan melepaskan adik mu,jika Kalian menyerah harta Surgawi yang baru saja kalian ambil." Ucap Shadow.


Melihat Calista yang ingin bergerak menyerang Ken langsung berkata.


"Jika kamu berbuat sesuatu,Adik kecil ini akan mati ditangan ku."


"Apa yang kamu inginkan dari ku ...?Tanya Calista.


"Serahkan Tulang Naga Emas,Maka adik mu akan aku lepaskan."


Dengan sangat terpaksa Calista melakukannya demi menyelamatkan nyawa adiknya.


Pertukaran terjadi di udara,Ken melemparkan Aiko ditambah dengan serangan dibelakangnya.


Untung saja Adam bisa menahan serangan itu,dan Aiko diselamatkan oleh kakaknya.


"Haha senang bekerja sama dengan kalian." Ucap Ken sambil menghina mereka.


"Jika kamu menjadi pelayan ku,Aku akan melepaskan semua teman mu." Sahut Shadow.


Mendengar ucapan mereka berdua tentu saja Calista menjadi sangat marah.


Pertarungan langsung terjadi antara Shadow dan Calista.


Setelah beberapa kali pertukaran pukulan Calista berhasil di pukul mundur oleh Shadow.


"Hanya God level 7 ingin menyerang ku,kamu terlalu bermimpi."


Meskipun hanya dia sendiri yang bisa bertarung,Calista tetap tidak menyerah.


Dia mengeluarkan jurusnya untuk melakukan serangan balasan.


"Six Sun Swords."


Soul Powernya membentuk 6 buah pedang,ketika dia menyerang pedang itu terlihat seperti 6 bayangan yang mengikuti tiap serangannya.


Namun Shadow yang berada di God level 10 tentu saja dengan mudah dapat menghentikannya.


Shadow juga menambahkan serangan kepadanya.


"Blood Ripple."


Tiga bola serangan berwarna merah langsung di tembakan.


Shadow juga mengirimkan Soul Power kuat yang berbentuk bayangan ular.


Akhirnya dari gabungan serangan itu membuat Calista terluka parah.


"Aku sudah memberikan mu pilihan,tapi kalian masih saja menolak ku.


Karena itulah aku akan mengirimkan kalian semua ke Neraka."Ucap Shadow dengan Bola Soul Power yang besar ditangannya.


Ketika serangan itu dilepaskan,Seorang pemuda menghancurkannya dengan tombak petir.


Pemuda ini bernama Lark dari sekte petir.


Selain wajahnya yang tampan, Kultivasinya juga tidak kalah dengan Shadow.


Oleh karena itu ada banyak sekali wanita yang tergoda olehnya.


Akan tetapi Lark ini juga sangat menyukai Kartika,dia mengikuti Heroes War hanya karena ingin membuktikan kehebatan dirinya.


"Orang-orang dari wilayah Vena mengapa ikut campur dengan urusan Obituary."Ucap Ken.


"Tidakkah kalian berdua malu menyerang seorang wanita yang sudah terluka."Jawab Lark menghina mereka.


Tiba-tiba Kelompok dari Sekte Api juga datang kesana.


Pemimpin mereka bernama Cheng menggunakan tombak seperti garpu.


Dia juga ikut bergabung dalam pembicaraan mereka.


"Haha bukankah wilayah Obituary yang terlemah...? Aku mendengar kabar salah satu dari kalian masuk kesini dengan menggunakan Token hasil curian." Ucap Lark sambil memandang Shadow.


Melihat keadaan yang tidak memungkinkan lagi,akhirnya Ken mengambil pilihan untuk melepaskan mereka.


"Sepertinya ini hanya kesalahan pahaman saja,lagi pula waktu ujian sudah hampir habis." Ucap Ken.


Mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan Calista.


Namun kelompok mereka sudah banyak yang terluka. Meskipun Calista cukup agak kesal,namun ini adalah pilihan terbaik baginya.

__ADS_1


Sambil dia menggerutu dalam hatinya


"Awas saja aku akan membalas perbuatan kalian ini."


__ADS_2